KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 244


__ADS_3

Bloodfallen City.


Sistem super keamanan dalam kota Bloodfallen di aktifkan. Ryuga langsung dibekukan, dimasukan ke dalam sebuah bola kapsul yang memiliki Xaphire.


Tubuh Ryuga langsung melemah 50%, tapi sisi kebrutalannya masih aktif walau dalam keadaan mata terpejam. Untung saja bola kapsul tersebut mampu menyerap 3 energi sekaligus, yaitu Energi Veda, Energi Zerocity dan Energi Evolt.


"Dasar bedebah kali ini aku akan menghabisimu." Josephine mengepakan keenam sayapnya dan dikelilingi Seven God Dragon dalam first mode yaitu naga sepanjang 1.5 meter.


Josephine mendapatkannya dari Angelina yang sudah memberikan Seven Dragon rune pada Josephine dan menyatukannya dengan skill Eternal Evil Darkness.


Ketuju dewa naga menghantam bola kapsul yang memakan tubuh Ryuga hingga membuatnya hancur. Pinggang Ryuga juga digigit Rexion dan membawanya menjauh dari Bloodfallen Velodrome.


Angelina terkapar dan memuntahkan darah. Kira segera berpindah tempat untuk menolongnya, tapi Angelina otomatis langsung mencakar lengan Kira.


"Pergi dariku!" Angelina menatap Kira dengan tatapan yang mengancam.


Dia sangat kenal dengan tatapan mata itu, mereka klan Ancient Demon yang haus darahnya kembali muncul.


"Oh, jadi kalian yang telah membantai warga sektor Siliwangi yang tak berdosa." Kira menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Lalu mengeluarkan Yamato dan menghunuskannya ke arah leher Yamato. "Kejahatan apapun tak bisa aku tolerir!"


"Sial, aku tak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan Angelina. Bloodmoon: Regeneration!" Akira segera memulihkan dirinya.


Tapi bilah Yamato sudah ditusukan ke arah leher Angelina. "Darkness Flash!" Fedrik Rosala langsung menerjang tubuh Angelina untuk membawanya pergi.


"Judgement Cut End!"


Kira mengayunkan bilah Yamato dengan sangat cepat, Fedrik Rosala juga melesat cepat menaiki dinding Velodrome untuk keluar dari dalam arena Velodrome.


'Slash-slash!' Siluet sabit yang bertubi-tubi memotong-motong dinding yang telah dipijaki oleh Fedrik Rosala dan Kira tidak membiarkannya kabur untuk terus mengarahkan tebasan jarak jauhnya ke arah Fedrik Rosala yang sebentar lagi berhasil sampai atap Velodrome.


"Haa ...! Evileya Divine Gear! Falling Star!" Akira secepat kilat memakai Gantlet dan Greaves berwarna merah darah. Langsung melompat dan melakukan tendangan ke lengan kanan Kira yang mengayunkan Yamato.


Fedrik Rosala berhasil kabur membawa Angelina yang terluka parah, "Sial!" Kira marah menendang dada Akira namun berhasil ditangkis dengan silangan tangan di dada.


'Sraak!' Akira terpundur dan kakinya bergesekan dengan permukaan arena hingga mengeluarkan debu tebal.


"Pengkhianat harus segera dibunuh. Battle Stance: Nether Vision!" Mata Zayd berubah warna menjadi sklera hitam, pupil merah muda terang dengan garis vertikal hitam di tengahnya.


Bersamaan itu pula muncul mata sebesar semangka yang memiliki 3 pasang sayap kelelawar. Manik matanya sama seperti mata Zayd dan berjumlah 100 mata.


"Kira, aku akan pergi mengejar mereka dan takan kubiarkan mereka lolos dengan mudah. Nether Tentacle!" Zayd menumbuhkan delapan tentakel berwarna perak, dengan ujung mempunyai mata seperti mata Zayd dan memiliki 6 cakar.


Dengan kedelapan tentakelnya, Zayd terlontar ke udara untuk mengejar Fedrik Rosala yang membawa Angelina. Keseratus mata itu juga telah mengikuti Fedrik Rosala.

__ADS_1


Sementara itu Lord Gardosen sedang bertarung dengan Lord Thanatos dan beradu pukulan. Membuat keduanya terpundur dan menabrak dinding arena.


"Guhak!" Keduanya memuntahkan darah dan menyeka darah di sudut bibir masing-masing.


"Aku tak menyangka kau sudah sekuat ini, pak tua jenggot!" cibir Lord Thanatos dengan tersenyum sinis.


"Kau masih sama saja tak ada bedanya bocah ingusan. Kali ini kita benar-benar musuh, kalau aku tak menghormati Regalia King, 10 tahun yang lalu aku sudah membunuhumu, sialan!" Dengan mengeraskan rahang, Lord Gardosen langsung melesat cepat dan menghantamkan pukulan, "Ether Fist!"


'Bam!' Pukulan itu berhasil di tangkis oleh Lord Thanatos dengan tangan kirinya. Namun ia tidak menyadarai jika seluruh sel-sel di bagian tangan kirinya telah dieliminasi oleh Lord Gardosen ke dimensi kehancuran miliknya.


"Apa?! Kenapa tangan kiriku tidak bisa digerakan?!" Lord Thanatos melebarkan mata dan baru menyadari jika tangan kirinya sudah tidak ada. "Sialan! Great Wind Bullet!"


'Shua-shua!' Lalu menembakan peluru angin berkecepatan tinggi dari mulutnya secara beruntun.


"Hanya hal kecil saja. Kamu memang tidak mengetahui apa julukanku sebelum masuk Sangakama? Biar aku beritahu julukanku adalah Divya Slayers, dan tidak ada yang bisa menahan seranganku sedikit pun ataupun menyerangku." Lord Gardosen membuat kubah pelindung seluas 50 meter, "Ether Teritory!"


Peluru-peluru angin yang masuk ke dalam kubah pelindung transparan berwarna putih yang hanya bisa dilihat oleh Lord Gardosen itu menelannya.


Serangan itu berhasil digagalkan, "Tidak mungkin?! Peluru anginku adalah peluru yang tak bisa ditahan?!" Lord Thanatos melebarkan mata dan tambah geram, "Spiral Ball Shuriken!"


Di tangan kanannya ada bola angin bertekanan tinggi lalu dilemparkan ke arah Lord Gardosen. Bola angin dengan sepuluh putaran bilah shuriken itu lagi-lagi hilang ketika masuk kubah pelindung.


"Jangan lupakan aku pak tua jenggot!" Tiba-tiba Lord Victor sudah ada di belakang Lord Gardosen dan melepaskan serangan pamungkas untuk membunuhnya, "Zepdos Strike!".


'Boom!' Kira, Lord Gardosen, dan Lord Victor terpental ke berbeda tempat. Bahkan ketiganya menabrak dinding Velodrome hingga keluar jauh dari wilayah Bloodfallen City.


"Greaves Of God Wind! Air Jet!"


Kaki kanan Lord Thanatos memakai sepatu armor dewa angin dan mengeluarkan tekanan angin yang mendesis kuat. Bahkan permukaan tanah yang dipijaknya berlubang besar, terkena dorongan angin bertekanan tinggi yang mendorong Lord Thanatos untuk mengejar Lord Gardosen.


"Sial, bocah tengik dan Jendral gila itu malah membuatku merasakan sakit." Lord Gardosen menyingkirkan dinding gua pegunungan West Hokkaido yang menimpanya, "Nampaknya dia mengejarku. Baiklah, aku takan sungkan lagi. Vest Of God Earth!"


"Sebelum itu terjadi aku akan membunuhmu! Skypiea Lance!" Lord Thanatos telah sampai di atas ketinggian 100 meter dan menembakan angin ungu berbentuk siluey tombak yang sangat besar.


'Swush!' Tombak angin yang melesat disertai fluktuasi udara yang bahkan meretakan dimensi di sekitarnya.


"Ether Teritory!" Lord Gardosen menciptakam kubah teritori untuk menetral serangan Lord Thanatos berbentuk tombak angin.


Namun itu tak berhasil, kubah teritori retak ketika tertembus tombak angin dan hancur, "Tidak mungkin?! Seharusnya ini berhasil," kata Lord Gardosen melebarkan matanya. "Tapi ini belum berakhir! Five Demon Gate!"


'Grag!' Lord Gardosen memukulkan kepalan tangannya ke permukaan tanah untuk membentuk lima pilar gerbang iblis untuk menangkis serangan Lord Thanatos.


'Boom!' Lima pilar gerbang iblis hancur seketika, menimbulkan suara ledakan seperti dentuman meriam disertai asap tebal menggunung.

__ADS_1


"Ha-ha-ha ... mati kau pak tua jenggot kali ini aku berhasil membunuhmu dan Vest Of God Earth akan menjadi milikku. Siapa suruh melawanku, sialan!" kata Lord Thanatos sambil tertawa terbahak-bahak.


Nampak kepulan asap dan debu mereda, tubuh Lord Gardosen dipenuhi asap dengan pakaian yang compang-camping dan dalam keadaan tertunduk dengan darah menetes di sekujur tubuh.


"Itu belum tentu, selama aku masih hidup," kata Lord Gardosen dingin dan membuat Lord Thanatos terkejut bukan main.


Pasalnya, serangan skill Skypeia Lance tidak ada satu pun Divya yang membendungnya. Apalagi dipadukan dengan Greaves Of God Wind, maka daya rusaknya menjadi 200%.


"Ha-ha-ha ... sungguh menarik, memang sungguh menarik." Lord Thanatos tertawa untuk menutupi keterkejutannya.


"Sial, pak tua jenggot ini kenapa bisa sekuat ini? Padahal tiga tahun lalu ia pernah dikalahkan Ryuga dan koma selama satu bulan. Apa yang dia lakukan untuk meningkatkan levelnya?" pikir Lord Thanatos menyipitkan mata menerka-nerka tentang Lord Gardosen.


Seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Lord Thanatos, Lord Gardosen menjawabnya dengan mengeluarkan satu Evolution Potion, "Aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu? Dan jawabanku ini!"


"Lalu kenapa Ryuga dan Guild Emperor aku harus lindungi? Jawabannya adalah karena tidak ada Guild manapun yang bisa memberikan sumber daya terbaik untuk sektor Siliwangi. Karena kau sudah melihatnya, maka kau akan mati! Flying Space Slash!" Lord Gardosen mengibaskan tangan dan tertuju pada Lord Thanatos.


'Slash!' Kibasan tangan Lord Gardosen menebas dimensi dan membuat garis putih yang memenggal kepala Lord Thanatos.


"Tidaak ...!" Lord Thanatos melihat badannya sendiri karena kepalanya terjatuh dan serasa gerakannya melambat terkena efek slow motion.


"Huff ... huff ... huff ...." Lord Gardosen berlutut lemas dengan nafas tak beraturan, "Untung saja aku masih tersisa sedikit energi Veda. Jika tidak, aku akan mati di tangan bocah tengik itu."


Evolution Potion di tangan kirinya langsung tenggak untuk menaikan level Lord Gardosen ke level 13.


"Aaaargh ...!" Tubuh Lord Gardosen langsung menegang dan mengeluarkan ledakan gelombang kejut hingga meratakan serta meretakan permukaan tanah dalam radius 100 meter.


"Dimension Space!" Lord Gardosen berpindah ke sebelah tubuh Lord Thanatos yang sudah tertelungkup dengan darah mengalir deras dari lehernya. Lalu mengambil Greaves Of God Wind.


Tapi keanehan terjadi, ketika Greaves Of God Wind akan di masukan ke dalam jam tangan ruang miliknya. Greaves Of God Wind menolak masuk dan langsung terpasang ke kaki kanan Lord Gardosen.


"Ha-ha-ha ...." Lord Gardosen tertawa jahat dengan menyeringai, sorot matanya merah tajam. Aura kegelapan menyelimuti tubuhnya, "Waktunya mencari politik tikus berdasi sialan itu. Dimension Space!"


'Cwuszh!' Lord Gardosen berteleportasi ke tempat Lord Victor yang sedang berlari cepat di langit untuk kabur ke arah Asosiasi Rinbo.


"Hyper Kick!"


Lord Gardosen yang tiba-tiba muncul langsung menghantam punggung Lord Victor dan mementalkannya ke arah markas utama Asosiasi Rinbo yang sebentar lagi di gapai oleh Lord Victor.


'Boom!' Lord Victor menghantam Jacuzzi di dalam markas utama Rinbo yang ada Sasuke sedang menikmati Wine kesukaanya.


"Siapa yang berani menggangguku, hah?" teriak Sasuke kesal karena waktu minumnya diganggu. Apalagi ruangan pribadinya sudah dihancurkan.


"Uhuk ...!" Lord mencoba bangkit dengan memegang bagian punggung dan terbatuk darah, "Voltra Heal!"

__ADS_1


__ADS_2