
[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience karena berhasil membunuh monster level mythril] x300
[Selamat juragan mendapatkan Rp.1.000.000 karena berhasil membunuh monster level mythril] x300
[Selamat juragan mendapatkan 1000 poin experience karena berhasil membunuh monster level paladium]
[Selamat juragan mendapatkan Rp.2.000.000 karena berhasil membunuh monster level paladium]
Tubuh Ryuga berkedip menggunakan skill trick up dan muncul di atas gedung dekat portal hijau level paladium. Ryuga menebas secara diagonal portal hijau untuk menghancurkannya.
Prang!
[Selamat juragan mendapatkan 2000 poin experience dan uang Rp 30.000.000 karena berhasil menghancurkan portal Paladium]
"Area of extraction!"
Ryuga melambaikan tangannya ke atas, muncul magic circle berwarna merah kehitaman dalam radius 500 meter dan merubah semua monster menjadi 1000 kapsul kristal berwarna merah dan 1 kapsul kristal berwarna hijau. Semua kapsul-kapsul itu beterbangan ke arah Ryuga, melesat dengan cepat dan masuk ke dalam eternal gear.
"Guhak!" Ryuga berlutut satu kaki dan memuntahkan banyak darah dari dalam mulutnya. Yamato Ryuga simpan ke dalam inventori sistem dan mengeluarkan 1 botol stamina potion dan 1 botol heal potion. "Ini sebelumnya belum pernah terjadi, apakah ini efek kutukan 7 raja iblis?" Ryuga bergumam menyeka darahnya dan 2 botol itu Ryuga meminumanya sampai habis.
Tubuh Ryuga berkedip menggunakan skill trick down, jalan Ryuga tertatih-tatih. Filza segera menyimpan stardust lalu mengalungkan tangab kanan Ryuga ke lehernya, "Ryu, kau tidak apa-apa?" Filza sangat mengkhawatirkan Ryuga.
"Maafkan aku Ryu! Seharusnya aku tidak memintamu menyembuhkan kutukanku ini. Aku sembuh tapi kamu malah terkena kutukanku, hiks, hiks, hiks," tangis Angelina pecah dan langsung memeluk Ryuga, cairan bening mengalir deras di sudut kelopak mata Angelina. "Ini semua salahku, kamu pasti akan menderita menerima kutukan itu."
__ADS_1
"Hei! Hei! Jangan menangis! Lihat nanti bajuku penuh ingus dari hidungmu, hehehehe." Ryuga tertawa sambil menyeka cairan bening. "Tenang saja, aku pasti sembuh. Cuma caranya aku harus mengalahkan mereka, tapi aku tidak tahu bagaimana harus bertemu mereka?"
"Terima kasih Ryu. Aku akan bicarakan dengan ayah, mungkin ayah tahu dan punya cara untuk bertemu dengan 7 raja iblis itu. Bertahanlah Ryu, tapi cara ini tetap mustahil, 7 raja iblis itu terlalu kuat." Angelina melepaskan pelukannya dan menatap Ryuga dengan raut muka iba.
"Tenang saja, aku ini sangat kuat. Monster tingkat paladium saja aku kalahkan dalam sekali tebas bukan? Hehehe." Ryuga tertawa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Lebih baik kita pulang, esok kamu kan masuk akademi. Kalau aku kan sudah santai, hehehe."
Pesawat penjemputan datang setelah Ryuga mengkonfirmasi bahwa dirinya bersama Filza, dan juga Angelina telah menghancurkan semua monster yang berada di portal.
***
Keesokan paginya di apartemen Elevee.
Ryuga seperti biasa setiap pagi melakukan misi harian di fasilitas gym apartemen. Banyak laki-laki yang menatapnya sinis, kecuali para perempuan yang menatapnya penuh dengan rasa suka, minat dab obsesif.
"Mas ganteng, ajari aku donk. Biar badanku ini kurus, aku sudah banyak melakukan semua jenis olahraga, diet ketat tetap saja badanku ini tak kurus-kurus juga," ucap gadis gendut, rambutnya hitam lurus, banyak jerawat dimukanya bernama Reyna
"Aku Reyna Vlandesilk, dan itu kakak kembaranku Ryan Vlandesilk," tunjuk Reyna pada laki-laki yang wajah sangat mirip dengannya dengan tubuh yang sama gemuknya dengan Reyna, Ryan sedang berusaha melakukan sit up. Mereka berdua lahir beda 7 menit Ryan dahulu.
"Klan Vlandesilk?" Ryuga mengelus dagunya. "Setahuku keluarga kalian adalag keluarga terkaya nomor 1 di sektor Nagana dan pemilik guild Verodom, guild nomor satu di sektor Nagana? Lalu ada perihal apa keluarga Vlandesilk, tiba-tiba datang kemari?"
Setelah kecerdasannya meningkat Ryuga sering ke perpustakaan waktu masih di akademi, belajar dan banyak membaca buku diperpustakaan. Apalagi ia pernah menjadi ASSAT dan memiliki akses perpustakaan rahasia, setiap buku ia baca dengan seksama untuk mendapatkan banyak informasi.
Buku adalah gudangnya ilmu dan membaca adalah jembatanya, menelaah dan memahami dengan cara seksama adalah cara berjalan untuk menjelajahi informasi dari buku secara benar.
__ADS_1
"Ah Ryu kamu terlalu berlebihan. Ayahku Robi Vlandesilk ditugaskan oleh Regalia King untuk menginvestigasi pemusnahan klan Zeustra oleh monster beberapa hari yang lalu. Jadi aku dan kakakku sampai lulus akan dipindahkan ke akademi Maung School, tapi level Divya kami berdua sangat lemah hanya level 2," jelas Reyna.
"Oh!" Ryuga membulatkan mulutnya, dalam hatinya ia sedikit risih. Bahwa ia sekarang menjadi target pemerintah pusat atas pembantaian klan Zeustra beberapa hari lalu, secara fakta tentu saja Ryuga yang menjadi pelakunya.
Kemungkinan besar Risma melaporkan kasus ini ke Lord Gardosen dan meminta klan Vlandesilk untuk membantu menangkap Ryuga, klan Zeustra punya hubungan yang sangat dekat dengan klan Vandesilk.
Ryan menghampiri Ryuga, "Hai! Aku Ryan, boleh aku bergabung?" Ryan tersenyum lebar, dan sangat sopan.
"Boleh, silahkan!" Ryuga tersenyum ramah. "Apa Ryan juga punya permasalahan yang sama seperti Reyna?"
"Ya! Aku sangat susah ketika latihan karena berat badanku ini," Ryan raut mukanya murung, bibirnya melengkung ke bawah. "Padahal aku juga ingin kuat seperti ayah."
Ryuga mengelus dagunya, berpikir untuk menjalin kerjasama dengan klan Vandesilk untuk menekan Risma, agar ia tak lagi mengganggunya. Tapi apa yang harus Ryuga lakukan saat ini? Setiap rahasia dalam dirinya sudah mulai terkuak ke permukaan dan tidak mungkin akan ia simpan selamanya.
Serapih-rapihnya menyimpan bangkai mayat pasti akan tercium juga. "Baik aku bisa membuat kalian menjadi lebih kuat dan tubuh kalian akan kurus bahkan lebih berotot untuk Ryan dan sangat seksi untuk Reyna. Lihat sepertiku!" Ryuga membuka bajunya dan memperlihatkan otot-ototnya yang kekar dan juga bentuk perutnya yang eight pack. "Tapi aku punya tiga syarat, apa kalian mampu memenuhinya?"
"Apa syarat itu? Katakanlah-katakanlah!" Ryan dan Reyna yang sudah tak sabar menggoyang-goyangkan tubuh Ryuga.
"Tenag kawan tenang! Mari kita berbincang di kamar apartemenku!" Ryuga memakai kaos birunya, lalu menuntun Reyna dan Ryan ke apartemen lantai 20 kamar SVIP01 milik Ryuga melalui lift, Ryuga menekan angka nomor 20
Ting!
Suara lift berbunyi, mereka bertiga sampai di lantai 20 dan pintu lift terbuka, tepat pintu kamar Ryuga bersebrangan dengan pintu lift. Ryuga mengetuk pintu kamar, Filza membuka pintu dengan raut wajah panik dan nafas memburu.
__ADS_1
"Ryu, gawat Ryu! Gawat!" Filza memeluk lengab Ryuga dan menggoyang-goyangkan lengannya. "Gawat!"
[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience]