KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT

KSATRIA SYSTEM : KOKOBOT
Chapter 54


__ADS_3

"Ya, lain kali aku akan mengajakmu lagi. Aku izin pamit, sampaikan salamku pada ayahmu pak Prio," ucap Ryuga.


"Bos, kan bisa ngopi-ngopi dulu," cegah Raras, ekpresi raut mukanya menunjukan tak ingin Ryuga meninggalkan dirinya walau sesaat. Lengan Ryuga di genggam erat olehnya. "Bos bisa memasukanku ke akademi?"


"Entahlah, proses penerimaan kadet baru kan sudah lewat. Nanti aku akan tanyakan pada jendral Atmojoyo, direktur militer Maung School akademi," jawab Ryuga. Perasaanya tak menentu, bisikan-bisikan untuk bermantap-mantap dengan Raras menghinggapi pikirannya, apalagi pak Prio ayah Raras tak ada di rumah, sedang menarik taksi online miliknya.


"Baik, aku tunggu kabarnya bos! Aku juga mau berbelanja dahulu ke mall. Untuk membeli skin care, lipstik, dan bedak serta mau ke salon untuk perawatan, hehehe," balas Raras tertawa ringan.


"Ingat! Jangan gunakan kuasamu di tempat umum, rahasiakan, kecuali jika terdesak atau ada monster baru gunakan!" pesan Ryuga.


"Ya, bos siap!" balas Raras.


Ryuga berteleportasi dan muncul di gerbang pintu akademi. Sengaja ia lakukan supaya wajahnya terlihat di CCTV, bahwa Ryuga baru pulang. Kalau Ryuga langsung berteleportasi di dormitori miliknya, takutnya para mentor dan jendral Atmojoyo mencarinya.


"Selamat datang, mas Ryuga!" sapa sekuriti penjaga pintu gerbang akademi, lalu membukakan pintu gerbang. "Mas Ryuga sudah di tunggu jendral, di ruangannya!"


"Terima kasih pak, mari!" Ryuga tersenyum lalu berjalan pelan menuju ruangan rahasia jendral Atmojoyo. "Aku akan coba membujuk jendral, untuk memasukan Raras ke akademi."


Tok!


Tok!


"Permisi jendral!" Ryuga mengetuk pintu ruangan rahasia jendral Atmojoyo. "Aku Ryuga!"


"Masuk!" sahut Jendral Atmojoyo dari dalam ruangan, ia sedang melihat berkas-berkas penting sambil menyeruput secangkir kopi panas.


Ryuga masuk dan duduk, Atmojoyo membulatkan mata, topeng semesta sudah tidak ada di kepala Ryuga. Tangan kanan Ryuga juga memakai sarung tangan eternal gear, Atmojoyo sangat paham tentang eternal gear. Jadi wajar saja kalau ia tersentak kaget.


"Sarung tangan itu?! Sarung tangan itu?!" Atmojoyo terus mengulang perkataannya dan ditambah ekspresi raut muka Atmojoyo yang sangat kaget malah membuat Ryuga semakin bingung. "Lepaskan sarung tangan itu! Eternal gear bisa membunuhmu Ryuga!"


"Jadi, Jendral tahu tentang Eternal gear?" Ryuga bertanya dengan membulatkan mata, ia ingin tahu semua informasi tentang eternal gear.

__ADS_1


"Ya, tuan Gardosen tidak mengetahui tentang kebenaran eternal gear. Kami yang merahasiakannya. Aku dan 7 orang profesor yang bekerja di sektor Trunyan, 15 tahun lalu menciptakan 3 alat yang sangat berbahaya, eternal gear, belt of extinction, dan armor devil bringer."


"Sudah ribuan orang yang memakainya mati, 3 alat tersebut kami lebur menjadi satu dalam eternal gear. Pengguna eternal bisa menggunakan skill boosted gear dari eternal gear, skill awakening drive dari armor devil bringer, dan skill rage of weapon dari belt of extinxtion."


"Tapi ada satu orang yang berhasil hidup, ketika menggunakan armor devil bringer. Tapi kami tidak tahu siapa orangnya, kami mencoba mencarinya namun kami tidak menemukannya," jelas Jendral Atmojoyo.


Ryuga tersenyum tipis, karena ia tahu orang itu adalah Kira, gurunya sendiri. "Pasti Jendral bertanya, bagaimana aku bisa menggunakan alat berbahaya ini bukan? DNA miliku sangat cocok dengan alat ini, pasti jendral juga mengetahuinya bukan?" ungkap Ryuga.


"Syukurlah, jika kamu mati, aku tak bisa memaafkan diriku sendiri. Akademi ini akan sangat kehilanganmu, jika kamu mati. Kamu adalah kebanggan kami, Ryuga!" Atmojoyo berdiri dan memeluk Ryuga lalu melepaskannya, belum pernah Ryuga melihat Atmojoyo sepanik ini. "Jika kamu perlu bantuan, katakanlah jangan sungkan!"


"Oh ya, jendral! Aku punya permintaan. Aku punya teman bernama Raras, satu bulan yang lalu ia mengikuti ujian tes masuk Divya dan gagal. Bolehkah Raras mengikuti tes ulang, jendral? Aku mohon!" pinta Ryuga memohon.


"Sesuai peraturan masuk akademi memang tidak boleh, harus menunggu tahun depan. Tapi karena banyaknya kebutuhan Divya untuk sektor Siliwangi setelah penyerangan monster dan kadet juga banyak yang terluka serta beberapa tewas. Maka aku Jendral Atmojoyo mengizinkannya, bawa kemari temanmu Raras besok! Aku sendiri yang akan mengetesnya," balas Atmojoyo sorot matanya tajam.


"Siap jendral!" ucap Ryuga dengan gerakan hormat tentara.


***


Ryuga sudah bangun pagi-pagi, melakukan aktivitas misi hariannya. Tubuhnya dipenuhi keringat, nafasnya terengah-engah, karena jumlah latihanya ia naikan menjadi 3 kali lipat dari misi sistem.


[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience]


Ryuga mengirimkan pesan pada Raras untuk ke akademi. Ryuga menuliskan di pesannya ke Raras, bahwa Raras diizinkan untuk mengikuti tes ulang masuk akademi dan langsung menemui Jendral Atmojoyo di halaman akademi.


Wajah Raras langsung sumringah, dan segera membersihkan diri lalu memakai pakaian steet syle yang diberikan oleh Ryuga. Prio mendengar kabar itu sangat gembira, ditambah Raras memberitahukan pada Prio, Ryuga telah memberinya uang 150 juta. Prio menghantarkan Raras ke depan pintu gerbang akademi, dan disambut ramah oleh sekuriti penjaga pintu gerbang.


Raras masuk melewati pintu gerbang dan menuju halaman akademi. Raras menyapa Jendral Atmojoyo, Kira, Ferdi, Zaleem, Miranka, dan Arsyana dengan sopan. Jendral Atmojoyo sudah mengadakan rapat semalam dengan mereka berlima dan mereka menyetujuinya jika Raras mengikuti tes ulang atas rekomendasi Ryuga.


Tentu saja yang sangat percaya pada permintaa Ryuga adalah Kira, ia sangat paham watak anak muridnya itu, setiap keputusan yang diambil Ryuga selalu win and win solution.


Tanpa basa-basi Jendral Atmojoyo menyuruh Raras untuk masuk ke mesin batanga.

__ADS_1


[Memproses pengujian level Divya pada Raras Anindita, umur 17 tahun]


Wiuw!


Wiuw!


Wiuw!


[Proses pengujian selesai]


[Nama : Raras Anindita


Umur : 17 tahun


Level Divya : 5


Kuasa : Supra (Light)]


Semua orang tercengang dengan menjaatuhkan rahangnya, bagaimana mungkin Raras yang dahulu gagal. Tiba-tiba dalam satu bulan lebih langsung naik ke level 5 Divya.


Buk!


Buk!


Ferdi dan Zaleem memukul-mukul lalu menggoyangkan mesin batanga. Mereka merasa mesin ini telah rusak, "Baik tes pertama lulus. Aku ingin melihat kamu Raras menggunakan kuasa light-mu, bisakan?" Kira ingin menguji Raras untuk membuktikan jika mesin batanga itu rusak atau tidak, seperti waktu itu mesin batanga mengetes Ryuga dan dinyatakan eror, kenyataannya mesin itu tidak rusak sama sekali.


"Baiklah, tolong perhatikan! Shield protection!"


Raras memunculkan siluet tameng di tangan kanannya, berwarna kuning cerah. "Baik, kamu lulus! Sekarang kamu pergi ke dormitori level 6 nomor 3, disana ada Josephine dan Rany teman Ryuga juga!" titah Jendral Atmojoyo. "Untuk tim kamu menggantikan Boggard yang telah meninggal di tim 9 bersama Verel smith, Angelina Kismoyo dan Boy Raymond, Guru Joni akan digantikan oleh Guru Miranka."


"Terima kasih Jendral!" Miranka menghantarkan Raras ke dormitori level 6. Raras diperlakukan istimewa karena dari 100 kadet yang masuk satu bulan yang lalu, tidak ada kadet yang memiliki kuasa Light ditambah Raras Divya level 5. Jadi Jendral Atmojoyo memutuskan memberi hak istimewa seperti Josephine pada Raras.

__ADS_1


Untuk Rany yang Divya sudah naik Divya level 5, alasan lain jendral Atmojoyo memberikan hak istimewa karena Rany banyak memberikan kontribusi pada akademi dengan banyak menyelesaikan misi penting yang diberikan oleh akademi.


__ADS_2