Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Chapter 01 - Pendekar Abadi


__ADS_3

Di sebuah ujung tebing tinggi yang sangat dalam telah terjadi perkelahian hebat, langit dan bumi bergetar menyertainya.


Suara gemuruh petir dan para iblis melolong tak henti-hentinya, di atas tebing itu terlihat seorang pria yang sekiranya berusia 60 tahun namun aslinya telah 100 tahun umurnya.


Dia memanfaatkan sumber daya dan kultivasi nya untuk membuatnya menjadi tak setua umurnya, di hadapannya ratusan orang sedang mengepungnya.


"Pendekar Abadi, kau akan mati sekarang juga!!". Seru salah satu yang mengepungnya.


"Abadi?? Itukah julukan mu? Yang akan mati hari ini?? Tak pantas di juluki Pendekar Abadi!!". Orang di sebelahnya juga ikut mencemoohnya.


"Pendekar Abadi, serahkan saja Kitab Dewa Abadi mu itu sekarang! Mungkin kami akan memberimu waktu untuk menjadi abadi, tapi di dunia lain. Hahahaha.....". Orang paling depan berseru lantang dengan tertawa mengejeknya, dia ketua nya.


"Ha.. ha.. hahahaha......". Pendekar Abadi hanya tertawa lalu berkata, "Kalian pikir, aku yang sudah di Pendekar Suci dan sudah membuka 3 gerbang tidak bisa melawan kalian semua? Para ********!!". Lanjutnya dengan lantang.


Pendekar Abadi tersebut ternyata sudah berada di Pendekar Suci yang sudah membuka 3 gerbang, di hadapannya ratusan musuhnya juga sudah di tingkat Pendekar Suci semua namun masih membuka 1 sampai 2 gerbang, hanya ketua nya saja yang telah membuka 3 gerbang.


Sang ketua bernama Jung Yong dari Aliran Hitam yaitu Sekte Darah Setan, dia adalah tangan kanan Ketua Sekte Darah Setan.


Sebelumnya, sang Pendekar Abadi di kabarkan telah menemukan Kitab Dewa Abadi yang di cari banyak Sekte dan Clan lain di dalam maupun luar kekaisaran, Kitab seperti ini awalnya ada 3 di seluruh benua.


Beberapa tahun yang lalu telah terjadi kekacauan di seluruh Benua Timur ini yang menyebabkan keseimbangan di Benua Timur goyah, saat itu sang Pendekar Abadi masih berusia sekitar 18 tahun dan masih awam akan dunia persilatan.


Di katakan dalam buku sejarah, di bumi yang luas ini ada Benua lain selain Benua Timur, namun itu masih belum benar keberadaanya saat itu.


Sampai di temukan nya 3 Kitab Dewa Abadi yang menggelegar di seluruh Benua Timur, yang menyebabkan aliran hitam dan aliran putih serta aliran netral berperang satu sama lain.


Banyak korban jiwa pada saat itu, sang Pendekar Abadi sendiri ada di dalam Clan nya jadi tidak tau siapa yang mengumumkan ke 3 Kitab itu, menurutnya dia lah orang yang menyebabkan kekacauan di Benua Timur ini.


Benua Timur sangatlah luas, ada 3 kekaisaran di dalamnya yaitu Kekaisaran Jin, Kekaisaran Du dan Kekaisaran Kin. Dengan Kekaisaran Jin yang lebih kuat kedudukannya dari yang lainnya dan Kekaisaran Kin yang lebih lemah dari kedua Kekaisaran ini, Kekaisaran Du dan Kekaisaran Kin sering berperang sedari dulu hingga sekarang.


Mereka selalu memperebutkan wilayah, agar Kekaisaran mereka wilayahnya bertambah luas.


Bukan hanya Kekaisaran saja, namun ada juga beberapa Suku dan Negara yang berdiri sendiri, di dalamnya juga ada Aliran Hitam dan Aliran Putih serta Aliran Netral.


Jika ada Aliran Hitam dan Aliran Putih, tentu saja ada penengahnya yaitu Aliran Netral. Namun saat kekacauan itu terjadi, semua bertarung tanpa pandang bulu.


Entah itu Aliran Putih, Aliran Hitam atau Aliran Netral, semua sama saja. Mereka seperti haus akan kekuatan, mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan salah satu Kitab Dewa Abadi.


Saat itu ke 3 Kitab sudah tercerai berai entah di mana, semua orang mempercayai bahwa ke 3 Kitab tersebut bukan dari Benua Timur tapi dari Benua lain.


Saat ini juga ke 2 Kitab itu ada di Aliran Putih dan Aliran Netral, hanya Aliran Hitam saja yang belum mempunyai Kitab tersebut.


Aliran Putih telah mempunyai Kitab Dewa Abadi yang berjudul Kitab Dewa Murni, Aliran Netral juga mempunyai Kitab Dewa Abadi yang berjudul Kitab Dewa Surgawi, sekarang yang di simpan oleh sang Pendekar Abadi juga dari Kitab Dewa Abadi yang berjudul Kitab Dewa Iblis.


Seperti namanya, sang Pendekar Abadi mempelajari Seni Iblis seperti Aliran Hitam, dari ke 3 Kitab Dewa Abadi hanya Kitab Dewa Iblis yang paling menakutkan kekuatannya.


Mereka yang mempelajarinya akan menjadi sekuat Dewa dan selicik Iblis, kedua tokoh Dewa dan Iblis ada dalam Kitab tersebut.


Bukannya kedua Kitab lainnya tak kuat, 2 Kitab lainnya juga sangat kuat namun tak sekuat Kitab Dewa Iblis ini, jika cahaya bertemu dengan kegelapan maka kegelapan lah yang akan menang.


Tidak ada cahaya di dunia ini, yang ada hanyalah kegelapan. Jika kau menginginkan cahaya, hiduplah seperti orang biasa yang tak pernah membunuh seseorang.


Namun jika kau ingin menjadi kuat, tembus lah cahaya itu dan masuk lah dalam kegelapan, memang cahaya dan kegelapan tak pernah bersatu.


Faktanya adalah ketika kekacauan itu terjadi hingga sekarang, semua orang bertahan hidup dengan membunuh orang yang di anggapnya sebagai musuh.


Tak ada lagi cahaya di hati mereka, yang ada hanyalah kegelapan, semua nya tak lagi setenang dulu.


Hidup dan mati di tentukan tergantung mereka yang tak punya apa apa, hidup di dunia ini harus tau prinsipnya, jika yang kuat berada di atas dan unggul maka yang lemah akan di siksa dan di bantai. Itulah prinsip kehidupan yang Pendekar Abadi alami selama ini, dia selalu merenung sepanjang tahun karena tak pernah mengerti apa yang di katakan Gurunya saat masih muda dulu.


Kembali ke cerita.

__ADS_1


"Apa yang kau renungkan, Pendekar Abadi? Apa kau menyesal telah hidup di zaman yang kacau ini?". Tanya Jung Yong.


"Ya, aku menyesal telah hidup di zaman yang kacau ini. Jika aku di beri kesempatan lagi, aku akan menata semua Benua Timur dengan kekuatanku sendiri!!". Jawab Pendekar Abadi sambil tersenyum dan melihat ke atas langit.


Langit masih mendung karena gemuruh petir, para musuh di depan Pendekar Abadi juga ada yang menunggangi iblis.


"Kalau begitu, segera matilah dan wujudkan impianmu itu!!". Jung Yong mulai memberi arahan pada bawahannya untuk menyerang Pendekar Abadi.


Saat itu juga, Pendekar Abadi mengeluarkan sebuah Kitab dari bajunya, Kitab yang sudah usang dan kuno.


"Itu...". Para musuh berhenti seketika, mereka melihat Kitab Dewa Iblis yang mereka cari.


"Kalian mencari ini kan??". Pendekar Abadi membolak balikan Kitab itu dengan tenang seakan tak pernah terjadi apa apa, padahal masih banyak musuh di hadapannya.


"Pendekar Abadi, berikan Kitab itu!!". Jung Yong berseru lantang.


"Baiklah, nih... Ambil sendiri kalau bisa!!". Pendekar Abadi melemparkan Kitab itu ke atas tebing tinggi.


"Brengsek, dapatkan Kitab itu segera!!". Perintah Jung Yong pada bawahannya.


"Jangan harap!!". Pendekar Abadi langsung mengeluarkan jurus api nya yang membakar hangus Kitab itu hingga tak tersisa satu debu pun, jurus yang sangat mengerikan.


"Kau......!! Bunuh dia!!". Jung Yong menjadi murka dan menunjuk Pendekar Abadi untuk di bunuh, para bawahannya mengikuti arahannya.


Semua musuh menyerang dengan ganas, gemuruh petir menjadi ganas pula, lolongan iblis juga semakin memekakkan telinga.


"Majulah kalian semua, aku tak takut!!". Kata Pendekar Abadi dengan tenang.


Semua musuhnya maju menyerangnya dengan semua jurus yang mereka punya, Jung Yong juga mengeluarkan jurusnya.


Sang Pendekar Abadi melesat maju ke arah kerumunan musuh dia menghabisi satu persatu musuhnya, sebelum dia terkepung di ujung tebing yang tinggi saat ini, dia telah menerima banyak luka dalam yang membuatnya hampir mati namun dia berpegang teguh untuk melindungi Kitab Dewa Iblis agar tak jatuh pada orang yang salah.


"Jurus Pedang Setan...".


"Jurus Tombak Darah...."


"Tapak Maut...".


Semua musuhnya menyerang dirinya dengan kekuatan penuh, dia masih maju ke arah kerumunan musuh.


Setelah dia sampai di tengah kerumunan musuh, dia mengeluarkan jurusnya "Jurus Larangan: Iblis Penghancur!!". Seru Pendekar Abadi itu dengan memukul tanah di bawahnya, secara langsung tanah bergetar hebat dan ujung tebing itu runtuh seketika, mereka yang berada di atasnya terjun ke bawah.


Pendekar Abadi masih selamat karena ada di zona aman nya, hampir separuh pasukan musuh terjun ke bawah namun Jung Yong masih di atas tebing, dia ada belakang pasukan nya maka dari itu dia ada di orang orang yang masih selamat.


"Sangat kuat sekali, itukah kekuatan dari salah satu Kitab Dewa Abadi??". Gumamnya dengan takjub melihat kekuatan besar dari Pendekar Abadi.


"Apa kalian tak ingin menyerah??". Tanya sang Pendekar Abadi dengan nafas yang memburu, karena dia telah terluka parah sebelumnya, jadi dia mengeluarkan segenap tenaga nya untuk serangan barusan.


"Menyerah?? Seperti nya itu adalah serangan terakhirmu, hari ini kau akan berakhir Pendekar Abadi!!". Jawab Jung Yong yang melihat Pendekar Abadi hampir tak bisa bernafas secara teratur, nafasnya putus-putus.


Saat itu juga Jung Yong menggunakan seluruh tenaga dalamnya untuk melenyapkan Pendekar Abadi secara langsung, tangannya mengangkat ke atas.


"Jurus Pamungkas: Naga Petir!!". Seketika langit yang bergemuruh mendadak pecah, di sana muncul sosok Naga besar yang seluruh badan dari kepala sampai ekor nya Petir, itu adalah Naga Petir.


"Serang!". Bersamaan dengan di turunnya tangan Jung Yong, Naga Petir tersebut melesat dengan cepat ke arah Pendekar Abadi.


"Dzzzzt..... Jedeeeeer......". Terdengar suara Petir dengan cepat ke bumi dan ledakan pun terjadi, saking besarnya ledakan itu tanah yang kena Naga Petir itu langsung terlihat ada bekas lubang besar di sana, terlihat pula Pendekar Abadi yang masih berdiri dengan tubuhnya yang hangus seutuhnya dan terjatuh ke tanah.


"Ughh..". Pendekar Abadi memuntahkan banyak darah segar.


"Hebat juga kau, seperti julukan yang kau terima Sang Pendekar Abadi, setelah menerima Jurus Pamungkas dariku kau masih hidup walaupun nafas mu sudah tak beraturan sekali". Jung Yong mendekat ke arah Pendekar Abadi sambil memuji ketahanan nya.

__ADS_1


Saat itu juga dari arah belakang mereka terdengar suara yang jernih, "Berhenti di sana!!". Kata suara tersebut.


Jung Yong langsung berhenti berjalan dan menengok ke belakang beserta Pendekar Abadi dan bawahan Jung Yong, mereka melihat seorang wanita yang sekiranya berusia sama seperti Pendekar Abadi namun kecantikannya masih terlihat di wajahnya.


"Ratu.....". Semua orang tertunduk di hadapannya, dia adalah seorang Ratu dari salah satu Sekte di Kekaisaran Kin yang di kabarkan masih menyendiri dari dulu hingga saat ini.


Sang Ratu berjalan menuju Pendekar Abadi yang masih tertunduk di tanah, matanya berlinang banyak air mata.


Walaupun Aliran Hitam banyak membunuh orang, namun mereka masih menghormati Ratu mereka saat ini, karena tingkatan Sang Ratu adalah yang tertinggi di Kekaisaran Kin sekarang.


Sang Ratu hanyalah sebagai julukan saja, dia memang memiliki wajah yang cantik dan berbakat, maka dari itu dia di juluki sebagai Sang Ratu.


Ketika Sang Ratu masih berjalan di hadapan para kerumunan dari Sekte Darah Setan menuju Pendekar Abadi, Sang Pendekar Abadi perlahan berdiri dan berjalan mundur dia berniat ingin menjauh dari Sang Ratu.


"Sudah kubilang dari dulu, untuk menjadi pasanganku, tapi kau malah terjun ke dunia persilatan lebih dalam". Sang Ratu perlahan membuka mulutnya dan berkata dengan nada ramah nya.


"Haha... Maafkan aku Yue'er, aku telah mengkhawatirkan mu". Pendekar Abadi masih tersenyum ramah menanggapi pernyataan Sang Ratu, dia perlahan lahan sudah di ujung tebing tinggi.


"Kakak Chen, jangan bergerak!! Jika kau bergerak aku juga akan mengikuti mu!". Desak Sang Ratu.


Pendekar Abadi akhirnya terdiam, tangannya masih memegang luka di tubuhnya, dia memang sudah sekarat.


Sang Ratu perlahan maju dengan cepat, dia mengambil sesuatu dari jubah merahnya, itu adalah sebuah cincin.


"Ini adalah cincin yang melambangkan kau telah menjadi milikku saat ini, Kakak Chen! Aku tak ingin kehilanganmu lagi!! Cincin ini di berikan dari leluhurku, katanya cincin ini bisa merubah hidup seseorang". Sang Ratu memasangkan sebuah cincin dan memeluk Pendekar Abadi, dia juga menjelaskan cincin tersebut.


"Yue'er, maafkan aku....". Secara paksa Pendekar Abadi mendorong Sang Ratu dengan lembut ke belakang, sekarang mereka terpisah beberapa meter.


Pendekar Abadi dengan yakin dan tenang terjun ke bawah dari tebing yang tinggi, sebelum terjun dia sempat berbicara dengan keras ke arah Sang Ratu.


"Jika ada kehidupan selanjutnya, aku pasti akan menikahi mu, Mu Yue!!". Sambil terjun bebas Pendekar Abadi mengutarakan isi hatinya, sejak dulu dia memang sangat dekat dengan Sang Ratu.


"Kakak Wu Chen.......!!!?". Sang Ratu yang di sebutkan namanya yaitu Mu Yue berteriak sambil menangis, dia merasa kehilangan.


Setelah beberapa saat, Mu Yue tenang kembali, dia melihat para bawahan Sekte Darah Setan dan ketuanya Jung Yong dengan mata tajamnya.


"Kalian berdirilah, hari ini aku akan mengampuni kalian. Aku ingin kalian bertobat ke jalan yang benar, jika kalian berbuat seperti ini lagi aku akan menghabisi kalian satu persatu tanpa sisa!!". Kata Mu Yue dengan nada yang menakutkan, dia memberi kesempatan bagi mereka yang ada di hadapannya untuk bertobat.


"Ratu, maafkan hamba yang tak tau jika Pendekar Abadi adalah orang yang Ratu suka, hamba hanya menjalankan tugas". Jung Yong sebagai ketua merasa sedih juga melihat kejadian barusan, dia merasa menyesal telah menyerang Pendekar Abadi.


"Aku tak akan memikirkannya untuk saat ini, sekarang kalian pergilah! Sebelum aku berubah pikiran". Jawab Sang Ratu dengan nada ketusnya.


Mereka yang tersisa akhirnya membubarkan diri ke jalan yang berbeda, mereka akan bertobat ke jalan yang benar sesuai arahan Sang Ratu.


Di sisi lain Sang Ratu membiarkan mereka hidup adalah karena setiap orang pasti bisa mengubah jalan hidupnya sendiri, dari yang tak baik menjadi baik.


Dia percaya akan hal itu, lalu dia kembali menangis sambil memandang arah jatuhnya Pendekar Abadi yang di sebut namanya sebagai Wu Chen.


~


**Sampai sini dulu yah, ini adalah novel Author yang pertama. Seperti di sinopsis, novel ini terinspirasi dari karya kak Ron yang berjudul JTI dan LPN.


Selamat membaca yah, semoga seru dan menarik ceritanya. Jangan lupa Like setelah baca, Komen kirim kritik dan sarannya, Vote Koin atau Poin jika bisa, lalu klik bintang 5 untuk mendukung novel ini.


Author akan suka dan lebih bersemangat jika kalian melakukan itu, terima kasih telah berkunjung di novel pertama Author.


~


Follow IG Author yah:


@bayuoryuukun**

__ADS_1


__ADS_2