Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Keutamaan Tulang Naga


__ADS_3

Setelah mendapatkan penjelasan dari Kakek Akong, kini Lei Tian merasa lebih paham tentang keberadaan para Pendekar Tingkat Keabadian. Awalnya Lei Tian berpikiran jika Akademi Kekaisaran adalah puncak seni beladiri dalam melahirkan kultivator unggulan di Kekaisaran Qin.


Namun dengan penjelasan dari Kakek Akong tersebut, rahasia tentang kehidupan masa lalu ternyata diatur oleh orang-orang kuat yang memiliki ranah keabadian. Berdasar hal itu, maka ia sendiri merasa penasaran dengan tingkat kekuatan Akong serta orang-orang yang berada di generasinya.


"Bagaimana kondisimu saat ini?" tanya Akong yang ingin memastikan kembali kondisi Lei Tian.


"Aku baik-baik saja, bahkan kekuatan yang aku miliki jauh lebih kuat dari yang sebelumnya" jawab Lei Tian dengan jujur.


"Baguslah jika begitu, sebelumnya aku sempat khawatir. Luka yang kau alami sebelumnya berasal dari Tapak Sutra, apakah kau berhubungan dengan orang-orang yang berasal dari Sekte Teratai Ungu?" tanya Akong dengan serius.


"Teratai Ungu?"


Ekspresi Lei Tian sedikit bingung, hal ini berbeda dengan informasi yang selama ini sudah ia ketahui dari beberapa orang.


"Orang yang memukulku adalah seorang Jenderal wanita, ia melakukannya dengan sungguh tidak tahu malu di saat aku sedang lengah. Dari informasi yang beredar ia merupakan orang dari Sekte Pedang Emas" jawab Lei Tian sambil menahan kemarahannya.


"Menarik... Seharusnya jurus tersebut hanya dikuasai oleh Yang Mi, setahuku tidak mudah baginya menurunkan jurus mematikan tersebut. Setidaknya orang itu memiliki kualifikasi yang tinggi atau memiliki hubungan darah dengannya. Sebagai Matriark Sekte, ia terkenal dingin dan kejam" ucap Akong menjelaskan.


"Sebelumnya kakek mengatakan jika keempat teman kakek adalah orang yang berada di balik Akademi Kekaisaran, bisa saja Jenderal Shio Mei memiliki kesempatan tersebut karena ia adalah murid di tempat tersebut" ujar Lei Tian menyampaikan asumsinya.


"Hmmm.. Masuk akal jika seperti itu, namun berpikir lebih jauh nampaknya Yang Mi memiliki harapan besar kepada wanita tersebut" ucap Akong.

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan dari Kakek Akong, wajah Lei Tian tampak memburuk. Jika seperti itu keadaannya maka membunuh Shio Mei untuk membalaskan dendam adalah perkara yang sangat sulit. Dengan dukungan Yang Mi, tidak mungkin bagi Lei Tian bisa membunuh Jenderal keji itu.


"Kakek, apakah itu berarti akan ada suatu persekongkolan yang terjadi?" tanya Lei Tian penasaran.


"Tentu saja, diantara Yang Mi dan Qin Zang memiliki masalah pribadi yang tidak berujung. Awalnya bermula dari pengkhianatan hubungan asmara diantara keduanya, hal itu telah menimbulkan kebencian di pihak Yang Mi. Hanya saja perseteruan panjang mereka akhirnya terikat pada sebuah perjanjian, keduanya tidak boleh bertarung lagi" ungkap Akong membocorkan masalah masa lalu.


Lei Tian malah tidak mengerti dengan hal rumit yang terjadi di masa lalu, baginya Shio Mei dan Yang Mi kini memiliki kepribadian yang sama. Mengingat peristiwa beberapa waktu lalu jelas membuat dirinya semakin mengerti dengan ambisi Jenderal picik tersebut.


"Lalu bagaimana dengan para sesepuh yang lainnya?" tanya Lei Tian kemudian.


"Mereka sama halnya sepertiku, tidak banyak ikut campur selama tidak ada pertarungan diantara kekuatan Pendekar Keabadian. Mereka hanya berfokus untuk melahirkan kultivator yang dapat menggetarkan alam semesta ini. Hanya saja mereka tidak menyadari jika mutiara yang mereka cari justru tercebur ke tempat ini" ucap Akong dengan lugas.


"Entahlah, jika mengacu pada tingkat Keabadian mungkin sudah berada di ranah Keabadian tingkat akhir" jawab Akong.


"Luar biasa, berarti kakek sangat kuat" ucap Lei Tian penuh kekaguman.


"Ini belum seberapa, tidak seperti yang kau bayangkan.. Semua pendekar keabadian sekalipun masih memiliki keinginan untuk menjadi lebih kuat untuk berada pada ranah Puncak Keabadian. Jika hal itu sudah tercapai maka seorang kultivator tidak akan terlihat tua sepertiku" ucap Akong sambil tersenyum lepas.


Lei Tian terdiam, setelah mendengarkan perkataan Kakek Akong. Kekagumannya yang semula bergema di dalam aliran darahnya kini seperti kapas yang terhempas begitu saja. Kekuatan kultivasi seseorang ternyata masih panjang, meski Lei Tian merasa mampu untuk menggapainya tetapi ia juga memikirkan berapa banyak waktu yang diperlukan.


"Sudahlah kau masih sangat muda, perjalananmu masih sangat panjang. Jangan hanya karena dendam atau masalah yang menerpamu, kau menjadi terkurung dalam kelemahanmu sendiri" ucap Akong dengan serius.

__ADS_1


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Lei Tian yang mulai tertarik.


"Berlatih lah di sini, aku yakin dengan bakat dan keistimewaan tulang Naga yang kau miliki maka di masa depan akan terjadi sesuatu yang menggemparkan alam kehidupan ini" ucap Akong penuh semangat.


"Ngomong-ngomong kenapa Kakek selalu menyebut tulang Naga?" tanya Lei Tian penasaran.


"Sejak dahulu ada empat jenis tulang yang terkenal, keempatnya merupakan impian bagi setiap kultivator karena dapat membawanya ke ranah keabadian. Tulang jenis Serigala, Harimau, Phoenix serta tulang Naga merupakan kemampuan tubuh yang sangat diidamkan. Kami para sesepuh umumnya memiliki tulang serigala dan tulang harimau, sementara tulang Naga dan tulang Phoenix hanya legenda. Tetapi dari dalam dirimu, keajaiban itu tercipta dan sepertinya akan banyak kejutan setelahnya" ucap Akong dengan ekspresi serius.


"Bisa saja orang yang telah melukaimu memiliki tulang Phoenix, sehingga Yang Mi begitu mengistimewakannya. Sepertinya kau juga mendapatkan berkah tulang Naga dari rangkaian peristiwa yang panjang" lanjut Akong.


Memikirkan perkataan kakek Akong, Lei Tian hanya mengingat peristiwa dirinya yang disambar petir. Setelah hari itu dirinya memiliki kemampuan menyembuhkan dengan luar biasa, apalagi saat dirinya menggabungkan teknik pembentukan tubuh yang ia dapatkan saat di Sekte Belati Merah.


"Memangnya apa keistimewaan dari kedua jenis tulang tersebut?" tanya Lei Tian dengan penasaran.


"Tulang Naga yang kau miliki dikenal dengan kekuatannya, serta karekteristiknya yang unik dapat menciptakan kekuatan tiada tanding. Hal ini tentu saja bergantung pada bagaimana kau mengolahnya, apalagi selama kau bisa menjaga keperjakaan mu maka esensi Qi yang kau serap akan menimbulkan energi spiritual yang tidak terbatas" jawab Akong.


"Apakah itu berarti selamanya aku harus menjaga hal itu?" tanya Lei Tian dengan rasa khawatir.


"Ha ha ha... Tentu saja tidak, dengan usia mu yang masih muda kau memiliki kesempatan besar untuk mengarungi dunia, bahkan jika kau sudah bisa menyentuh level keabadian maka hal-hal tertentu yang bersifat tabu akan membuatmu menjadi lebih kuat" jawab Akong dengan santai.


"Setidaknya kau pasti pernah menjalankan teknik pemurnian tubuh yang pernah ku tinggalkan di Sekte, yaitu teknik yang pernah aku gunakan untuk membentuk tulang keabadian. Hanya saja tidak akan ada yang menduga jika teknik tersebut yang dikombinasikan dengan teknik bawaan kultivasi seseorang, mampu memberikan kekuatan yang dahsyat"

__ADS_1


__ADS_2