Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Keinginan Patriark Sekte Perisai Api


__ADS_3

Tidak lama kemudian Xue Meilin tiba di kediaman Tetua Zu Sanfeng, seperti biasa ia mengarahkan Putri Qin Qian yang memiliki kediaman sendiri di dekat tempat tinggal Tetua Zu. Hak istimewa ini didapatkan karena Qin Qian merupakan putri seorang Kaisar, jadi wajar jika ia memiliki tempat khusus untuk tinggal dan beristirahat.


Kedatangan Putri Qin Qian ke Sekte Perisai Api sudah menyebar dengan sekejap, bahkan Patriark dan para Tetua yang kini sedang berkumpul di Ruang Utama pertemuan menjadi heboh. Mereka sebelumnya tengah membahas arah dukungan Sekte, setelah lengsernya Kaisar Qin dari tampuk kekuasaan membuat Patriark Zu Haikuan ingin bergabung dengan Jenderal Shio Mei yang kini berstatus sebagai Ratu Kekaisaran.


Patriark jelas menyadari dengan kemampuan Shio Mei dan dukungan di belakangnya, untuk itu ia tidak mau ambil resiko jika harus bersinggungan dengan Shio Mei.


Di sisi lain, Tetua Zu Sanfeng yang merupakan mertua dari Kaisar Qin Lau justru berkeinginan untuk menarik dukungan terhadap Istana. Sebagai pihak yang sangat dirugikan ia jelas menolak sikap pemberontakan yang dilakukan oleh Shio Mei dan sekutunya.


Sayangnya sikap keras Zu Sanfeng tidak mendapatkan dukungan dari para Tetua lainnya. Dari delapan orang Tetua hanya dua orang yang memihak kepadanya, ditambah dengan dirinya jelas tidak bisa berimbang dalam mengambil keputusan. Lima orang Tetua berada pada sisi Zu Haikuan, mereka sepakat akan bergabung dengan Ratu Shio Mei.


Jika hal ini terjadi maka tentu saja nasib Putri Qin Qian yang baru saja tiba di Sekte Perisai Api akan bahaya. Sudah menjadi rahasia umum jika Putri Qin Qian dan juga pelayan pribadinya menjadi buronan Istana Kekaisaran, bahkan Akademi Kekaisaran juga turut memburu kedua orang tersebut. Mengetahui jika Putri Qin Qian baru saja tiba, membuat Tetua Zu Sanfeng sangat khawatir dengan keselamatan cucunya tersebut.


Melihat gelagat kegelisahan di wajah saudaranya, Patriark Zu Haikuan segera berkata.


"Aku tahu apa yang kau cemaskan, aku juga bukan orang yang kejam. Namun jika kau ingin menyelamatkan cucumu yang baru saja tiba maka hanya ada satu cara"


Sebelumnya Patriark Sekte Zu Haikuan sudah berulang kali mengatakan jika putranya, Zu Feng sangat tertarik kepada Putri Qin Qian. Oleh karena itu dengan adanya situasi seperti ini maka Zu Sanfeng tidak akan berani menolak lagi.


"Aku tidak akan menggadaikan kebahagiaan cucuku hanya demi kepentingan politik. Bahkan aku tidak segan akan bertaruh nyawa di atas kebahagiaan Qian'er" jawab Tetua Zu Sanfeng seraya pamit meninggalkan Aula pertemuan.


Setelah Tetua Zu Sanfeng pergi, Patriark Zu Haikuan segera menurunkan perintah.

__ADS_1


"Jangan biarkan Putri Mantan Kaisar tersebut meninggalkan Sekte"


Setelah berkata demikian, segera orang-orang Sekte Perisai Api mengetatkan penjagaan di gerbang masuk, bahkan seorang Tetua diterjunkan untuk mengawal kebijakan terbaru dari Ketua Sekte tersebut.


Dengan tergesa-gesa Tetua Zu Sanfeng segera menemui cucu kesayangannya tersebut, setelah berita kematian putrinya ia tidak mau kehilangan darah dagingnya lagi.


"Qian'er, bagaimana keadaanmu?" tanya Zu Sanfeng yang baru saja tiba di kediaman khusus Putri Qin Qian.


"Kakek.." seru Qin Qian sambil menghamburkan diri, ia tidak bisa menahan tangisannya ketika berada dalam pelukan kakeknya.


"Hai.. Tunggu, bagaimana kau bisa menjadi sekuat ini?" tanya Zu Sanfeng yang heran, di tengah rasa khawatirnya atas keselamatan cucunya ia juga bisa merasakan kejanggalan pada tubuh cucunya tersebut.


Sambil menyeka air matanya, Qin Qian segera mengurai tubuhnya kembali dan berjalan ke arah Lei Tian.


Zu Sanfeng memperhatikan sosok pemuda rupawan yang hanya memiliki ranah kultivasi Pendekar Pemula, ia sedikit merasa aneh dengan pernyataan yang baru saja disampaikan oleh cucu kesayangannya tersebut. Selain Pedang yang menggantung di punggungnya, tidak ada hal lain yang bisa ia nilai lebih dalam.


"Kau... Bagaimana bisa?" tanya Zu Sanfeng kepada Lei Tian, ia juga memperhatikan keadaan sekitar yang masih terdapat Xue Meilin.


"Perkenalkan nama saya adalah Lei Tian, saya berasal dari Klan Lei di Kota Chengdu" jawab Lei Tian dengan formal.


Zu Sanfeng memicingkan kedua bola matanya, berdasarkan nama yang disampaikan oleh pemuda tersebut seharusnya pemuda tersebut merupakan kultivator tingkat tinggi yang dikabarkan sudah meninggal.

__ADS_1


"Apa aku tidak salah dengar atau mungkin kau orang yang berbeda?" Tetua Zu Sanfeng berkata dengan hati-hati, sebagai orang yang mengedepankan tata krama ia tidak mau gegabah dalam menilai orang.


"Kakek, dia adalah pahlawan Kekaisaran yang selama ini dikabarkan telah meninggal. Sama denganku, Tian Gege juga menjadi korban kelicikan Jenderal Shio Mei" Qin Qian berkata untuk meyakinkan kakeknya yang terlihat ragu.


Pandangan Zu Sanfeng menjadi rumit saat mendengar panggilan cucunya kepada seorang pria yang baru saja ia lihat. Namun memikirkan kekuatan cucunya yang tiba-tiba tersebut, membuat wawasan Zu Sanfeng terbuka.


"Jadi peningkatan kekuatan mu karena benar berhubungan dengan pria ini?" tanya Zu Sanfeng memastikan, karena ia tahu jika cucu kesayangannya memiliki tubuh khusus yang hanya bisa disentuh oleh lelaki tertentu.


Qin Qian hanya mengangguk pelan, namun gerakan tangannya segera menyentuh telapak tangan Lei Tian. Hal ini mengkonfirmasi kedekatan hubungan diantara keduanya.


"Sudahlah, kakek ikut senang mendengarnya jika kau sudah menemukan pujaan hatimu. Apalagi jika benar ia adalah pemuda yang menjadi pahlawan Kekaisaran Qin, tidak ada alasan bagi kakek untuk menolak hubungan kalian. Aku juga yakin jika ayahmu tidak akan keberatan" ucap Tetua Zu Sanfeng dengan lugas.


"Apa? Ayah masih hidup?" tanya Qin Qian dengan wajah penuh kebahagiaan.


"Ya, hanya saja ia ditawan di dalam penjara bawah tanah, tidak ada yang berani menyelamatkannya. Dengan kemajuan kultivasi Shio Mei yang sudah berada di atas kemampuan Patriark Qin Lang, maka langkah Shio Mei semakin mulus" ucap Zu Sanfeng dengan sedih.


Sebagai seorang mertua ia juga memikirkan nasib anak menantunya yang kini sedang ditawan tersebut, ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghadapi kekuatan Shio Mei yang kini didukung oleh banyak pihak. Sementara terhadap nasib Qin Qian ia sedikit lebih tenang, dengan kekuatannya yang sekarang tentu ia bisa menjaga diri, bahkan kekuatan cucunya tersebut sudah sangat mengejutkan dunia kultivator.


Zu Sanfeng kemudian bercerita tentang kronologis pemberontakan Shio Mei dan juga pengangkatan dirinya yang menjadi Ratu Kekaisaran Yang. Nama Kekaisaran Qin kini sudah diubah menjadi nama Kekaisaran Yang. Nama Yang diambil dari marga leluhur Yang Mi sekaligus sebagai pendukung utama kekuatan Kekaisaran, sifat kekaisaran juga sama dengan Sekte Teratai Ungu yang menjadikan wanita bergelar Matriark sebagai pemimpin.


Bahkan Zu Sanfeng juga menceritakan kondisi terkini Sekte Perisai Api yang ingin mendukung Kekaisaran yang baru, Zu Haikuan yang masih bersaudara dengan dirinya sudah mengambil keputusan untuk bekerjasama dengan Shio Mei.

__ADS_1


Hampir semalaman mereka saling bercerita sebelum akhirnya beristirahat di kediaman Qin Qian, hanya saja kali ini Lei Tian tidak tidur sekamar dengan Qin Qian. Ia menghormati posisi Tetua Zu Sanfeng sebagai kakek dari wanita yang akan menjadi istrinya.


__ADS_2