
"Kau bisa merasakannya?" terdengar suara berat Zu Kai, energi pendekar keabadian yang baru saja dilepaskan oleh Lei Tian cukup terasa hingga ke Akademi Kekaisaran.
"Sepertinya ia sedang berkunjung ke Sekte Teratai Ungu" jawab Qin Zang sambil menganggukkan kepalanya.
"Entah Yang Mi atau Hu Yitian yang akan menghadapi bocah gila itu" ujar Zu Kai dengan ekspresi rumit.
Zu Kai tentu paham dengan pemuda yang baru saja dikembangkan oleh Akong, meskipun baru sekali berjumpa namun ia dapat merasakan jika pemuda itu memiliki rahasia lain yang tidak bisa ia ketahui dengan sederhana.
Di Sekte Teratai Ungu, kini kehadiran Lei Tian sudah dikelilingi oleh para Tetua dan juga Patriark Sekte, bahkan seribuan murid juga tampak berbaris rapi mengelilingi tempat dimana Lei Tian berada..
"Cari mati" ucap Lei Tian sambil menyunggingkan sebuah senyuman, wajahnya terlihat datar.
"Kurang ajar, berani sekali kau berbuat onar di tempat kami"
"Bedebah, beraninya kamu mengacau"
"Dasar orang gila"
Satu persatu Tetua Sekte menghardik Lei Tian, meskipun mereka merasakan kekuatan pemuda tersebut sangat kuat, namun menyinggung Sekte Teratai Ungu bukanlah hal yang bisa dimaafkan begitu saja.
Lei Tian tidak menanggapi ucapan orang-orang yang ditujukan kepada dirinya, seperti sedang menunggu sesuatu ia masih terlihat dengan tenang. Dalam jangkauan pendengarannya, Lei Tian masih mendengarkan sindiran-sindiran serta sumpah serapah yang ditujukan kepadanya. Di sisi lain ia juga dapat merasakan aura lemah dari para murid yang mulai keluar dari Sekte dengan tergesa-gesa.
"Waktunya sudah habis" Lei Tian berkata dengan tegas, ia tidak menduga jika orang-orang Sekte Teratai Ungu begitu bodoh.
__ADS_1
Lei Tian segera menyarungkan pedangnya kembali, mulanya ia berencana ingin membantai mereka dengan pedang spiritualnya. Namun pada saat ini ia merasakan jika ada pergerakan pendekar keabadian yang sedang mengarah kepadanya.
Di atas garis senja tubuh Lei Tian melayang, sinar matahari yang sudah mulai meredup membuat tubuh Lei Tian bergerak tanpa bayangan.
"Dia... Dia sudah berada di tingkatan para sesepuh" seru Matriark Sekte Teratai Ungu dengan panik, mulanya ia berpikir dengan bertarung akan menunda waktu dan bisa menarik kedatangan dua orang leluhur Sekte Teratai Ungu.
Sebagai seorang Matriark, ia dibekali dengan giok khusus yang biasa digunakan dalam kondisi darurat. Namun melihat keadaan seperti ini, segala harapannya langsung sirna.
Di atas udara sebuah energi yang sangat besar terlihat dengan jelas, energi yang keluar dari tangan Lei Tian muncul dengan sinar kemilau berwarna ungu. Bola energi yang semakin lama semakin besar, terlihat sangat mengerikan saat lapisan petir yang terus berderak.
Seperti pengganti matahari yang sudah mulai tenggelam dengan sempurna, kini bola energi Lei Tian tampil begitu dominan di atas langit Sekte Teratai Ungu.
Kepanikan yang tidak terkira terjadi di seluruh Sekte, bagai anak ayam yang kehilangan induknya mereka berlari tidak karuan. Namun tekanan dari bola energi tersebut telah memperlambat gerakan mereka semua, bahkan Matriark dan para Tetua tidak bisa berkutik di bawah aura Pendekar Keabadian.
Ia dan puluhan murid lainnya menatap ke arah langit, dimana sebuah bola energi raksasa tengah melayang di atas seorang pemuda. Energi yang sangat dahsyat tersebut itu semakin membesar dan siap melenyapkan Sekte yang selama ini menjadi tempat naungan mereka.
"Lari, cepat menghindar!" ucap salah seorang murid lainnya, mereka yang berada di luar Sekte segera menjauh.
Lei Tian yang masih memfokuskan energinya kini memandang ke arah bawah dengan penuh kebencian. Setelah mengukur radius yang akan ia hancurkan maka bola energi tersebut segera melesat ke arah permukaan Sekte Teratai Ungu dengan dorongan yang sangat kuat.
Wajah-wajah penuh sesal dan jerit ketakutan segera menggema di seluruh Sekte Teratai Ungu, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan selain merasakan keputusasaan yang tidak berujung.
"Boooommm"
__ADS_1
Bola energi yang dilesakkan oleh Lei Tian segera menghantam lapangan beladiri Sekte, ledakannya memancarkan gelombang-gelombang guntur yang berkelebat menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya, ledakan bola energi tersebut menimbulkan guncangan yang sangat dahsyat. Bahkan seluruh Kota Jianxu ikut merasakan getaran seperti gempa bumi tersebut.
Sebagai pusat ledakan, kini Sekte Teratai Ungu hancur luluh lantah tak berbentuk. Hanya dalam sekejap, Sekte yang berada di sebuah bukit yang indah berubah menjadi dataran yang tampak membentuk ngarai yang sangat menyeramkan.
Tempat yang menjadi kuburan massal orang-orang yang memilih setia kepada Sekte tersebut, sementara yang memilih pergi kini hanya mengusap dada melihat kerusakan yang di luar pemahaman mereka semua.
"Ha ha ha... Sepertinya Akong benar-benar membesarkan monster" tawa Zu Kai menghiasi wajah tuanya, energi dahsyat yang baru saja dirasakannya dapat membuktikan jika sebuah Sekte sudah lenyap ditelan bumi.
Qin Zang hanya terdiam, ia juga sepemahaman dengan apa yang baru saja diucapkan oleh rekannya tersebut.
Di sisi lain, seorang sesepuh yang sedang bergerak ke arah Sekte Teratai Ungu hanya bisa mendengus kesal.
"Biadab, siapa orang yang sudah berani menghancurkan Sekte Teratai Ungu" ucap Hu Yitian, ia tidak menduga jika ada orang yang begitu berani bertindak sejauh itu.
Dengan dua pendekar tingkat keabadian yang melindungi Sekte Teratai Ungu, seharusnya Sekte tersebut tidak ada yang berani menyentuhnya. Namun paradigma itu runtuh pada hari ini, hal tersebut membuat Hu Yitian sangat marah.
Sebagai adik angkat Yang Mi, ia adalah pendekar berpedang yang sangat kuat di masanya. Bahkan jika bukan karena adanya Hu Yitian maka sudah dipastikan Qin Zang akan berhadapan dengan Yang Mi.
Pada saat ini Lei Tian hanya tersenyum dingin, dengan kekuatannya saat ini sangat mudah untuk menghancurkan sebuah Sekte. Namun posisinya masih belum bergerak, ia masih tidak bergerak menunggu seseorang yang seharusnya datang sebentar lagi.
Benar saja, tidak lama waktu berselang seorang pendekar keabadian sudah muncul di hadapan Lei Tian. Dengan tatapan penuh kebencian ke arah Lei Tian, sesepuh tersebut segera mencabut pedangnya yang selama ini tersimpan rapi.
"Seharusnya kau adalah sesepuh Hu Yitian" ucap Lei Tian tanpa basa-basi.
__ADS_1
Menurut cerita Akong, hanya dua orang yang berhubungan dengan Sekte Teratai Ungu yaitu Yang Mi dan juga Hu Yitian. Yang Mi adalah wanita, jadi jelas orang yang berdiri di hadapannya sudah pasti adik angkat dari wanita penuh ambisi tersebut.