Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Memurnikan Tubuh Dan Membentuk Tulang


__ADS_3

"Kamu tidak usah khawatir cepat atau lambat anak baru itu juga akan menerima pembalasan dari kita" ucap Shui Niao yang masih tidak bisa melupakan kekalahannya.


"Lalu bagaimana caranya?" tanya Shui Qing dengan tidak mengerti.


"Bukankah antar murid inti sendiri terjadi persaingan?" ujar Shui Niao dengan santai.


"Lalu?" tanya Shui Qing.


"Kita hanya perlu pengaruhi salah satu dari mereka untuk memprovokasinya, seharusnya dengan kekuatannya mereka bukanlah tandingan Lei Tian yang masih berada di ranah Pendekar Kaisar" ucap Shui Niao dengan tatapan licik.


"Hmmph.. Aku paham jika demikian" ucap Shui Qing sambil mengangguk.


Di Aula pengembangan bakat, tampak Lei Tian dan dua sahabatnya sudah berjalan bersama untuk menemui Tang Chisan.


"Rupanya kalian sudah tiba" ucap seorang Diaken yang bertugas di Aula tersebut.


"Mohon maaf senior telah membuat senior menunggu" sapa Lei Tian dan kedua sahabatnya dengan hormat.


"Mulai sekarang kalian sudah menjadi bagian dari Aula pengembangan bakat, oleh karena itu tidak perlu sungkan. Tolong diperiksa beberapa perlengkapan yang perlu kalian miliki, jika ada pertanyaan silahkan ajukan" ucap Diaken yang bernama Tang Chisan tersebut.


"Baik senior" jawab ketiganya.


"Untuk kalian berdua, mulai hari ini dan seterusnya akan bertugas membantuku di tempat ini. Tugas aula pengembangan bakat tidak terlalu repot, kalian hanya menyiapkan beberapa perlengkapan dan sarana pelatihan bagi murid-murid" ucap Tang Chisan dengan lugas kepada Yun Zixin dan Shan Yuze.

__ADS_1


"Sedangkan untuk dirimu, kamu adalah murid Penatua langsung dan akan mendapatkan arahan secara langsung juga dari Penatua Song Gui" ucap Tang Chisan dengan nada yang sedikit lebih ramah.


"Baiklah, terimakasih senior" jawab ketiganya dengan kompak.


Setelah mengatakan hal tersebut Yun Zixin dan Shan Yuze lalu kembali ke kediaman mereka untuk menaruh barang-barang yang mereka terima. Selain seragam Sekte yang baru, mereka juga mendapatkan sumberdaya batu roh sebanyak 30 buah. Hal itu tentu sudah tiga kali lipat dari jatahnya di Paviliun murid luar, dengan situasi seperti ini maka keduanya sangat senang bisa mengikuti Lei Tian meskipun mereka berstatus murid pekerja.


Andai posisi ini ditawarkan oleh murid luar, tentu saja mereka semua akan berebutan untuk mendapatkan posisi seperti yang diterima oleh Yun Zixin dan Shan Yuze. Jangan bicarakan masalah statusnya yang terkesan rendah, tapi manfaatnya sangat luar biasa.


Di Aula pengembangan bakat sendiri terdapat perpustakaan yang berisi ilmu bela diri Sekte, jadi orang-orang yang mengelola Aula pengembangan bakat jelas memiliki akses yang tidak terbatas untuk belajar seni bela diri.


Sementara Lei Tian sebagai murid inti mendapatkan jatah lima puluh batu roh tiap bulan. sedangkan murid dalam biasa memperoleh batu energi sebanyak tiga puluh buah, sama seperti yang diterima oleh kedua sahabatnya.


Meskipun terdengar banyak, namun bagi murid yang sudah berada di ranah Pendekar Bumi angka tiga puluh batu roh bukanlah nilai yang besar. Seiring meningkatnya ranah kultivasinya maka kebutuhan batu roh pun semakin banyak, oleh karena itu mereka menyikapinya dengan melakukan penyempurnaan teknik kultivasi serta olah tenaga dalam yang cocok bagi tubuh masing-masing.


Seusai kembali dari Aula pengembangan bakat, Lei Tian segera kembali ke kediamannya. Ia berencana melakukan penyempurnaan tubuh yang sebelumnya ia pelajari, dengan adanya tanda spiritual di dadanya Lei Tian merasa jika ia melakukan hal yang ekstrim sekalipun maka ia akan kembali pulih seperti semula dengan cepat.


"Masih banyak waktu untuk bertemu dengan guru, sebaiknya aku akan mulai memurnikan tubuhku saat ini juga" gumam Lei Tian dalam hati.


Kini Lei Tian sudah berada di kamar khusus untuk berkultivasi, tempatnya cukup nyaman membuat Lei Tian merasa lebih tenang. Kemudian ia membuka seluruh pakaiannya dan hanya menutupi bagian vitalnya saja dengan selembar kain tipis.


Sambil memejamkan kedua matanya dan duduk dalam posisi sila, kemudian Lei Tian mulai berkonsentrasi menggunakan teknik Naga Petir untuk menyerap energi alam yang terasa begitu besar, dengan Lei Tian sebagai pusatnya, teknik pernapasan Naga Petir bekerja secara optimal membentuk pusaran energi spiritual. Kemudian diserap oleh tubuhnya melalui jaringan meridian lalu disemburkan ke lautan kesadarannya untuk disempurnakan kembali oleh Naga Petir.


Selama beberapa hari kegiatan ini berlanjut dan membuat keringat dan kotoran mulai keluar dari pori-pori tubuh Lei Tian. Hingga hari kelima, Lei Tian mulai mengeluarkan lima puluh batu roh untuk ia serap sebagai sumber energi di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Selama proses waktu tersebut, energi Qi murni bergerak seperti untaian yang sangat banyak membentuk energi tenaga dalam yang kemudian dikirim ke pusat inti energinya. Pada saat seperti ini Lei Tian mulai menggabungkan teknik pembentukan tubuh yang ia dapatkan sebelumnya di perpustakaan paviliun murid luar.


Lei Tian kini merasakan sakit yang tidak terkira, tulang-tulangnya seperti tertarik keluar dari dalam dagingnya. Qi murni yang sudah menggumpal di dalam tubuhnya kini berubah menjadi energi yang terasa sangat panas, perlahan-lahan tulang di dalam tubuhnya mulai seperti dihancurkan dan menimbulkan suara gerak yang sangat memilukan.


“Kraak”


“Kraak"


"Kraak"


Suara gesekan tulang di dalam tubuh membuatnya tak bisa bergerak selama proses yang sangat menyakitkan itu, sudah tak terhitung keringat yang mengalir di tubuhnya bahkan darah yang tidak sedikit sudah merembes dari anggota tubuhnya tersebut.


"Aarrgghh"


"Aarrgghh"


"Aarrgghh"


Berulang kali ia berteriak menahan kesakitan tiada tara, pada saat seperti ini kesadarannya masih terjaga dengan baik merasakan setiap proses yang ia lalui.


Setelah energinya sangat lemah seperti tidak memiliki tulang penyangga, tubuh Lei Tian ambruk di atas tempat tidurnya meninggalkan bau amis yang cukup tajam. Lei Tian terus memompa sisa-sisa energi di dalam tubuhnya untuk melanjutkan proses yang sangat menyakitkan ini, seperti sebelumnya kini tanda yang berada di dadanya kembali bereaksi di saat dirinya memasuki tahap kritis.


Energi vitalitas perlahan demi perlahan mulai disuntikkan oleh tanda spiritual tersebut, seolah mengerti akan keadaan Lei Tian yang memerlukan perbaikan energi dalam pembentukan tulang.

__ADS_1


Setelah melewati proses yang cukup panjang dan menyakitkan, tulang-tulangnya kembali terbentuk dalam proses penempaan menjadi lebih keras namun tetap lentur. Lei Tian akhirnya berhasil membentuk tulang Naga yang belum tentu dimiliki oleh pendekar tingkat dewa sekalipun, dalam hal ini Lei Tian sudah membentuk tulang Naga Petir.


Dengan keadaan tubuh seperti yang dimilikinya seperti saat ini, maka ke depannya ia tidak akan mudah terluka meski di bawah serangan pendekar tingkat dewa sekalipun.


__ADS_2