Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Berita Yang Keliru


__ADS_3

Di bawah tatapan Liu Shuwan dan juga seorang Tetua Sekte Serigala Hitam, Lei Tian menghabisi lima orang Pendekar Bumi dengan sangat mudah. Setiap tebasan pedangnya meminta nyawa anggota Sekte Serigala Hitam seperti mainan yang mudah dihancurkan.


Dalam sekejap, lima orang Pendekar Bumi pun tewas bersimbah darah tanpa adanya perlawanan. Kematian mereka benar-benar tragis dengan luka tebasan di leher serta tubuh mereka yang sudah tidak utuh.


Liu Shuwan yang baru saja memperhatikan pertarungan yang berada di dekatnya, jelas ia merasa terkejut hingga memicingkan matanya. Lei Tian yang saat ini sedang menyarungkan kembali pedangnya, terlihat sangat tenang tanpa getaran energi seperti sebelumnya.


"Kupikir ia akan menggunakan belati, tetapi teknik berpedangnya sangat menakutkan" gumam Liu Shuwan di dalam hatinya.


"Tampaknya Liu Shuai benar-benar telah melewatkan hal yang sangat berharga, ia terlalu ceroboh telah kehilangan lelaki seperti itu" ucap Liu Shuwan pelan.


Setelah membunuh lima orang Pendekar Bumi tersebut, Lei Tian memandang seorang pendekar langit yang tersisa, lalu berkata dengan nada penuh ancaman hingga menusuk ke tulang.


"Kalian adalah orang-orang yang telah menyebabkan keluargaku hancur belasan tahun yang lalu, sebagai putra Lei Yun Xi aku akan menghabisi seluruh Sekte Serigala Hitam hingga ke akarnya"


Suara Lei Tian terdengar begitu dingin, sehingga membuat bulu kuduk Pendekar Langit tersebut merinding. Kejadian belasan tahun yang lalu jelas ia mengetahuinya, namun ia tidak menyangka jika hari ini akan menuai hasil dari apa yang ia tabur di masa lalu.


Secara perlahan Ia mulai mengingat kejadian di masa lalu, tepat di suatu malam dimana anggota Sekte Serigala Hitam mengepung kediaman Patriark Lei Yun Xi. Bersama Fei Hung dan juga Lei Dong mereka menghabisi keluarga Patriark yang menolak bekerja sama dengan Sekte Serigala Hitam.


Lei Tian memandang acuh tak acuh seolah tak ada orang lain di sekitarnya, dengan kecepatannya ia melangkah seperti hantu dan langsung tiba di depan Tetua tersebut.


"Tidak kusangka akan bertemu dengan salah satu bajingan seperti mu" ucap Lei Tian sambil mengeluarkan pukulan tangan kosong.


Tetua dari Sekte Serigala Hitam tersebut dapat merasakan ketakutan yang sebenarnya, wajahnya menjadi kaku dan pandangannya dipenuhi kengerian tak berujung. Pada saat ini, ia memikirkan adegan yang tidak pernah ia bayangkan seumur hidupnya.


"Baaamm"

__ADS_1


Energi Qi yang sangat besar mendarat di tubuh Tetua Sekte Serigala Hitam tersebut dan langsung membuat tubuhnya terpental jauh. Dahsyatnya pukulan yang dikerahkan Lei Tian membuat tubuh penatua tersebut tertanam hingga beberapa meter ke dalam sebuah dinding bangunan.


Tetua tersebut memuntahkan seteguk darah dengan hembusan napas yang sangat lemah, beberapa detik kemudian kesadarannya memudar dengan cepat dan pandangannya berubah menjadi gelap untuk selamanya.


Lei Tian melangkah maju menghampiri mayat Penatua Sekte, ia mengambil cincin penyimpanan yang merupakan cincin kelas rendah. Setelah sejenak memeriksanya, Lei Tian mengeluarkan emas dan perak ke dalam cincin pribadinya.


"Seharusnya kau bersyukur bisa mati dengan semudah itu dan hal itu terlalu menguntungkan bagimu" ucap Lei Tian dengan ekspresi dingin.


Setelah mengatakan hal tersebut Lei Tian melangkah pergi dan bertanya dengan santai kepada Liu Shuwan.


"Apakah kamu baik-baik saja?"


"Aku tidak apa-apa" jawab Liu Shuwan sambil menggelengkan kepalanya.


Ia menatap Lei Tian dengan tatapan rumit, di dalam hatinya ada rasa kekaguman yang tidak ada henti-hentinya. Rangkaian peristiwa hari ini telah membuat dirinya mengenal Lei Tian lebih mendalam.


Liu Shuwan tentu tidak keberatan dengan ajakan Lei Tian, sebagai seorang wanita ia juga memiliki kengerian saat melihat mayat yang bergelimpangan di atas tanah. Sambil mengangguk pelan, ia melangkah maju hendak mendekati Lei Tian yang tampak tenang meski baru saja telah membunuh beberapa orang.


Melihat sikap Liu Shuwan yang patuh, Lei Tian tidak mengatakan apa-apa lagi dan berbalik untuk meninggalkan lokasi penyergapan nya. Liu Shuwan masih memimpin jalan menuju kediaman Patriark keluarga Liu, di dalam hatinya ia masih bertanya-tanya tentang identitas Lei Tian yang tidak dapat ia paham situasinya.


Tidak lama mereka pergi, beberapa orang mulai berkumpul dan menyebarkan informasi tentang tewasnya orang-orang dari kelompok Serigala Hitam. Sepasang pemuda yang menjadi pusat perbincangan dinyatakan sebagai murid Sekte Pedang Emas.


Entah siapa yang memulai, berita tersebut menyebar dengan cepat tanpa bisa dikoreksi lagi kebenarannya. Beberapa pihak dari mata-mata Sekte Serigala Hitam melihat pemandangan di depannya tidak percaya. Bagaimana mungkin seorang Tetua dan beberapa orang murid utama tewas begitu saja, mereka tidak mengira jika keberadaan kekuatan seperti itu bisa dengan mudah dikalahkan.


Untuk sesaat orang-orang yang berasal dari Sekte Serigala Hitam kehilangan kepercayaan diri, namun walau bagaimanapun juga mereka harus melaporkan hal ini kepada Sekte sebagai kejadian luar biasa.

__ADS_1


Sementara itu Lei Tian kini sudah tiba di kediaman Patriark Liu, ia tidak mengetahui perihal informasi yang beredar di masyarakat Kota Chengdu.


"Salam Patriark" sapa Lei Tian ketika sudah berada di ruang tamu Patriark Liu.


"Bagaimana jalan-jalannya? Apakah kau merasa nyaman berada di Kota ini?" tanya Patriark Liu sambil tersenyum ramah.


Liu Shuwan yang berada di dekat Lei Tian masih mendampinginya dengan posisi terdiam. Ia hanya bereaksi jika ditanya saja, namun di dalam pikirannya berkecamuk hal yang ia ingin sampaikan terutama kekeliruan sepupunya.


"Kita Chengdu sangat ramah, kebetulan saya juga mendapatkan beberapa keuntungan saat mengelilingi keramaian di tengah Kota" ucap Lei Tian dengan jujur.


"Sebaiknya kau tidak usah terlalu sungkan, panggil aku paman saja. Kau juga akan lama tinggal di Kota Chengdu dan bergabung kembali dengan Klan Lei" ucap Patriark Liu sambil tersenyum ramah.


"Baiklah paman, walau bagaimanapun juga aku sudah menganggap keluarga atas hubungan yang selama ini terjalin" ujar Lei Tian.


"Oiya paman, apakah Shuai telah memberitahukan tentang kesepakatan kami?" tanya Lei Tian mencoba memulai percakapan yang lebih serius.


"Sudah, bahkan hal itu juga yang akan paman konfirmasi kepada dirimu" balas Patriark Liu.


Menyikapi ucapan dari Patriark Liu, Lei Tian kemudian mengeluarkan gulungan yang selalu berada di dalam cincin penyimpanannya.


"Kami sudah bersepakat untuk mengakhiri ikatan pertunangan kami" ucap Lei Tian sambil menunjukkan tanda tangan dari masing-masing pihak.


Melihat kontrak pertunangan yang dibuat oleh Lei Yun Xi dan dirinya di masa lalu, membuat hati Patriark Liu terasa sesak. Tetapi ia juga tidak dapat menyalahkan Lei Tian pada saat ini, penolakan putrinya membuat keputusan memilukan ini yang akhirnya terjadi.


"Maafkan paman yang tidak bisa meyakinkan Shuai, ia begitu keras dan sulit diberi nasihat sejak ia bergabung dengan Sekte. Sepertinya ia sudah tertarik dengan dunia kultivator, logikanya terbentuk berdasarkan kekuatan dan kemampuan seseorang" ujar Patriark Liu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa paman, meski aku dan Shuai tidak berjodoh tetapi hubungan baik kita tidak akan pernah berakhir. Aku mewakili ayahku yang sudah tiada akan mewujudkan cita-citanya dan akan membawa Klan Lei menjadi yang terdepan di Kekaisaran Qin" ucap Lei Tian penuh semangat.


__ADS_2