
"Baiklah kalau begitu, bagaimana jika kita bertanding" ucap Lei Tian menantang Yang Guang.
"Hahaha.. Apakah aku tidak salah dengar?" ujar Yang Guang dengan nada mengejek.
"Jika telingamu masih normal maka kau tidak salah dengar" balas Lei Tian dengan nada sedikit memprovokasi.
"Kurang ajar" ucap Yang Guang dengan kesal.
"Baiklah kalau begitu, kita bertanding. Tetapi jangan katakan jika aku menindas murid yang lemah" ujar Yang Guang kemudian.
"Tidak hanya bertarung, aku juga akan bertaruh padamu" ucap Lei Tian.
"Hahaha benar-benar konyol.. Apa yang hendak kau pertaruhkan?" kata Yang Guang.
"Seratus batu roh dan permintaan maafmu" jawab Lei Tian dengan enteng.
"Baiklah, bagaimana jika kau kalah?" tanya Yang Guang.
"Terserah kau" balas Lei Tian singkat.
"Aku akan berbaik hati, jika kau kalah maka aku akan mematahkan tulang tangan dan kakimu saja" kata Yang Guang sambil tersenyum licik.
Sementara itu terjadi beberapa percakapan dari para murid dalam lainnya, mereka tidak mengira jika seorang murid baru berani menantang murid senior.
"Benar-benar konyol, anak baru itu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa" ucap salah seorang murid dalam.
"Jangan karena dia itu sebagai murid Penatua Song jadi bisa bertindak impulsif" timpal yang lainnya dengan tatapan kasihan kepada Lei Tian.
"Aku heran kenapa Penatua Song bisa memilih anak seceroboh itu untuk menjadi murid pribadinya" kata yang lainnya juga menimpali.
Hampir sepuluh orang murid dalam yang menonton tidak bisa menghentikan rencana pertandingan diantara keduanya, tempat ini merupakan tempat yang legal untuk bertanding dan bebas dari hukuman Aula Disiplin selama tidak melumpuhkan kultivasi dan saling membunuh.
__ADS_1
Sementara itu Yun Zixin dan Shan Yuze terlihat gemetar ketakutan, selama beberapa hari berada di tempat ini ia tentu mengenal sosok Yang Guang terkenal memiliki teknik serta tingkatan kultivasi yang tinggi. Meskipun mereka berdua mengetahui jika Lei Tian berada di tahap Kaisar, namun di Paviliun murid dalam kekuatan tersebut bukanlah apa-apa.
"Sebaiknya kau hentikan saja rencanamu untuk bertanding dengannya" ujar Shan Yuze kepada Lei Tian.
"Tidak.. Aku tidak akan membiarkan orang menindas dengan seenaknya saja hanya karena ia memiliki sedikit kekuatan" jawab Lei Tian dengan tegas.
"Tetapi ia tidak sesederhana yang kau lihat" ucap Shan Yuze Yang memperingatkan sahabatnya.
"Kau tidak usah khawatir. Orang itu pun belum layak untuk masuk dalam daftar orang yang ku perhitungkan" ujar Lei Tian dengan santai.
Shan Yuze bingung harus berkata apa lagi untuk meyakinkan sahabatnya yang keras kepala itu. Yun Zixin yang mengetahui jika usaha Shan Yuze gagal dalam mempengaruhi Lei Tian, ia berencana untuk melaporkan hal ini kepada senior Tang Chisan.
"Ayo kita segera bertanding, kuharap kau bisa bertahan satu atau dua jurus dariku supaya pertandingan ini tidak membosankan" ujar Yang Guang sambil menatap ke arah Lei Tian.
Setelah mengatakan hal tersebut, keduanya langsung melompat ke atas panggung beladiri. Aura pendekar kaisar dan aura pendekar bumi bertemu saling adu kekuatan di atas panggung.
"Ayo kita bertaruh juga, bagaimana dengan lima puluh batu roh?" ucap salah seorang murid dalam lainnya dengan antusias sesaat keduanya akan bersiap.
Yang Guang dan Lei Tian yang berada di atas panggung sedikit memperhatikan ulah para murid lainnya, namun mereka berdua tidak mempermasalahkan hal tersebut dan menjadikan hal ini menjadi semakin menarik.
"Shan Yuze, bertaruh lah atas namaku sendiri" ucap Lei Tian kepada sahabatnya.
"Ba.. Baik" jawab Shan Yuze yang bergegas mengeluarkan lima puluh batu roh untuk bertaruh.
Di meja taruhan terlihat jika semua murid dalam memasang untuk nama Yang Guang, sedangkan yang memasang untuk nama Lei Tian hanya satu orang. Dengan demikian jika Lei Tian memenangkan pertandingan maka ia akan mendapatkan lima ratus batu roh, ditambah taruhan pribadinya dengan Yang Guang maka secara total ia akan mendapatkan enam ratus buah batu roh.
Sementara itu Yun Zixin sudah berlari dengan cepat menemui Tang Chisan.
"Gawat senior, Lei Tian dan seorang murid dalam yang bernama Yang Guang akan bertanding di arena pertandingan" ucap Yun Zixin dengan nada panik.
"Apa? Bagaimana bisa seperti itu? Bukankah sudah kuperingatkan sebelumnya agar tidak berbuat yang sembarangan" ucap Tang Chisan dengan khawatir.
__ADS_1
Ia tentu mengetahui jika Yang Guang adalah salah satu murid dalam yang kekuatannya berada di bawah tiga murid inti lainnya, bahkan ia sendiri saja tidak berani memprovokasi orang seperti itu.
"Kamu tetaplah di sini, aku akan memberi tahu Penatua Song atas kejadian ini" ucap Tang Chisan dengan terburu-buru.
"Baik senior" jawab Yun Zixin dengan patuh.
Setelah mengatakan hal tersebut, Tang Chisan segera bergegas menuju lantai tiga untuk melaporkan peristiwa yang baru saja terjadi. Bagaimanapun Lei Tian adalah murid langsung dari Penatua Song Gui, sehingga ia akan disalahkan jika terjadi sesuatu pada murid baru tersebut.
"Lapor Penatua, Lei Tian kini sedang bertarung dengan salah satu murid dalam di arena pertandingan" ucap Tang Chisan dengan hormat.
"Hmmph.. Baru satu minggu anak itu sudah membuat sensasi. Kamu jalan saja dahulu, aku akan menyusul" jawab Penatua Song Gui dengan tenang.
Sementara itu di atas panggung pertandingan, dengan dituntun oleh seorang penengah yang menjadi wasit pertandingan, akhirnya pertandingan pribadi antara Lei Tian dengan Yang Guang pun dimulai.
Tanpa membuang waktu, Yang Guang segera bergegas melakukan serangan pembuka, unggul dalam ranah kultivasi membuatnya penuh percaya diri.
"Rasakan ini" teriak Yang Guang dengan penuh semangat.
Sebuah serangan mengarah ke arah Lei Tian dengan cepat, ia pun menghindar tanpa sempat melakukan serangan balasan. Setelah berhasil menghindari serangan, Lei Tian mundur beberapa langkah agar bisa menjaga jarak untuk melakukan serangan balasan.
Menghadapi lawan yang lebih kuat darinya, Lei Tian akan bersungguh-sungguh menggunakan berbagai cara untuk memenangkan pertandingan ini.
Menyadari serangannya bisa dihindari, Yang Guang maju lagi untuk melakukan serangan, sebuah telapak tangan yang mengandung tenaga dalam muncul tepat di depan dada Lei Tian.
"Baaamm"
Berbeda dengan sebelumnya, kini Lei Tian tidak bisa menghindar dari serangan cepat tersebut. Pukulan keras yang baru saja ia terima, membuatnya terhempas beberapa meter.
"Hahaha dasar lemah" ucap Yang Guang.
Namun Lei Tian segera bangkit dengan cepat, setelah merasakan pukulan dari Yang Guang barusan ia tidak mengalami cedera sedikitpun. Hal ini membuat beberapa orang yang melihatnya menjadi terkejut.
__ADS_1
"Bagaimana anak itu bisa menahannya?" ucap seorang murid dalam yang ikut menyaksikan pertandingan tersebut.