Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Melawan Murid Peringkat Pertama


__ADS_3

Sementara itu Shui Qing merasakan aura bahaya yang menghampirinya, tanpa sempat menyadari lebih jauh lagi tiba-tiba sebuah benda dingin menempel dilehernya.


"Apa?"


"Lelucon macam apa ini?"


Teriak para penonton dengan ekspresi tidak percaya. Lei Tian sudah muncul di belakang Shui Qing dengan belati terhunus di lehernya.


Dalam keterkejutannya, Shui Qing menyadari jika teknik yang baru saja ditunjukkan oleh Lei Tian adalah teknik yang sama saat ia dapatkan dari pengajaran Penatua Fan Guo beberapa waktu lalu.


"Apakah kau menyerah?" ucap Lei Tian dari belakang tubuh Shui Qing.


"Kau.. Bagaimana bisa kau melakukan hal ini?" tanya Shui Qing sambil mengangkat kedua tangannya.


"Aku hanya ingin menunjukkan teknik yang sebenarnya kepadamu" ujar Lei Tian dengan santai.


Dengan wajah kesal, Shui Qing turun dari tempat pertandingan, ia segera duduk kembali di tempatnya.


"Pemenangnya adalah Lie Tian" ucap Diaken yang menjadi pemimpin jalannya pertandingan.


Semua orang tersentak kaget atas pemandangan ini, peringkat kedua murid teratas menyerah dalam satu gerakan.


Baru saja semua orang menyaksikan kekuatan Lei Tian dalam menghancurkan kekuatan Wu Ching dan yang lainnya dengan mudah, kini Shui Niao melihat Shui Qing tidak berdaya dalam satu gerakan cepat yang dilakukan oleh Lei Tian.


Kendati demikian, Shui Niao yakin jika kekuatan Lei Tian masih jauh berada di bawahnya. Apa yang terjadi barusan hanyalah keberuntungan Lei Tian karena adiknya yang lengah akibat provokasi darinya.


Lalu dengan santai ia melompat ke panggung pertandingan untuk menantang Lei Tian.


"Rupanya kecepatan kenaikan kultivasi mu tidak biasa namun di mata kami kamu hanyalah kotoran sapi" ucap Shui Niao dengan nada sarkas.


Melihat Shui Qing yang sebelumnya kewalahan menghadapi Lei Tian, tatapan Shui Niao berubah menjadi masam dan kejam melihat Lei Tian.


"Owh Nona Shui, senang bisa berada satu panggung dengan anda" ucap Lei Tian berbasa-basi.


Tentu saja Lei Tian merasakan penghinaan yang baru saja diucapkan oleh wanita yang merupakan murid berperingkat teratas tersebut. Namun ia dengan tenang dan tidak terpancing atas provokasi yang baru saja dilontarkan.

__ADS_1


Merasakan aura persaingan yang sengit, dengan tanggap Diaken yang memimpin jalannya pertandingan segera bertindak.


"Kalian sudah bisa memulai pertarungan" ujar Diaken yang memimpin jalannya pertandingan.


Seusai mendengar ucapan dari pengawas pertandingan, Shui Niao mendengus dingin, tubuhnya bergerak dengan cepat seolah meninggalkan serangkaian bayangan.


"Teknik Tubuh Ilusi" gumam Penatua Fan Guo sambil tersenyum puas.


Lei Tian terpana, meskipun ia tahu jika teknik yang digunakan oleh Shui Niao adalah teknik tubuh ilusi namun ia hanya mengangguk ringan. Shui Niao menjulurkan telapak tangannya untuk mengeluarkan jurus lainnya yang tampak sangat menakutkan.


Dengan gerakan secepat kilat, Shui Niao menghantamkan telapak tangannya yang mengandung kekuatan luar biasa ke dada Lei Tian.


"Boom"


Terdengar ledakan energi yang mendistorsi udara. Pukulan keras Shui Niao tepat mendarat di dada Lei Tian dengan keras.


"Luar biasa, Nona Shui memang yang terhebat"


"Nona Shui Niao adalah yang terbaik"


"Gawat!" ujar Shan Yuze yang merasa sangat putus asa.


Shan Yuze dan yang lainnya tentu berpikiran jika Lei Tian tidak akan sanggup menahan serangan kuat dari Shui Niao, kecuali jika ada keajaiban yang terjadi.


Namun Lei Tian tidak bergerak sedikitpun, tubuhnya kokoh seperti gunung yang tangguh tak tergoyahkan.


"Apa?"


Keterkejutan terpampang di wajah cantik Shui Niao, dalam satu gerakan berikutnya tubuh Shui Niao berputar dan kembali dengan cepat ke tempat pertama kali ia berdiri.


Orang-orang yang melihatnya tidak percaya jika kekuatan besar yang telah dikeluarkan oleh shui Niao tidak mampu melukai Lei Tian sedikitpun, bahkan sehelai benang rambut tidak bisa jatuh.


Pandangan Shui Niao terhadap Lei Tian berubah, mulanya ia mengira jika kekuatan Lei Tian berada tahap Pendekar Raja Tahap akhir. Namun setelah dirinya melepaskan sebuah pukulan keras, ia meyakini jika kekuatan Lei Tian sudah berada di tahap yang sama dengannya bahkan di atasnya.


"Apakah hanya seperti itu kekuatan murid peringkat pertama?" ucap Lei Tian di atas panggung.

__ADS_1


"Lei Tian kau hanya cari mati jika berani memprovokasi Shui Niao dengan cara seperti itu" ucap Wu Ching di dalam hati.


Saat ini kesadaran Wu Ching mulai kembali, namun seluruh tubuhnya mengalami luka yang sangat parah. Setidaknya akan membutuhkan waktu yang lama untuknya berbaring di atas tempat tidur.


"Kau tentu bukanlah apa-apa di mataku, serangan barusan hanyalah serangan pembuka" ucap Shui Niao berusaha mempertahankan dominasinya.


Di permukaan Shui Niao tampak tenang, namun di dalam hatinya terdapat kekhawatiran tidak berujung. Ia tahu jika lawannya kali ini berada jauh di atasnya, jadi mustahil bagi dirinya untuk memenangkan pertandingan ini.


Penatua Fan Guo yang semula khawatir kini tampak tenang kembali, ia juga yakin jika Shui Niao belum mengeluarkan serangan pamungkasnya.


Yun Zixin dan Shan Yuze tampak kembali terkagum-kagum pada sosok sahabatnya, baru saja ia melihat jika serangan besar yang dihempaskan oleh Shui Niao tidak berefek apapun pada tubuh Lei Tian.


"Owh .. Menarik" ucap Lei Tian yang kemudian terlihat bergerak.


Melihat Lei Tian yang seolah-olah akan bergerak, otak Shui Niao berputar dengan cepat. Dengan mengandalkan teknik tubuh ilusi, aura yang kuat dan Qi yang sangat besar ia edarkan kedalam seluruh tubuhnya.


Shui Niao tidak menyangka meskipun ia cepat namun ternyata Lei Tian lebih cepat darinya.


"Apa? Teknik Tubuh Ilusi?" mata Penatua Fan Guo terbelalak tidak percaya.


Pada saat ini tubuh Lei Tian bergerak seolah berpendar berubah menjadi beberapa cahaya dan bergerak seperti kilatan petir. Orang-orang dapat merasakan aura Pendekar Kaisar dari jejak Qi murni yang dilepaskan oleh Lei Tian.


Ranah Pendekar Kaisar!


Heboh setelah melihat pemandangan tersebut para murid luar yang berada di sekitar panggung menjadi ngeri dan kaget memandang Lei Tian.


"Pendekar Kaisar" gumam Penatua Fan Guo dengan ekspresi pias.


Apa yang diucapkan oleh Penatua Song Gui sebelumnya telah menampar dirinya, ia telah keliru sebelumnya tidak memperhatikan bakat menentang langit yang dimiliki oleh Lei Tian, namun kini ia sudah terlambat karena Lei Tian akan menjadi murid Penatua Song Gui.


Di atas panggung, dalam kilatan waktu tubuh Lei Tian sudah berdiri tepat mengunci tubuh Shui Niao. Lei Tian berdiri tepat di belakang Shui Niao dan bersiap memuntahkan pukulan melalui telapak tangannya.


"Baaamm"


Terdengar suara sebuah pukulan pelan namun mengandung tenaga dalam yang cukup besar mengenai tubuh bagian belakang Shui Niao.

__ADS_1


__ADS_2