
"Baik Tuan muda" ucap semuanya sambil kembali berdiri.
Lei Jun dan yang lainnya saling berpelukan, mereka kini bisa bernapas dengan lega karena kembalinya Tuan muda Klan Lei akan mengubah segalanya.
"Paman Jun, selama kalian di sini pihak mana saja yang bersimpati dan siapa saja yang memusuhi keluarga kita?" tanya Lei Tian kepada Lei Jun.
"Patriark Liu adalah salah satu yang bersimpati kepada kami selama ini, ia banyak berkorban meski mendapat tekanan dari anggota keluarga lainnya" jawab Lei Jun sambil menyeka air mata bahagianya.
"Maksud paman apakah ayah dari Liu Shuai?" tanya Lei Tian dengan tenang.
"Benar sekali Tuan muda, gadis itu juga yang rupanya telah ditunangkan dengan Tuan muda" jawab Lei Jun penuh semangat.
"Paman benar, ayahku meninggalkan kontrak pernikahan sejak aku masih bayi" jawab Lei Tian tanpa daya.
Lalu ia mengeluarkan sebuah gulungan yang berisikan tentang kesepakatan ikatan pertunangan antara Patriark Klan Lei dan juga Patriark Klan Liu.
Setelah membaca tulisan tangan Lei Yun Xi yang indah dan rapi, lagi-lagi Lei Jun meneteskan air mata. wajahnya kembali sembab, mengingat kenangan tentang ayah Lei Tian tersebut.
"Tuan muda, kamu benar-benar putra Patriark Lei Yun Xi. Tulisan tangan Patriark sangat indah dan tidak akan ada yang bisa menirunya" ucap Lei Jun sambil menyerahkan kembali gulungan yang berisi kan perjanjian ikatan pertunangan.
Mulanya Lei Tian ingin membatalkan ikatan pertunangan tersebut, namun saat ia mendengar kebaikan Patriark Liu dalam membantu Klan Lei yang berada bersama Lei Jun ia mulai berpikir ulang.
"Paman, bisakah paman menghantarkan diriku ke kediaman Patriark Liu?" tanya Lei Tian.
"Tentu saja tahu Tuan muda" jawab Lei Jun penuh semangat.
"Apapun yang terjadi hari ini tolong rahasiakan, aku ingin mengenal keluarga calon tunangan ku secara sederhana" ucap Lei Tian.
"Baik Tuan muda" jawab Lei Jun dengan patuh.
"Tuan muda saya mohon izin undur diri, saya akan menjalankan tugas dari Tuan muda" ucap Gong Dun di tengah percakapan.
"Berhati-hatilah paman" ucap Lei Tian sambil mengeluarkan belati yang biasa ia gunakan sebelumnya.
__ADS_1
"Bukankah ini senjata untuk Tuan muda?" ucap Gong Dun dengan heran.
"Aku sudah memiliki yang baru pemberian dari Patriark Fang Yuan" ujar Lei Tian santai.
"Baiklah jika demikian" ucap Gong Dun sambil menerima belati pemberian Lei Tian.
Setelah Gong Dun pergi, bibi Jian tinggal bersama keluarga Lei Jun untuk sementara. Mereka semua kini sudah tidak perlu khawatir kekurangan makanan dan minuman, dengan dukungan keuangan dari Lei Tian mereka bisa kembali menikmati kehidupan dengan normal.
Tanpa membuang waktu, Lei Tian bersama Lei Jun segera melangkah keluar menuju kediaman Patriark Liu. Meski jaraknya yang tidak jauh namun Lei Tian tetap menggunakan kereta kuda agar lebih praktis. Ia juga ingin melihat pemandangan Kota Chengdu tempat dimana ia dilahirkan.
"Tuan muda, bagaimana perasaan anda ketika berada di Kota ini?" tanya Lei Jun ketika mereka berada di dalam kereta kuda.
"Untuk saat ini aku belum bisa memberikan gambaran, selama ini aku tinggal di tempat yang sangat jauh. Bahkan di tempat aku dibesarkan, tidak seramai di sini" jawab Lei Tian.
"Apakah Tuan muda ingin segera menemui Nona Liu Shuai?" tanya Lei Jun lagi.
"Mulanya memang demikian, namun setelah mendengar cerita dari paman aku lebih tertarik kepada sosok Patriark Liu" jawab Lei Tian dengan jujur.
Tidak lama kemudian kereta kuda yang mereka naiki tiba di depan sebuah manor yang cukup mewah. Sebuah papan kayu berukiran tulisan kuno terpasang dengan kokoh, dalam aksara tersebut Lei Tian dapat membacanya dengan baik.
Lei Tian sedikit bingung dengan tulisan yang terdapat di papan tersebut, meskipun hanya dua kata namun pastinya memiliki filosofi yang mendalam.
"Permisi, apakah Patriark Liu ada di kediaman" tanya Lei Jun kepada beberapa penjaga rumah yang sedang bertugas
"Mohon maaf siapakah tuan-tuan ini dan ada keperluan apa?" tanya penjaga tersebut dengan sopan.
"Kami berasal dari Keluarga Lei, ingin mengunjungi Patriark Liu secara pribadi" jawab Lei Jun.
"Mohon tunggu sebentar saya akan melaporkan hal ini terlebih dahulu" ucap penjaga tersebut sambil bergerak meninggalkan keduanya.
Setelah menunggu beberapa saat, penjaga tersebut kembali menghampiri Lei Tian dan juga Lei Jun.
"Kalian berdua boleh masuk" ucap penjaga tersebut.
__ADS_1
"Baik, terimakasih" ucap Lei Jun.
Lei Tian berjalan dengan santai mengikuti Lei Jun yang tampaknya bukan pertama kali baginya untuk berkunjung ke tempat ini. Meskipun tidak besar namun bisa dikatakan tempat ini cukup rapi dan terawat.
"Selamat datang saudara Lei Jun, mari silahkan duduk" sapa Patriark Liu dengan hangat.
"Salam Patriark, mohon maaf kedatanganku sangat mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya" ucap Lei Jun dengan tulus.
"Tidak apa-apa, aku senang dengan kehadiran mu di tempat ini. Ngomong-ngomong siapa anak muda yang berada bersamamu?" tanya Patriark Liu.
"Inilah maksud kunjungan saya yang sebenarnya, perkenalkan ia adalah Lei Tian putra Patriark Lei Yun Xi" ucap Lei Jun sambil memperkenalkan Lei Tian.
"Apa? Pantas saja ia begitu mirip" ucap Patriark Liu sambil menghampiri Lei Tian lebih dekat.
"Nak, sepertinya aku sangat beruntung bisa melihat sahabatku dalam dirimu" ujar Patriark Liu yang kini memeluk dengan penuh kasih sayang kepada Lei Tian.
Lei Tian merasakan kehangatan dari Patriark Liu yang begitu tulus menghargai Lei Tian tanpa banyak bertanya. Lei Tian baru mengerti mengapa ayahnya mengadakan kontrak pernikahan kepada keluarga Liu, hal ini dikarenakan persahabatan mereka benar-benar tulus tanpa tedeng aling-aling.
"Salam Patriark" ucap Lei Tian dengan sopan.
"Sudahlah kamu jangan terlalu formal, walau bagaimanapun kau adalah calon menantu di rumah ini" ucap Patriark Liu sambil melepaskan pelukannya.
"Pelayan, tolong panggilkan Shuai'er" ucap Patriark Liu dengan penuh sukacita.
"Baik Patriark" jawab pelayan tersebut dengan patuh.
Setelah berkata demikian pelayan tersebut segera menuju kamar Liu Shuai'er untuk memberi tahu tentang apa yang terjadi.
"Bagaimana keadaanmu selama ini?" tanya Patriark Liu dengan penuh rasa penasaran.
"Saya dan ibu berada di Provinsi Jianxi selama ini, beruntung ayah begitu peduli dengan keselamatan kami meski harus dibayar dengan nyawanya sendiri" jawab Lei Tian dengan tenang.
"Aku turut berduka atas kejadian masa lampau, semua terjadi begitu saja akibat pengkhianatan dari Lei Dong yang kini menjabat sebagai Patriark Klan Lei" ucap Patriark Liu dengan berterus terang.
__ADS_1
"Terimakasih atas ucapannya, biarkan saya yang akan membereskan para pengkhianat Klan Lei sendiri" ucap Lei Tian dengan penuh tekad.
Bersamaan dengan perkataan Lei Tian, seorang wanita muda yang sangat cantik hadir di tengah-tengah perbincangan Lei Tian dengan Patriark Liu.