Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Aura Persaingan Putri Qin Qian


__ADS_3

Sementara itu di Sekte Perisai Api pertemuan Mu Xianji dengan Lei Tian dipenuhi rasa haru, keduanya tampak berpelukan melepas rindu seperti halnya seorang sahabat. Sosok Mu Xianji yang lebih tua dari Lei Tian sangat ia hormati, meskipun Mu Xianji sendiri mengakui jika dirinya hanya pengikut Lei Tian.


"Tuan muda, kau sungguh luar biasa. Pastinya kau sudah mengalami hal yang sulit, maafkan aku tidak ada di sisimu pada saat itu" ucap Mu Xianji dengan tulus.


"Tidak apa-apa Tuan Mu, semuanya sudah berlalu. Bagaimana kabar Klan Lei dan juga Paman Gong Dun?" sebelumnya Lei Tian juga memikirkan anggota Klan nya, hanya saja ia masih memprioritaskan urusan lainnya.


Apalagi selama di Sekte Perisai Api ia hanya sibuk mempelajari kitab tak bernama pemberian Akong. Ia baru setengahnya menguasai kitab tersebut, hal-hal yang mendasar sudah ia pahami dengan baik, serta beberapa penawar racun seperti yang pernah dialami oleh kekasihnya, Qin Qian.


"Keadaan Klan Lei baik-baik saja, peningkatan serta pengembangan berjalan dengan lancar. Hubungan dengan Klan Liu juga terjalin dengan baik, dibawah pengaturan Lei Jun semuanya bisa dikatakan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kepemimpinan Lei Dong" jawab Mu Xianji.


"Baguslah jika begitu, sesuai harapanku mereka bisa berkembang dengan baik" balas Lei Tian dengan senang, dalam hatinya ia tahu jika ada peranan Paviliun Ungu.


Sementara itu Qin Qian yang berada di sisi Lei Tian menatap curiga ke arah wanita cantik yang sudah ia kenal sebelumnya, Li Yifei murid Akademi Kekaisaran. Entah mengapa sebagai seorang wanita ia merasakan perasaan cemburu kepada makhluk sejenis dengan dirinya, selain cantik Li Yifei juga terkenal karena kecerdasannya.


"Tuan muda, perkenalkan ini adalah Li Yifei murid Akademi Kekaisaran yang bernasib tidak beruntung" ucap Mu Xianji memperkenalkan Li Yifei kepada Lei Tian.


"Salam saudara Tian, maafkan aku yang tidak bisa menolong mu saat dirimu dicelakakan oleh Jenderal Shio Mei" ucap Li Yifei membuka salam perkenalannya.

__ADS_1


"Jadi kau mengetahuinya?" tanya Lei Tian dengan serius.


"Ya benar, hanya saja aku tidak memiliki keberanian untuk memberitahukan kepada orang lain" ujar Li Yifei dengan rasa bersalah.


"Tidak apa-apa, aku tahu Jenderal Shio Mei memiliki kekuatan yang tidak terbendung pada saat itu" balas Lei Tian dengan ramah.


"Oh ya, perkenalkan ini adalah Putri Qin Qian, kami juga akan segera menikah dalam waktu dekat" ucap Lei Tian sambil mengenalkan kekasihnya.


"Salam Tuan Putri" sapa Li Yifei dan juga Mu Xianji yang baru menyadari kehadiran Putri Qin Qian, sebelumnya mereka terlalu asyik berbincang dengan Lei Tian.


Keduanya juga tidak menyangka jika wanita cantik tersebut adalah Putri Qin Qian, aura Pendekar Dewa yang mereka rasakan jelas menyangkal hal tersebut. Sudah lumrah diketahui jika Putri Qin Qian hanyalah tuan Putri yang tertutup dan tidak memiliki basis kultivasi, sehingga dalam setiap kegiatan ia selalu dijaga dengan ketat guna melindunginya yang merupakan harta berharga Kaisar Qin.


Sementara Li Yifei tidak terlalu memperhatikan tatapan Putri Qin Qian terhadapnya, ia hanya memikirkan Zhao Yusi yang akan kehilangan kesempatan untuk memiliki peluang kembali kepada Lei Tian.


"Nona Li, sepertinya anda terkena racun dari Sekte Teratai Ungu?" tanya Lei Tian, dengan mempelajari Kitab Tak Bernama ia bisa mendeteksi keadaan seseorang hanya dari aliran napasnya.


Selain dari aliran napas, ia juga bisa mengidentifikasi keadaan seseorang dari denyut nadi serta wajah seseorang.

__ADS_1


"Bagaimana saudara Tian bisa tahu?" ucap Li Yifei dengan ekspresi terkejut.


"Mudah saja bagiku, hanya saja bagaimana bisa kau terkena racun yang hampir menghancurkan dantianmu tersebut?" tanya Lei Tian dengan serius, menurutnya tindakan seperti itu adalah perbuatan keji.


Li Yifei menghela napas dalam-dalam, tanpa sungkan ia mulai bercerita kronologis kejadian yang menimpanya.


"Hal ini baru saja aku sadari, setelah Shio Mei curiga jika aku telah melihat aksinya dalam upaya membunuhmu, sejak saat itu pula ia mulai menargetkan diriku. Dengan bantuan seseorang dari murid Akademi Kekaisaran, ia mencampurkan racun pada setiap sumberdaya yang aku dapatkan. Sehingga selama dua tahun terakhir, aku tidak bisa meningkatkan kultivasi dan bahkan kekuatan kultivasiku menjadi mundur dan hilang seperti orang biasa. Atas kejadian itu juga aku diusir dari Akademi, untungnya ada senior Mu Jiao yang mengarahkan diriku agar bergabung ke Paviliun Ungu" Li Yifei tidak menahan diri, dengan berlinang air mata ia menumpahkan semua permasalahannya.


Qin Qian yang semula merasa cemburu kini justru merasa simpati dengan nasib yang dialami oleh Li Yifei. Sebagai wanita yang sama-sama menjadi korban kekejaman Shio Mei jelas membuat Putri Qin Qian ikut menjadi sedih.


"Bahkan tidak hanya itu, Shio Mei yang berseberangan dengan Sekte Pedang Emas justru memanfaatkan Sekte Teratai Ungu sebagai kendaraannya untuk menyokong kekuasaan. Hal ini juga karena adanya dukungan dari sesepuh Yang Mi sehingga menyebabkan pemberontakan di Kekaisaran. Tidak sampai di sana, aku yang seharusnya sudah tidak berguna pun masih dikejar untuk dibinasakan, untungnya ada saudara Khu Ching yang membantu. Dengan bersusah payah ia membantuku dari ancaman pembunuhan yang datang dari Sekte ku sendiri, hingga saudara Khu Ching hampir meninggal akibat kejadian tersebut" Li Yifei bercerita sebuah kejujuran, ia menyampaikan fakta yang selama ini ia tahan tanpa tahu harus bercerita kepada siapa.


Dengan adanya Lei Tian saat ini, ia yakin jika bersandar pada dirinya maka ia akan selamat. Meskipun ia tahu dengan kesembuhan kultivasinya adalah mustahil tetapi setidaknya ia masih bisa menikmati hidup dengan normal seperti masyarakat pada umumnya.


"Apa? Lalu bagaimana keadaan saudaraku sekarang?" Lei Tian tersentak kaget, sambil melirik ke arah Mu Xianji ia meminta penjelasan.


"Benar apa yang dikatakan oleh Nona Li Yifei, kondisi Kekaisaran sedang tidak baik-baik saja. Terutama Akademi Kekaisaran yang kini dijadikan alat kekuasaan bagi Shio Mei, beberapa titik vital sudah dikuasainya dan dukungan dari orang-orang Teratai Ungu juga. Mengenai Khu Ching, kini ia sedang diobati oleh tabib Paviliun Ungu, ia banyak kehilangan darah dan sebelumnya ia juga terkena racun berbahaya dari Sekte Teratai Ungu. Untungnya ada nona Li Yifei yang memiliki penawar atas racun tersebut, jika tidak maka sudah dipastikan nyawa Khu Ching tidak akan tertolong" ungkap Mu Xianji dengan serius, ia juga merasa kebencian yang mendalam terhadap orang-orang yang sudah membuat Khu Ching terluka.

__ADS_1


"Sekte Teratai Ungu.. Sepertinya nasibmu tidak akan berbeda jauh dengan Sekte Serigala Hitam" ucap Lei Tian sambil menggertakkan gigi.


Hawa kebenciannya begitu jelas meningkat dalam sesaat, sebelumnya ia tahu jika Putri Qin Qian juga terkena racun dari senjata rahasia Sekte tersebut. Kini Khu Ching juga mengalaminya, sebagai orang yang bertanggung jawab atas Sekte Belati Merah maka tentu saja Lei Tian tidak akan membiarkan orang mencelakakan murid-murid dari Sekte yang kini sudah didapuknya.


__ADS_2