
Setelah kekalahan dan kehancuran Sekte Serigala Hitam yang menyerbu Sekte Pedang Emas, kini giliran Lei Tian yang bersiap menuju Sekte Serigala Hitam. Ia ingin memastikan kehancuran Sekte tersebut hingga ke akarnya, belum lagi ia memikirkan sumberdaya yang dimiliki oleh Sekte Serigala Hitam agar tidak jatuh ke tangan sembarang orang.
"Ketua Sekte, saya mohon pamit karena akan menuju Sekte Serigala Hitam untuk memastikan kehancurannya. Namun sebelumnya aku memiliki satu permintaan.." ucap Lei Tian dengan sopan kepada Patriark Sekte Pedang Emas.
"Jika begitu, sebaiknya kau ditemani oleh beberapa orang Penatua. Sisanya yang ada di sini biar kami yang membereskan. Mengenai bantuan katakan saja jangan sungkan..." kata Patriark Pedang Emas tersebut menanggapi.
"Tolong perhatikan orang-orang Klan Lei dibawah Lei Dong, saya masih ada urusan dengan mereka" ucap Lei Tian berterus terang.
"Tidak masalah, itu hanya hal sepele" ucap Patriark sambil memberikan kode kepada salah seorang Penatua.
Seolah mengerti dengan keinginan Patriark Sekte, Penatua tersebut langsung bergerak membawa ratusan murid Sekte menuju kediaman Klan Lei.
"Terimakasih atas bantuannya, jika begitu saya mohon pamit" ucap Lei Tian sambil melihat ke arah beberapa orang Penatua Sekte Pedang Emas.
Tiga orang Penatua Sekte Pedang Emas dan beberapa orang murid senior turut serta. Dari pihak Paviliun Ungu Mu Xianji dan seluruh pengawal pribadinya ikut serta. Mereka semua bersiap untuk meratakan markas Sekte Serigala Hitam agar tidak ada bibit yang tersisa, mereka juga memikirkan beberapa sumberdaya yang bisa mereka dapatkan dari penghancuran Sekte tersebut.
Liu Shuai yang melihat kepergian Lei Tian hanya tersenyum getir, semua harapan serta impiannya tiba-tiba saja lenyap seiring kepergian pemuda yang kemarin telah ia remehkan. Hari ini di depan mata kepalanya sendiri ia melihat petinggi Sekte Pedang Emas begitu menghormati Lei Tian, bahkan Patriark Sekte saja dengan mudah membantu dan menuruti permintaan Lei Tian.
"Andai saja waktu dapat berulang..." gumam Liu Shuai dengan penyesalannya.
Sementara itu tanpa ada yang menyadarinya sesosok pria berjubah hitam menghilang diantara pepohonan yang menjulang tinggi. Setelah menyaksikan rangkaian peristiwa di depan matanya tersebut, lelaki itu hanya menggertakkan gigi sambil meninggalkan area Sekte Pedang Emas. Lelaki tersebut tampak tua, namun otot ditubuhnya masih terlihat kekar menandakan ia adalah seorang kultivator yang memiliki kemampuan tidak biasa.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus melaporkan kepada Kaisar Wei Sheng" ucap lelaki tersebut di dalam hatinya.
Sebagai mata-mata yang dikirim oleh Kekaisaran Wei, lelaki tersebut yang selama ini berpura-pura menjadi Penatua di Sekte Pedang Emas dan juga Sekte Serigala Hitam bergerak terlalu lincah meninggalkan bayangannya.
Lelaki tersebut tidak lain adalah Fei Hung, ia juga yang telah membunuh Patriark Lei Yun Xi di masa lalu. Sama seperti Lei Tian, ia juga memiliki keahlian menyamarkan aura kekuatannya. Sehingga kehadirannya tidak dapat dirasakan dengan mudah oleh Lei Tian maupun para petinggi Sekte Pedang Emas.
Fei Hung merupakan mata-mata yang dimiliki oleh Kaisar Wei Sheng, pertempuran saat ini memang sudah diharapkan oleh Fei Hung. Dengan kesibukan peperangan dua sekte besar maka perhatian mereka akan teralihkan dari peperangan utama di perbatasan. Kekacauan di Kota Chengdu setidaknya akan menahan bantuan dari Sekte Pedang Emas yang selama ini dikenal loyal terhadap kekaisaran.
Dengan adanya kejadian seperti ini jelas membuat Sekte Pedang Emas berbenah, pada kesempatan kali ini mereka tidak dapat berkontribusi dalam peperangan di perbatasan. Hanya empat orang murid inti saja yang sudah mereka utus sebelumnya untuk bergabung menjadi pasukan Akademi Kekaisaran.
Zhao Yusi yang kini dalam perjalanan menuju Akademi Kekaisaran merasakan perasaan yang sangat bahagia. Pemuda yang menjadi pujaan hatinya telah membuatnya terkejut, perubahan kekuatan yang dimiliki oleh Lei Tian sudah di luar batas pemahamannya.
Mulanya ia ingin membantu Lei Tian, bahkan dengan kerja kerasnya selama ini ia membayangkan pencapaiannya akan melebihi Lei Tian. Sehingga pada suatu hari ia bisa membantu Lei Tian dan memberikannya kejutan.
"Ia adalah cinta pertamaku" jawab Zhao Yusi sambil tersenyum bahagia.
"Pantas saja Nona begitu akrab terhadap pemuda luar biasa tersebut" ujar pelayan tersebut penuh kekaguman.
"Aku juga tidak menyangka jika ia berkembang dengan begitu pesat, bahkan ia juga memiliki Token Akademi Kekaisaran" ungkap Zhao Yusi.
"Seharusnya ia berada di Akademi Kekaisaran, lalu kenapa ia malah memilih berada di Sekte Pedang Emas? Bukankah hal ini sangat disayangkan bagi seorang yang sudah ditentukan masa depannya"
__ADS_1
Pelayan wanita tersebut jelas mengetahui jadwal penyambutan yang dilakukan oleh Kaisar Qin Lau secara langsung. Dengan ketidakhadiran Lei Tian maka akan menimbulkan berbagai macam pertanyaan.
"Ia adalah orang yang berprinsip, selama ada sesuatu yang mengganjal pikirannya maka ia lebih mementingkan kepentingan orang banyak daripada kepentingannya sendiri" ujar Zhao Yusi menanggapi pernyataan pelayan pribadinya tersebut.
Zhao Yusi tentu mengingat tindakan heroik yang dilakukan oleh Lei Tian sewaktu terjadi perampokan di Desa Gunung Batu. Dirinya rela bertaruh nyawa demi kemaslahatan penduduk desa yang bahkan pernah meremehkannya. Namun tindakan tanpa pamrihnya tersebut telah menggugah perasaan terdalam Zhao Yusi.
"Nona, aku yakin jika pemuda tersebut kelak akan mengguncang Kekaisaran" ucap pelayan tersebut.
"Kupikir juga begitu" jawab Zhao Yusi sambil tersenyum senang.
Meskipun Zhao Yusi bukanlah orang yang memandang ketenaran, namun ia tetap merasa senang jika pemuda yang selama ini mengisi hatinya tersebut menjadi tokoh yang terkenal di Kekaisaran Qin.
Di Kota Chengdu, nama Lei Tian dari Klan Lei kini mulai disebutkan dari mulut ke mulut. Ketenarannya dalam membunuh Ketua Sekte Serigala Hitam serta para Tetuanya, membuat gempar Kota Chengdu dalam waktu setengah hari. Apalagi kini dirinya yang sedang menuju Sekte Serigala Hitam membuat para Patriark keluarga besar semakin penasaran dengan sosoknya.
Puluhan orang yang ingin mengetahui sosok Lei Tian tersebut segera bergegas menuju Sekte Serigala Hitam, mereka benar-benar penasaran dengan sosok pemuda yang dikatakan tampan tersebut. Mereka umumnya ingin berlomba-lomba ingin mengikat hubungan yang lebih erat dengan sosok pemuda tersebut, bahkan beberapa orang tampak tidak tahu malu dengan mengikut sertakan putri mereka menuju Sekte Serigala Hitam.
Fenomena ini juga terdengar hingga ke telinga Patriark Liu, kabar kehancuran Sekte Serigala Hitam telah ia dengar dari pengawal pribadinya. Bahkan ketangguhan Lei Tian yang semula dikatakan oleh Liu Shuwan, kini telah melebihi ekspektasinya. Kematian Patriark Sekte Serigala Hitam adalah hal yang tidak pernah ia pikirkan, bahkan menurut penilaian pribadinya Patriark Sekte Pedang Emas saja akan membutuhkan usaha yang sangat serius.
Di kediaman Klan Lei, tampak Lei Dong dan beberapa orang Tetua terlihat gelisah. Walau bagaimanapun mereka mengetahui jika Lei Tian yang dimaksud adalah putra Lei Yun Xi yang mereka gulingkan hampir delapan belas tahun lalu.
"Patriark, pemuda tersebut ternyata memang benar putra dari Lei Yun Xi" ucap seorang Penatua Klan Lei.
__ADS_1
"Betul Patriark, bahkan sebelum ia membunuh Ketua Sekte Serigala Hitam, pemuda tersebut sempat mengungkit peristiwa belasan tahun silam" ucap Penatua keluarga Lei yang lainnya.