
Lei Tian secara khusus meminta bantuan Mu Xianji untuk mengurus sisa-sisa kehancuran Sekte Serigala Hitam. Sementara dirinya akan meninggalkan lokasi Sekte Serigala Hitam untuk segera kembali ke kediaman Lei Jun.
Dalam lanjutan rencananya ia ingin benar-benar menuntaskan masalah internal Klan Lei yang selama ini mendera pikirannya. Dengan kemampuannya saat ini Lei Tian dapat bergerak dengan cepat, namun ia masih mengandalkan kereta kuda yang sudah disiapkan sebelumnya oleh pengawal Mu Xianji.
Untuk tiba di kediaman Lei Jun, ia membutuhkan waktu sekitar dua jam. Sebelum sore hari ia harus sudah tiba, sebab pada malam harinya Lei Tian akan mulai melanjutkan perjalanan menuju wilayah konflik di perbatasan yang berada di Provinsi Jianxu dan Provinsi Liang.
Provinsi Jianxu masih masuk wilayah administratif Kekaisaran Qin, sementara Provinsi Liang masuk dalam wilayah Kekaisaran Wei. Gerbang Timur yang kini sedang dijaga ketat oleh pasukan Kekaisaran Qin akan menjadi titik awal pertempuran yang selama ini sudah dipersiapkan.
Dua jam berikutnya Lei Tian sudah tiba di pusat Kota Chengdu, ia tidak menahan diri untuk segera berjumpa dengan Lei Jun dan keluarganya yang lain.
"Paman, bagaimana situasi terakhir?" tanya Lei Tian yang baru saja tiba.
"Semua baik-baik saja, bahkan beberapa perwakilan keluarga besar sudah datang hendak menjalin hubungan baik dengan kita" ucap Lei Jun.
"Sudahlah, jangan hiraukan orang-orang seperti mereka. Selain Patriark Klan Liu, kuharap paman bisa lebih bijak dalam menentukan kerjasama" ujar Lei Tian.
"Baiklah jika begitu, saya akan menuruti kehendak Tuan muda" jawab Lei Jun dengan patuh.
Lei Tian adalah pewaris Patriark Klan Lei yang resmi, jadi tidak ada alasan bagi Lei Jun untuk tidak menuruti kemauan Lei Tian. Sebagai orang yang setia kepada ayahnya, Lei Jun tentu tidak akan meragukan kepemimpinan Lei Tian di masa depan.
"Kumpulkan seluruh keluarga kita, sudah waktunya kita akan melakukan perhitungan dengan Lei Dong" ucap Lei Tian dengan tegas.
__ADS_1
"Baik Tuan muda" jawab Lei Jun dengan penuh semangat.
Lei Jun sangat membenci Lei Dong yang hanya anak angkat dan tidak memiliki darah Klan Lei. Namun orang yang tidak tahu diri seperti itu malah didukung oleh saudara-saudaranya sendiri demi kepentingan sesaat, kebencian yang mendarah daging seperti ini akan terobati pada saat ini.
"Jangan lupa, bawa semua perlengkapan pribadi kalian. Mulai malam ini kalian akan menempati tempat tinggal yang lama" ucap Lei Tian berikutnya.
Gong Dun dan bibi Jian yang juga mendengarkan perkataan Lei Tian merasakan hal yang membahagiakan. Kejayaan Klan Lei akan terjadi bersama kehadiran Lei Tian yang kini sudah menjelma menjadi seorang kultivator tingkat tinggi.
Tidak lama berselang saat hari menjelang gelap, mereka semua bergerak menuju kediaman utama Klan Lei yang terbilang cukup besar. Meski demikian, di bawah kepemimpinan Lei Dong justru prestasi Klan Lei semakin menurun dan tidak mengalami banyak perubahan. Hal ini tentunya tidak terlepas sumberdaya yang dialirkan kepada Sekte Serigala Hitam sebelumnya, bisa dikatakan jika Lei Dong telah melakukan kebodohan besar dengan bekerja sama kepada Sekte tersebut. Percuma saja bekerjasama jika dirinya hanya dimanfaatkan sebagai pion, sementara keuntungan terbesar justru dinikmati oleh kelompok tertentu.
Lei Jun dan Gong Dun berada pada barisan paling depan, mereka berdua dengan gagah memimpin jalan menuju kediaman Klan Lei. Gong Dun dan juga Bibi Jian yang kini sudah menjadi pasangan suami-isteri, menatap lirih bangunan yang sudah belasan tahun mereka tinggalkan.
"Kalian tidak usah berlebihan, kita semua seumuran dan kalian boleh memanggilku Saudara" ucap Lei Tian menyikapi penghormatan yang diberikan oleh murid Sekte Pedang Emas.
Setelah mengatakan hal tersebut Lei Tian kembali melangkah mengikuti Lei Jun dan juga Gong Dun, sepanjang jalan Lei Tian menyaksikan orang-orang Klan Lei yang tampak pasrah tak berdaya. Mereka berjumlah ratusan, kini berada di bawah pengawasan murid-murid Sekte Pedang Emas.
Tidak lama kemudian Lei Tian tiba di sebuah aula keluarga yang sangat besar, bangunan milik leluhur Klan Lei nampak masih berdiri dengan kokoh dengan beberapa pilar pendukungnya.
"Salam Tuan muda" sapa Penatua Sekte Pedang Emas dengan hormat.
"Maaf sudah merepotkan Penatua" ucap Lei Tian sambil mengepalkan kedua tangannya di depan dada.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, justru saya sangat senang bisa terlibat dalam masalah ini" ujar Penatua tersebut dengan ramah.
Orang-orang Klan Lei yang baru melihat Lei Tian sangat terkejut, selain sikap Penatua Sekte Pedang Emas yang begitu hormat, wajah Lei Tian benar-benar sangat mirip dengan mendiang ayahnya, Patriark Lei Yun Xi.
Sementara Lei Dong yang sudah ketakutan dari tadi, hanya menunduk dan tidak berani melihat ke arah Lei Tian dan juga Lei Jun. Selain Lei Tian, rombongan Lei Jun juga hadir mengawal dan menyaksikan pengambilalihan kekuasaan Klan Lei.
"Tuan muda, orang itu adalah Lei Dong" bisik Gong Dun di telinga Lei Tian.
"Aku tidak menduga jika Klan Lei begitu bodoh dengan menjadikan orang yang tidak memiliki darah murni keluarga Lei sebagai pemimpin"
Lei Tian berkata dengan dingin, ia tidak ingin berbasa-basi kepada orang-orang yang menurutnya adalah pecundang. Melihat Lei Dong yang ketakutan membuat Lei Tian merasa jijik, ia tidak habis pikir jika orang seperti ini adalah orang yang terlibat membunuh ayahnya.
Saat mendengar kata-kata Lei Tian semua orang dari kubu Lei Dong menjadi terpaku, mereka yang telah dibutakan keserakahan tidak menyangka akan menuai karma di hari ini. Menyesal pun tidak ada gunanya, mereka ingin meminta pengampunan dari Lei Tian namun tidak berani.
"Maafkan kami, kami akui kami bersalah" ucap salah seorang Tetua memberanikan diri.
"Dasar tidak tahu malu. Kalian tidak pantas mendapatkan pengampunan, hanya kematian yang layak kalian dapatkan"
Kata-kata yang keluar dari mulut Lei Tian membuat orang-orang kubu Lei Dong merasa frustasi, mereka tidak ingin mati dan mereka juga tidak mungkin mendapatkan pengampunan begitu saja.
Lei Tian segera mengeluarkan pedang spiritualnya, untuk menghukum orang-orang dari keluarganya sendiri ia akan menggunakan teknik leluhur Klan Lei, yaitu tebasan kematian. Walau bagaimanapun mereka adalah dari kalangan sendiri, Lei Tian tidak akan menyiksanya melainkan memberikan kematian yang cepat adalah kado terbaik buat mereka.
__ADS_1