Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Melakukan Kultivasi Ganda


__ADS_3

Menyadari jika pemuda didepannya telah menyentuhnya, ada tatapan rumit di wajah Qin Qian. Di sisi lain ia juga merasakan jika tubuhnya memang terasa lebih baik, artinya pemuda di depannya tidak sedang berbohong.


"Siapa namamu berani berbuat seperti ini kepadaku?" tanya Qin Qian sambil menutupi bagian tubuhnya.


"Namaku Lei Tian, maafkan atas kekurangajaran yang telah aku lakukan" jawab Lei Tian yang sudah memakai pakaiannya kembali.


"Hah... Lei Tian? Bukankah kau sudah meninggal dan kau juga berasal dari Akademi Kekaisaran?" tanya Qin Qian dengan nada tidak percaya.


"Benar, itu aku. Tapi seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. Jenderal Shio Mei tidak sepenuhnya berhasil membunuhku" jawab Lei Tian dengan serius.


"Jadi orang yang mencelakakan dirimu adalah Jenderal Shio Mei? Qin Qian terlihat sangat membenci nama Jenderal wanita tersebut, pengkhianatan Shio Mei telah menghancurkan keluarganya.


Lei Tian menganggukkan kepala, ia tidak menutupi kejadian yang memang telah meninggalkan luka tragis di dalam ingatannya tersebut.


Mengetahui jika lelaki yang kini bersamanya adalah Lei Tian, membuat Qin Qian tersipu malu. Sebelumnya ia hanya mendengar jasa besar Lei Tian yang sudah mengalahkan Kekaisaran Wei, kini secara kebetulan dirinya berada dalam suatu keadaan yang sulit ia mengerti.


"Lalu apa hubungannya dengan tindakan apa yang baru saja kau lakukan terhadapku? Bukankah itu adalah melanggar kepatutan?" Putri Qin Qian berkata seolah ingin meminta pertanggungjawaban.


"Itu.... Itu berhubungan dengan luka dalam yang kau alami, hal memalukan ini harus kulakukan agar bisa menetralisir racun di dalam tubuhmu. Selain itu, dengan kondisi tubuh khusus yang kau miliki perlu dibangkitkan dengan kekuatan internal dari tenaga dalam yang kumiliki karena kita memiliki tubuh yang sama" Lei Tian berkata dengan hati-hati, ia takut salah bicara dan menyinggung hati wanita yang sudah ia nodai.


Qin Qian sejenak termenung, ia jelas mengetahui tentang kondisi khususnya. Bahkan ayahnya pernah memberitahu tentang keadaannya yang tidak biasa, hal itu juga yang selama ini telah membuatnya tidak bisa berkultivasi.


"Apakah yang kau katakan itu benar?" tanya Qin Qian dengan malu-malu.

__ADS_1


"Menurut kakek Akong seperti itu, karena kau sudah terbangun sebaiknya kita segera keluar dari tempat ini" jawab Lei Tian sambil membalikkan badannya.


"Tunggu, kau sudah membuatku seperti ini. Apakah kau akan meninggalkan ku begitu saja?" Qin Qian memberanikan diri, terkait bakat tubuh khususnya tidak ada yang tahu sehingga ia berpikiran jika Lei Tian adalah lelaki yang seharusnya bisa menyembuhkan dirinya.


"Maafkan aku atas kelancangan ku, jika kau ingin meminta ku untuk bertanggungjawab maka aku akan melakukannya" ucap Lei Tian yang sudah memikirkan segalanya.


Qin Qian lalu bangkit menanggalkan pakaiannya kembali, lalu berjalan mendekati Lei Tian yang hendak pergi.


"Selesaikan apa yang seharusnya kau lakukan, kau sudah membuatku seperti ini dan aku tidak akan menerimanya jika kau malah pergi dan memanfaatkan diriku begitu saja" setelah mengatakan hal tersebut, Qin Qian segera memeluk Lei Tian dengan erat.


Qin Qian sudah tidak menghiraukan dirinya sendiri, ia tahu jika hari ini ia bertemu dengan sosok yang tepat. Apalagi dirinya sudah disentuh oleh Lei Tian, jadi ia mulai bertaruh atas ucapan lelaki yang merupakan pahlawan Kekaisaran Qin itu.


Mendapatkan perlakuan yang tidak biasa dari lawan bicaranya, tubuh Lei Tian kembali menegang. Gairah yang sebelumnya sempat padam, kini terisi kembali penuh gairah. Bahkan dengan kesadaran Qin Qian, gairahnya semakin menggebu, rasa bersalah yang sebelumnya kini berubah menjadi semangat yang membara.


Keduanya lalu larut dalam permainan asmara yang mendebarkan, baik Lei Tian maupun Qin Qian melakukan gerakan dewasa tersebut penuh dengan kesadaran. Qin Qian yang sudah mulai merasakan pelepasan, merasakan tubuhnya bergetar hebat. Ia baru pertama kali merasakan tenaga yang sangat besar keluar dari dalam tubuhnya, ia tidak menyadari jika ia sebenarnya sudah bisa menerobos tingkatan kultivasi.


"Boomm"


"Boomm"


"Boomm"


"Boomm"

__ADS_1


"Boomm"


Ledakan teredam dari dalam tubuh Putri Qin Qian juga dapat dirasakan oleh Lei Tian, pada saat yang bersamaan mereka berdua jelas menyadari jika tindakan mereka memang benar-benar bermanfaat bagi tubuh khusus Qin Qian.


Setelah merasakan manfaatnya secara langsung, kini Qin Qian semakin agresif, ia yang semula malu-malu kini justru dengan semangat memacu tubuhnya bersama pria yang kini menjadi pasangannya tersebut.


Di luar Gua tampak Xue Meilin yang masih sedikit ragu, ia kemudian mencoba bertanya untuk memastikan kembali apa yang terjadi dengan metode yang dikatakan oleh lelaki sepuh tersebut.


"Kakek, apakah memang benar Putri Qin Qian tidak bisa disembuhkan?"


Kakek Akong sedikit tertawa lalu berkata.


"Apanya yang tidak bisa disembuhkan? Hanya racun rendahan seperti itu bagaimana bisa mengelabui kemampuanku"


"Hah? Lalu kenapa kau membiarkan mereka bersama?" Xue Meilin mulai sedikit marah, ia merasa dirinya sudah dibohongi oleh lelaki sepuh tersebut.


"Berdasarkan kondisi gadis yang kau bawa, ia memiliki tubuh khusus dan hanya melalui jalur kultivasi ganda dengan bocah itu bisa membangkitkan kekuatan gadis itu" Akong tampak tenang dengan perkataannya, dalam hal ini ia tidak menutupi keadaan putri Qin Qian.


Membahas tentang tubuh khusus Putri Qin Qian membuat Xue Meilin tidak berkutik, sebagai pelayan pribadinya jelas ia mengetahui kondisi khusus dari Putri Qin Qian. Bahkan tidak ada orang lain yang tahu, jadi pada saat ini Xue Meilin hanya pasrah dengan sikap dermawan tuan Putri Qin Qian.


"Kau beristirahat saja, kau lihat saja kemajuan kultivasi gadis itu esok pagi" ucap Akong sambil berlalu pergi.


Xue Meilin hanya terdiam, namun rasa senang atas kehidupan kembali Putri Qin Qian harus ia balas dengan rasa bersalah jika apa yang dikatakan oleh kakek Akong tidak terbukti. Sebagai pelayan sekaligus pengawal pribadi Putri Qin Qian, ia bisa bunuh diri untuk menebus rasa bersalahnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2