Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Membuat Tujuh Tubuh Ilusi


__ADS_3

Pada saat ini Shui Niao sedang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari Kang Tao Gwe. Saat ia sedang melatih jurus rahasia, Kang Tao Gwe muncul secara tiba-tiba dan bermaksud untuk melakukan perbuatan tidak menyenangkan.


Sebagai murid inti dari Tetua Mu Chen, Kang Tao Gwe merasa bebas melakukan apapun. Dengan kekuatannya yang kini sudah di ranah Pendekar Bumi Tingkat akhir, ia merasa menindas Shui Niao adalah perkara yang mudah.


"Di sini tidak akan ada yang menolong mu, percuma saja kau berteriak karena para pemimpin Sekte sedang berkumpul di Aula utama" ucap Kang Tao Gwe.


Di bawah intimidasi dari Kang Tao Gwe, tubuh Shui Niao gemetar menahan takut. Meski demikian ia mengeluarkan belati panjangnya untuk mempertahankan diri dan berusaha menyerang Kang Tao Gwe.


"Dasar bodoh, apakah dengan tingkat kemampuan mu kau bisa melawanku" ucap Kang Tao Gwe sambil mencibir.


"Majulah, biar aku tunjukkan perbedaan kekuatan diantara kita" tantang Kang Tao Gwe.


Detik berikutnya tubuh Shui Niao memancarkan aura petarung tingkat Kaisar, lalu melesat cepat seperti anak panah ke arah Kang Tao Gwe.


"Trank"


"Trank"


"Trank"


Belati yang dihujam oleh Shui Niao dengan mudah ditangkis oleh Kang Tao Gwe. Dengan cepat Kang Tao Gwe bisa membaca gerakan demi gerakan yang dikeluarkan oleh Shui Niao. Bahkan tidak hanya itu, ia juga bergerak memberikan serangan balasan kepada Shui Niao, tanpa ragu Kang Tao Gwe memukul Shui Niao dengan cepat.


"Baaamm"


"Baaamm"


"Baaamm"


"Aaaahhh... Aaahh"


Dengan mudah Kang Tao Gwe memukul tubuh Shui Niao dan membuat tubuhnya langsung terhempas.


Kang Tao Gwe tersenyum dengan penuh semangat, ia sudah membayangkan tubuh mulus Shui Niao yang selama ini tidak tersentuh oleh lelaki. Sebagai putri penguasa kota Jianxi, ia dan adiknya selalu mendapatkan perhatian khusus. Kang Tao Gwe merasa memiliki kebanggaan jika bisa menikmati tubuh Shui Niao, baginya Shui Niao adalah gadis yang selama ini ia impikan.


Sementara itu Shui Niao berada dalam situasi sulit, setelah mendapatkan beberapa pukulan ia merasakan tubuhnya menjadi lemah. Ia memandang ke arah Kang Tao Gwe dengan penuh kebencian.

__ADS_1


"Sebaiknya kau tidak berbuat macam-macam, ayahku tidak akan melepaskan mu" ucap Shui Niao dengan putus asa.


"Ha ha ha bagaimana bisa aku begitu bodoh dengan meninggalkan jejak dan membiarkan mu tetap hidup" ucap Kang Tao Gwe sambil tertawa.


Mendengar ucapan dari Kang Tao Gwe, wajah Shui Niao tampak buruk. Dalam hatinya ia sangat mengutuk aksi Kang Tao Gwe, seumur hidupnya baru kali ini ia merasakan hal seperti ini.


Namun dari jarak yang tidak terlalu jauh, Lei Tian yang sebelumnya terusik kini menjadi jelas melihat pemandangan yang tersaji di dekatnya.


Melihat Shui Niao yang sudah tidak berdaya, Kang Tao Gwe melangkah mendekat dan tersenyum aneh saat menatap tubuh Shui Niao.


"Menjauh lah" ucap Shui Niao dengan ketakutan.


Kang Tao Gwe yang sudah dirasuki oleh hawa nafsu, tidak menggubris permintaan dari Shui Niao yang masih satu perguruan tersebut. Semakin melihat Shui Niao ketakutan maka semakin bersemangat Kang Tao Gwe dibuatnya.


"Woosh"


Tiba-tiba tubuh Lei Tian sudah berada di diantara keduanya, lalu ia tersenyum dan berkata dengan tenang.


"Kamu tidak usah khawatir, aku akan melindungi mu"


Mendengar ucapan dari seseorang yang tidak asing dalam ingatannya, hati Shui Niao menjadi terharu.


Sambil mencoba bangkit, Shui Niao dapat melihat jika orang yang berada di depannya adalah murid Sekte Belati Merah dari pakaian yang ia kenakan.


"Aku akan baik-baik saja, percayalah" ujar Lei Tian sambil mengangkat tangan kanannya ke udara.


"Hai, siapa kau berani-beraninya mengganggu kesenangan ku" ucap Kang Tao Gwe dengan lantang.


"Apakah kau bagian dari murid inti?" tanya Lei Tian dengan serius.


"Jika kau sudah mengetahuinya maka menyingkir lah dari gadisku" ucap Kang Tao Gwe dengan arogan.


"Aku akan pergi jika wanita yang di belakang ku mengakuinya" ujar Lei Tian dengan santai.


"Nona, benarkah kalian berdua memiliki hubungan khusus? Jika betul maka aku tidak akan terlibat dalam urusan kalian" ucap Lei Tian tanpa memandang ke arah Shui Niao.

__ADS_1


"Tidak.. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan dirinya, justru ia yang lancang telah menggangguku dan berniat tidak baik" ucap Shui Niao dengan nada serius.


"Apakah telingamu masih berfungsi dengan baik?" ucap Lei Tian dengan nada provokasi.


"Apakah kau ingin mati?" ucap Kang Tao Gwe dengan marah.


"Seharusnya kau sebagai murid inti dapat menjadi contoh dan melindungi murid lainnya, bukan malah menindasnya" ujar Lei Tian dengan santai.


Shui Niao sedikit tertegun dengan perkataan Lei Tian barusan, ia tidak mengerti dari mana munculnya rasa percaya diri pemuda di depannya tersebut.


"Lihatlah aku akan melumpuhkan mu" ucap Kang Tao Gwe dengan tatapan tajam.


Kedua tangannya tiba-tiba dialiri Qi yang sangat besar, hal ini jelas menandakan jika Kang Tao Gwe ingin menghabisi Lei Tian dengan sekali serang.


"Woosh"


Tubuh Kang Tao Gwe bergerak dengan sangat cepat memukul tubuh Lei Tian dalam satu pukulan. Kekesalannya sudah tidak tertahankan saat kesenangannya di ganggu oleh seorang pemuda asing yang juga berasal dari Sekte yang sama.


"Tinju Api"


Sebagai pendekar Bumi Tingkat Akhir, Kang Tao Gwe merasa mampu melumpuhkan tubuh Lei Tian dengan mudah.


"Baaamm"


Sebuah pukulan yang sangat kuat menghancurkan tubuh Lei Tian begitu saja.


"Awas..."


Shui Niao yang menyaksikan hal ini tiba-tiba berteriak histeris dan terlihat bodoh.


"Apakah hanya itu kekuatan yang dimiliki oleh seorang murid inti?" ejek Lei Tian yang muncul dengan beberapa tubuh baru.


Dengan kenaikan tingkat kultivasi Lei Tian, kemampuannya dalam memahami jurus juga meningkat dengan pesat. Jika sebelumnya ia hanya mampu membuat tiga tubuh ilusi, kini ia bisa membuat tujuh tubuh ilusi.


Namun baik Shui Niao maupun Kang Tao Gwe terkejut menyaksikan jika yang baru saja hancur ternyata adalah hanya bayangan semu. Shui Niao baru mengingatnya jika jurus yang baru saja ia saksikan adalah jurus yang sama yang telah membuat dirinya kalah.

__ADS_1


"Kurang ajar, rupanya kau mengelabui ku" teriak Kang Tao Gwe.


Detik berikutnya Kang Tao Gwe dengan ganas mengeluarkan tinju apinya ke arah tubuh Lei Tian yang ada tujuh. Namun tindakan yang dilakukan oleh Kang Tao Gwe hanya sia-sia saja, tak satupun pukulan yang ia keluarkan mengenai tubuh Lei Tian.


__ADS_2