Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Tantangan Konyol


__ADS_3

Sosok Lei Tian sebagai pendatang baru membuat suasana semakin riuh, meskipun ia merupakan peserta terlemah dengan tingkat kultivasi Pendekar Praja Tingkat Akhir tetapi tidak ada yang meragukan kemampuannya.


Pemandangan Tao Ming yang dibuat tidak berdaya masih terekam dengan rapi di memori mereka. Diantara para penonton, Tao Ming juga hadir dengan ditemani beberapa orang rekan setianya.


Dalam hal ini Tao Ming ingin membuktikan analisanya jika sosok Lei Tian bukanlah sosok murid yang sesederhana yang orang lihat, Lei Tian menurut pemahamannya adalah naga tersembunyi yang tidak mau diusik.


"Lei Tian berjuanglah" teriak Yun Zixin dari tengah penonton dengan keras.


Sementara itu di atas panggung pertandingan, seorang Diaken yang bertugas memimpin dan mengawasi jalannya pertandingan kini sudah berdiri sendiri. Sementara para peserta sudah kembali ke tempat duduk masing-masing yang sudah disiapkan di dekat panggung.


"Baiklah pertandingan akan dimulai, dari sepuluh orang peserta siapa yang mau maju terlebih dahulu untuk memberikan tantangan" ucap Diaken tersebut dengan lantang.


Seluruh penonton seperti terbakar semangatnya saat ucapan Diaken tersebut terlontar, dengan suara penuh semangat mereka mulai meneriakkan jagoannya masing-masing.


Di kursi peserta semua peserta terlihat berwajah tegang, mereka khawatir dan sama-sama menghindari jika yang menantang mereka adalah murid dari urutan tiga besar.


"Woosh"


Detik berikutnya tubuh Lei Tian sudah berada di dekat Diaken yang akan memimpin jalannya pertandingan.


"Saudara Lei Tian, siapa yang akan kau tantang pada kesempatan pertama ini?" ucap Diaken tersebut begitu bersemangat.


Lei Tian terdiam sebentar lalu memandang ke arah tempat duduk yang berisi sembilan orang peserta.


Sementara orang-orang yang berada di kursi peserta begitu bersemangat saat Lei Tian yang maju. Dalam pikiran mereka, Lei Tian adalah target yang harus dihancurkan dan mereka tidak peduli tentang pencapaian urutan gelar yang akan diperoleh setelahnya.


Di atas panggung, Lei Tian menaikkan tangan kanannya lalu tanpa ragu menunjuk ke arah kursi nomor urut sembilan, delapan, hingga kursi nomor urut tiga.


"Cari mati" ucap beberapa orang penonton yang seketika hening.


Mereka tidak menyangka jika Lei Tian akan melakukan tindakan bunuh diri dengan menantang tujuh peserta sekaligus. Mereka adalah peserta yang terbaik di tahun sebelumnya dan memiliki peringkat teratas.


"Shan Yuze, apakah Lei Tian masih waras?" tanya Yun Zixin dengan ekspresi buruk.

__ADS_1


"Entahlah sepertinya nasihat kita sebelumnya hanya dianggap angin lalu olehnya" jawab Shan Yuze dengan tidak berdaya.


Diaken yang memimpin pertandingan juga tidak kalah terkejutnya, lalu ia berkata.


"Apakah kau yakin dengan pilihanmu?" tanya Diaken tersebut untuk memastikan.


"Ya, tentu saja. Mereka adalah para pemeras, sehingga menurutku mereka tidak layak duduk sebagai peserta" ucap Lei Tian dengan tegas.


Segera setelah ia selesai mengatakan hal itu, tujuh orang yang merupakan teman satu kelompok itu segera berdiri mengelilingi Lei Tian.


Aura penindasan dan wajah beringas mereka tunjukkan saat memandang Lei Tian.


"Kamu hanya cari mati telah berani memprovokasi kami" ucap Wu Ching yang menjadi pemimpin diantara mereka.


"Mati atau tidaknya kita hanya perlu buktikan dengan cara bertarung" ujar Lei Tian dengan santai.


"Tidak hanya bodoh, tapi kau juga lebih dungu dari yang aku pikirkan" ucap Li Chin yang kini gantian bersuara.


"Owh.. Aku kira lelaki bermuka dua seperti kamu seharusnya sudah dihabisi sejak lama" ucap Lei Tian kemudian.


"Bagaimana mungkin Song Gui bertaruh atas anak ini? Bodoh" gumam Penatua Fan Guo sambil memikirkan taruhan yang sudah mereka sepakati sebelumnya.


"Baiklah jika demikian, aku harap pertandingan ini tetap bisa berjalan dengan adil" ucap Diaken tersebut menandakan pertandingan sudah bisa dimulai.


Lei Tian memandang ke tujuh orang dengan tatapan mencibir, dengan kekuatannya saat ini yang sudah berada di ranah Pendekar Kaisar menghadapi mereka yang berada di tahap Pendekar Raja seperti menindas seekor semut.


Disaat ketujuh orang itu tengah bersiap, Lei Tian sudah mendahului mereka dengan gerakan cepatnya. Lei Tian sedikit menjinjitkan kakinya, lalu tubuhnya sedikit miring sebelum melesat seperti anak panah ke arah Li Chin dan kawan-kawannya.


Lei Tian yang bergerak dengan sangat cepat dan brutal, tidak dapat diantisipasi dengan baik oleh kelompok Li Chin.


"Baaamm"


"Baaamm"

__ADS_1


"Baaamm "


Tanpa diduga dengan kekuatan fisiknya ia memperlakukan beberapa lawannya tersebut seperti samsak tinju.


Sementara Wu Ching yang kini berada di paling belakang segera mengalirkan energi Qi nya ke arah punggung Lei Tian.


Para penonton yang menyaksikan hal tersebut merasa khawatir, pukulan keras Wu Ching tidak akan sempat dihindari oleh Lei Tian dan pastinya akan membuat Lei Tian terluka parah.


Merasakan kekuatan yang luar biasa di belakangnya, Lei Tian segera memutar badannya dan mengepalkan tinjunya ke depan dada Wu Ching untuk beradu pukulan.


"Baaamm"


"Kraak"


Terdengar suara tulang patah akibat beradunya dua kekuatan. Namun hal yang mengejutkan terjadi, bukannya Lei Tian yang terluka tetapi malah Wu Ching yang kini sedang memegangi tangan kanannya yang patah.


Terlihat jelas tulang lengannya yang menonjol keluar dari kulitnya serta ceceran darah yang mulai menetes dari tangannya.


Para penonton menjadi tercengang, bahkan Shui Qing dan Shui Niao juga tidak kalah terkejutnya melihat pemandangan di depan mereka.


"Anak itu memiliki kekuatan fisik yang bagus" ujar Shui Niao yang membuka mulutnya.


"Kau benar, sebaiknya aku akan memberi pelajaran dengan teknik serangan cepat menggunakan belati" ujar Shui Qing yang sejak awal sudah curiga dengan kekuatan Lei Tian.


Di atas panggung pertandingan, wajah Wu Ching terlihat jelek saat melihat lengan tangannya patah dengan mengerikan, bahkan jari jemarinya tidak bisa digerakkan akibat bergesernya beberapa ruas.


"Aku akan memberikan kompensasi kepadamu jika kau melepaskan kami semua?" ucap Wu Ching dengan ekspresi ketakutan.


Pada saat ini ia baru mengerti apa yang dirasakan oleh Tao Ming sebelumnya. Ia benar-benar diliputi kecemasan dan keputusasaan.


Wu Ching jelas menyadari jika di dunia kultivator ketika seorang yang lebih rendah dari orang lain maka ia harus mengalah, menyombongkan diri hanya patut dilakukan oleh orang yang lebih kuat saja.


Lei Tian tersenyum mencibir lalu berkata.

__ADS_1


"Apakah kalian selama ini tidak menyadari jika tindakan kalian sudah merampas hak orang banyak? Lalu kompensasi apa yang setimpal dengan kesalahan kalian?" ucap Lei Tian dengan tegas.


Di bawah panggung pertandingan, para murid luar yang menyaksikan kini tersenyum puas saat melihat tubuh Wu Ching dan yang lainnya terluka. Segala bentuk kekesalan dan ketidakberdayaan mereka selama ini seolah tergantikan dengan tindakan Lei Tian barusan.


__ADS_2