
"Owh, bukankah lebih baik orang bisa melihat kekuatan aslimu?" tanya Shan Yuze lagi.
"Aku hanya ingin bertemu dan berteman dengan orang-orang seperti kalian. Terkadang kekuatan besar juga tidak menjamin diri kita akan dihormati oleh orang lain, yang ada mereka akan berlomba-lomba untuk menguji kekuatan kita dan mereka akan mudah mengklasifikasikan diri kita" jawab Lei Tian.
"Tunggu lah sebentar, aku akan mengambil sesuatu terlebih dahulu " ucap Lei Tian di tengah percakapan mereka.
Lei Tian memasuki kamar pribadinya, sebelum pergi ia sudah memikirkan tentang kawan-kawannya. Lei Tian memeriksa cincin penyimpanan pemberian dari Penatua Mu Chen sebagai kompensasi, setelah mengerahkan tenaga Qi tingkat dewa Lei Tian berhasil menghancurkan segel pelindung cincin penyimpanan kelas menengah tersebut.
Untuk cincin kelas menengah berbeda dengan kelas bawah yang digunakan oleh Lei Tian saat ini. Cincin penyimpanan kelas menengah harus menggunakan darah untuk mengidentifikasi pemiliknya dan sekaligus sebagai segel keamanan, sehingga tidak sembarang orang bisa memakainya.
Untuk segel darah cincin penyimpanan harus dihancurkan oleh tenaga Qi tingkat Dewa, setelah itu Lei Tian meneteskan darahnya sebagai pemilik cincin yang baru.
Lei Tian cukup kaget melihat barang-barang penyimpanan Penatua Mu Chen, sebagai pemimpin Paviliun murid dalam ia memiliki simpanan batu roh yang sangat banyak.
Lei Tian kemudian memindahkan seluruh harta pribadinya yang ia dapatkan sebagai warisan Klan Lei, dimensi penyimpanan cincin kelas menengah tiga kali lipat dari cincin penyimpanannya yang lama. Ia berencana akan memberikan dua cincin penyimpanan kepada dua orang sahabatnya.
Lei Tian kemudian mengatur dengan baik isinya, dengan banyaknya sumberdaya ia berharap Yun Zixin dan Shan Yuze akan cukup berkembang di masa depan.
Setelah beberapa saat Lei Tian kemudian keluar dari dalam kamarnya, Lei Tian kemudian mengeluarkan cincin penyimpanannya yang ia dapatkan dari Kang Tao Gwe kepada Shan Yuze. Sedangkan cincin pribadi yang sebelumnya ia pakai ia berikan kepada Yun Zixin.
"Kuharap kalian di masa depan akan berkembang menjadi lebih baik, tidak bermalas-malasan dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh guruku" ucap Lei Tian.
Shan Yuze dan Yun Zixin sangat senang mendapatkan cincin penyimpanan, sebagai kultivator dari masyarakat biasa mereka tentu hanya bermimpi memiliki benda tersebut.
"Terimakasih, kami tidak akan mengecewakanmu" ucap Yun Zixin dan Shan Yuze bersamaan.
"Aku percaya kepada kalian seperti kalian mempercayai ku selama ini" balas Lei Tian dengan hangat.
"Ngomong-ngomong kapan rencananya kamu akan berangkat ke Ibukota?" tanya Yun Zixin.
__ADS_1
"Besok pagi-pagi sekali aku akan turun gunung" jawab Lei Tian.
"Ha ha ha.. Namamu layak diukir di prasasti Sekte, aku bangga memiliki teman sepertimu. Kurang dari tiga tahun kau berada di Sekte namun pencapaian mu sudah setara dengan seorang Penatua" ucap Yun Zixin dengan mata berbinar.
"Ya itu benar, kami bangga menjadi bagian dari perjalanan mu" balas Shan Yuze.
"Kita semua adalah sahabat, saling melengkapi dan saling menguatkan. Kelak kita pasti akan bertemu lagi dalam suasana yang lebih baik" ucap Lei Tian dengan nada menghibur.
Lei Tian bersama dua orang sahabatnya berbincang-bincang hingga hari mulai gelap, setelah itu ia menuju kediaman pribadi Patriark Sekte Belati Merah.
"Salam Patriark, salam guru" sapa Lei Tian saat dirinya tiba di kediaman Ketua Sekte.
"Apakah kau akan segera berangkat?" tanya Patriark Sekte.
"Betul Patriark" jawab Lei Tian dengan jujur.
"Hmmph.. Masa depan mu terlalu luar biasa, Sekte Belati Merah takkan cukup untuk menampung mu. Namun di manapun kau berada kami selalu mendukungmu" ucap Patriark Fang Yuan.
"Sepertinya teknik yang kau gunakan dalam menyembunyikan kekuatan sangat sempurna, bahkan aku yang berada di ranah Dewa Abadi saja tidak dapat mengukur kekuatan mu" ucap Patriark Fang Yuan yang kembali memuji kemampuan Lei Tian.
Lei Tian hanya mengangguk pelan, teknik yang ia dapatkan berasal dari kitab pemberian paman Gong Dun yang bekerja sebagai pengawal pribadi ayahnya.
"Melihat tingkat dan teknik yang kau miliki, aku tidak akan menambahkan apa-apa lagi. Aku yakin dengan kemampuan mu beradaptasi, maka kau akan mudah memahami dan mengembangkan teknik sendiri yang lebih baik dari aslinya" ucap Patriark Fang Yuan.
Lei Tian tertegun, ia tidak mengira jika Patriark Sekte dapat menebak keahliannya. Meski semua berhubungan dengan rahasia Naga Petir, ia tetap bersyukur dengan segala pencapaian yang ia raih saat ini.
"Setiap orang memiliki rahasia, aku pun tidak akan memperbesar hal yang tidak perlu" ucap Patriark Fang Yuan sambil mengeluarkan sebuah belati merah.
"Hanya benda sederhana ini yang aku bisa berikan kepadamu, anggaplah benda ini sebagai hubungan batin antara dirimu dengan Sekte Belati Merah" ucap Patriark Fang Yuan.
__ADS_1
Penatua Song Gui hanya bisa menelan ludah, belati yang diterima oleh Lei Tian saat ini adalah belati yang melambangkan pemimpin Sekte. Bisa dikatakan jika Lei Tian adalah calon ketua Sekte Belati Merah di masa yang akan datang.
"Dasar rubah tua" gumam Penatua Song Gui di dalam hatinya.
Sebagai adik perguruan dari Patriark Fang Yuan, ia jelas memahami permainan Fang Yuan. Namun untuk kali ini ia setuju dengan jebakan yang dipasang oleh Patriark Fang Yuan, sejauh apapun Lei Tian melangkah kelak ia akan kembali ke Sekte Belati Merah sebagai nakhoda di masa yang akan datang.
Penatua Song Gui juga yakin jika pilihan Patriark tidak akan keliru, apalagi ia mengenal Lei Tian sebagai orang yang baik dan berkarakter.
"Terimakasih Patriark" ucap Lei Tian dengan penuh rasa hormat.
Lei Tian benar-benar tidak mengetahui tentang simbol khusus Ketua Sekte yang kini sudah ia terima.
"Di masa depan saya tidak akan melupakan Sekte, dan saya pun akan mengharumkan nama Sekte Belati Merah di Kekaisaran Qin" jawab Lei Tian sambil memasukkan belati ke dalam cincin penyimpanannya.
Belati merah yang kini dimiliki oleh Lei Tian bukan belati biasa, sebagai simbol pemimpin Sekte benda tersebut termasuk pusaka kelas tinggi. Senjata seperti itu sangat langka, hanya dimiliki oleh Patriark Sekte saja sebagai warisan turun temurun.
"Aku percaya padamu, kau tetaplah berada di jalan yang lurus" ucap Penatua Song Gui yang merupakan guru pribadi dari Lei Tian.
"Terimakasih guru, murid tidak akan melupakan segala pengorbanan dan kebaikan guru" ucap Lei Tian sambil berlutut.
"Bangun lah, walau bagaimanapun suatu saat kita akan bertemu seperti ini dan saling melengkapi" ucap Penatua Song Gui sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin penyimpanannya.
"Ambillah buat bekal perjalanan mu" ucap Penatua Song Gui kemudian.
"Hah.. " Raut keterkejutan terlihat di wajah Lei Tian.
Buah apel hitam yang diberikan oleh gurunya saat ini sangat banyak, cukup untuk Lei Tian berlatih dan menambah staminanya hingga waktu yang lama.
"Jika demikian, murid ini mohon izin pamit" ucap Lei Tian mengucapkan kata perpisahan.
__ADS_1
"Selamat jalan dan berhati-hatilah" ucap Patriark Fang Yuan dan juga Penatua Song Gui.
"Terimakasih guru, terimakasih Patriark" pungkas Lei Tian sambil memutar tubuhnya untuk berlalu pergi.