
Hanya saja menurut Lei Tian, kedua sahabatnya tersebut belum mendapatkan perhatian secara khusus. Selama ini bakat keduanya tertutup oleh ratusan murid saat mereka berada di Paviliun murid luar, hal lainnya tentu karena sumberdaya yang selama ini mereka dapatkan direbut oleh kelompok tertentu.
"Baik guru, aku bersedia untuk mengikuti guru" ucap Lei Tian dengan wajah senang.
Meskipun ia tidak tahu pelatihan apa yang ia dapatkan namun ia yakin jika gurunya akan memberikan jurus dan teknik terbaik untuk dirinya.
"Baguslah jika begitu, mari ikuti aku" ucap Penatua Song.
Dengan patuh Lei Tian mengikuti gurunya menuju kediaman pribadinya yang berada tidak jauh dari paviliun murid dalam.
Ketika tiba di lantai bawah, tampak Yun Zixin dan Shan Yuze sedang berbicara serius tentang kejadian yang baru saja terjadi di panggung pertandingan. Yun Zixin sangat terkejut dengan penuturan yang baru saja ia dengar dari Shan Yuze, menurutnya perkembangan Lei Tian benar-benar sangat misterius.
Tidak berapa lama Lei Tian tiba di kediaman Penatua Song, rumah kediaman yang cukup besar namun terlihat sangat sepi. Energi alam di tempat ini juga sangat pekat sesuai dengan fasilitas seorang Penatua.
“Mari kita masuk” ucap Penatua Song kepada Lei Tian yang tampak sedang merasakan ketakjuban.
Di dalam kediaman Penatua Song, Lei Tian tampak terdiam dan tidak banyak bertanya. Ia diminta untuk menunggu di sebuah ruang dimana Penatua Song biasa menerima tamu.
"Tunggu sebentar" ucap Penatua Song sambil berlalu.
Lei Tian sedikit bingung dengan sikap gurunya tersebut, ia diperlakukan seperti tamu pada umumnya.
"Apa yang akan guru ajarkan?" gumam Lei Tian dengan heran.
Tidak lama berselang Penatua Song datang dengan membawa beberapa buah apel hitam yang sebelumnya pernah Lei Tian nikmati.
"Ambillah untuk bekalmu selama berlatih" ucap Penatua Song.
__ADS_1
"Terimakasih guru" jawab Lei Tian sambil memasukkan buah apel hitam tersebut ke dalam cincin penyimpanannya.
Ada sepuluh buah apel hitam yang disiapkan oleh gurunya untuk kepentingan latihan Lei Tian di waktu berikutnya.
"Mulai hari ini kau akan ku ajak ke suatu tempat dimana aku pernah berlatih untuk meningkatkan kekuatan tubuh. Meskipun kau memiliki tulang dan aliran meridian yang bagus, namun kau harus tetap menstabilkan hal itu semua dengan menyerap Qi lebih lama agar sirkulasi Qi dan struktur tubuhmu menjadi stabil dan tampak lebih tenang" ujar Penatua Song dengan serius.
"Baik guru" jawab Lei Tian patuh.
"Mari ikuti aku" ucap Penatua Song kemudian sambil melangkah ke arah belakang kediamannya.
Penatua Song lalu melompat ke arah rimbunnya pepohonan, sebagai seorang pendekar di tingkat dewa ia melompat diantara pohon satu ke pohon lainnya dengan begitu lincah dan gesit. Lei Tian yang mengikuti di belakangnya berusaha menjaga jarak ideal agar tidak tertinggal jauh.
Sangat jelas perbedaan kekuatan diantara keduanya, sebagai seorang murid Lei Tian sedikit kewalahan saat mengikuti kecepatan dan kelincahan gerakan gurunya tersebut.
"Akhirnya kita tiba" ucap Penatua Song Gui.
"Selanjutnya kamu akan berkultivasi di tempat ini" ujar Penatua Song Gui dengan santai.
Sambil menunjuk jari telunjuknya penatua Song mengarahkan Lei Tian kepada sebuah batu yang terletak cukup tersembunyi dan berada diantara tengah-tengah air terjun yang sangat deras tersebut.
"Baik guru" jawab Lei Tian dengan patuh.
"Kamu setidaknya harus berkultivasi di tempat ini selama kurang lebih dua tahun. Setiap dua minggu sekali aku akan mengunjungimu dan membawakan beberapa kebutuhan untuk menunjang kultivasi mu agar bisa berjalan optimal" ucap Penatua Song Gui dengan serius.
Mendengar ucapan gurunya, Lei Tian sedikit tertegun. Berkultivasi selama itu tentu sangat melelahkan dan membosankan, apalagi ia akan kebanyakan kesempatan untuk bermain bersama dua temannya.
"Ba.. Baik guru" jawab Lei Tian dengan sedikit terpaksa.
__ADS_1
"Jalani dengan baik, semua itu demi kebaikan mu. Penempaan tubuh yang akan kau lakukan tentunya akan sangat bermanfaat bagi tubuhmu. Dengan kelebihan yang kau miliki saat ini, harus ditopang juga dengan pondasi yang kuat agar di masa depan tidak akan menjadi masalah bagimu.
Di tempat ini juga, kuharap kamu akan menemukan potensi dirimu dengan sebaiknya, setidaknya kau lebih bisa mengendalikan karekteristik yang berada di dalam tubuhmu" ucap gurunya dengan serius.
"Aku berjanji tidak akan mengecewakan guru" ucap Lei Tian.
"Dua tahun lagi akan diselenggarakan acara pertandingan antar Sekte, mungkin aku akan merasa malu kepada diriku sendiri yang harus mengandalkan mu" ucap Penatua Song.
"Aku mengerti guru" jawab Long Guan dengan hormat.
Setelah mengatakan hal tersebut, Lei Tian lalu melompat dengan cepat menuju ke arah batu yang ditunjuk oleh gurunya.
"Segar sekali" gumam Lei Tian dalam hati.
Dengan tulang Naga yang ia miliki kini, ia tidak merasakan kesakitan atau dingin yang berlebih saat dirinya mulai duduk sila di antara celah air terjun tersebut. Dengan mengandalkan teknik pernapasan Naga Petir ia mulai larut dalam suasana yang penuh senyuman. Ia yakin dengan metode seperti ini ia tidak akan kekurangan energi Qi.
"Ingat, berlatihlah dengan serius dan bangkitkan kekuatan internal yang kamu miliki" ucap Penatua Song Gui bersamaan dengan menghilangnya dirinya.
Lei Tian kini memulai kultivasinya diantara derasnya air terjun, jarak tubuhnya dengan air terjun hanya beberapa inchi. Tempat ini sangat tersembunyi dan tidak akan mudah ditemukan begitu saja, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Lei Tian juga menggunakan teknik menghilangkan hawa keberadaan yang ia dapatkan dari Gong Dun sebelumnya.
"Anak itu benar-benar cerdik" gumam Penatua Song yang menyadari teknik Lei Tian dalam menghilangkan hawa keberadaan.
Untuk beberapa saat ia masih memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan muridnya tersebut. Penatua Song Gui sendiri ingin merahasiakan keberadaan Lei Tian, ia tidak mau banyak orang yang semakin tahu dengan bakat Lei Tian.
Menurutnya bakar Lei Tian masih harus terus diasah, selain faktor usianya yang masih remaja Lei Tian juga masih belum memiliki basis kestabilan emosional. Salah satu maksud dari kultivasi panjang yang kini tengah dilakukan oleh Lei Tian adalah untuk menciptakan keseimbangan emosi.
Dengan demikian Lei Tian diharapkan dapat mengontrol emosi dan juga dapat menjaga ketenangan dirinya. Hal seperti ini sangat penting saat seorang kultivator mengalami pertandingan hidup dan mati. Berapa banyak pendekar yang semula diunggulkan namun harus menelan kekalahan akibat terlalu menganggap remeh lawannya.
__ADS_1
Selain itu dengan panjangnya masa latihan Li Yuan, dimaksudkan untuk lebih memahami konsep penyatuan dirinya dengan alam. Energi yang dia serap dari alam akan secara otomatis menjadi bagian dirinya sebagai pembudidaya energi Qi.