Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Bertindak Nekad


__ADS_3

"Kamu tidak usah khawatir, berlindung lah di tempat yang aman"


Suara Lei Tian terdengar jelas sambil menatap ke arah Zhao Yusi, namun ada kehangatan yang dirasakan oleh Zhao Yusi.


Walau bagaimanapun Lei Tian tidak mau ada pihak yang terluka, pertarungannya kali ini pastinya akan berbeda dengan yang sebelumnya. Oleh karena itu akan berjuang dengan semampunya tanpa harus ada yang menjadi korban.


Mendengar perkataan dari Lei Tian, Zhao Yusi menghentikan langkah kakinya sambil menatap Lei Tian dengan lekat.


"Berhati-hatilah" ucap Zhao Yusi yang dengan cepat memahami perubahan situasi.


"Nona, kamu tenang saja aku akan membunuhnya dengan perlahan" ujar Patriark Chi Luk Bha dengan nada penuh penghinaan.


Patriark Chi Luk Bha menilai Lei Tian memang jenius yang patut diperhatikan, namun ia masih muda dan terlalu dini tampil ke permukaan. Memusnahkan Lei Tian sebelum dirinya berkembang lebih jauh adalah pilihan yang bijak saat ini.


Di sisi lain, tampak kecemburuan menyelimuti Liu Shuai. Sebagai seorang wanita ia tentu dapat merasakan adanya ikatan antara Zhao Yusi dengan Lei Tian. Meskipun pada saat ini ia bukanlah siapa-siapa namun rasa memiliki dari hubungan pertunangan di masa lalu kini menghinggapi perasaan Liu Shuai.


Lei Tian mengangkat pedang panjangnya, dengan penuh tekad dan semangat yang membara ia menyuntikkan energi Qi ke dalam pedang spiritual miliknya.


"Ngguunng"


Seberkas cahaya samar keluar dari pedang tersebut, membuat Patriark Chi Luk Bha sedikit terkejut.


Lei Tian menghirup napas dalam-dalam, tatapannya penuh kebencian saat melihat ke arah Patriark Chi Luk Bha. Energi tubuhnya telah mencapai titik maksimal, ia segera bergerak seperti petir dan menyerang Patriark Chi Luk Bha.


"Dhhuuaarr"


Benturan pedang dengan energi tak kasat mata menciptakan gelombang serangan balik yang mendistorsi udara sekitar. Beberapa orang Penatua segera membentuk lapisan energi pelindung untuk menahan gelombang energi tersebut yang seperti riak besar.


Tanpa Lei Tian sadari, Patriark Chi Luk Bha telah membuat lapisan pelindung yang begitu tebal untuk menghalau serangannya.


"Hanya itu sajakah serangan terbaikmu?" ucap Patriark Chi Luk Bha dengan senyum penuh kemenangan.


Lei Tian sedikit cemas, satu tekniknya telah gagal menembus pertahanan lawan, meski bisa dianggap wajar karena adanya perbedaan tingkat kekuatan namun Lei Tian tampak tidak puas.

__ADS_1


"Teknik Tebasan Kematian"


Seru Lei Tian sambil kembali memanfaatkan jeda waktu terbaiknya, suara desiran angin membelah udara dengan ganas. Pedang spiritual yang di tangan Lei Tian bergerak membentuk beberapa bilah cahaya yang cukup terang, membuat ribuan pasang mata melihatnya penuh dengan kekaguman.


"Bukankah itu teknik berpedang Klan Lei?" gumam banyak orang yang mengenal teknik familiar tersebut.


Namun yang mereka tidak mengerti adalah teknik yang biasa menjadi luar biasa saat digunakan oleh Lei Tian, bahkan kebanyakan orang-orang Sekte Pedang Emas menjadi terkesiap dengan teknik berpedang tingkat tinggi tersebut.


Tidak ada ekspresi ketakutan di mata Patriark Chi Luk Bha saat menghadapi teknik yang dilancarkan oleh Lei Tian, sebagai seorang kultivator yang unggul dalam tingkat kekuatan Patriark Chi Luk Bha tentu dengan mudah menghalau energi pedang spiritual yang berada di tangan Lei Tian.


Patriark Chi Luk Bha mengeluarkan bilah pedang di udara untuk menghantam sekaligus melakukan serangkaian serangan balik kepada Lei Tian. Dengan kemampuan kultivasinya, tentu tidak sulit baginya untuk melawan Lei Tian yang jelas masih berada di bawahnya.


"Dhhuuaarr"


"Dhhuuaarr"


Energi pedang terus beradu di udara, meninggalkan suara ledakan yang sangat menakutkan.


Detik berikutnya dua kekuatan besar kembali beradu, namun tidak seperti sebelumnya kini tubuh Lei Tian terhempas beberapa meter sebelum menyemburkan seteguk darah segar.


"Tuan muda..." teriak Mu Xianji dengan wajah penuh kepanikan.


"Aku baik-baik saja" jawab Lei Tian sambil mengangkat satu tangannya ke udara.


Meski demikian akibat dari serangan balik tersebut, aura Qi di dalam tubuh Lei Tian menjadi berantakan, tekanan yang dikeluarkan oleh pendekar yang berada di dua tingkat di atasnya membuatnya merasa frustasi.


"Luar biasa.. Aku tidak menyangka kau bisa bertahan sampai sejauh ini" ucap Patriark Chi Luk Bha dengan penuh keterkejutan.


Patriark Chi Luk Bha sangat yakin jika Patriark Bho Chah saja akan mengalami kesulitan saat menghadapi tekniknya barusan. Namun ia tidak mengerti jika anak lelaki yang kini sedang bertarung dengannya memiliki kualifikasi lebih dari kata biasa.


Di sisi lain, Lei Tian yang segera tersadar karena kemampuan tulang Naganya ia kemudian memikirkan cara untuk mengalahkan orang tersebut. Tidak peduli dengan segala resikonya, Lei Tian hanya berpikir bagaimana caranya untuk menghabisi Patriark Chi Luk Bha pada saat ini dengan kemampuannya.


Pada saat yang genting ini Lei Tian teringat benda pemberian dari Patriark Liu saat di kediamannya, sebuah liontin pusaka yang berhubungan dengan Liontin Naga Petir yang berada di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Berharap ada keajaiban, ia mengeluarkan liontin air abadi dari dalam cincin penyimpanannya.


"Jika benda ini adalah benda spiritual, maka tentunya akan memiliki efek yang sama dengan Liontin Naga Petir yang berada di dalam tubuhku" pikir Lei Tian dengan sederhana.


Detik berikutnya ia melakukan hal gila, bukan menyerapnya tetapi ia malah menelan Liontin yang seukuran ujung kelingking tersebut tanpa keraguan.


Patriark Chi Luk Bha yang memperhatikan tindakan Lei Tian hanya memicingkan matanya, pada saat ini ia hanya mengira Lei Tian sedang menggunakan pil terlarang yang dapat meningkatkan kekuatannya secara signifikan.


"Ha ha ha.. Rupanya kau sudah putus asa" ucap Patriark Chi Luk Bha sambil tertawa puas.


Dalam waktu singkat pandangan Lei Tian menjadi berbayang, pengaruh liontin air abadi yang ia telan ke dalam tubuhnya mulai memberikan reaksi. Di dalam tubuhnya sendiri, liontin tersebut seperti berjodoh dengan Naga Petir yang sudah berada di lautan kesadarannya.


Liontin Air Abadi yang masuk ke dalam tubuhnya berubah menjadi energi yang sangat dahsyat dan dengan ganas menyembur ke seluruh tubuh Lei Tian.


"Aarrgghh"


Tiba-tiba Lei Tian berteriak kencang, ekspresi wajahnya terlihat sedang menahan kesakitan. Pada saat ini ia merasakan energi yang sangat besar masuk ke dalam tubuhnya, lonjakan Qi tersebut telah membuat jaringan meridiannya yang tampak membesar dan bekerja dengan ekstra memompa semburan Qi.


Lei Tian dapat merasakan organ-organ tubuhnya seperti diremas dengan sangat kuat, beberapa otot-ototnya mulai keluar dan mengembang seperti selang udara.


Sambil merasakan sakit yang tidak terkira, bayangan Naga Petir di dalam lautan kesadarannya seolah bertransformasi dengan dirinya. Dorongan energi spiritual dari Liontin Air Abadi, membuat bayangan Naga Petir benar-benar seperti hidup.


Dengan memanfaatkan momentum ini, tubuh Lei Tian bergerak secepat kilat mengarah ke depan Patriark Chi Luk Bha. Tangannya mengepal membentuk tinju dan bersiap mengeluarkan tinju Petir Membelah Langit.


Menyaksikan kekuatan luar biasa Lei Tian, bola mata Patriark Chi Luk Bha menyusut. Dengan sigap ia berusaha menghindari pukulan dari pemuda tersebut.


Namun sebelum Chi Luk Bha bereaksi lebih jauh, bentuk tubuh Lei Tian yang lain telah muncul dengan Pedang Spiritual yang mengandung energi besar, tanpa bisa dihindari pedang tersebut menebas ke arah tubuh Chi Luk Bha.


"Zzreet"


Suara tebasan pedang yang diiringi ledakan energi yang sangat besar menghancurkan lengan kanan Chi Luk Bha hingga ke bagian punggung. Darah segar yang keluar dari luka luar tersebut menyebar dan mewarnai pakaian yang digunakan oleh Chi Luk Bha.


"Kurang ajar.. Kau menipuku" umpat Chi Luk Bha yang tak berdaya menghadapi teknik tubuh ilusi.

__ADS_1


__ADS_2