Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Pemberontakan Shio Mei (3)


__ADS_3

"Pelayan, cepat pergi tinggalkan tempat ini! Bawa Putri bersamamu" seru permaisuri yang sudah menyadari ada ketidakberesan.


"Lalu bagaimana dengan Permaisuri" ucap pelayan tersebut dengan ragu.


"Jangan mimpi kalian bisa lolos" ucap Chen Kun sambil menghunuskan pedang ke arah Putri Qin Qiang.


"Zleb"


Pedang yang semula diarahkan ke arah Putri Qin Qian tiba-tiba terhalang tubuh permaisuri Xue Meilin. Sebagai pewaris tahta Kekaisaran Qin, ia tidak mau terjadi sesuatu kepada putrinya.


"Pelayan, cepat lari lah sudah tidak ada waktu lagi! Bawa Putri Qian bersamamu dan jangan hiraukan aku" seru Permaisuri sambil memegang ujung pedang yang menancap di perutnya.


"Ibu..." teriak Putri Qin Qian dengan lirih.


"Lari lah, jangan sampai pengorbananku sia-sia" ucap Permaisuri yang terakhir kalinya.


Pada saat ini rasa serba salah hinggap di hati Xue Meilin, namun memikirkan pesan dari Kaisar dan juga Permaisuri, ia harus mengutamakan keselamatan Putri Qin Qian.


Melihat perubahan sikap Chen Kun yang ternyata telah berkhianat, Xue Meilin membalikkan badan lalu berlari dan meninggalkan Permaisuri yang berusaha dengan keras menyelamatkan mereka. Sebagai wanita yang memiliki kultivasi di tingkat Pendekar Langit, tentu Xue Meilin bisa bergerak dengan lincah meninggalkan tanah terlarang. Sambil menyertakan Putri Qin Qian, Xue Meilin segera menghilang ditelan kegelapan malam.


Tubuh Permaisuri yang tertusuk pedang demi menahan Chen Kun tidak lagi ia hiraukan, dengan kemampuan terbatasnya tersebut ia terus mempersempit gerakan Chen Kun dan memberikan ruang gerak kepada Xue Meilin untuk melarikan diri.


"Kurang ajar.. Awalnya aku masih ingin menikmati tubuhmu, tapi kau malah memilih mati seperti ini" keluh Chen Kun sambil menarik pedang dari perut Permaisuri.

__ADS_1


"Aarrgghh"


Teriak Permaisuri dengan tubuh mengejang, tajamnya pedang yang bersarang di perutnya begitu ngilu saat sayatannya tertinggal di bagian tubuhnya, rasa sakit itu masih tidak sebanding dengan pedihnya pengkhianatan yang dialaminya.


"Kelak kau akan menuai dari apa yang kau tabur kali ini" ucap Permaisuri dengan tatapan penuh dendam.


Dengan pedang yang berlumur darah, Chen Khun segera menyerang Permaisuri kembali. Ia tidak mau terlalu lama kehilangan jejak Putri Qin Qian yang merupakan sasaran utamanya.


"Pergilah ke Neraka"


Seru Chen Kun sambil menebaskan pedangnya ke arah Permaisuri.


Permaisuri yang tidak memiliki senjata untuk menangkis, hanya pasrah dengan tindakan Chen Kun yang menghakiminya dengan beberapa sabetan horizontal. Dengan tatapan penuh ketidakpercayaan akhirnya tubuh permaisuri roboh ke tanah, usaha terakhirnya untuk menyelamatkan putrinya harus ia tebus dengan nyawanya sendiri.


Namun hal yang tidak diketahui oleh Xue Meilin adalah jika Putri Qin Qian sudah terluka dalam akibat serangan senjata rahasia. Jarum perak yang menjadi senjata mematikan Sekte Teratai Ungu, kini berada di tubuh Putri Qin Qian.


Secara perlahan racun mulai menyebar ke dalam tubuhnya, di dalam gendongan Xue Meilin ia hanya bisa menahan sakit tanpa bisa menangis. Dalam waktu singkat efek racun tersebut segera menyerang kesadaran Qin Qian. Dengan perasaan rumit, Putri Qin Qian menahan kemarahannya, ia tidak percaya jika semuanya kini menjadi hening dan gelap tak berujung yang ia rasakan.


Setelah berhasil menyingkirkan permaisuri, Chen Kun secepat kilat bergerak menyusul ke arah larinya pelayan pribadi permaisuri tersebut. Sambil melenting kan tubuhnya, ia bergerak dari satu atap hingga ke atap rumah lainnya. Dengan gerakannya tersebut ia berharap dapat mengejar pelarian pelayan serta Putri Qin.


"Sial, siapa sebenarnya wanita tersebut? Seharusnya ia tidak mungkin bisa berlari jauh, apalagi sambil membawa Putri Qin yang terluka" gumam Chen Kun dengan penuh kekesalan.


"Sepertinya aku harus memanggil bantuan untuk membunuh wanita tersebut" gumam Chen Kun di dalam hatinya.

__ADS_1


Setelah gagal mengejar Xue Meilin, ia segera menghubungi orang-orang yang sebelumnya sudah ia persiapkan di sekitar pintu masuk Istana Kekaisaran. Meskipun ia bisa memastikan jika Putri Qin Qian akan tewas akibat serangan senjata rahasianya, namun bisa memastikannya secara langsung adalah hal yang sangat menyejukkan mata.


"Kalian cepatlah kejar pelayan Permaisuri, ia berlari ke arah Selatan membawa Putri Qin Qian, cepat habisi keduanya"


Chen Kun memerintahkan orang-orang yang berada di pihaknya untuk segera bergegas mengejar Putri Qin.


"Baik Tuan" jawab beberapa orang secara bersamaan.


Selanjutnya mereka bergerak dengan menyebar, dengan senjata pedang di pinggang masing-masing mereka bergerak dengan cepat menyisir beberapa lokasi yang diduga jadi tempat persembunyian.


Sementara itu, Chen Kun sudah bergabung dengan Jenderal Shio Mei yang datang dengan kelompok yang sudah diatur dengan rapi. Mereka adalah pendekar pilihan yang berkhianat dan memilih bergabung dengan Jenderal Shio Mei karena mendapatkan tawaran yang menggiurkan dari Jenderal wanita yang terkenal bengis tersebut.


Malam itu benar-benar menjadi malam yang kelam bagi Kaisar Qin Lau, setelah memastikan anak dan istrinya pergi ia berjuang sepenuh tenaga bertaruh nyawa. Meskipun ia bukanlah tandingan Jenderal Shio Mei, namun ia akan mempertaruhkan kehormatannya untuk yang terakhir, namun ketika ia melihat kedatangan Chen Kun yang bergabung dengan kelompok Shio Mei pandangannya menjadi terganggu.


"Kau... Kenapa kau berada di sini? Dimana anak dan istriku?"


Kaisar Qin Lau melihat Chen Kun dengan heran, tidak biasanya pengawal pribadinya tersebut tidak patuh terhadap perintah dari dirinya.


"Tentu saja mereka sudah berakhir" jawab Chen Kun dengan seringai dingin.


"Apa maksudmu?" tanya Kaisar Qin Lau penuh keterkejutan.


"Aku baru saja membunuh mereka" ucap Chen Kun sambil menunjukkan pedang yang masih berlumuran darah.

__ADS_1


Mendengar pernyataan dari Chen Kun tubuh Kaisar Qin Lau gemetar, seolah dunia sudah meninggalkannya ia memandang pengawal pribadinya tersebut penuh kebencian. Ia benar-benar tidak menduga jika orang-orang yang sudah ia percaya kini berkhianat, apalagi dengan dukungan Jenderal Shio Mei yang sudah memiliki pengaruh dan kekuasaan di bidang militer sulit untuk bisa ia hadapi.


__ADS_2