Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Liontin Air Abadi


__ADS_3

"Kamu memang benar-benar putra sahabatku, meskipun ia sudah tiada tetapi aku bisa melihat semangatnya pada dirimu" ucap Patriark Liu dengan hangat.


"Paman, aku ingin bertemu dengan sepupu Shuai" ucap Liu Shuwan.


"Sepupumu sudah kembali ke Sekte Pedang Emas sesaat ia tiba di rumah. Sepertinya ia sudah tidak sabar ingin kembali berlatih, paman sendiri sudah tidak bisa mencegah keinginannya untuk mengejar cita-citanya" ujar Patriark Liu dengan ekspresi tanpa daya.


"Sungguh sangat disayangkan ia melewati banyak hal" ucap Liu Shuwan.


"Maksudmu?" tanya Patriark Liu.


"Maksudnya untuk menemani Lei Tian berkeliling Kota Chengdu" jawab Liu Shuwan yang hampir keceplosan.


"Paman, aku penasaran dengan tulisan kuno yang terdapat di gerbang masuk, kata Naga Air itu sepertinya agak asing" ucap Lei Tian penasaran.


"Owh ternyata kemampuan sastra mu benar-benar mewarisi ayahmu. Sangat sulit mencari bakat seperti itu, tidak banyak yang mampu membaca aksara yang telah lama menjadi penghias kediaman keluarga Liu" ujar Patriark Liu.


"Sebenarnya istilah Naga Air itu mengacu kepada dua buah benda spiritual yang berada di Klan Lei dan Klan Liu" lanjut Patriark Liu sambil mengeluarkan sebuah Liontin berbentuk kristal sebening air seukuran ujung kelingking.


"Benda ini disebut sebagai Liontin Air Abadi, benda ini merupakan benda pusaka yang sama seperti Liontin Naga Petir yang dimiliki oleh Klan Lei. Kata Naga Air mengacu kepada dua benda pusaka tersebut yang memiliki rahasia yang tidak pernah terungkap. Adapun sejarah kami menjodohkan kamu dengan Shuai juga terkait rahasia kedua benda tersebut" ujar Patriark Liu sambil menyerahkan Liontin Air Abadi kepada Lei Tian.


"Jika ini benda pusaka mengapa diberikan kepadaku?" tanya Lei Tian dengan ekspresi heran.

__ADS_1


"Anggap saja sebagai hadiah persaudaraan kita, mulanya aku akan memberikan benda tersebut sebagai hadiah pernikahan kalian. Sebelumnya aku dan ayahmu pernah membahas masalah ini, kami tidak dapat menemukan rahasia yang terdapat di dalamnya. Namun keadaan berkata lain, meski begitu aku harus tetap memberikannya kepadamu. Aku harap di kemudian hari kamu akan menemukan rahasia yang terdapat di dalamnya" ungkap Patriark Liu dengan tulus.


"Terimakasih paman, aku tidak akan melupakan budi baik paman" ucap Lei Tian dengan sungguh-sungguh.


Lei Tian menatap ke arah Patriark Liu dengan penuh penghormatan, meski ia tidak pernah melihat wajah ayahnya namun Lei Tian dapat merasakan jika persahabatan diantara keduanya memang benar-benar luar biasa.


"Kenapa ayah dan anak berbeda sifatnya?" gumam Lei Tian di dalam hatinya sambil mengingat Liu Shuai.


Jika mengingat perangai Liu Shuai hari ini benar-benar membuat Lei Tian menggaruk kepala. Sebagai seorang wanita sifat dan kelakuannya kepada dirinya sangat buruk, sebuah hubungan yang seharusnya dapat terjalin dengan baik malah menjadi hancur berantakan.


"Sebaiknya kau tinggal di sini saja, mengingat keluarga Lei Jun sedang bersiap melakukan beberapa hal aku khawatir itu membuatmu tidak nyaman. Selain itu di sini ada Shuwan, ia akan bersedia menemani dirimu keliling Kota" ucap Patriark Liu menawarkan.


Mendengar perkataan dari Lei Tian, Patriark Liu menjadi tersentuh. Beban yang harus dipikul oleh Lei Tian tidak ringan, sebagai seorang pemuda ia memiliki jalan yang sangat terjal. Ia harus merintis keluarga baru dan juga menghadapi berbagai tantangan dan juga bahaya, memikirkan hal ini ia juga merasa iba.


"Paman masih berharap kau tetap tinggal di sini, namun paman juga tentu tidak bisa mengekang kebebasanmu" ujar Patriark Liu penuh perhatian.


"Paman, aku sebenarnya merasa sangat nyaman berada di tempat ini. Ditambah dengan sikap Shuwan juga yang menyenangkan dalam bergaul, tetapi aku masih ada beberapa urusan untuk memantau dukungan dari Tuan Mu Xianji" ungkap Lei Tian.


"Owh.. Kamu sudah mengenal Tuan Mu Xianji?" tanya Patriark Liu dengan keheranan.


Menurut pengetahuannya, Mu Xianji adalah orang yang sulit ditemui. Bahkan sosoknya tertutup karena ia seperti memiliki rahasia yang tidak terungkap. Memikirkan hal yang baru saja dikatakan oleh Lei Tian, membuat Patriark tidak habis pikir. Bagaimana mungkin seorang pemuda yang baru saja menginjakkan kakinya di Kota Chengdu sudah bisa mempengaruhi sosok seperti Mu Xianji.

__ADS_1


"Semua hanya kebetulan yang tidak disengaja" jawab Lei Tian tanpa membongkar rahasianya.


Meskipun Patriark Liu sudah dianggap keluarga namun Lei Tian masih memikirkan rencana lainnya, setidaknya dalam satu minggu ke depan ia sudah memiliki pijakan yang kokoh barulah ia akan bercerita banyak hal. Saat ini ia sedang membangun koneksi yang dapat menghubungkan beberapa aktivitas pendukung guna stabilnya Klan Lei yang berada di bawah asuhannya.


"Hmmph.. Tampaknya kau menyembunyikan sesuatu dari paman" ujar Patriark Liu yang bisa melihat gelagat Lei Tian.


"Setelah semuanya siap, maka aku pasti akan menceritakan semuanya ke paman. Hanya saja saat ini keadaan masih berlaku terlalu cepat dan aku khawatir akan terjadi perubahan yang tidak sesuai rencana" ujar Lei Tian memberi alasan.


"Masuk akal, namun apapun itu paman akan mendukungmu. Paman juga akan berada di belakangmu seperti layaknya keluarga, jadi kau tidak usah memikirkan hal lainnya. Bahkan jika pertunangan mu batal dengan putriku, masih ada Shuwan yang siap menggantikan" ucap Patriark Liu dengan enteng.


Wajah Liu Shuwan terlihat memerah, ditembak begitu saja di depan Lei Tian tentu membuatnya sangat malu. Setelah apa yang terjadi hari ini tentu ia tidak akan menolak apa yang baru saja dikatakan oleh Patriark Liu.


"Terimakasih paman, jika demikian aku pamit undur diri" ucap Lei Tian dengan sopan.


"Berhati-hatilah, jika kau membutuhkan sesuatu segera hubungi aku dan jangan sungkan" pungkas Patriark Liu.


Lei Tian kemudian pamit meninggalkan kediaman keluarga Liu, Lei Tian ingin kembali ke kediaman Lei Jun sebelum ia mencari penginapan untuk ia tinggali selama beberapa hari.


Setelah Lei Tian pergi, Patriark Liu menatap Liu Shuwan seolah ingin meminta penjelasan atas peristiwa yang terjadi pada hari ini.


"Paman, terkait pembatalan hubungan antara sepupu Shuai dengan Lei Tian semua dikarenakan sikap sepupu Shuai yang kasar dan telah menyinggung Lei Tian hingga beberapa kali. Namun aku juga tidak mengira jika Lei Tian akan dengan mudah membatalkan ikatan pertunangan dengan semudah itu. Sepertinya ia juga sudah memikirkan hal ini dari jauh hari, sehingga sikap sepupu Shuai yang seperti itu malah membuat dirinya semakin yakin untuk mengakhiri hubungan pertunangannya" ungkap Liu Shuwan.

__ADS_1


__ADS_2