Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Pertarungan Yang Mi Vs Lei Tian


__ADS_3

Pada saat yang bersamaan sambil mengeluarkan perkataan yang terus memprovokasi Yang Mi, Lei Tian mengerahkan tenaga dalamnya sambil melayang bersama udara dengan stabil.


Yang Mi tidak terima begitu saja perkataan dari seorang pemuda yang menurutnya masih ingusan, dengan tatapan penuh kemarahan ia mengerahkan energi di telapak tangannya, mendorong udara dengan gumpalan yang sangat berat membuat desiran suara yang menakutkan.


Lei Tian memang sangat hebat, dengan kekuatannya ia bisa mencapai titik dimana orang lain tidak bisa capai. Tetapi saat ini orang yang ia hadapi adalah Yang Mi, sesepuh pelindung wilayah Kekaisaran.


Di atas langit kedua orang Pendekar Tingkat Keabadian mulai saling berhadapan, Yang Mi dengan penuh percaya diri mengeluarkan sebuah pukulan keras ke arah Lei Tian.


Menghadapi serangan Yang Mi, Lei Tian tampak bergeming seolah pasrah menerima keadaan. Melihat hal ini, Yang Mi semakin meningkatkan energi Qi nya dan mengira jika Lei Tian ketakutan menghadapi dirinya.


"Woossh"


Terdengar dengusan udara yang halus dan sosok tubuh Lei Tian menghilang dari pandangan, kejadian ini membuat Yang Mi terkejut dan membuat pukulannya mendarat di udara hampa.


Akibat hal itu gelombang energi yang besar pun menyapu wilayah sekitarnya, bahkan orang-orang dari Akademi Kekaisaran yang berada di bawah ikut tersapu oleh gelombang kejut yang ikut menghempaskan tubuh mereka hingga beberapa meter. Hanya orang-orang yang berada di ranah Pendekar Dewa yang masih bisa bertahan dari sapuan gelombang energi tersebut.


Orang-orang yang merasakan efek pertarungan antar pendekar keabadian mulai menjauh khawatir akan membahayakan diri mereka sendiri, hal yang mereka lihat di atas langit terlalu sulit untuk mereka cermati dengan akal sehat.


Sementara itu Yang Mi tidak mempedulikan keadaan orang-orang yang berada di bawahnya, hanya wajahnya saja yang terlihat memburuk saat serangannya gagal.


"Teknik tubuh ilusi" gumam Yang Mi, teknik turun temurun Sekte Belati Merah.


"Lumayan, kekuatanmu cukup kuat. Hanya saja kecepatan mu terlalu lamban" Lei Tian berkata dengan nada mengejek, saat ini posisinya sudah berada di belakang Yang Mi.

__ADS_1


Tubuh Yang Mi segera berbalik, ia memandang Lei Tian yang hanya berjarak beberapa langkah darinya. Ekspresi wajah Lei Tian masih sama seperti sebelumnya, tampak tenang dan begitu mendominasi.


"Mampus kau"


Yang Mi berseru sambil menggertakkan giginya, dalam hatinya ia mengumpat Lei Tian dengan penuh kebencian. Energi di tubuhnya kembali menggerakkan tangannya untuk menyerang kembali Lei Tian.


Hingga beberapa kali serangan, hasilnya masih tetap sama seperti tadi. Yang Mi tidak mampu menyentuh tubuh Lei Tian, langkah Lei Tian yang bergerak seperti hantu membuat Yang Mi kesulitan mendeteksi hawa keberadaan tubuh ilusi dengan tubuh aslinya.


Setiap kali Yang Mi menyerang maka tubuh Lei Tian bergerak seperti cahaya yang menyatu dengan gerakan angin, setiap gerakannya hanya meninggalkan bayangan hampa.


"Dhhuuaarr"


"Dhhuuaarr"


"Dhhuuaarr"


Shio Mei yang melihat pemandangan ini, hanya bisa menggigit bibirnya dengan ekspresi ketakutan. Meskipun ia sudah kehilangan beberapa anggota tubuhnya, ia masih bisa merasakan kekuatan yang sangat mengerikan, bahkan ia tahu jika ini hanyalah pertarungan pembuka.


Ledakan demi ledakan masih terus menggema, Yang Mi terus memborbardir bayangan tubuh Lei Tian yang bergerak tanpa meninggalkan jejak tersebut.


Dari kejauhan, dua orang sesepuh yang ikut menyaksikan pertempuran tersebut menjadi terkejut. Mereka tidak mengira jika Lei Tian begitu mudahnya mempermainkan Yang Mi, awalnya baik Qin Zang maupun Zu Kai menduga akan ada pertarungan sengit diantara keduanya. Namun siapa sangka jika Yang Mi bisa terlihat seperti domba yang sedang dipermainkan oleh seekor serigala yang siap memangsa kapan saja.


Setelah keadaan ini berlangsung selama beberapa saat, Yang Mi merasa kesal karena selalu saja gagal dalam menyerang Lei Tian.

__ADS_1


"Hei bocah, sampai kapan kau menghindar? Apa cuma itu kemampuanmu?" ucap Yang Mi tidak kuat menahan diri lagi.


"Hahaha... Sepertinya tulang tuamu sudah kelelahan, kupikir kau masih mau bermain hingga beberapa waktu ke depan" ucap Lei Tian sambil menghentikan gerakannya, senyum dingin di wajahnya kini mulai semakin terlihat.


"Apakah kau sudah tidak sabar ingin cepat mati?" Lei Tian berkata lagi dengan nada penuh tekanan.


Setelah mengatakan hal itu, aura pendekar keabadian tingkat akhir meledak dari dalam tubuh Lei Tian.


Dalam sekejap tanpa memberikan ketenangan bagi tubuh Yang Mi yang sedang terkejut karena kekuatan Lei Tian, sebuah tinju langsung dilesakkan ke arah Yang Mi.


Kontan saja, setelah tinju itu mendarat sempurna di tubuh Yang Mi membuat daging dan tulangnya terguncang hebat, seperti peluru yang ditembakkan dari meriam tubuh Yang Mi jatuh terjun bebas ke tanah.


"Boooommm"


Sebuah lubang besar tercipta di depan gerbang Akademi Kekaisaran. Sesaat setelah terjatuhnya tubuh Yang Mi ke tanah, sebuah cahaya kuning berkelebat meninggalkan lubang berbentuk cekung tersebut. Daerah yang menjadi tempat jatuhnya Yang Mi menimbulkan kerusakan yang cukup parah dan tubuh Yang Mi sendiri kini telah menghilang.


"Apakah tubuh sesepuh Yang Mi hancur menjadi debu?" gumam beberapa orang yang melihat kejadian yang baru saja terjadi.


"Lihatlah ia sudah berada di atas lagi" ucap Patriark Bho Chah yang melihat dua sosok kini saling berhadapan kembali di atas langit.


"Yang Mi bisa selamat dari pukulan mematikan Lei Tian berkat pertolongan sebuah benda pusaka yang berada di lehernya, cahaya kuning yang barusan menyala adalah bentuk perlindungan dari benda magis tersebut" Qin Zang berkata kepada rekannya, sebagai orang yang sudah lama berkonflik dengan Yang Mi tentu Qin Zang sudah paham dengan kemampuan wanita ambisius tersebut.


Dua orang lelaki tua dengan jubah hitam tersebut masih duduk dengan tenang, ia masih menjaga segala kemungkinan dari salah satu sudut Akademi Kekaisaran, hanya saja mereka tidak akan mau terlibat secara langsung. Kekuatan Yang Mi dan juga Lei Tian sudah berada di atas level mereka yang masih berada di tingkat menengah.

__ADS_1


Pertarungan antar pendekar keabadian memang layak diikuti, dalam sejarah Kekaisaran Qin tidak banyak orang yang bisa menyaksikan pertandingan tersebut. Selain sebelumnya dilarang karena bisa menimbulkan efek kerusakan yang besar, hal lainnya adalah kematian pendekar keabadian akan sangat sulit dicari penggantinya.


__ADS_2