
Sementara itu, lima belas orang murid Akademi Kekaisaran juga sudah berangkat menuju Gerbang Timur hanya saja jarak Istana Kekaisaran dengan Gerbang Timur sedikit lebih jauh daripada jarak yang akan ditempuh oleh Lei Tian.
Sesuai rencana, mereka bergerak menuju gerbang timur untuk bergabung dengan pasukan elit Kekaisaran Qin. Mereka dibagi dalam dua kelompok perjalanan, tiap kelompok menggunakan kereta kuda khusus yang sangat mewah.
Berita terbaru dari Kota Chengdu juga telah diterima mereka, sepanjang perjalanan mereka juga membahas berita spektakuler tersebut. Bahkan murid Sekte Pedang Emas dan murid yang berasal dari Sekte Belati Merah berada dalam satu kereta yang sama.
"Apakah kalian sudah tahu jika di Kota Chengdu memiliki pahlawan muda yang sangat luar biasa?" tanya salah seorang perwakilan Sekte Pedang Emas kepada temannya.
"Iya, tentu saja. Tampaknya pemuda itu merupakan putera dari Patriark Klan Lei sebelumnya" jawab utusan lainnya yang bernama Zhi Gong
"Zhi Gong, apakah kau yakin dengan apa yang kau katakan?" tanya utusan lainnya.
"Tentu saja, bahkan aku juga tahu jika nama pemuda tersebut adalah Lei Tian" jawab Zhi Gong penuh percaya diri.
Mendengar percakapan dari utusan Sekte Pedang Emas membuat utusan dari Sekte Belati Merah terkejut, sebab nama yang disebutkan adalah nama yang sama dengan Lei Tian sosok spektakuler di Sekte Belati Merah. Apalagi informasi yang mereka tahu juga mengatakan jika Lei Tian akan ke Kota Chengdu untuk membereskan masalahnya terlebih dahulu sebelum menuju Akademi Kekaisaran.
Bahkan Khu Ching dan kawan-kawannya sudah menduga jika ketidakhadiran Lei Tian di Akademi Kekaisaran juga terkait hal tersebut. Lin Bao, Xiao Han saling menatap lalu mengangguk secara perlahan. Ada senyum cerah yang terpatri di wajah ketiga utusan Sekte Belati Merah tersebut, akhirnya mereka mendengar kabar tentang Lei Tian.
"Kenapa kalian tersenyum seperti itu?" tanya Zhi Gong penasaran.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, kami hanya sedang memikirkan tentang orang yang sedang kalian bicarakan" jawab Khu Ching.
"Ha ha ha.. Kupikir kalian sudah tidak punya muka untuk bisa tersenyum seperti itu" ucap Zhi Gong yang diikuti suara tertawa dari rekannya yang lain.
Perkataan Zhi Gong jelas menyindir salah seorang murid Sekte Belati Merah yang tidak hadir dalam pertemuan bersama Kaisar Qin Lau. Masalah tersebut juga menjadi bahan olokan selama beberapa waktu terakhir, bahkan murid jenius yang berasal dari Sekte Teratai Ungu yang bernama Li Yifei sangat marah. Sebagai seorang wanita sifat dan bakatnya mirip dengan Jenderal Shio Mei.
"Apakah kalian tahu dimana ia berada sebelumnya hingga baru kali ini pemuda tersebut muncul di Kota kalian?" tanya Lin Bao yang merupakan murid pribadi Patriark Fang Yuan.
Sebagai murid pribadi Patriark Sekte Belati Merah tentunya Lin Bao sudah dibekali dengan informasi yang cukup tentang Lei Tian. Bahkan secara pribadi ia sudah diminta untuk melayani Lei Tian selama berada di Akademi Kekaisaran.
Mendengar pertanyaan dari Lin Bao, para utusan dari Sekte Pedang Emas tersebut terdiam. Tidak ada informasi spesifik mengenai hal itu, kemunculan Lei Tian terlalu mendadak bahkan informasi yang didapatkan oleh mata-mata Istana juga sangat terbatas.
"Tentu saja ia bersembunyi di Kota Chengdu, setelah ia kuat barulah ia muncul bersama pengawal pribadi ayahnya" jawab Zhi Gong dengan yakin.
Mendengar pertanyaan menohok dari Khu Ching membuat Zhi Gong sedikit geram, ia beranggapan jika kelompok utusan dari Sekte Belati Merah adalah orang-orang yang sok tahu.
Tang Xilin sebagai utusan terkuat Sekte Pedang Emas segera angkat bicara, ia sedikit tersinggung dengan ucapan Khu Ching barusan.
"Hanya orang bodoh yang tidak tahu jika pengawal pribadi tersebut bernama Gong Dun, orang yang sudah menghilang selama belasan tahun" ucap Tang Xilin.
__ADS_1
Khawatir terjadi pertikaian yang tidak diperlukan, Lin Bao segera menengahi lalu berkata.
"Perlu kalian ketahui, Tuan Gong Dun adalah mantan murid dalam Sekte Belati Merah. Adapun Lei Tian yang kalian bicarakan adalah orang yang sama yang juga merupakan utusan dari Sekte Belati Merah. Ketidakhadirannya di pertemuan dengan Kaisar Qin Lau berhubungan erat dengan kegemparan di kota Chengdu. Jika ia hadir di pertemuan bersama Kaisar Qin Lau, kurasa Sekte kalian tinggal nama saat ini" ucap Lin Bao dengan detail.
Mulut para utusan Sekte Pedang Emas seketika terbuka lebar, penjelasan dari Lin Bao seperti petir yang menyambar di siang hari.
"Satu hal lagi yang kalian perlu ketahui, Lei Tian yang kalian rendahkan sebelumnya adalah pemegang mandat tertinggi Sekte Belati Merah. Dengan satu kata darinya saja, maka kami akan bertaruh nyawa untuk menjalankannya" tambah Lin Bao dengan ekspresi serius.
"Apa? Jadi dia adalah utusan dari Sekte kalian?" tanya Tang Xilin yang masih terkejut.
"Ya, tentu saja. Ia adalah orang yang sangat misterius, bahkan kami saja tidak pernah berjumpa secara langsung" ucap Khu Ching dengan ekspresi serius.
Zhi Gong tidak dapat berkata apa-apa, penjelasan dari murid Sekte Belati Merah tersebut terlalu sulit diterima. Namun kenyataannya juga tidak bisa ditolak jika tanpa bantuan dari Lei Tian maka Sekte yang ia banggakan hanya tinggal sejarah.
"Bisakah kalian menceritakan tentang sosok yang luar biasa itu?" tanya Tang Xilin dengan nada merendah.
Kemudian Lin Bao segera menceritakan hal-hal yang terjadi di Sekte Belati Merah yang berhubungan dengan Lei Tian. Mulai dari menghancurkan sepuluh murid teratas hingga melawan seorang Penatua yang berbeda tingkatan, serta peristiwa diangkatnya Lei Tian sebagai Ketua Sekte Belati Merah yang sudah berada di tingkat Pendekar Dewa pada usia yang masih sangat muda.
Empat orang utusan Sekte Pedang Emas tersebut semakin tercengang, perjalanan Lei Tian benar-benar di luar nalar mereka. Apalagi kabar terakhir yang mereka ketahui adalah Lei Tian telah mengalahkan Patriark Sekte Serigala Hitam yang kekuatan kultivasinya sedikit di atas Patriark Sekte mereka.
__ADS_1
Jika begitu adanya, maka Jenderal Shio Mei sekalipun bukan tandingan Lei Tian yang ternyata monster dari Sekte Belati Merah. Memikirkan hal tersebut wajah orang-orang dari Sekte Pedang Emas menjadi jelek, mereka benar-benar tidak habis pikir ada jenius yang mengalahkan rekor Li Yifei pada saat ini.
"Kuharap kalian bisa bersikap sewajarnya, Lei Tian berbeda dengan kebanyakan pemuda. Ia memiliki jalan pikiran yang tidak bisa kita imbangi, namun jangan sekali-kali kalian menyinggung orang sepertinya. Bahkan aku saja bisa hadir di sini hanya sebagai pengganti, karena orang yang seharusnya ikut sudah tidak diketahui nasibnya entah masih hidup atau mati" ucap Khu Ching sambil membayangkan nasib Kang Tao Gwe.