Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Kekesalan Shui Niao


__ADS_3

Shui Niao tidak sempat menghindar dan tampak tidak berdaya melawan, tubuhnya terhuyung beberapa meter ke depan. Tubuh Shui Niao seperti layangan putus sebelum mendarat ke salah satu sisi panggung pertandingan.


"Puufft"


Mulut Shui Niao memuntahkan seteguk darah segar, nampak jelas jika ia mengalami luka yang cukup serius pada saat ini.


Seluruh area pertandingan menjadi hening, Pendekar Tingkat Kaisar dikalahkan begitu saja oleh Lei Tian.


"Kejam.. Meski dengan seorang wanita Lei Tian benar-benar tidak menahan diri" ucap seorang Diaken saat menyaksikan pertandingan tersebut.


Shui Niao adalah sosok wanita tercantik di Sekte Belati Merah, dengan latar belakangnya yang kuat ia banyak diidolakan oleh para murid pria.


"Apakah kau masih ingin bertarung?" ucap Lei Tian kepada Shui Niao.


Mendengar perkataan dari Lei Tian membuat wajah Shui Niao memerah menahan amarah, baru kali ini ia dikalahkan dengan mudah. Bahkan nasibnya lebih buruk daripada adiknya Shui Qing yang menyerah dalam satu gerakan.


"Kak.. Apakah kakak baik-baik saja?" ucap Shui Qing yang mengkhawatirkan kondisi kakaknya tersebut.


"Aku baik-baik saja, kamu tidak usah khawatir" ucap Shui Niao sambil bangkit untuk berdiri.


Shui Qing hanya mengangguk ringan, ia tentu dapat merasakan apa yang baru saja dialami oleh kakaknya karena sebelumnya ia sudah merasakan langsung bagaimana kekuatan Lei Tian di atas panggung pertandingan.


"Aku tidak semudah ini menyerah, kau akan merasakan pembalasan ku" ucap Shui Niao menatap dengan bengis ke arah Lei Tian.


Dari dalam cincin penyimpanannya, Shui Niao mengeluarkan sebuah belati panjang dengan kualitas yang sama dengan belati kepunyaan Lei Tian.


Sebagai peringkat pertama murid teratas, Shui Niao memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk melakukan serangan menggunakan senjata tajam.


Belati adalah salah satu senjata yang menjadi teknik serangan mematikan yang selama ini ia pelajari secara khusus.


"Jurus Tebasan Melingkar" ucap Shui Niao sambil membuka kuda-kuda menyerang.


Kaki kanannya maju ke depan dan pinggangnya mengikuti dengan lentur sebelum dirinya melompat ke udara. Dalam satu gerakan tubuh Shui Niao sudah berada di depan Lei Tian dengan tebasan yang ganas.


Lei Tian tentu tidak kalah sigapnya, menghadapi serangan cepat dari lawannya ia menggunakan teknik bertahan untuk menyambut sabetan demi sabetan yang dilancarkan oleh Shui Niao.


"Trank"

__ADS_1


"Trank"


"Trank"


Benturan benda logam terus beradu dalam pertempuran jarak dekat tersebut, orang-orang yang melihatnya begitu terpana akan kombinasi gerakan Shui Niao yang begitu anggun namun mengandung serangan mematikan.


Penatua Fan Guo sedikit memicingkan matanya ke arah genggaman tangan Lei Tian saat memegang belati. Teknik kuno yang selama ini hanya dikuasai oleh Penatua Song Gui, kini ia lihat tengah dipraktekkan oleh Lei Tian.


"Mata tua Song Gui ternyata lebih awas dariku" gumam Penatua Fan Guo yang mulai menyadari kekalahannya.


Dengan kenyataan seperti ini, maka sudah dipastikan ia akan kehilangan seribu batu roh sebagai bentuk dari salah satu taruhan yang ia sepakati.


Diatas panggung, pertarungan Lei Tian dan Shui Niao masih berlangsung dengan sengit. Jual beli serangan diantara keduanya telah menampilkan pemandangan permainan belati yang indah.


Jurus-jurus yang dimainkan oleh Shui Niao adalah teknik yang selama ini diajarkan oleh Sekte Belati Merah, sedangkan Lei Tian masih mengandalkan teknik bertahan.


"Apakah kau hanya bisa menghindar?" ucap Shui Niao dengan kesal.


Walau bagaimanapun serangannya sangat menguras Qi nya, jika berlangsung lebih lama maka ia akan kelelahan.


"Apakah kau sudah tidak sabar untuk menerima kekalahan?" ucap Lei Tian dengan santai.


Oleh karena itu belajar secara langsung dari Shui Niao di medan pertempuran adalah kesempatan yang langka dan yang terbaik pada saat ini. Benar saja, Shui Niao dengan polosnya mengeluarkan teknik-teknik serangan yang selama ini menjadi jurus andalannya.


"Banyak omong" ucap Shui Niao sambil menahan rasa nyeri di punggungnya akibat serangan Lei Tian sebelumnya.


"Boom"


Kekuatan Pendekar Kaisar tingkat menengah meletus dari tubuh Lei Tian. Aura yang sangat kuat sempat menggetarkan panggung untuk beberapa saat, Diaken yang menjadi pengawas pertandingan pun menjadi tercengang.


"Ka.. Kamu sudah berada di tingkat seperti ini" ucap Shui Niao yang tampak ketakutan.


Namun Lei Tian tidak menghiraukan kepanikan lawannya, baginya saat ini yang terbaik adalah mengakhiri pertandingan setelah ia mendapatkan manfaat dari beberapa teknik yang ia dapatkan sebelumnya dari Shui Niao.


Semua murid yang menyaksikan pertandingan di sekitar panggung menjadi terkesiap saat aura yang kuat terus keluar dari tubuh Lei Tian.


Shui Niao yang mulai tersadar dari keterkejutannya ingin segera melakukan serangan kembali, namun efek aura penindasan dari Lei Tian sangat kuat membuatnya tidak berdaya untuk mendekati Lei Tian lebih dekat.

__ADS_1


Efek aura Lei Tian juga mengunci tubuh Shui Niao, tidak peduli bagaimana cara ia ingin melawan namun terasa percuma saja.


Menyadari situasi yang tidak menguntungkan, tanpa diduga Shui Qing melompat ke atas panggung pertandingan untuk membantu kakaknya.


Diaken yang mengawasinya tidak melarang dan membiarkan kecurangan terjadi di depan matanya, sebagai orang suruhan Penatua Fan Guo ia sudah diberitahukan akan hal-hal insidentil seperti ini. Lei Tian tidak boleh memenangkan pertandingan ini apapun yang terjadi.


"Ini.. Ini bagaimana mungkin bisa terjadi?" ucap Yun Zixin yang khawatir.


Di atas panggung, Shui Qing dan Shui Niao saling tatap sebelum keduanya menggabungkan Qi murni untuk melakukan serangan kepada Lei Tian.


Detik berikutnya mereka menggerakkan kedua telapak tangan mereka dengan membawa seluruh kekuatan mereka ke arah dada Lei Tian.


Menghadapi situasi seperti ini, Lei Tian hanya tersenyum mencibir.


"Dasar dua wanita tidak tahu malu"


Dengan cepat Lei Tian segera mengeluarkan teknik gabungan tubuh ilusi dan juga tinju api yang sudah ia modifikasi menjadi Jurus Petir Membelah Langit.


Tubuh Lei Tian membentuk dua bayangan lainnya yang tampak serupa dengan dirinya, dengan pola gerakan yang sama kini muncul tiga orang Lei Tian di atas panggung.


"Tidak.. Mustahil"


"Tidak mungkin" ucap Shui Niao yang kini menyadari jika Lei Tian telah memahami teknik tubuh ilusi melebihi dirinya.


"Boom"


"Boom"


Dua benturan Qi murni meledak di udara menimbulkan getaran yang cukup keras di panggung pertandingan.


Detik selanjutnya sebuah bayangan mirip Lei Tian tiba di belakang tubuh Shui Niao dan Shui Qing.


"Baaamm"


"Baaamm"


Dua telapak tangan Lei Tian mendarat dengan mulus di punggung dua gadis tersebut. Setelah beradu serangan dengan dua bayangan Lei Tian sebelumnya, jelas mereka sudah kehilangan konsentrasi dan juga penurunan kekuatan.

__ADS_1


Momen ini dimanfaatkan dengan baik oleh Lei Tian untuk mengaplikasikan Jurus Petir Membelah Langit yang baru saja ia kuasai beberapa waktu lalu.


Tubuh kakak beradik tersebut terhempas dengan keras seperti peluru yang menghantam tanah. Tubuh keduanya jatuh dengan telak dan menyemburkan seteguk darah sebelum keduanya jatuh tak sadarkan diri di bawah panggung pertandingan.


__ADS_2