
Pada saat ini di Akademi Kekaisaran, nasib Li Yifei akhirnya terjawab. Sebagai mantan murid jenius Sekte Teratai Ungu akhirnya ia keluar dari Akademi Kekaisaran, namun sebelum pergi meninggalkan Akademi tempat dimana ia melabuhkan cita-citanya, ia memberanikan diri menghampiri Zhao Yusi yang saat ini sedang latihan di tempat latihan murid Akademi Kekaisaran.
"Bolehkah aku berbicara kepadamu?" tanya Li Yifei memberanikan diri.
Dengan apa yang terjadi pada dirinya kini sudah tidak ada yang perlu ditakutkan lagi, dulu ia sangat khawatir dengan apa yang akan menimpa dirinya di masa depan namun kini semuanya telah berakhir dengan pupusnya kemampuan kultivasinya.
Zhao Yusi segera menoleh, mendengar suara seorang wanita ia sedikit mengerutkan dahi.
"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Zhao Yusi, ia jelas mengenal sosok wanita yang selama ini menjadi bahan omongan di Akademi Kekaisaran.
"Apakah kau yakin dengan pilihanmu untuk memilih Jenderal Yang Sheng sebagai suamimu kelak?" tanya Li Yifei berterus terang.
Mendengar pertanyaan Li Yifei yang begitu sensitif membuat Zhao Yusi memicingkan matanya, ia tidak menduga jika ada orang lain yang berani mencampuri urusan pribadinya. Bahkan mempertanyakan keputusan pribadinya yang kini dengan statusnya yang tinggi di Kekaisaran.
"Apa urusan mu bertanya seperti itu?" Zhao Yusi tidak menjawab pertanyaan Li Yifei, ia justru bertanya balik dengan nada tidak suka.
"Maafkan aku, hanya saja sebagai orang yang terbuang aku akan mengatakan sebuah kejujuran agar setidaknya berguna bagi dirimu" ucap Li Yifei dengan penuh keyakinan.
"Apapun yang kulakukan tidak ada hubungannya denganmu, apalagi sebelumnya kita tidak berteman jadi buang jauh-jauh pikiran konyol mu jika hanya ingin mendapatkan kesempatan untuk bisa bertahan di tempat ini" ucap Zhao Yusi yang meremehkan kehadiran Li Yifei.
"Aku tidak akan mengharapkan sesuatu yang sudah tidak aku inginkan. Yang ingin aku sampaikan adalah bahwasannya aku cukup prihatin dengan nasib saudara Lei Tian, awalnya aku mengira jika kau tulus mencintainya tapi aku tidak mengira jika kau bisa dengan mudah melupakan seseorang di masa lalu mu" ucap Li Yifei dengan nada serius.
"Hemmph.. Jika hanya itu yang ingin kau sampaikan sebaiknya kau menyingkir dari hadapanku" sahut Zhao Yusi dengan nada tinggi, ia sangat membenci jika ada orang yang menyinggung nama Lei Tian.
__ADS_1
Hal tersebut seperti mengorek luka lamanya yang berusaha ia lupakan bersama genangan kenangan, luka yang menyebabkan kepiluan mendalam menimbulkan kepiluan tak berujung.
"Satu hal yang perlu kau tahu, jika kematian Lei Tian sebenarnya bukan karena dibunuh oleh orang-orang dari Kekaisaran Wei, justru gurumu lah yang menyebabkan dirinya tewas dengan teknik rahasia Sekte Teratai Ungu" ucap Li Yifei dengan ekspresi sangat serius.
Mendengar ucapan dari Li Yifei membuat Zhao Yusi menjadi sangat emosi, dalam sekejap energi Qi di dalam tubuhnya meningkat dengan cepat. Detik berikutnya Zhao Yusi mengeluarkan sebuah tendangan keras yang mengarah dengan telak ke dada Li Yifei.
"Buuggh"
Tubuh Li Yifei terhempas beberapa meter ke belakang, dengan mengandalkan tubuh fisiknya saja membuat pertahanan tubuhnya rapuh begitu saja.
Dari mulutnya keluar seteguk darah segar, sambil memegang dadanya Li Yifei memandang penuh kekesalan ke arah Zhao Yusi.
Di masa lalu, tidak ada yang pernah berbuat seperti ini kepadanya. Sikap kasar Zhao Yusi kepadanya tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
"Buuggh"
Menerima serangan kedua kalinya membuat tubuh fisik Li Yifei tidak berdaya, ia kembali ambruk dengan menyemburkan darah untuk yang kedua kalinya.
"Aku tidak menyangka jika Akademi Kekaisaran bisa menerima murid selemah ini, bahkan untuk menahan serangan seperti itu saja kau tidak mampu" ucap Zhao Yusi dengan nada penuh kebencian.
Ucapan Li Yifei barusan jelas membuatnya sangat marah, perkataan yang telah memfitnah ibunya tersebut jelas pernyataan yang tidak mendasar. Apalagi ia tahu jika ibunya juga ikut menyatakan rasa belasungkawa pada saat dimana Lei Tian gugur di medan pertempuran. Bahkan Zhao Yusi juga tahu jika ibunya lah yang memimpin orang-orang dari Akademi Kekaisaran untuk mencari Lei Tian sesaat setelah terjadi pertempuran hebat itu. Bahkan ia juga tahu jika ibunya juga yang menghabisi para perwira tinggi yang telah membunuh Lei Tian.
"Kau terlalu gegabah, kelak kau akan menyesal" ucap Li Yifei sebelum dirinya kehilangan kesadaran.
__ADS_1
Zhao Yusi hanya mendengus mendengar ucapan Li Yifei tersebut, baginya ucapan Li Yifei adalah bentuk keirihatian akibat prestasinya yang jeblok di Akademi Kekaisaran. Jangankan Zhao Yusi, bahkan semua orang tahu jika Li Yifei adalah murid yang mengalami degradasi, selain itu ia juga sudah dibuang oleh Sektenya jadi Li Yifei adalah sampah terbuang.
Setelah kejadian ini, semangat Zhao Yusi untuk berlatih menjadi hilang. Dengan penuh kekesalan ia kembali pulang meninggalkan tubuh Li Yifei yang tergeletak lemah tak sadarkan diri.
Kondisi ini juga diperhatikan oleh beberapa murid akademi kekaisaran lainnya, hanya saja tidak ada yang berani menghampiri untuk memisahkan pertikaian diantara mereka. Dua wanita yang namanya sering didengar oleh banyak orang, terutama Li Yifei yang dikabarkan sudah terusir dari Akademi Kekaisaran.
Bahkan beberapa orang wanita yang pernah satu Sekte dengan Li Yifei hanya bisa mencibir, mereka sebelumnya mengagumi Li Yifei namun kini mereka berbalik membenci wanita yang pernah menjadi rekannya tersebut. Sebagai Sekte yang mayoritas wanita, kini keberadaan Li Yifei di Sekte Teratai Ungu hanya tinggal sejarah, nama Li Yifei benar-benar sudah dihapuskan beberapa hari terakhir.
"Apakah kalian semua masih manusia?" tiba-tiba terdengar suara dari salah satu sudut ruangan.
Ia adalah Mu Jiao yang merupakan murid senior Akademi Kekaisaran, ia juga yang sebelumnya berhubungan baik dengan Lei Tian.
Melihat kondisi Li Yifei yang mengenaskan, ia segera memberikan pertolongan. Mu Jiao segera memasukan pil penyembuhan ke dalam mulut Li Yifei. Pil tersebut biasa digunakan pada saat kritis, teksturnya yang lembut bisa mudah larut ke dalam tenggorokan meski seseorang sedang tidak sadarkan diri.
Tidak lama kemudian, Li Yifei mulai tersadarkan. Energi pil penyembuhan bekerja cukup baik mengisi stamina dan mempertahankan kesadarannya kembali. Dengan tatapan yang masih sedikit kabur dan tubuh yang lemah, Li Yifei berusaha untuk duduk.
"Terimakasih" ucap Li Yifei dengan tulus.
"Sama-sama, sekarang apa rencanamu ke depan?" tanya Mu Jiao dengan prihatin.
"Entahlah, aku sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini" jawab Li Yifei dengan tatapan kosong.
"Hemm.." Mu Jiao tampak terdiam seolah memikirkan sesuatu, lalu ia mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin penyimpanannya.
__ADS_1