
Mu Xianji yang sudah bisa mengendalikan situasi kini menghampiri Lei Tian, ia menunggu perintah terkait kondisi yang kini baru saja terjadi. Pilihannya untuk mengabdi kepada Ketua Sekte Belati Merah tersebut tidaklah salah, bahkan Patriark Fang Yuan saja belum bisa bersaing dengan Patriark Bho Chah yang selama ini mendominasi.
"Tuan muda, bagaimana dengan sisa anggota Sekte Serigala Hitam yang tersisa?" tanya Mu Xianji dengan hati-hati.
Pemandangan itu dilihat oleh Liu Shuai dengan hati berdarah, ia tidak menyangka jika pemuda yang pernah ditunangkan dengan dirinya tersebut memiliki identitas dan kekuatan yang sangat luar biasa. Bahkan Tuan Mu Xianji dengan mudahnya mengikuti segala ucapan Lei Tian.
Namun memikirkan sikapnya di masa lalu, Liu Shuai tampak merasa konyol. Dalam ingatannya, ia jelas mengingat maksud ucapan Lei Tian jika dirinya tidak layak mendampingi Lei Tian bahkan menjadi budak sekalipun. Baru kini Liu Shuai memahami kata-kata Lei Tian yang memang bukan bualan belaka.
"Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan, sebaiknya musnahkan basis kultivasi mereka semua" ucap Lei Tian dengan tenang.
Mu Xianji mengangguk, lalu ia meminta tujuh orang pengikutnya untuk melakukan perintah dari Lei Tian tersebut.
Mendengar ucapan Lei Tian, wajah para murid Sekte Serigala Hitam berubah, mereka tidak mengira jika Lei Tian tidak melepaskan mereka dengan mudah. Namun sebagai pihak yang telah kalah, mereka hanya pasrah menerima nasib.
Lima orang Penatua Sekte Pedang Emas pun ikut membantu Mu Xianji dan mencegah orang-orang dari Sekte Serigala Hitam untuk melarikan diri. Dengan kekuatan pendekar tingkat dewa, mereka mengurung orang-orang dari Sekte Serigala Hitam seperti domba yang masuk perangkap. Bahkan ribuan murid Sekte Pedang Emas yang semula hanya terdiam, kini dengan cepat mereka beraksi menyesuaikan diri dengan keadaan.
Lei Tian sengaja tidak membunuh mereka semua karena alasan kemanusiaan, meskipun mereka bagian dari Sekte sesat namun dengan kehilangan kultivasinya mereka harus bersusah payah untuk berjuang hidup di tengah masyarakat.
Pada saat ini Zhao Yusi yang sudah dari tadi menahan diri, segera berlari dengan cepat ke arah Lei Tian. Menghiraukan tatapan semua orang, ia segera memeluk Lei Tian dengan erat, seperti saat terakhir berjumpa dengan Lei Tian di dalam kamarnya.
__ADS_1
Lei Tian tidak mencegah dengan mengurai pelukan wanita yang pernah menyatakan perasaannya tersebut, ia hanya mengusap kepala Zhao Yusi dengan lembut lalu berkata.
"Tampaknya kau sudah berkembang dengan sangat luar biasa, berbeda dengan saat terakhir kita berjumpa"
Zhao Yusi mengangguk pelan, air matanya jatuh tak tertahankan. Pria yang selama ini membuatnya kuat bagaimana mungkin ia melepaskannya begitu saja. Untuk sesaat Zhao Yusi larut dalam perasaan, ia mengabaikan tubuh Lei Tian yang terlihat mulai tidak stabil kembali.
"Kamu tunggulah sebentar, aku masih merasakan kekacauan energi di dalam tubuhku" ucap Lei Tian sambil melepas pelukan Zhao Yusi secara perlahan.
Zhao Yusi juga dapat merasakan kekuatan Lei Tian yang tidak stabil, ia mengerti dan membiarkan Lei Tian memisahkan diri untuk menstabilkan kekuatannya. Ia melihat Lei Tian dengan ekspresi penuh kekhawatiran, lalu memapahnya sebentar menuju tempat yang lebih baik tanpa berkata apa-apa.
Lei Tian dengan napas yang tidak beraturan mulai duduk sila dengan tenang, ia mengurai energi di dalam tubuhnya dengan teknik kultivasi Naga Petir yang selama ini ia jalankan. Kekuatan dari liontin air abadi yang sangat besar membuat Lei Tian merasakan sebuah keinginan untuk menerobos.
"Boooommm"
Ledakan teredam terdengar di dalam tubuhnya, ia merasakan kekuatan yang besar menyembur keluar saat dirinya berupaya keras memurnikan kekuatan liontin air abadi.
Pada saat ini kekuatan kultivasi Lei Tian sudah naik menjadi ranah Pendekar Dewa Abadi tahap awal, meskipun ia masih bisa merasakan energi yang besar untuk menerobos kembali namun ia menekannya. Lei Tian memadatkan energi yang kini sudah bisa ia kuasai di dalam dirinya, menstabilkan kekuatan dengan perlahan sambil menutup mata.
Zhao Yusi berada di sekitarnya, seolah menjaga Lei Tian ia berdiri dengan penuh siaga. Pada saat yang bersamaan tatapan tajam tengah ditujukan kepadanya, Liu Shuai yang sedari tadi memperhatikan tindakannya tersebut hanya bisa menahan keirian yang tidak bisa ia lakukan.
__ADS_1
Dalam waktu bersamaan, suara teriakan memenuhi lingkungan sekitar Sekte Pedang Emas, ribuan murid yang sudah dihancurkan kultivasinya berteriak dengan histeris dan menjerit menahan kesakitan. Tidak sedikit yang mencoba melawan dan meninggal dalam usaha yang sia-sia.
Lei Tian yang kini berkultivasi di tengah banyak orang tidak menghiraukan kondisi yang ada, energi dalam dirinya terlalu besar. Jika karena bukan tulang Naga yang ia miliki, maka sudah dipastikan tubuhnya akan meledak karena tidak mampu menampung kekuatan yang berkali-kali lipat lebih besar.
Berita kekalahan Sekte Serigala Hitam secara cepat beredar di Kota Chengdu, berbarengan dengan hal ini ketakutan mulai menghantui pihak-pihak yang selama ini menjadi sekutu Sekte Serigala Hitam.
Kabar yang telah membuat gempar Kota Chengdu tersebut, masih hangat karena masih terjadi secara langsung. Bahkan banyak masyarakat yang datang untuk menyaksikan kehancuran mereka yang kini berada di depan gerbang Sekte Pedang Emas. Sebagai tokoh utama nama Lei Tian kini banyak disebut orang. Pada saat yang sama, nama Lei Tian juga mengusik orang-orang yang berasal dari Klan ayahnya.
"Bagaimana mungkin ia adalah anak dari Lei Yun Xi? Tanya Lei Dong yang kini jadi Patriark Klan Lei.
"Benar Patriark, kejadian itu masih berlangsung hingga saat ini, Patriark Sekte Serigala Hitam sudah tewas dibunuh oleh anak tersebut" jawab seorang penatua Penatua klan Lei.
"Cepat kirimkan orang untuk memeriksanya, jika benar maka kita harus bersembunyi dan meninggalkan kota ini" jawab Lei Dong dengan nada panik.
"Baik Patriark" jawab Penatua tersebut dengan patuh.
Berbeda dengan situasi di Kota Chengdu, beberapa kota besar lainnya yang dalam hal ini diwakili oleh Sekte-sekte besar tengah mempersiapkan para murid terbaiknya. Sejak beberapa hari lalu mereka sudah disibukkan dengan pelepasan murid terbaik mereka, masing-masing dari Sekte mengirim empat orang utusan terbaik untuk bergabung ke dalam Akademi Kekaisaran di Kota Mianyang Ibukota khusus Kekaisaran Qin.
Sekte Belati Merah sendiri mengirim tiga orang yang tersisa, setelah Lei Tian pergi terlebih dahulu kini menyisakan tiga Kuota yang tersisa. Namun diantara murid inti, hanya Kang Tao Gwe yang tidak ikut. Setelah permasalahan serius yang menderanya, kini ia digantikan oleh murid dalam yang lain. Lin Bao, Xiao Han serta Khu Ching merupakan tiga kandidat yang akan menyusul Lei Tian ke Akademi Kekaisaran.
__ADS_1