
Lei Tian kembali ke kediamannya tidak lama setelah ia pulang dari mengembalikan kitab beladiri yang ia pinjam sebelumnya. Di sana sudah ada Yun Zixin dan juga Shan Yuze yang ternyata baru selesai berkultivasi di dalam kamar mereka masing-masing.
"Kamu tidak mengajak kami" ucap Yun Zixin ketika melihat Lei Tian masuk.
"Sebelumnya aku sudah mencari kalian tetapi pintu kamar kalian masih tertutup. Sebaiknya kita segera bersiap sekarang untuk menuju Paviliun murid dalam" ucap Lei Tian dengan nada yang cukup tenang.
"Benarkah? Baiklah kalo begitu" ucap Yun Zixin yang sudah tidak sabar dari beberapa hari yang lalu.
Berbeda dengan Lei Tian, Yun Zixin dan Shan Yuze tidak memiliki cincin penyimpanan. Mereka membawa kantong khusus untuk membawa barang-barang pribadi mereka. Sementara Lei Tian seperti biasa tanpa beban berjalan mengikuti Yun Zixin yang berjalan paling depan. Mereka melewati anak tangga yang terbuat dari bebatuan menuju puncak Gunung Bishou.
Baru kali ini Lei Tian berkesempatan mendaki puncak Gunung Bishou yang menjadi tempat tinggal murid dalam dan para Penatua. Untuk menuju puncak, mereka harus berjalan menelusuri anak tangga yang berjumlah ribuan tersebut.
Mereka tidak boleh menggunakan jurus meringankan tubuh atau seni bela diri lainnya jika pertama kali menuju puncak. Mereka harus mengandalkan tubuh fisik mereka untuk melewati ribuan anak tangga tersebut. Meskipun bagi seorang kultivator bukanlah hal yang sulit namun tetap saja memandangi ribuan anak tangga adalah pemandangan yang cukup membosankan.
Gunung Bishou sendiri merupakan milik Sekte Belati Merah, lokasinya yang dikelilingi oleh rimbunnya pepohonan lebat membuatnya tampak asri dan mengandung esensi Qi yang murni.
Meskipun pada siang hari, cahaya matahari tidak begitu terasa karena terhalang oleh dedaunan yang berbaris rapat menutupi hutan pinus yang terdapat di awal tangga pendakian.
Lei Tian merasakan setiap langkahnya menaiki anak tangga seperti memasuki kehidupan yang berbeda, desiran angin yang lembut membawanya seperti pada kedamaian yang selama ini ia rindukan saat ia bersama ibunya. Ada kerinduan yang memanggil seperti gemuruh dedaunan yang terdengar dengan lembut di telinganya.
Gunung Bishou sendiri banyak ditanami pohon-pohon tua yang berusia ratusan hingga ribuan tahun, hal ini terlihat dari batang pohon yang menjulang tinggi serta memiliki ukuran yang besar. Bayangannya saja secara samar membuat kesan angker seperti hutan tak berpenghuni. Meskipun tidak ada hewan buas, sesekali Lei Tian dapat melihat beberapa hewan langka yang selama ini tidak pernah ia temui.
Hari menjelang sore ketika mereka tiba di Paviliun murid dalam, ada sebuah gerbang yang cukup sederhana namun terdapat sebuah papan berukiran Paviliun Murid Dalam.
__ADS_1
Tempat tersebut berada beberapa ratus meter sebelum puncak utama yang merupakan tempat tinggal Patriark dan para Penatua. Paviliun murid dalam sendiri seperti pelataran yang sangat luas membentang yang berada di sekitar kawah gunung.
"Kita sudah sampai" ucap Yun Zixin.
Meskipun Yun Zixin adalah orang yang sudah lama berada di Sekte, namun memasuki Paviliun murid dalam adalah hal yang pertama baginya.
"Hai.. Apa yang hendak kalian lakukan di sini?" sebuah suara terdengar mengejutkan mereka.
"Mohon izin senior, kami ingin bertemu dengan Penatua Song Gui dari Aula Pengembangan Bakat" ucap Yun Zixin.
Seorang murid yang menjaga gerbang masuk Paviliun murid dalam tersebut memandang Yun Zixin dan yang lainnya dengan lekat, lalu berkata.
"Kalian hanyalah murid luar yang tidak memiliki kualifikasi untuk memasuki tempat ini. Apa yang kalian ingin perbuat?" ucap murid penjaga tersebut.
Lei Tian yang pada sebelumnya menekan kekuatannya, lalu berjalan maju menghampiri murid penjaga tersebut.
"Saya Lei Tian ingin bertemu dengan kakek Song" ucap Lei Tian sambil melepaskan aura Pendekar Kaisar Tingkat Menengah.
"Ka.. Kamu ternyata orangnya" ucap murid jaga tersebut dengan wajah terkejut.
Sebagai murid jaga, ia hanya memiliki ranah Pendekar Kaisar tingkat awal jelas merasa sedikit tertekan dengan aura yang lebih kuat yang dimiliki oleh Lei Tian.
Nama Lei Tian sendiri sudah tidak asing di seluruh Paviliun murid dalam, desas-desus menyebutkan jika ia adalah murid baru yang diangkat oleh Penatua Song Gui untuk dijadikan murid inti. Bahkan prestasinya dalam menjungkalkan peringkat sepuluh teratas murid luar sudah tersebar diantara murid dalam.
__ADS_1
Beberapa diantaranya juga ada yang merasa kesal dengan Lei Tian yang bertindak berlebihan kepada Shui Niao dan Shui Qing. Maklum saja, pesona kecantikan kakak beradik tersebut dengan cepat menyihir murid dalam untuk mengagumi kecantikan mereka.
"Apakah senior bisa menunjukkan jalan?" tanya Lei Tian kemudian dengan tenang.
"Tentu saja, kamu sudah ditunggu oleh Penatua Song sejak beberapa hari yang lalu" ucap murid jaga tersebut yang kini mulai sedikit takut saat memandang Lei Tian.
Lalu dengan beberapa kalimat, murid jaga tersebut memberi tahukan arah Aula pengembangan bakat. Ia tidak lagi ragu dengan identitas murid luar yang kini baru saja memasuki Paviliun murid dalam.
Tanpa kesulitan akhirnya Lei Tian dan dua orang sahabatnya tiba di tempat yang dimaksud. Di Paviliun murid dalam, jumlah bangunan tempat tinggal tidak sebanyak di Paviliun murid luar. Selain lebih bagus bangunannya, tempat ini juga memiliki kemurnian Qi yang lebih pekat ketimbang di Paviliun murid luar. Aula pengembangan bakat berdiri dengan sangat kokoh, terdiri dari beberapa lantai dan seperti memiliki kekuatan yang tak tergoyahkan.
"Pantas saja setiap murid luar berlomba-lomba ingin menjadi murid dalam" gumam Lei Tian dalam hati.
Sementara itu Yun Zixin dan Shan Yuze tidak pernah melepaskan pandangannya kepada sekitarnya, seolah sangat mengagumi Paviliun murid dalam mereka berdua tampak seorang yang sedang bermimpi.
"Permisi senior, saya adalah Lei Tian murid luar yang akan bergabung dengan Aula pengembangan bakat" ucap Lei Tian sesaat bertemu dengan seorang murid senior.
"Owh kamu orangnya, silahkan ikuti aku. Sementara kalian berdua tunggu di sini" ucap murid tersebut tanpa banyak basa-basi.
Lei Tian dan kedua sahabatnya segera berpisah, Lei Tian mengikuti seorang murid senior tersebut dengan patuh di belakangnya. Kekuatan murid tersebut sudah berada di ranah Pendekar Kaisar Tingkat akhir, membuat Lai Tian yakin jika Aula pengembangan bakat adalah tempat yang tidak sederhana.
Setelah menaiki dua lantai, mereka tiba di lantai ketiga dimana area khusus tempat Penatua Song Gui berada.
"Lapor Penatua, saya membawa seseorang yang mengaku bernama Lei Tian yang berasal dari Paviliun murid luar" ucap murid tersebut dengan sangat sopan.
__ADS_1