
Dengan kekuatan yang dimiliki oleh Lei Tian kini, menghancurkan Akademi Kekaisaran yang sudah menyalahi fungsinya adalah hal sepele. Hanya Yang Mi yang ia perhitungkan, sisanya adalah para pendekar keabadian yang berada di wilayah Kekaisaran Fei.
Sementara itu di Ibukota Kekaisaran, kedatangan dua ratus orang lebih murid-murid Sekte Belati Merah telah membuat kehebohan. Pasalnya murid yang didatangkan adalah murid-murid yang sudah berada di ranah Pendekar Bumi yang setara dengan kekuatan seorang kepala keluarga di Klan Kota-kota besar.
Selain kedatangan orang-orang yang berasal dari Sekte Belati Merah, kini kabar tentang kehancuran Sekte Teratai Ungu pun mulai merebak. Hal yang paling mengejutkan adalah berita kemunculan nama Lei Tian dibalik musnahnya Sekte tersebut, nama yang sudah mulai dilupakan oleh orang-orang kini menyeruak kembali ke atas permukaan.
Shan Yuze dan Yun Zixin yang ikut mendengar kabar ini menjadi tak tenang, tebakannya akan kehadiran Lei Tian di Ibukota mulai menunjukkan tanda-tanda titik terang.
"Shan Yuze, betul kan apa kataku jika kepergian kita berkaitan dengan saudara Lei Tian" ucap Yun Zixin penuh percaya diri.
"Hush.. Sekarang dia adalah Ketua Sekte, kita harus menghormatinya" ujar Shan Yuze memperingati sahabatnya tersebut.
"Sampai kapanpun dia adalah saudara kita, pasti dia tidak akan mempermasalahkannya" jawab Yun Zixin dengan gaya bicaranya yang khas.
"Tapi kalau berita tersebut meleset bagaimana?" tanya Shan Yuze yang sedikit ragu.
Meskipun berita tersebut sedang ramai diperbincangkan namun Shan Yuze dan Yun Zixin lebih berbicara secara empat mata. Namun apa yang mereka bicarakan menjadi perhatian Penatua Song Gui yang sekaligus guru dari Lei Tian di Sekte Belati Merah.
"Salam Penatua" ucap Shan Yuze dan Yun Zixin secara bersamaan.
"Apakah kalian sedang membicarakan muridku?" tanya Penatua Song Gui sambil tersenyum.
__ADS_1
"Betul Penatua, kami sedang membicarakan saudara Lei Tian" jawab Yun Zixin dengan jujur.
"Seperti yang kalian tahu, bahwa teman kalian sekaligus Ketua Sekte kita masih hidup. Kedatangan kita ke Ibukota juga karena atas permintaan pribadinya" ucap Penatua Song Gui sambil tersenyum ramah.
"Apa kubilang, benarkan kita bisa berangkat bersama ke Ibukota karena ada hubungannya dengan saudara Lei Tian" ucap Yun Zixin penuh semangat kepada Shan Yuze, karena ekspresi bahagianya ia sampai mengacuhkan sosok Penatua Song Gui.
Namun Penatua Song Gui tidak marah, sebagai tiga orang yang selalu bersama di saat mulai memasuki Sekte Belati Merah ia sangat memahami kondisi persahabatan diantara mereka. Apalagi setelah sekian lama mereka berpisah, bahkan dari sekian banyaknya orang mereka berdua lah yang paling menolak keras berita kematian Lei Tian.
Sementara itu kehebohan lain juga terjadi, orang-orang Klan Lei pun sontak terkejut mendengar nama Patriark muda mereka masih hidup, terutama Lei Jun dan juga Gong Dun. Dua orang ini tidak bisa tidak merasa haru bercampur bahagia, tuan muda yang selalu mereka banggakan kini sudah muncul dengan kabar yang sangat menghebohkan. Meski kejadiannya di Provinsi Jianxu, namun gaungnya begitu kuat terdengar hingga ke Kota Chengdu.
Gambaran kehancuran Sekte Teratai Ungu sangat mengerikan, murid-murid Sekte yang berhasil selamat dari kehancuran Sektenya memberitakan hal tersebut secara sporadis. Ribuan orang dikabarkan tewas ditelan bumi tanpa jasad, belum lagi kabar kematian seorang sesepuh penyokong Sekte Teratai Ungu membuat kegemparan yang seolah tidak ada habisnya menyapu Kota Chengdu.
Bersama dengan lima orang Tetua, kini mereka sedang mencermati keadaan yang terjadi begitu mendadak ini. Apalagi kemunculan nama Lei Tian, meskipun mereka sangat mendambakan pemuda tersebut namun mereka juga tidak mau gegabah untuk mengambil keputusan. Jika berita tersebut hanyalah isu yang dilemparkan untuk menimbulkan gejolak maka pihak Shio Mei akan dengan mudahnya menangkap dan menghancurkan mereka semua.
Di tengah kebuntuan pemahaman mereka, tiba-tiba kabar dari salah seorang murid jaga tentang kedatangan seorang Tetua dari Sekte Perisai Api.
"Persilahkan Tetua tersebut masuk" perintah Patriark kepada murid jaga tersebut.
Tidak lama kemudian, seorang Tetua dengan napas yang tersengal-sengal tiba di dalam Aula pertemuan.
"Salam hormat pada Patriark, Penasehat dan juga para Tetua sekalian" sapa Tetua Perisai Api dengan hormat.
__ADS_1
"Salam Tetua, ada hal apa kiranya yang membuat Tetua terlihat sangat tergesa-gesa?" tanya Patriark Sekte Pedang Emas.
"Kedatangan saya terkait arahan dari Ketua Sekte Zu Sanfeng yang berniat mengajak Sekte Pedang Emas untuk bergabung bersama rombongan Murid Dalam dari Sekte Belati Merah dan juga dari Sekte Perisai Api untuk menuju Ibukota" ucap Tetua tersebut sambil menyerahkan sebuah surat resmi Sekte.
"Apa? Zu Sanfeng adalah Ketua Sekte kalian? Dimana Zu Haikuan yang katanya justru akan bergabung dengan Kekaisaran Shio Mei?" tanya Patriark Bho Chah dengan nada ketidakpercayaan.
Berita ini terkesan mengada-ada dan bisa saja sebuah jebakan yang sedang disiapkan oleh Shio Mei untuk menghancurkan Sekte Pedang Emas. Tatapan dingin juga mengarah kepada Tetua dari Sekte Perisai Api tersebut.
"Tunggu, biar kuperiksa suratnya. Jika benar itu dari Zu Sanfeng maka aku bisa membedakan tulisannya" ucap Qin Lang yang merupakan Patriark terdahulu, ia memiliki hubungan yang sangat baik dengan Zu Sanfeng.
Setelah memeriksa beberapa saat lamanya, akhirnya Qin Lang pun berkata.
"Surat ini asli kebenarannya, dalam surat ini ia juga menyebutkan jika Lei Tian sedang berada di Sekte Perisai Api bersama Qin Qian, bahkan hubungan keduanya sudah sangat dekat. Adapun tentang semua berita yang beredar adalah benar, bahkan sesepuh Zu Kai saja menaruh hormat pada Lei Tian"
Seketika Aula pertemuan menjadi hening, setelah mendengar ucapan Qin Lang mereka mau tidak mau harus percaya. Namun isi dari dalam surat tersebut juga sangat mengejutkan mereka, segala keraguan yang sedari tadi tidak menemukan jalan keluar kini sudah bisa dikonfirmasi kebenarannya melalui sepucuk surat yang baru saja ia terima.
"Lalu dimana sekarang Zu Haikuan?" tanya Qin Lang yang juga penasaran.
"Ia dan putranya sudah tewas di tangan sesepuh Zu Kai demi menuruti permintaan pendekar agung Lei Tian. Jika tidak maka Sekte Perisai Api akan sama nasibnya dengan Sekte Teratai Ungu" ucap Tetua tersebut dengan wajah menahan kengerian.
Sosok pemuda yang sangat luar biasa tersebut kini sudah menjadi momok mengerikan, untungnya ia berada pada pihak yang sama dengan Zu Sanfeng. Jika tidak ia juga akan sama persis nasibnya dengan empat orang Tetua lainnya yang kini sudah tewas tanpa jasad tersebut.
__ADS_1