
"Dia adalah Lei Tian, anak baru yang selalu kita musuhi sebelumnya" ungkap Shui Niao kemudian.
"Apa?? Bagaimana mungkin anak itu?" ucap Shui Qing dengan penuh keterkejutan.
"Aku juga awalnya sangat terkejut, namun seperti itulah kenyataan yang terjadi. Bahkan saat ini aku tidak yakin jika Kang Tao Gwe masih bisa bertahan hidup, ranah kultivasinya sudah dihancurkan oleh Lei Tian" ujar Shui Niao dengan penuh ketakjuban.
"Sebaiknya aku tidak sedang bermimpi saat ini" ucap Shui Qing dengan rasa keheranan.
"Jika kau anggap ucapanku hanyalah igauan, maka cobalah kau cari tahu tentang kepulangan Lei Tian. Bahkan jika perlu kau juga harus cari tahu bagaimana nasib dari Kang Tao Gwe sialan itu" ucap Shui Niao dengan serius.
"Baiklah jika demikian aku akan mencari tahu apa yang terjadi saat ini" ucap Shui Qing sambil pamit undur diri.
Selain ketidakpercayaan dengan kemunculan Lei Tian, ada rasa benci di dalam hati Shui Qing terhadap Kang Tao Gwe. Mendengar kakaknya mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan maka ia jelas tidak terima. Oleh karena itu ia akan mencari kebenaran itu sendiri melalui usahanya.
Di lantai tiga, Lei Tian masih bersama dengan gurunya. Ia mendapatkan beberapa nasihat serta pengetahuan tentang Akademi Kekaisaran Qin, suatu tempat yang berada di Kota Mianyang.
"Akademi Kekaisaran kekuatan alam Dewa sangat banyak, umumnya mereka adalah para Jenderal besar yang berada di bawah perintah Kaisar Qin Lau. Sebagai kekaisaran terkuat, Kaisar Qin sebelumnya membuat Akademi Kekaisaran untuk menciptakan para prajurit dan Jenderal perang yang akan melindungi segenap wilayah Kekaisaran. Bisa dikatakan setiap orang yang bergabung dengan Akademi tersebut sama saja ia sudah diterima sebagai pejabat kekaisaran dan akan mendapatkan upah serta sumberdaya yang sangat besar" ucap Penatua Song Gui dengan santai.
"Apakah murid-murid dari Sekte Belati Merah ada yang berhasil menjadi Jenderal sebelumnya?" tanya Lei Tian penasaran.
__ADS_1
"Sampai saat ini belum, semua posisi Jenderal diraih oleh orang-orang dari Sekte Pedang Emas. Bahkan Jenderal wanita yang terkenal juga berasal dari Sekte tersebut" jawab Penatua Song Gui.
"Namun kali ini pihak Kekaisaran sedang berbaik hati dengan memberikan kepada Sekte Belati Merah empat orang murid sebagai perwakilan, cuma saja potensi peperangan di batas Kota sangat mengkhawatirkan dan bisa merenggut nyawa kapan saja" ujar gurunya melanjutkan.
Lei Tian sangat tertarik dengan Akademi Kekaisaran, selain itu letaknya yang dekat dengan Kota Chengdu membuatnya bisa menyelesaikan beberapa urusan. Masalah Klan Lei dan nasib pertunangannya yang sudah ditentukan sejak lahir membuatnya tidak nyaman. Setelah usianya kini delapan belas tahun lebih maka ia berpikir sudah cukup baginya untuk membereskan urusan internal keluarganya.
Lei Tian seperti mendapatkan durian runtuh, tujuan utamanya ke Kota Chengdu akan selaras dengan perjalanannya ke Ibukota Kekaisaran Qin untuk menempuh jalan hidupnya. Kini ia adalah seorang kultivator yang mengabdikan dirinya pada nilai-nilai dan norma kehidupan. Pesan ayahnya akan selalu ia ingat meskipun ia tidak pernah melihat wajahnya, bayangan ibunya dan segala pengorbanan akan selalu ada di benak pikiran Lei Tian.
"Terimakasih guru atas penjelasannya" ucap Lei Tian dengan tulus.
"Aku tidak dapat memberikan teknik khusus kepadamu, setelah apa yang kau pelajari selama ini sudah merupakan teknik terkuat. Semuanya akan berkembang seiring dengan bertambahnya kekuatanmu, selain itu teknik yang kau kuasai sangat unik" ungkap Penatua Song Gui sebagai gurunya.
"Semuanya memang karena bakat mu yang luar biasa, aku sebagai guru yang kebetulan membidangi urusan bakat tentu tidak akan membiarkan dirimu untuk tidak bisa berkembang" ujar Penatua Song Gui dengan tulus.
"Baiklah jika demikian, aku akan bertemu dengan Patriark dan juga Penatua Luo Kang guna membahas kepergian kalian ke Kota Mianyang" lanjut Penatua Song Gui sambil beranjak pergi.
Setelah berpamitan, Penatua Song Gui segera berjalan menuju aula utama Sekte. Sementara Lei Tian segera menuju ke Aula pelatihan untuk berlatih bersama Shan Yuze dan Yun Zixin. Semenjak mereka berteman, mereka jarang sekali berlatih bersama, hal ini dikarenakan Lei Tian yang terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan kultivasi tertutup.
Di tempat yang berbeda, Kang Tao Gwe yang dalam kondisi sangat mengenaskan kini sudah mulai mendapatkan perawatan. Bahkan Penatua Mu Chen yang melihat murid andalannya terluka seperti itu merasa sangat marah, ia tidak menduga jika di Paviliun murid dalam ada yang melakukan hal keji terhadap muridnya.
__ADS_1
"Katakan, siapa yang membuat mu seperti ini?" tanya Penatua Mu Chen.
Di dalam hatinya ia mengira jika ini adalah perbuatan Penatua Fan Guo, sebab selama ini ia hanya memiliki persinggungan dengan penatua Fan Guo yang kini menjadi kepala Paviliun murid luar.
"Pelakunya adalah Lei Tian, murid Penatua Song Gui" ucap Kang Tao Gwe dengan suara lemah.
"Apa? Apakah kamu tidak salah?" tanya Penatua Mu Chen untuk memastikan hal yang baru saja ia dengar.
Sudah menjadi rahasia umum jika murid yang diangkat oleh Penatua Song Gui sudah tidak terlihat batang hidungnya. Bahkan banyak kabar yang menyatakan jika murid tersebut sudah menghilang.
"Benar guru, bahkan saat ia mengetahui jika aku adalah muridmu ia sama sekali tidak memberikan muka. Bahkan ia mengatakan hal-hal yang tidak pantas tentangmu, sehingga aku menjadi marah dan terjadilah pertempuran. Karena ia sangat licik maka aku tidak berdaya saat aku lengah, lalu ia menyerang ku dan membuat diriku cacat seperti saat ini" ungkap Kang Tao Gwe mengarang cerita.
"Kurang ajar" ucap Penatua Mu Chen yang sudah terbakar amarah.
"Kebetulan saat ini sedang ada pertemuan di aula utama, sehingga aku memiliki kesempatan untuk menghajar murid tersebut tanpa campur tangan Song Gui" gumam Penatua Mu Chen yang sudah kehilangan akal sehatnya.
Setelah mengobati luka yang dialami oleh Kang Tao Gwe, Penatua Mu Chen segera berjalan mengarah ke Aula pengembangan bakat. Ia akan menyelesaikan urusan dengan murid yang sudah menghancurkan kultivasi murid kesayangannya.
Sementara Kang Tao Gwe tersenyum simpul, di dalam hatinya ia merasa puas dan sudah membayangkan jika Lei Tian akan mengalami hal yang sama dengan dirinya, bahkan ia juga bisa menebak jika Lei Tian bisa saja tewas di tangan Penatua Mu Chen.
__ADS_1
Di Paviliun murid dalam tidak ada yang tidak mengenal Penatua Mu Chen, dengan kekuatan yang dimilikinya ia adalah sosok yang menakutkan. Bahkan Penatua Luo Kang yang berada di Aula Kedisiplinan sangat segan terhadap Penatua Mu Chen.