Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Berjumpa Lei Tian


__ADS_3

Namun begitulah hidup, manusia hanya bisa berencana dengan akalnya yang menurutnya tajam dan cerdas dalam menghadapi berbagai tantangan, tetapi hidup bukanlah bilangan yang pasti karena selalu saja ada kemungkinan yang tidak bisa dihindarkan yang justru terkadang menjadi penentu, lebih jelasnya hidup adalah misteri.


Dalam menyelenggarakan acara pernikahan putrinya, wajah Shio Mei yang tenang tidak menampakkan kekhawatiran atas apa yang baru saja terjadi, Shio Mei mengacuhkan segala isu miring tentang kebangkitan Lei Tian yang menurutnya sangat tidak mungkin. Di tambah dengan adanya informasi terbaru jika para pemimpin Sekte Pedang Emas mulai bergerak menuju Ibukota Kekaisaran, hal ini jelas membuat Shio Mei yakin jika isu yang dihembuskan bersumber dari orang-orang yang masih berhubungan dengan keluarga Qin yang masih memiliki pengaruh.


Tidak seperti Shio Mei, beberapa orang jelas menampakkan kegelisahan. Pada dasarnya mereka meyakini jika hancurnya Sekte Teratai Ungu bukanlah isapan jempol, apalagi dengan ketidakhadiran Patriark dan juga para petinggi Sekte tersebut pada kesempatan kali ini menambah keyakinan mereka terhadap kebenaran berita tersebut.


Untuk menghalau pergerakan orang-orang dari Sekte Belati Merah, Shio Mei secara khusus telah meminta Chen Kun dan juga orang-orang terbaik dari Akademi Kekaisaran. Mereka yang diutus oleh Shio Mei adalah orang-orang yang berada pada ranah pendekar langit, memusnahkan murid-murid Sekte Belati Merah jika berani bertingkah adalah pekerjaan yang sangat sederhana.


Sesuai dugaan Shio Mei, kini dua ratus orang murid dalam Sekte Belati Merah sudah berada di dekat Akademi Kekaisaran. Kondisi ini juga telah memaksa Mu Jiao, Lin Bao serta utusan Sekte Belati Merah yang berada di Akademi Kekaisaran menjadi heran dengan kedatangan teman-teman mereka tanpa informasi maksud dan tujuan yang jelas. Namun Mu Jiao tidak mengambil pusing, ia mengajak kawan-kawannya untuk menemui para murid dalam yang berasal dari Sekte yang sama dengan mereka.


"Salam Penatua" sapa Mu Jiao kepada Penatua Song Gui dan juga Penatua Mu Chen.


"Apakah semua utusan sudah keluar dari Akademi?" tanya Penatua Song Gui tanpa basa-basi.


"Sudah Penatua, mereka berada di belakangku" jawab Mu Jiao dengan hormat.


"Bagus kalau begitu, sebaiknya kau bergabung dengan murid yang lain dan bersiap sambil menunggu kedatangan Ketua Sekte" ucap Penatua Song Gui dengan tegas.


'Baik Penatua" jawab Mu Jiao dengan patuh.


Mu Jiao tidak banyak bertanya, apalagi ia juga menyaksikan Penatua Mu Chen yang tampak tediam dan mengamini setiap perkataan Penatua Song Gui. Kini seluruh murid dari Sekte Belati Merah sudah berdiri rapi membentuk barisan yang teratur menunggu kedatangan seseorang. Di dalam barisan tesebut juga tampak Shui Niao dengan tatatpan enuh penantian, kabar kemunculan kembali Lei Tian juga tidak terlewatkan dari perhatiannya, meski ia bukanlah siapa-siapa bagi Lei Tian namun ia sudah terlanjur memendam perasaan terhadap lelaki tersebut.


Tidak berselang lama, para Tetua dari Sekte Pedang Emas pun tiba. Bahkan Patriark Bho Chah dan juga Qin Lang memimpin barisan kelompok berkuda yang berjumlah tidak lebih dari sepuluh orang tersebut. Namun sepanjang jalan pergerakan mereka telah membuat ketegangan di tengah penduduk Kota Chengdu hingga Kota Miayang.


"Salam Patriark" sapa Penatua Song Gui menyambut kedatangan Patriarkdan para Tetua Sekte Pedang Emas.


"Salam Penatua semua" jawab Patriark Bho Chah dengan hormat, sosok Song Gui sudah terkenal sebagai guru dari Lei Tian maka sudah sepantasnya ia menghormati pria tersebut.

__ADS_1


"Aish... Sepertinya muridku telah membuat gaduh Ibukota" ucap Penatua Song Gui.


"Justru kami sangat menunggu kedatangannya, setelah ia menyelamatkan Sekte Pedang Emas dari kehancuran kami belum sempat membalas budi baiknya" ucap Patriark Bho Chah dengan sungguh-sungguh.


"Aku saja sebagai gurunya selalu merasa terkejut dengan anak itu, padahal ketika meninggalkan Sekte kekuatan anak itu baru memasuki ranah Pendekar Dewa, namun siapa sangka jika hanya dalam hitungan hari ia sudah berkembang dengan sangat pesat. Bahkan berita yang baru-baru ini beredar tidak kalah mencengangkan, Sekte Perisai Api hampir dimusnahkan, sementara Sekte Teratai Ungu sudah menjadi sejarah. Kini aku sendiri tidak paham dengan maksud anak itu meminta kami berkumpul di tempat ini" ucap Penatua Song Gui dengan penuh keheranan, padahal sepanjang hidupnya ia tidak pernah mengajari Lei Tian untuk memusnahkan Sekte.


"Muridmu terlalu luar biasa, beda dengan diriku yang sudah membesarkan iblis berwujud manusia" ucap Patriark Bho Chah merujuk pada Shio Mei.


Di tengah keseriusan mereka berbincang Lei Jun dan Gong Dun pun tiba, bahkan kehadiran mereka disertai juga Patriark Liu yang membawa putrinya Liu Shuai serta Liu Shuwan. Berita kemunculan Lei Tian tidak bisa mereka tahan begitu saja, apalagi kini orang-orang Sekte Belati Merah juga sudah hadir di Ibukota.


Gong Dun menyapa Penatua Song Gui dan juga Penatua Mu Chen, selanjutnya ia juga menyapa Patriark serta para Tetua Sekte Pedang Emas. Pertemuan mereka semua yang berada di dekat Gerbang Akademi Kekaisaran kini telah menjadi perhatian khusus, dengan langkah cepat seorang Chen Kun segera melaporkan situasi terbaru kepada Shio Mei.


"Lapor Yang Mulia, kini orang-orang Sekte Pedang Emas sudah bergabung dengan orang-orang Sekte Belati Merah dan berkumpul di depan Gerbang Akademi Kekaisaran" ucap Chen Kun menyampaikan laporannya.


"Sepertinya benar dugaanku jika semua kekacauan ini dihembuskan oleh orang-orang bodoh dari Sekte Pedang Emas" Shio Mei berkata dengan dingin, baginya menghadapi orang-orang seperti mereka hanyalah seperti membalikkan telapak tangan.


"Baik Yang Mulia" jawab ketiga Jenderal tersebut dengan kompak, terutama Yang Sheng sangat marah atas peristiwa yang terjadi di hari pernikahannya.


"Ibu, izinkan aku ikut membantu" suara Zhao Yusi terdengar, ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menghadapi orang-orang yang telah membuat suasana kekaisaran tidak kondusif.


"Baiklah, kau bisa menemani suamimu" Shio Mei kini tidak lagi menahan putrinya, karena ia yakin sumber masalah sebenarnya sudah terungkap.


Dengan pakaian pengantinnya, kini Zhao Yusi melangkah menuju Akademi Kekaisaran yang berada tidak jauh dari Istana. Bersama orang-orang kepercayaan Shio Mei, mereka semua bergerak dengan perasaan penuh kebencian dan kekesalan.


Ketika hari mulai mendekati sore, Lei Tian akhirnya tiba di Kota Miayang. Kota dimana seharusnya ia mulai meniti karirnya di Akademi Kekaisaran, tempat dimana ia juga meniti janji bersama Zhao Yusi. Tetapi hari ini kedatangannya adalah untuk melakukan perubahan, bukan lagi tentang karir yang akan ia kejar dan tentunya bukan tentang cinta pula yang harus ia perjuangkan.


Lei Tian turun dari kereta kuda yang membawanya, diikuti dua kecantikan membuat dirinya sebagai sosok yang paling dicemburui oleh para lelaki. Qin Qian adalah Putri Kaisar, sedangkan Li Yifei adalah jenius beladiri Kekaisaran Qin yang sangat terkenal. Namun tidak ada yang berani berpikiran negatif kepada Lei Tian yang sudah menjadikan kekuasaan dan kekayaan hanya sebagai alas kakinya.

__ADS_1


"Guru" seru Lei Tian ketika pertama kali melihat barisan murid Sekte Belati Merah yang menyambutnya.


"Hahaha... Akhirnya kamu kembali" ucap Penatua Song Gui penuh kekaguman kepada muridnya tersebut.


Semua orang menjadi terdiam, bahkan Patriark Sekte Pedang Emas dan para Tetuanya hanya bisa menahan keterkejutan yang tidak terkira. Bahkan jika hari ini mereka bermimpi, maka mereka tidak ingin bangun dan kembali ke kehidupan nyata.


"Apa kabarmu Guru" sapa Lei Tian dengan penuh hormat, bahkan ia juga hampir berlutut namun Penatua Song Gui buru-buru menahannya.


"Kau itu Ketua Sekte, bahkan seharusnya aku yang kini seharusnya menghormati mu" balas Penatua Song Gui sambil merangkul Lei Tian dengan hormat.


"Guru, ini perkenalkan ini adalah dua wanita calon istriku" ucap Lei Tian kemudian sambil memperkenalkan Qin Qian dan juga Li Yifei.


"Salam hormat pada Guru" ucap keduanya dengan penuh rasa hormat.


"Aish... Dua wanita muda dengan ranah Pendekar Dewa. Kau sungguh pandai mencari calon istri" ucap Penatua Song Gui sambil tersenyum hangat kepada Qin Qian dan juga Li Yifei.


"Cucuku..." ucap Qin Lang yang memperhatikan kedatangan Qin Qian sejak tadi, ia berusaha menerka kekuatannya yang sudah berhasil dibangkitkan.


"Kakek..." sahut Qin Qian sambil melangkah cepat ke arah Qin Lang.


"Jadi calon istrimu adalah putri Kaisar Qin Lau?" ucap Penatua Song Gui dengan ekspresi terkejut.


"Betul, mulanya juga aku tidak menduga jika ia adalah Putri Kaisar" jawab Lei Tian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Namun pemandangan membuat Shui Niao dan Liu Shuwan yang ikut menanti kedatangan Lei Tian menjadi patah hati, lelaki yang selama ini mereka nantikan ternyata sudah memiliki dua orang calon istri sekaligus.


Hanya Liu Shuai yang berekspresi sangat buruk, ia tidak menduga jika Lei Tian yang pernah ia tolak justru kini memiliki kekuatan dan kekuasaan yang tidak terukur. Apalagi kedua wanita yang berada di dekatnya memiliki kecantikan serta kekuatan yang tidak ada seujung kukunya dengan dirinya.

__ADS_1


Dalam sekejap suasana haru terjadi di pertemuan yang sudah direncanakan oleh Lei Tian tersebut, apalagi kehadiran Yun Zixin dan juga Shan Yuze yang menambah keceriaan yang selama ini tidak ada di wajah orang-orang Sekte Belati Merah.


__ADS_2