
Kebersamaan Lei Tian dengan Qin Qian begitu syahdu dan berkesan, jika sebelumnya mereka melakukannya di dalam Gua kini mereka berada di atas ranjang yang bersih dan nyaman, keduanya melakukan pelepasan bersama ketika hari menjelang sore.
Kebersamaan mereka juga tidak ada yang mengganggu, Zu Sanfeng masih berada di Aula utama mengatur beberapa hal yang perlu ia tangani secara langsung. Sementara Xue Meilin adalah pelayan pribadi Qin Qian yang begitu setia mengurusi keperluan Tuan Putri tersebut.
Setelah selesai membersihkan diri, Lei Tian dan juga Qin Qian segera bersiap-siap untuk jalan-jalan mengitari Sekte Perisai Api. Walau bagaimanapun Lei Tian membutuhkan informasi Sekte Perisai Api, sebagai seorang Ketua Sekte Belati Merah ia juga merasa melakukan perbandingan untuk kemajuan Sekte yang ia pimpinnya.
Menurut rencana Lei Tian akan melakukan beberapa perbaikan, ia ingin membawa Sekte Belati Merah sesuai harapan pendirinya yaitu kakek Akong. Apalagi keberadaan benda pusaka Belati Merah telah berperan serta dalam kemajuan kultivasinya.
Sementara terkait masalah dendamnya terhadap Shio Mei akan ia lakukan setelah urusan di Sekte Perisai Api selesai, musuh yang ia hadapi sesungguhnya adalah orang-orang yang selama ini mendukung Shio Mei. Oleh karena itu ia juga perlu mendapatkan dukungan dari para Pendekar Keabadian, meski ke depannya pertarungan tersebut tidak bisa ia hindari setidaknya ia sudah memiliki persiapan yang matang. Menghadapi orang-orang yang sudah banyak makan asam garam kehidupan, ia harus hati-hati. Tidak bisa begitu saja ia bertindak gegabah.
Belajar dari pengalaman masa lalu, ia dengan penuh tekad membara menghancurkan pasukan Kekaisaran Wei. Tetapi musuh sebenarnya justru berada di pihaknya, membuat dirinya hampir meninggal dan terluka dengan sangat parah.
"Gege, mari kita jalan bersama" ajak Qin Qian yang sudah terlihat sangat cantik.
Kultivasi ganda yang baru saja ia lakukan telah membuat energi di dalam tubuhnya semakin stabil, meskipun tidak melakukan terobosan namun ia merasakan jika kekuatannya semakin bertambah.
Sama halnya dengan Qin Qian, Lei Tian juga merasakan manfaat yang cukup besar. Dengan berkultivasi ganda bersama dengan kekasihnya, ia juga merasakan peningkatan kekuatan. Menurut perhitungannya, berkultivasi ganda nilainya sama dengan berkultivasi secara normal selama satu minggu. Pantas saja Akong berkata jika tubuh khusus milik Qin Qian adalah sebuah hadiah untuk meningkatkan kultivasinya di masa depan, berpikiran tentang hal ini Lei Tian hanya menggeleng kepala dengan sedikit konyol.
__ADS_1
"Hari ini kau benar-benar cantik sekali" puji Lei Tian dengan tulus.
"Hemm... Memang sebelumnya aku tidak cantik ya?" Qin Qian berkata dengan sedikit cemberut.
"Cantik... Cantik tentunya" Lei Tian sedikit salah tingkah, menghadapi wanita lebih sulit baginya ketimbang berhadapan dengan musuh.
Lei Tian segera menyentuh punggung tangan Qin Qian, kulit putihnya yang halus seperti giok membuat Lei Tian terkagum-kagum dengan kecantikan yang kini sudah menjadi miliknya tersebut.
Keduanya lalu berjalan saling bergandengan tangan mengitari Sekte Perisai Api. Meskipun Qin Qian bukanlah murid Sekte, tetapi dengan statusnya ia bisa masuk dan melihat-lihat.
Pemandangan keduanya sangat serasi, banyak pasang mata yang menjadi iri dengan pasangan yang begitu sempurna tersebut. Di balik sikap dinginnya terhadap musuh, ternyata kepribadian Lei Tian sangat menyenangkan. Banyak para murid yang semula takut berubah menjadi lebih terbuka ketika Lei Tian menyapa. Bersama putri Qin Qian justru sikap Lei Tian benar-benar seperti pemuda biasa, sesekali ia terlihat teraniaya dengan sikap manja Putri Qin Qian.
Hingga pada saat hari mulai gelap keduanya baru kembali ke dalam kediamannya, di sana sudah ada Xue Meilin yang menyiapkan aneka makanan dan minuman untuk memenuhi stamina keduanya.
Meski mereka tidak bergantung pada hal tersebut, namun keduanya masih manusia yang memiliki tubuh untuk berkembang dan beregenerasi. Sehingga pola tersebut masih dijaga oleh Lei Tian meski dirinya sudah berada di ranah Keabadian.
"Gege, apa yang akan kau lakukan terhadap apa yang kau sampaikan kepada kakek tadi pagi?" Qin Qian bertanya, ia memikirkan masalah yang kini sedang dihadapi oleh Zu Sanfeng.
__ADS_1
"Mengenai hal itu aku akan mencoba mempelajari suatu hal yang baru, aku akan belajar teknik pengobatan yang sebelumnya diberikan oleh Kakek Akong" Lei Tian berkata dengan jujur mengenai rencananya, terhadap wanitanya ia tidak menutupi hal yang sederhana seperti itu.
"Katakan saja jika Gege butuh bantuan, aku tidak akan sungkan membantu mu dengan sepenuh tenaga" ucap Qin Qian dengan sungguh-sungguh.
"Belum untuk saat ini, kedepannya aku pasti membutuhkan bantuan dari wanita cantikku ini" ujar Lei Tian sambil mengusap kepala Qin Qian, rambutnya yang begitu indah menambah pesona kecantikannya.
Diperlakukan seperti itu membuat Qin Qian merasakan kenyamanan, rasa kasih sayang Lei Tian kepadanya begitu tulus dapat ia rasakan. Rasa hangat dan kasih sayang semakin tumbuh diantara keduanya, meski secara pribadi Qin Qian tahu jika bukan dirinya saja yang mencintai lelaki yang kini berada di hadapannya.
Sosok Lei Tian mungkin saja dicintai oleh beberapa wanita, apalagi Qin Qian juga tidak banyak mengetahui masa lalu Lei Tian. Terlalu sedikit informasi yang beredar tentang dirinya, kemunculannya yang selalu tiba-tiba serta kabar kematiannya dengan cepat mengubur nama besarnya.
Di tengah waktu santainya, Lei Tian mulai membuka kitab pemberian kakek Akong. Perlahan-lahan Lei Tian membaca kitab itu secara perlahan, sesuai perkataan Akong kitab tersebut memang memuat tentang informasi berbagai jenis tanaman herbal berkhasiat dan juga tanaman beracun.
Lei Tian membaca sambil memahami, hingga ia menemukan beberapa bab yang membahas ramuan yang dapat meningkatkan tenaga dalam. Dengan ekspresi sangat serius, ia membaca bab-bab tersebut tanpa terlewatkan. Bahkan pada saat ini ia benar-benar hanya memfokuskan bacaan pada bab tentang ramuan herbal yang berfungsi meningkatkan kekuatan hingga ke ranah dewa.
"Luar biasa" gumam Lei Tian penuh kekaguman.
Pada saat ini ia merasakan seperti menemukan harta karun yang sangat berharga, ia tidak menyangka jika Kakek Akong adalah jenius di bidang ilmu pengobatan yang sangat luar biasa. Bahkan isi kitab ini lebih dari sekedar teknik beladiri, segala pengetahuan tentang dasar pengobatan hingga pengembangannya tersaji dengan lengkap.
__ADS_1
"Pantas saja peningkatan yang aku alami sangat pesat" batin Lei Tian sambil mengingat proses kultivasi dirinya, selama masa itu ia selalu diberikan ramuan khusus oleh Akong.