Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Kedatangan Patriark Liu


__ADS_3

Jarak antara Kota Chengdu dengan Gerbang Timur yang berada di Provinsi Jianxu adalah satu hari satu malam tanpa beristirahat, rencana yang seharusnya tadi malam ia jalankan harus tertunda karena urusan Klan Lei yang tidak bisa diwakilkan oleh siapapun.


"Apakah saya boleh ikut bersama Tuan muda?" ucap Gong Dun menawarkan diri.


"Tentu saja boleh jika paman tidak keberatan" jawab Lei Tian.


"Tentu saja tidak, saya ini adalah pengawal pribadi ayah Tuan muda. Selalu seperti itu sampai kapanpun, bahkan kini Tuan muda adalah penggantinya maka sudah sepatutnya saya melayani Tuan muda" ucap Gong Dun bersungguh-sungguh.


"Terimakasih paman, kebetulan aku juga masih awam dengan daerah yang akan menjadi tujuanku" ungkap Lei Tian dengan jujur.


"Jika demikian maka saya akan menyiapkan kuda terbaik untuk mendukung perjalanan kita" ucap Gong Dun sembari pamit.


Setelah Gong Dun berlalu, kini Lei Tian menuju pelataran Klan Lei yang mulai terlihat dengan jelas. Sinar matahari mulai merambat dengan hangat, beberapa murid Sekte Pedang Emas masih duduk dengan tenang berkultivasi menyerap energi alam dari sinar matahari pagi.


"Selamat pagi Tuan muda" sapa Penatua Sekte Pedang Emas.

__ADS_1


"Selamat pagi Penatua, terimakasih atas bantuan Penatua hingga saat ini" ucap Lei Tian dengan tulus.


"Tidak perlu sungkan, justru tanpa bantuan Tuan muda maka Sekte Pedang Emas hanyalah tinggal sejarah di hari ini" ucap Penatua tersebut.


"Sudahlah tidak perlu diungkit, kita semua adalah manusia yang harus saling peduli dan saling membantu" ucap Lei Tian dengan bijak.


"Terimakasih Tuan muda, kebaikan Tuan muda benar-benar telah membuka mata hati kami yang selama ini kurang peka terhadap permasalahan Klan Lei" ujar Penatua tersebut dengan rasa bersalah.


Lei Tian tentu paham dengan apa yang dikatakan oleh Penatua tersebut, sebelumnya juga Lei Jun sudah memberikan catatan tentang siapa saja pihak-pihak yang peduli dengan keadaan Klan Lei yang berada di bawah asuhan Lei Jun. Namun Lei Tian juga bukan orang yang pendendam tanpa alasan yang pasti, situasi hari itu juga terkait sikap Lei Dong yang secara terang-terangan mendukung Sekte Serigala Hitam.


"Mohon izin Tuan muda, jika sudah tidak diperlukan maka kami akan kembali ke Sekte" ucap Penatua tersebut dengan hormat.


"Tentu.. Tentu saja, Klan Lei mulai saat ini akan berada di bawah perlindungan Sekte Pedang Emas. Siapapun takkan ada yang bisa mengganggu Klan Lei di masa depan" ucap Penatua tersebut.


"Baiklah, terimakasih ku ucapkan sekali lagi" ucap Lei Tian sambil mengepalkan kedua tangannya di depan dada.

__ADS_1


Hal serupa juga dibalas oleh Penatua Sekte Pedang Emas dengan sikap penuh penghormatan.


Pada saat yang bersamaan Patriark Liu dan juga putrinya datang berkunjung. Selain itu terlihat juga Liu Shuwan yang mengikuti dari belakang. Liu Shuai yang melihat pemandangan Penatua Sektenya bersikap hormat pada Lei Tian hanya bisa tersenyum getir, ia benar-benar sudah bertindak konyol sebelumnya.


Setelah Penatua Sekte Pedang Emas tersebut pergi, maka Patriark Liu memberanikan diri untuk menemui Lei Tian.


"Selamat pagi... Bagaimana kabarmu?" sapa Patriark Liu.


"Pagi juga paman, aku baik-baik saja. Mari masuk.." ucap Lei Tian dengan ramah.


Lei Tian kemudian mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu yang tampak tidak terlalu mewah tersebut.


"Mohon maaf tempat ini masih sederhana, kami baru akan berbenah beberapa waktu lagi" ucap Lei Tian merendah.


"Kau terlalu merendah, paman hanya ingin berkunjung dan mengucapkan terimakasih atas bantuan mu telah menyelamatkan Shuai'er" ucap Patriark Liu berterus terang.

__ADS_1


Di dalam hatinya ia masih berharap jika kontrak pernikahannya dengan putrinya masih bisa dibicarakan.


"Tidak masalah paman, sesuai janjiku sebelumnya aku akan melakukan yang terbaik buat keluarga paman" ucap Lei Tian dengan tulus.


__ADS_2