
Selanjutnya kakek Akong melanjutkan cerita tentang sejarah pendirian Kekaisaran Wei dan juga Kekaisaran Qin, hal ini bermula dari pembagian dua wilayah kekuasaan. Qin Zang dan Wei Jun adalah dua orang yang mewakili dua kekuatan, barat dan timur. Wilayah barat diambil alih oleh Wei Jun serta wilayah timur dikuasai oleh Qin Zhang, setiap wilayah terdiri atas lima orang Pendekar Tingkat Keabadian sehingga jika salah satu wilayah berhasil menambah keberadaan Pendekar Keabadian, maka hal itu akan mempengaruhi keseimbangan. Tetapi hal itu juga yang selama ini diburu oleh Qin Zang dan yang lainnya, bahkan antara Qin Zang dan juga Yang Mi memiliki perseteruan pribadi sehingga aku lebih memilih mengasingkan diri di tempat ini.
Lei Tian mendengarkan dengan serius, apa yang dikatakan oleh pria sepuh tersebut jelas menambah wawasan pengetahuannya. Wawasan seperti ini sangat berguna baginya, apalagi ia mendengar langsung dari pelaku peristiwa sejarah Kekaisaran Qin.
"Kakek, terimakasih atas pertolongan kakek dan juga penjelasannya" ucap Lei Tian dengan hormat setelah mengetahui jika lelaki di depannya adalah pendiri Sekte Belati Merah.
"Haish... Tidak usah sungkan, pertemuan kita sudah jodoh dan merupakan kehendak langit. Selain itu aku juga dapat merasakan energi benda pusaka padamu, sehingga hal itu juga yang membuat diriku tertarik padamu" ucap Akong berterus terang.
Lei Tian sedikit terdiam, ia memikirkan tentang benda pusaka yang barusan dibicarakan. Sesaat berikutnya ia teringat pedang spiritual yang lepas dari genggamannya saat ia sedang memulihkan diri. Namun tentu saja bukan benda tersebut yang dimaksud oleh kakek Akong pada saat ini, setelah berpikir lagi Lei Tian kembali teringat dengan Belati Merah yang berada di dalam cincin ruangnya. Tanpa sungkan Lei Tian kemudian mengeluarkan Belati Merah tersebut dan menunjukkannya kepada kakek Akong.
"Owh.. Benda ini masih sangat mulus, rupanya penerusku belum ada yang bisa membuka tabir rahasia di dalamnya" ucap kakek Akong sambil menggelengkan kepalanya.
Dalam benaknya ia menyayangkan jika penerusnya belum ada yang mampu menggali rahasia di Belati Merah, keberadaan kekuatannya memang tidak biasa sehingga diperlukan orang yang khusus untuk bisa menemukan rahasia di balik senjata pusaka ini.
"Apakah kau pernah mencoba senjata ini?" tanya kakek Akong kepada Lei Tian.
"Belum, sejak pertama mendapatkannya dari Patriark Fang Yuan aku sama sekali tidak berani menggunakannya, menurut rencana setelah semua urusanku beres maka aku akan menanyakan tentang benda tersebut kepada Patriark" jawab Lei Tian dengan jujur.
"Jadi kau sama sekali tidak mengenal benda ini?" tanya kakek Akong dengan sedikit heran.
"Tidak" jawab Lei Tian dengan singkat.
"Haish... Untung saja kau bertemu dengan orang yang tepat, jika Belati Merah ini jatuh ke tangan yang salah maka akan menimbulkan malapetaka" ucap kakek Akong dengan raut wajah kecewa.
__ADS_1
"Bolehkah leluhur menjelaskan tentang keutamaan benda tersebut?" tanya Lei Tian dengan sopan.
"Teteskan lah darahmu, setelah itu kau akan tahu apa yang terjadi" perintah Akong sekaligus menjawab rasa keingintahuan Lei Tian.
Tanpa sungkan Lei Tian kemudian meneteskan darahnya ke permukaan Belati Merah tersebut.
"Ngungg"
Cahaya samar dan bunyi berdengung mulai terdengar di dalam Gua, lama kelamaan cahaya terang semakin terlihat dari Belati Merah tersebut.
Lei Tian tiba-tiba merasakan energi di dalam tubuhnya seperti meletup-letup ingin meledak, ada gaya tarik menarik antara sinar Belati Merah dengan dirinya bahkan getaran halus mulai terasa di dalam Gua.
Atas kondisi ini, buru-buru Lei Tian mengambil posisi kultivasi dan menjalankan teknik Naga Petir. Sementara Akong yang melihat gejala ini hanya tersenyum samar, namun di dalam hatinya ia merasa puas. Benda pusaka yang ia tinggalkan kini sedang berinteraksi dan akan memiliki tuannya yang baru, yang berarti hal ini menandakan pemuda di depannya adalah pewaris dari Sekte yang ia dirikan.
Untung saja kakek Akong yang sudah menduga akan kejadian ini segera memblokade energi dari proses penyatuan kekuatan antara Lei Tian dengan benda pusaka tersebut. Belati Merah yang saat ini tengah melayang di depan Lei Tian tampak cahayanya memasuki tubuh Lei Tian.
Di dalam tubuhnya sendiri, Lei Tian merasakan kekuatan dahsyat sama seperti saat ia menelan liontin air abadi pemberian Patriark Liu, proses ini tidak begitu sakit seperti sebelumnya, hanya saja Lei Tian harus benar-benar mampu menjinakkan energi besar di dalam tubuhnya. Berkat adanya Naga Petir di dalam lautan kesadarannya, energi dahsyat tersebut dimurnikan oleh Naga Petir sebelum dialirkan kembali menjadi Qi murni ke dalam dantiannya.
Akong yang memperhatikan kejadian ini tentu menjadi tercengang, semula ia berpikir jika Lei Tian hanya memiliki rahasia tulang Naga, tetapi kini ia bisa melihat jika Lei Tian memiliki rahasia lain di dalam tubuhnya.
"Bocah edan.. Benar-benar edan" gumam Akong dengan tatapan penuh kekaguman.
Dengan energi yang berasal dari Belati Merah, seharusnya seorang kultivator akan merasakan kesakitan luar biasa saat menjalani proses pemindahan energi, sebagai orang yang mengetahui rahasia sebenarnya Belati Merah Akong jelas merasa takjub dengan kemampuan Lei Tian yang sudah di luar ekspektasinya.
__ADS_1
Setenang-tenangnya Lei Tian, ia masih merasakan panas dingin energi yang kini membombardir pusat energinya. Punggungnya sudah basah dengan keringat, bahkan pakaian yang baru saja ia ganti sudah basah dengan keringat.
"Booom"
"Booom"
"Booom"
Detik berikutnya terdengar tiga kali suara ledakan secara berturut-turut. Keadaan ini telah mematenkan posisi kekuatan Lei Tian pada ranah Pendekar Dewa Semesta Tahap Akhir, lebih kuat dari siapapun dan terpaut satu tahap dibawah para pelindung Kekaisaran. Bahkan Jenderal Shio Mei kini hanyalah seekor semut dihadapan kekuatan Lei Tian yang baru.
Cahaya yang terdapat di Belati Merah perlahan redup dan diikuti menghilangnya getaran kuat di sekitar Gua.
"Plak"
Belati Merah yang semula melayang kini terjatuh di depan Lei Tian, warna merahnya pun pudar berubah menjadi bening dan meninggalkan kesan tajam yang mencolok.
Lei Tian membuka matanya dan melihat sebilah belati panjang di depannya.
"Kekuatan ini..."
Lei Tian sedikit merasa asing dengan kekuatan barunya, berbeda dengan sebelumnya kini ia merasakan jika tubuhnya terasa lebih kuat dan lebih ringan. Bahkan ia dapat merasakan bisa menghancurkan batu besar hanya dengan menunjuknya saja.
Energi tubuhnya kini seperti ada aliran petir yang terus berderak, aliran tenaga dalamnya juga terasa sangat mudah ia gerakkan.
__ADS_1
"Luar biasa, selamat akhirnya penerusku yang sesungguhnya telah hadir" ucap Akong dengan penuh kebanggaan.