
Seluruh aula menjadi hening dalam sekejap, namun tubuh Lei Tian langsung bergerak dengan cepat.
"Zlash"
"Zlash"
"Zlash"
Tanpa ampun pedang di tangan Lei Tian berkelebat menciptakan cahaya samar. Sedetik kemudian cahaya dingin melintas di leher masing-masing para Tetua Klan Lei, darah segar menyembur dari tenggorokan mereka secara bersamaan.
Hanya tangan mereka yang bergerak secara refleks menutupi luka tebasan di tenggorokan mereka, meski tidak putus namun luka yang ditinggalkan oleh sabetan tersebut sangat dalam.
Dalam sekejap berikutnya nyawa mereka terpisah dari raganya, meninggalkan sorot mata penuh ketidakpercayaan.
Hanya dibutuhkan waktu sebentar, tujuh orang Tetua Klan Lei yang berada di ranah Pendekar Bumi tersebut tewas begitu saja, menyisakan Lei Dong yang semakin ketakutan.
Lei Tian bersikap tegas, kepada orang-orang yang sudah berkhianat kepada Klan Lei. Sementara Lei Dong dibiarkan bisa menikmati ketakutan tak berujung sebelum ia merasakan kematian.
"A..Ampuni aku. Aku akan memberikan kepemimpinan Klan kepada dirimu" ucap Lei Dong sambil berlutut.
Ia akan melakukan segala cara demi menyelamatkan hidupnya, tidak ada yang membuatnya bisa bertahan hidup selain melepaskan apa yang ia punya.
__ADS_1
Lei Tian tidak menanggapi perkataan Lei Dong, ia masih sangat tenang meskipun baru saja membunuh tujuh orang Penatua Klan Lei yang masih memiliki hubungan darah dengannya.
Lei Tian kembali mengangkat pedangnya, kilatan dingin di matanya membuat orang-orang yang melihatnya bergidik ngeri. Tidak terkecuali Lei Dong yang kini menjadi sasaran target pedang spiritual Lei Tian.
"A.. Aku..."
Terdengar suara Lei Dong terbata-bata yang ketakutan setengah mati, wajahnya terlihat sangat pucat karena ia menyadari jika hari ini ia tidak akan selamat.
Detik berikutnya cahaya pedang yang terang membentuk kilatan yang menakutkan sebelum mendarat di tubuh Lei Dong.
"Boom"
Cahaya pedang tersebut mengenai tubuh Lei Dong tanpa bisa ia tahan lagi, tubuhnya terbelah menjadi dua bagian mengikuti garis darah yang tercipta diantara dada Lei Dong yang terbelah menjadi dua bagian. Mata Lei Dong membelalak tidak percaya, ia masih menatap ke arah Lei Tian hingga tubuhnya terjatuh ke lantai.
"Di ujung pedang ini tersisa satu nyawa yang tersisa" ucap Lei Tian sambil menatap mayat Lei Dong dengan dingin.
Setelah ia membunuh Lei Dong, ia kemudian melangkah ke luar. Di halaman sudah tampak anggota keluarga Lei yang sedang menunggu nasib.
"Tuan muda, tidak semuanya bersalah. Ada diantara mereka yang terpaksa karena mendapatkan tekanan" ucap Lei Jun memberikan masukan.
"Jika demikian segera pisahkan, mereka yang benar-benar dengan sengaja serta mereka yang memang karena terpaksa" ujar Lei Tian.
__ADS_1
"Terimakasih Tuan muda" ucap Lei Jun dengan hormat.
Selanjutnya Lei Jun segera memilah-milah orang yang memang terpaksa dengan keadaan serta orang-orang yang secara terang-terangan mendukung Lei Dong.
Sambil menunggu Lei Jun memisahkan orang-orang, kini pasukan Mu Xianji segera mengangkat jenazah Lei Dong dan juga pengikut loyalnya. Mereka juga segera membersihkan
bekas-bekas darah yang terdapat di aula keluarga tersebut.
"Seluruh orang-orang yang mendukung Lei Dong segera lumpuhkan kultivasi mereka tanpa terkecuali lalu usir mereka dari Klan Lei" ucap Lei Tian dengan tegas.
Lei Tian tentu saja tidak ingin membunuh banyak orang yang masih memiliki hubungan darah tersebut. Namun dengan dihapuskannya basis kultivasi mereka, maka akan membuat mereka sulit bertahan hidup di masyarakat. Hal ini juga akan menjadi pelajaran buruk bagi anggota Klan Lei yang selama ini masih setia kepada kubu Lei Tian.
Hampir larut malam ketika Lei Tian selesai membereskan orang-orang di internal Klannya, ada sekitar dua ratus kepala keluarga yang masih layak bergabung dengan Lei Tian sementara ratusan kepala keluarga lainnya segera diusir malam itu juga dan dihapuskan dari Klan Lei.
Selama proses tersebut, Bibi Jian dibantu beberapa orang segera membereskan tempat tinggal yang baru untuk Lei Tian. Meski bangunan utama yang menjadi sejarah dilahirkannya Lei Tian sudah musnah, namun ada tempat lain yang masih layak untuk dijadikan tempat tinggal sementara.
Lei Tian tidak segera istirahat, di tempat barunya ia hanya berkultivasi memulihkan stamina. Batu roh yang ia dapatkan dari dalam cincin penyimpanan Ketua Sekte Serigala Hitam sangat banyak, sehingga cukup untuk memulihkan diri Lei Tian yang telah mengeluarkan energi Qi yang cukup banyak.
Sementara orang-orang dari Sekte Pedang Emas masih setia berjaga, termasuk seorang Penatua yang masih bertahan di Klan Lei. Mereka baru akan kembali ke Sekte pada keesokan paginya, selain itu mereka juga ingin mengenal sosok Lei Tian lebih dekat.
Suasana Kota Chengdu berangsur tenang, berita kehancuran Sekte Serigala Hitam sudah menyebar luas. Nama Lei Tian secara perlahan juga mulai mengakar di dalam hati mereka, terutama di dalam jiwa murid Sekte Pedang Emas yang mengidolakan tokoh muda yang sangat luar biasa tersebut.
__ADS_1
Mata-mata Istana Kekaisaran juga sudah mendengar berita tersebut, namun hal yang luput dari perhatian mereka adalah sosok Lei Tian yang memiliki Token Akademi Kekaisaran. Hanya para petinggi Sekte Pedang Emas yang mengetahui hal tersebut, sehingga orang hanya mengetahui identitas Lei Tian sebagai putra Lei Yun Xi pewaris Klan Lei.