Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Kemenangan Yang Di Depan Mata


__ADS_3

Tidak lama berselang waktu, Jenderal Shen Hua datang bersama lima belas orang yang baru saja bergabung di Akademi Kekaisaran. Lin Bao dan kawan-kawannya terkejut saat pertama kali melihat tumpukan mayat-mayat yang sudah tidak utuh. Medan pertempuran yang sudah seperti lautan darah, membuat para kultivator muda tersebut merasa tidak nyaman.


Rasa dingin menggerogoti tubuh mereka, ada rasa takut yang tidak bisa mereka sembunyikan dari dalam diri mereka begitu saja. Pemandangan gunung mayat baru pertama kali mereka lihat, meski mereka adalah murid-murid pilihan yang terbiasa menghadapi pertarungan namun ujian secara langsung kali ini membuat mental mereka goyah.


Tanpa berbasa-basi mereka mulai mengayunkan pedang, sementara Lin Bao dan rekannya menggunakan Belati panjang sebagai senjata pembunuh. Kombinasi tenaga dalam dan teknik belati membuat orang-orang dari Sekte Belati Merah bergerak dengan cepat pada serangan jarak pendek.


Sementara Jenderal Shen Hua setelah memberikan arahan segera menyusul Jenderal Zhengzhou yang kini sedang berhadapan dengan Jenderal dari kekaisaran Wei, pertarungan antar Jenderal tersebut berada dalam jarak terpisah dari pasukan biasa. Kekuatan dan daya rusak yang ditimbulkan tidak dapat ditanggung oleh kultivator biasa.


"Lihat... Bukankah itu teknik tubuh ilusi" seru Khu Ching yang tidak bisa menahan keterkejutannya.


Lin Bao dan Xiao Han segera menoleh ke arah yang dimaksud oleh Khu Ching, pada saat ini ia dapat melihat dengan jelas beberapa bentuk tubuh yang sama sedang berjibaku menghadapi gempuran orang-orang dari Kekaisaran Wei.


"Ayo kita bantu Ketua" ucap Lin Bao.


Setelah berkata demikian tubuh Lin Bao dan dua sahabatnya segera menerobos prajurit musuh, dengan semangat membara ketiganya bergerak menuju Lei Tian dengan menebas para prajurit yang berada di sekitarnya.


Li Yifei yang menyaksikan pergerakan ketiga Murid Sekte Belati Merah tersebut segera mengikuti mereka, secara tidak langsung ia juga tertarik dengan seseorang yang menurutnya cukup misterius.


"Kalian, berhati-hatilah"


Seru Li Yifei kepada rekan seperguruannya, ia juga tidak bisa membiarkan kawan-kawannya mengalami kerugian. Dengan pedang kembar di kedua tangannya, Li Yifei bergerak seperti Dewi yang sedang menari. Setiap kombinasi gerakan lembutnya mampu menebas musuh dengan sangat mudah, bisa dikatakan jurus indahnya merupakan kado terakhir bagi prajurit Kekaisaran Wei sebelum menutup mata.


Lei Tian yang kini sedang bertarung, terus memaksimalkan kemampuan tubuh ilusinya yang berhadapan dengan beberapa orang perwira dari pihak musuh. Meskipun dari segi kekuatan Lei Tian lebih unggul, namun menghadapi kepungan pendekar tingkat dewa bukanlah perkara yang sederhana.


"Dhhuuaarr"


"Dhhuuaarr"

__ADS_1


Benturan kekuatan saling bertabrakan dan terus terjadi secara intens, tubuh ilusi yang dikeluarkan oleh Lei Tian mengeluarkan energi petir yang seolah merobek langit.


Dahsyatnya setiap pukulan tersebut membuat para prajurit menyingkir, benturan energi dari Lei Tian dan lawannya menimbulkan gelombang yang dapat merusak apa saja di dekatnya.


"Jurus Petir Membelah Langit"


Seru Lei Tian bersamaan, seluruh tubuh ilusinya mengeluarkan teknik yang sama.


"Boooommm"


"Boooommm"


"Boooommm"


Di tengah gempuran gelombang energi tersebut, suara guntur bersahutan memecah tekanan yang diciptakan sebagai perisai perlindungan.


Pemandangan mengerikan ini disaksikan oleh banyak orang, Li Yifei yang sejak tadi memperhatikan gaya bertarung Lei Tian merasa takjub bercampur ngeri. Orang-orang berada di ranah Pendekar Dewa tidak banyak, namun Lei Tian dengan leluasa membantai mereka tanpa ampun.


Hingga saat ini lebih dari setengah jumlah perwira pasukan Kekaisaran Wei tewas mengenaskan di tangan Lei Tian, prestasi ini mengalahkan siapapun pada saat ini termasuk Jenderal Shio Mei.


Pertarungan Lei Tian mengalahkan perhatian pertarungan Jenderal Shen Hua dan Jenderal Zhengzhou, keduanya tengah bertarung dengan sungguh-sungguh di medan pertempuran.


Dengan napas terengah-engah, Lei Tian mulai merasakan lelah tak terkira. Penggunaan teknik tubuh ilusi tidak dipungkiri telah menguras energinya secara signifikan. Apalagi ia merasakan adanya pengaruh jarak yang diterapkan oleh pihak musuh, benar-benar membuat Qi di dalam tubuhnya terkuras sangat banyak. Detik berikutnya tubuh ilusi Lei Tian lenyap, menyisakan tubuh aslinya dengan pedang panjang di tangannya.


Untungnya di dalam tubuh Lei Tian terdapat kekuatan Naga Petir sebagai sumber energi utama. Namun akibat terlalu masifnya ia melakukan pembantaian pada waktu sebelumnya, kini ia mulai merasakan krisis energi di dalam tubuhnya.


"Aku harus bertahan..." gumam Lei Tian sambil menatap ke arah musuhnya.

__ADS_1


Beberapa perwira tinggi yang tersisa segera menyerang Lei Tian dengan beringas, mereka meyakini jika Lei Tian sudah kehabisan tenaga.


"Cepat habisi dia sebelum energinya pulih" ucap salah seorang dari mereka.


Menyadari dirinya dalam bahaya, Lei Tian segera bersiaga kembali. Lima orang Pendekar Dewa yang siap menerjang ke arahnya sudah melakukan serangkaian serangan gabungan. Lei Tian yang sudah mulai kelelahan segera mengoptimalkan kembali energinya, dengan pedang di tangan ia akan hadapi dengan teknik berpedangnya.


"Jurus Tebasan Kematian"


Seru Lei Tian dalam menyambut serangan dari musuh-musuhnya, dengan segenap kekuatan yang ada Lei Tian sudah memutuskan untuk menghabisi mereka semua tanpa terkecuali.


"Zleb"


"Zleb"


"Zleb"


Medan pertempuran tingkat dewa kini dihindari dan dijauhi oleh orang-orang, Lei Tian yang seperti Dewa Kematian terus bergerak memborbardir para perwira tinggi dari pasukan Kekaisaran Wei, satu persatu mereka mengikuti jejak rekannya tewas di tangan Lei Tian.


Wajah Li Yifei dipenuhi oleh tatapan keterkejutan. Pengakuan jenius yang disematkan kepada dirinya kini seolah runtuh dengan keberadaan Lei Tian.


"Benar-benar monster" gumamnya pelan.


Li Yifei yang berada di ranah Pendekar Langit Tingkat Akhir tidak pernah menyangka jika Lei Tian memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dan keberadaannya yang tidak pernah terekspos, kekuatan Pendekar dewa dibunuh begitu saja tanpa bisa melakukan perlawanan yang berarti.


Di sisi lain, setelah membunuh seorang Jenderal pasukan Kekaisaran Wei, kini Jenderal Shio Mei pun ikut bergerak membantu Lei Tian, kombinasi keduanya sangat menakjubkan dan membuat para perwira tinggi tersebut kocar-kacir hendak menyelamatkan diri.


Hal ini membuat semua orang di pihak Kekaisaran Qin menjadi terkagum-kagum, mereka juga menilai kehadiran Jenderal Shio Mei sangat tepat dimana Lei Tian yang kini sudah hampir kehabisan tenaga.

__ADS_1


Panglima perang Kekaisaran Wei yang menyadari kekalahannya segera bersiap untuk mundur, rencananya dalam membuat lemah para pasukan elit Akademi Kekaisaran Qin telah gagal total. Malah pihaknya yang justru kehilangan pasukan intinya yang merupakan kultivator pilihan di ranah Pendekar Dewa.


__ADS_2