
Namun wajah Mu Xianji tampak menggelap saat ia melihat belati merah yang berada di tangan Lei Tian, sebagai orang lama yang pernah belajar ilmu beladiri di Sekte Belati Merah tentu ia sangat mengenal lambang identitas tertinggi Sekte yang hanya boleh disentuh oleh seorang Ketua Sekte.
"Bruk!"
Ruangan menjadi hening seketika saat tubuh Mu Xianji melorot ke lantai dalam posisi berlutut. Penjaga dan Liu Shuwan tidak dapat mengendalikan keingintahuan mereka terhadap situasi yang terjadi.
"Hormat pada Ketua Sekte" ucap Mu Xianji sambil mengepalkan kedua tangannya di depan dada.
Bentuk penghormatan ini jelas hanya bisa ia berikan di masa lalu, namun dengan keberadaan Belati Merah ditangan Lei Tian kejadian masa silam kembali berulang.
Sebagai benda pusaka, Belati Merah adalah identitas Sekte yang dimiliki oleh leluhur sekaligus pendiri Sekte. Bahkan Patriark Fang Yuan saja sangat hati-hati terhadap benda tersebut yang memiliki rahasia terdalam Sekte Belati Merah.
"Apa yang Tuan Mu lakukan? Cepatlah bangun" ucap Lei Tian yang kebingungan.
"Mohon maaf atas kelancangan saya kepada Ketua" ucap Mu Xianji dengan gemetar.
"Apakah Tuan Mu sedang mengigau?" ucap Lei Tian yang jelas merasa keheranan.
"Apakah Ketua tidak mengetahui benda apa yang di tangan Ketua?" tanya Mu Xianji.
"Tidak" jawab Lei Tian sambil menggelengkan kepalanya.
"Itu adalah Belati Merah, lambang tertinggi Sekte. Belati tersebut hanya boleh dipegang oleh Ketua, apalagi Tuan Muda sudah memilikinya. Itu berarti Patriark Fang Yuan sudah menunjuk Tuan muda sebagai penerus Ketua Sekte" ucap Mu Xianji dengan serius.
__ADS_1
"Hah??"
Mulut Lei Tian terbuka lebar, kini ia seperti disambar petir di siang hari saat mendengar perkataan Mu Xianji. Pengetahuan sepenting ini bisa luput dari dirinya, dan bisa-bisanya Patriark Fang Yuan menunjuk dirinya secara asal.
"Saya baru tahu ada hal seperti itu" ucap Lei Tian dengan tatapan kosong.
Ia sendiri masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya, bahkan pada saat ini ia merasa dirinya dikerjai oleh gurunya sendiri serta Patriark Fang Yuan.
"Patriark tidak akan sembarangan memilih seorang penerus, mulai saat ini saya dan juga Paviliun Ungu akan mendukung Ketua" ucap Mu Xianji dengan sungguh-sungguh.
"Karena situasi sudah seperti ini, maka setelah urusanku selesai maka aku sendiri akan membereskan hal ini kepada dua orang yang sudah mengerjai ku" ucap Lei Tian merujuk kepada gurunya dan juga Patriark Fang Yuan.
Pada saat ini Lei Tian sudah menerapkan dirinya menjadi lebih akrab, situasi formal yang sebelumnya ia rasakan kini ia singkirkan dan menganggap Mu Xianji sebagai orang dekat.
Secara bersamaan ia juga menatap ke arah Liu Shuwan yang tampak terdiam tidak bisa berkata apa-apa.
"Baik Tuan muda" jawab Mu Xianji dengan senang.
Kini ia yakin jika memang pilihan Patriark Fang Yuan tidak keliru, dengan usia yang masih sangat muda dan kekuatan yang sangat mengerikan maka Lei Tian adalah kandidat yang tepat. Bahkan dengan bakat yang dimilikinya tidak membuat dirinya angkuh, ia masih sopan dan rendah hati.
"Aku berada di Klan Lei bersama paman Gong Dun dan juga Paman Lei Jun. Sebelum berangkat ke wilayah perbatasan, aku ingin membereskan masalah internal keluarga. Namun setelah memetakan masalah sepertinya akan banyak menghabiskan waktu, untuk itu aku membutuhkan bantuan Tuan Mu untuk bekerjasama dengan paman Lei Jun" ucap Lei Tian dengan serius.
"Baiklah Tuan muda, saya akan berdiri di belakang anda membangun kerjasama dengan Klan Lei" jawab Mu Xianji dengan patuh.
__ADS_1
"Terimakasih banyak atas bantuannya" ucap Lei Tian dengan tulus.
"Oiya Tuan muda, Belati Merah adalah jenis senjata spiritual juga. Untuk kualitasnya sudah tidak diragukan, Tuan muda hanya perlu meneteskan darah agar benda tersebut memiliki kesadaran spiritual yang terhubung dengan Tuan muda" ucap Mu Xianji memberi penjelasan.
"Baiklah jika begitu, aku akan melakukannya di kemudian hari" ucap Lei Tian dengan santai.
Mereka kemudian berbincang-bincang menceritakan masa lalu, serta situasi terakhir yang berkembang. Mu Xianji juga tidak kalah terkejutnya mendengar pengakuan Lei Tian yang baru bergabung ke Sekte kurang dari tiga tahun. Sehingga dengan bakat yang dimilikinya ia yakin Lei Tian akan mendapatkan kekuatan yang lebih besar di masa depan, Mu Xianji juga yakin sosok Lei Tian akan mengguncang Kekaisaran Qin.
Sementara itu di Sekte Belati Merah, setelah beberapa hari Lei Tian pergi, nama Lei Tian kini terukir di salah satu prasasti para Ketua. Nama Lei Tian tepat berada di bawah nama Patriark Fang Yuan.
Kejadian ini tentu saja membuat gempar seluruh isi Sekte, baik Paviliun murid luar maupun Paviliun murid dalam. Seseorang yang namanya sudah disejajarkan dengan para Ketua, itu berarti Lei Tian adalah sosok Ketua Sekte Belati Merah.
Kini Sekte Belati Merah memiliki dua orang Ketua, secara hukum atau secara prinsipnya Lei Tian adalah Ketua yang sah. Sedangkan secara praktiknya, Patriark Fang Yuan yang akan menjalankan kebijakan Sekte menunggu kedatangan Lei Tian untuk serah terima secara resmi.
Shui Qing dan Shui Niao sangat terkejut mendengar berita ini, namun di hati Shui Niao menjadi sangat senang. Ini berarti hubungan Lei Tian dengan Sekte Belati Merah tetap terjalin sampai kapanpun. Dengan status sebagai Ketua Sekte membuat Lei Tian akan semakin sering mengunjungi Sekte, bahkan suatu saat ia akan menetap di Sekte seperti para Ketua sebelumnya.
"Mengapa kakak tersenyum aneh seperti itu" ucap Shui Qing yang sedang menatap ke arah kakaknya.
"Akhirnya orang itu akan kembali ke Sekte" jawab Shui Niao dengan polos.
"Owh.. Akhirnya kau mengakui jika kau memang mencintai Lei Tian" ujar Shui Qing menggoda kakaknya.
Tidak seperti sebelumnya, kini Shui Niao hanya terdiam mendengar godaan adiknya tersebut. Di dalam hatinya ia juga masih bingung dengan perasaannya, namun ia juga tidak menampik jika bayangan Lei Tian selama beberapa hari terakhir membuatnya resah. Sebagai seorang wanita yang sudah berusia dua puluh tahun, ia baru pertama kali mengalami situasi seperti ini.
__ADS_1
"Kau sebaiknya tidak berharap banyak, dengan statusnya kini sebagai Ketua Sekte di masa depan Lei Tian adalah sosok yang sangat tinggi. Bahkan kini ia sedang meretas karir melalui Akademi Kekaisaran, maka sudah dipastikan karirnya benar-benar tidak terbatas. Dengan kekuatannya yang aneh, aku rasa posisi Jenderal besar saja akan sangat mudah ia dapatkan di Kekaisaran Qin" ujar Shui Qing memberikan penilaian terhadap situasi yang berlaku.