
Ia tidak menduga dapat menemukan pewaris Sekte Belati Merah di tempat persembunyiannya, jika ini bukan anugerah langit lalu apa?.
Akong benar-benar tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya, walau bagaimanapun hanya masalah waktu untuk pemuda di depannya memiliki kekuatan yang sejajar dengannya.
"Ha ha ha ... Sesuai namanya, tulang Naga tetaplah tulang Naga" ucap lelaki tua tersebut setelah mengetahui kenaikan tingkat Lei Tian.
Lei Tian yang masih tercengang dengan perubahan kekuatan di dalam dirinya tidak menghiraukan perkataan dari Akong, Lei Tian yang baru saja menerobos dalam posisi duduk sila tersebut merasakan hal yang baru, selain energi internal yang semakin kuat ia juga dapat merasakan indera spiritualnya menjangkau lebih jauh.
__ADS_1
Selama beberapa saat ia masih menstabilkan kekuatannya sambil menggerakkan telapak tangannya, sebuah energi besar keluar dari telapak tangannya muncul cahaya keunguan dan membentuk bola energi yang sangat menakutkan. Lei Tian menggerakkan pergelangan tangannya dan mengendalikan bola energi itu hingga akhirnya membentuk perisai yang sangat tebal untuk melindungi dirinya. Jika digunakan sebagai senjata penghancur maka bola energi tersebut mampu membuat efek kerusakan yang sangat dahsyat.
Lei Tian kemudian menghilangkan energi pelindung tersebut lalu melihat ke arah sebuah belati yang tergeletak di depannya.
"Leluhur, apa yang terjadi?" tanya Lei Tian yang tidak mengerti dengan hal yang terlewati.
"Sebagai pendiri Sekte, sebelumnya aku meninggalkan kekuatan terpendam dalam Belati Merah, benda tersebut mengandung kekuatan spiritual sebagai pendukung kekuatan Patriark selanjutnya agar bisa membawa Sekte Belati Merah kepada kejayaan" lanjut Akong.
__ADS_1
Lei Tian hanya mengangguk pelan mendengarkan rahasia yang sebenarnya dari Belati Merah yang selama ini hanya dijadikan sebagai simbol tertinggi Ketua Sekte tersebut. Belati yang berada di depannya ia ambil sambil memeriksanya dengan penuh kekaguman.
Lei Tian juga baru mengetahui kelebihan Belati Merah yang selama ini ada bersamanya, karena beberapa alasan ia masih mengabaikan keberadaan benda pusaka tersebut. Selama beberapa waktu terakhir Lei Tian lebih memilih menggunakan Pedang Spiritual yang ia dapatkan di Paviliun Ungu, dan memang pilihannya tersebut juga tepat karena sangat efektif saat menghadapi pasukan Kekaisaran Wei beberapa waktu lalu.
Belati Merah diberikan begitu saja oleh Patriark Fang Yuan tanpa memberikan penjelasan apapun. Bahkan Patriark Fang Yuan memberikan benda pusaka Sekte Belati Merah seperti halnya memberikan cinderamata kepada Lei Tian. Hal ini juga yang membuat Lei Tian sakit kepala karena ulah konyol Patriark Sekte Belati Merah tersebut.
Mulanya Lei Tian berpikir jika benda tersebut hanyalah sebagai hubungan pengikat agar dirinya tidak melupakan Sekte, namun Lei Tian bukanlah orang seperti itu. Jika dirinya berhasil pun ia tidak akan melupakan sejarah, gurunya yang sudah membimbingnya hingga ke tahap ini serta sumberdaya Sekte yang sudah ia nikmati, tak akan pernah ia ingkari.
__ADS_1
Namun jika memikirkan keberhasilannya di Akademi Kekaisaran, maka Lei Tian sudah mengubur mimpi itu. Bagaimana mungkin ia bisa belajar dan menyerap ilmu dari orang macam Jenderal Shio Mei, sedikitpun Lei Tian tidak akan mau. Bahkan dengan kekuatannya kini ia ingin segera menghabisi Shio Mei, Jenderal pengkhianat seperti dirinya tidak pantas dibiarkan hidup.