Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Kekuatan Lain


__ADS_3

Meskipun Yang Mi terluka parah, ia masih dalam keadaan sadar ketika Lei Tian datang mendekatinya.


Yang Mi tertegun, ia tidak mengira jika seorang pemuda yang ia kira minim pengalaman ternyata mampu selamat dari teknik andalannya. Bahkan Qin Zang saja masih berpikir dua kali untuk berhadapan secara langsung dengan Tapak Sutra, jurus yang bisa menghentikan aliran tenaga dalam di tengah pertarungan.


"Bagaimana bisa kau selamat dari Tapak Sutra?" ucap Yang Mi dengan mulut yang penuh darah, beberapa kali ia menyemburkan darah.


"Apakah kau pikir dengan pukulan seperti itu kau berharap bisa melukaiku? Pikiranmu terlalu dangkal" ucap Lei Tian dengan percaya diri.


"Bocah.. Kuperingatkan kau jika kau membunuhku maka serbuan pendekar keabadian dari wilayah lainnya akan datang dan akan membunuh dirimu juga" ucap Yang Mi, dengan begitu ia berharap masih bisa selamat.


Lei Tian pernah mendengar tentang keseimbangan wilayah yang sudah diatur oleh para pendekar keabadian, karena hal tersebut juga wilayah kekuasaan menjadi dua kekaisaran. Namun Lei Tian lebih menyukai konsep persatuan, ia tidak suka dengan adanya pembagian kekuasaan dan kekuatan.


Pada saat ini Yang Mi berpikir tidak peduli seberapa kuat Lei Tian, menghadapi gempuran pendekar keabadian bukan hal yang bisa ia tanggung dengan mudah.


"Orang mati seperti mu tidak perlu mengurusi kepentingan duniawi lagi, sisanya biar aku yang urus sendiri" Lei Tian berkata dengan tegas, selanjutnya sebuah bayangan bergerak membawa energi yang sangat tenang.


"Zlassshh"

__ADS_1


Yang Mi membelalakkan kedua matanya penuh ketidakpercayaan, hingga menjelang kematiannya ia tidak menyangka jika Lei Tian akan membunuhnya dengan tiba-tiba.


Seluruh orang menyaksikan hal tersebut dengan tatapan terkejut, mereka tidak percaya jika Lei Tian membunuh sesepuh pelindung kekaisaran di depan mata semua orang. Apalagi mendengar ancaman Yang Mi sebelumnya, nyali Lei Tian sangat besar jika bersinggungan dengan para sesepuh wilayah lain.


"Nasibmu biar Kaisar Qin yang menentukan"


Lei Tian berjalan ke arah Shio Mei yang kini tengah meringkuk, sorot matanya kembali tenang meski ia baru saja menebas leher Yang Mi. Baginya seseorang yang sudah ia targetkan untuk mati maka tidak ada yang bisa menghalangi, dan perlu juga ia pikirkan. Sementara Zhao Yusi sudah tidak perlu ia pikirkan, nasibnya juga akan ditentukan oleh Kaisar Qin yang merupakan pengatur wilayah Kekaisaran.


"Menantuku.." seru Kaisar Qin yang tampak gemetar, wajah tampan Lei Tian dan usianya yang masih sangat muda membuatnya sangat terkagum-kagum.


"Salam hormat Kaisar" ucap Lei Tian dengan sopan.


"Aish.. Kamu adalah menantuku tidak boleh terlalu sungkan seperti itu" ucap Kaisar Qin Lau, ia tidak mau melewatkan kesempatan untuk mendekatkan diri pada pemuda pilihan putrinya tersebut.


Lei Tian sedikit kikuk, ucapan Kaisar Qin Lau yang sudah menganggap dirinya sebagai menantu di depan orang banyak membuatnya sedikit malu. Tetapi ia juga sangat senang dengan kemajuan hubungannya dengan Qin Qian yang memang akan ia jadikan istri dalam waktu dekat ini.


"Ayah.. Biarkan Tian Gege istirahat dulu. Dan aku juga bukan satu-satunya wanita Tian Gege" Qin Qian menarik tangan Li Yifei, bermaksud memberi tahu situasi yang sudah terjadi.

__ADS_1


"Hahaha... Tidak masalah, seorang lelaki tangguh tidak mengapa memiliki wanita lebih dari satu" ucap Kaisar Qin Lau, sebagai seorang lelaki ia sangat mengerti dan melihat kedekatan putrinya dengan Li Yifei pun membuat dirinya senang.


"Gege... Bagaimana dengan dua wanita tersebut?" tanya Li Yifei menunjuk ke arah Shio Mei dan Zhao Yusi.


"Biarkan ayahanda Kaisar yang menghukum mereka, selain membunuh aku tidak paham dengan hukum yang berlaku di Kekaisaran" jawab Lei Tian dengan lugas.


"Baiklah jika begitu, aku akan menghukum mereka semua yang terlibat dengan seadil-adilnya" ucap Kaisar Qin Lau dengan tatapan tajam ke arah Shio Mei.


Di tempat yang berbeda, di dalam sebuah paviliun, ada sebuah Kota di kaki bukit yang memiliki esensi Qi sangat baik. Kota ini, "Kota Yongxin" adalah tempat tinggal para sesepuh pendekar keabadian yang berada di wilayah kekaisaran Fei.


"Senior, dua orang lagi dari pihak Qin Zang sedang bertarung, setelah satu diantaranya sudah tewas kini seorang pendekar yang bernama Lei Tian dan Yang Mi sudah mulai bertarung. Keduanya telah bertarung dengan sangat serius. Terlihat seperti itu, salah satu dari mereka mungkin akan mati." seorang pendekar keabadian sedang memberitahu berita terbaru, ia dan lawan bicaranya merupakan orang yang berasal dari kelompok yang sama.


"Biarkan saja mereka saling bertarung, jika saatnya sudah benar-benar tepat barulah kita bergerak ke sana" ucap lelaki sepuh dengan kekuatan yang sama dengan Akong.


"Baiklah jika begitu" jawab lawan bicaranya dengan nada segan.


Kematian seorang pendekar keabadian sangat menentukan kekuatan suatu wilayah, dengan adanya selisih dua orang maka akan menjamin bahwa kekuasaan atas seluruh wilayah alam kehidupan akan terwujud. Jika Yang Mi benar-benar mati, sudah tentu seluruh pendekar keabadian yang tersisa akan mengalami efek pertarungan yang tidak terduga.

__ADS_1


__ADS_2