Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Chapter 03 - Sekte Pedang Awan


__ADS_3

Di meja makan, Wu Chen dan kedua orang tuanya sedang menikmati makanan yang di buat ibunya.


"Hmmmm.... Enak sekali, masakan ibu memang paling enak!!". Puji Wu Chen dengan melihat ibunya yang duduk di hadapannya.


"Bisa aja kau nak...". Ibunya tersenyum melihat anaknya menikmati makanan buatannya.


"Ayah, katanya mau bicara denganku. Mau bicara apa, yah??". Tanya Wu Chen pada ayahnya.


"Habiskan dulu makananmu nak, setelah makan saja ayah akan bicara denganmu". Kata ayahnya yang tersenyum juga melihat anaknya agak berubah hari ini.


'Tak biasanya dia memuji makananku, apa dia berubah gara gara mimpi buruk tadi?'. Batin ibu Wu Chen yang mendengar pujian anaknya tentang masakannya.


'Anak ini ceria sekali, sebelumnya dia selalu marah marah, apa yang terjadi??'. Batin ayahnya yang melihat senyum cerah menghiasi wajah Wu Chen saat sedang makan masakan ibunya.


'Hmm... Kenapa mereka melihatku seperti itu? Apa ada yang salah dengan ku??'. Batin Wu Chen yang sedikit melirik kedua orang tuanya melihat nya makan.


'Makan dulu saja lah, sudah lama aku tak makan masakan ibu, memang enak masakan dari ibu!!'. Lanjut batin Wu Chen.


Mereka pun makan dalam diam karena sejak kecil Wu Chen memang di ajari oleh orang tuanya untuk makan tanpa mengeluarkan suara, itu yang namanya sopan santun.


Wu Chen menghabiskan makanan yang dia makan hingga perutnya kenyang, dia rindu dengan masakan ibunya.


Setelah mereka makan, mereka membereskan tempat makan dan pergi ke ruang tamu, ayahnya ingin berbicara dengan anaknya.


Di ruang tamu, Wu Chen dan kedua orang tuanya sudah berkumpul, mereka sedang mendiskusikan sesuatu dengan Wu Chen.


"Ayah, apa yang akan ayah bicarakan??". Tanya Wu Chen dengan penasaran, tapi sebenarnya dia sudah tau arah pembicaraan ini.


"Nak, sekarang kau sudah berumur 8 tahun. Apa kau tak ingin masuk ke sebuah Sekte, Clan atau sejenisnya??". Ternyata benar tebakan Wu Chen, ayahnya menanyakan tentang sebuah Sekte, Clan atau sejenisnya.


Sebelumnya Wu Chen telah menebaknya karena memang di kehidupan sebelumnya ayahnya juga membicarakan tentang ini, namun di kehidupan lalunya dia menolak untuk tak masuk ke Sekte dan lainnya.


Sebelumnya dia adalah orang yang suka marah marah, malas, tak berbakti pada orang tuanya dan lainnya.

__ADS_1


Hingga sampai Desa mereka di serang oleh beberapa orang tak di kenal yang menaiki binatang buas, mereka seperti bandit.


Saat itu Wu Chen yang tak bisa apa apa hanya berlari dan terus berlari, orang tuanya yang juga orang biasa tak tau keadaanya setelah insiden itu.


Sejak itulah Wu Chen menyesali perbuatannya pada kedua orang tuanya yang tak berbakti pada mereka.


Insiden itu terjadi 2 tahun yang akan datang, saat itu Wu Chen telah berusia 10 tahun, di Desa mereka memang semuanya bukanlah pendekar karena memang bukan Desa pendekar. Mereka yang ada di Desa adalah orang biasa saja, mereka hanya punya cangkul dan senjata bajak sawah lainnya, warga di Desa rata rata adalah petani.


Maka dari itu, Desa mereka di sebut Desa Petani karena isinya hanya petani semua, ayah Wu Chen juga seorang petani.


Ayah Wu Chen bernama Wu Shang dan ibunya bernama Wu Hui mereka hanya orang biasa, setelah insiden itu berakhir Wu Chen pergi hingga tak tau kabar kedua orang tuanya sudah tewas atau belum.


Dia hanya di suruh kedua orang tuanya untuk meninggalkan Desa secepat mungkin dan sejauh mungkin, Wu Chen saat itu tidak pernah kembali karena jika dia kembali dia akan mengingat perbuatannya yang tak baik pada kedua orang tuanya.


Tekadnya sangat kuat hingga saat dia tewas di Tebing yang tinggi sebelumnya, dia belum pernah pulang ke Desanya sendiri.


Kembali ke cerita.


"Chen'er, kenapa kau melamun? Jika kau memang tidak ingin pergi ke Sekte atau yang lainnya, tidak apa apa kami tak akan memaksamu". Wu Hui sang ibu dari Wu Chen melihat anaknya yang melamun karena memikirkan sesuatu, angkat bicara.


"Baiklah, kau sudah tau akan masuk ke mana?". Tanya Wu Hui.


"Sayang, bagaimana dia akan memilih? Dia belum pernah mendengar soal dunia persilatan, jadi dia masih awam". Wu Shang berbicara setelah Wu Hui bertanya soal tempat yang akan di masuki Wu Chen.


Wu Shang tidak salah, karena memang Wu Chen masih di usia 8 tahun jadi belum pernah mendengar soal dunia persilatan yang kejam.


"Ah iya aku sampai lupa, saking senangnya anak kita mau masuk ke salah satu Sekte atau sejenisnya". Jawab Wu Hui sambil menepuk keningnya sendiri karena lupa.


"Ayah... Ibu... Aku memang masih 8 tahun, tapi aku pernah membaca buku, jadi aku sedikit paham masalah dunia persilatan dan lainnya". Wu Chen yang daritadi diam akhirnya berbicara, dia tak mau di anggap remeh oleh kedua orang tuanya, dia ingin memilih pilihannya sendiri.


"Kau mempelajari dunia persilatan dalam buku, nak? Kapan kau belajar lewat buku?? Aku belum pernah melihatnya". Tanya Wu Shang dengan terkejut, anaknya memang sebelumnya tak pernah membaca dan menulis buku.


"Ayah, aku tidak membaca bukan berarti aku tak bisa membaca buku. Aku membaca buku tentang dunia persilatan baru baru ini, dan mendengar kabar Sekte, Clan dan sejenisnya di Desa". Kata Wu Chen dengan berbohong pada ayahnya tentang membaca buku dan mendengar kabar di desa, dia sudah memilih sekte yang akan dia masuki.

__ADS_1


"Baiklah, beritahu ibu kemana kau akan masuk??". Tanya Wu Hui lagi.


"Aku telah mendengar tentang Aliran Hitam, Aliran Putih dan Aliran Netral. Aku ingin masuk ke Sekte Pedang Awan yang termasuk Sekte Aliran Putih, aku ingin berlatih di sana Bu". Jawab Wu Chen dengan penuh semangat.


"Sekte Pedang Awan yah, itu termasuk Sekte Menengah. Apa kau tau akan sulit untuk memasuki Sekte Menengah?". Tanya Wu Shang.


"Aku tau yah, tapi keputusanku sudah bulat, aku ingin berlatih di sana". Jawab Wu Chen dengan pasti.


"Baiklah ayah akan menurut atas kemauan mu, sekarang ayah akan mencari informasi pendaftaran Sekte itu di buka kapan". Kata Wu Shang yang melihat anaknya dengan harapan besar.


"Ayah tak usah mencari informasi itu, aku pernah mendengar beberapa hari yang lalu bahwa akan di adakan pendaftaran di Sekte Pedang Awan satu Minggu lagi". Wu Chen berkata tentang informasi pendaftaran Sekte Pedang Awan.


"Bagus lah kalau begitu, sebaiknya kau berlatih sebentar, ayah yang akan mengajarkanmu beberapa teknik pedang". Wu Shang menyuruh anaknya untuk berlatih, dia sebagai pelatihnya.


"Aku tak tau ayah bisa memakai pedang, bukannya Desa kita hanyalah desa biasa yang tak punya pendekar satupun?". Tanya Wu Chen yang masih penasaran, seingatnya ayahnya memang orang biasa.


"Memang Desa kita desa biasa, tapi kau tak tau asal usul ayahmu nak, turuti saja perkataanya jangan menolak!!". Jawab ibunya dengan nada yang agak keras, dia melihat anaknya yang cerewet tak bisa diam.


"Baiklah Bu, aku akan menurut". Jawab Wu Chen dengan nada sedihnya.


'Sebenarnya apa yang terjadi setelah Insiden itu berakhir? Apakah ayah selamat? Ah..... Kepalaku pusing karena memikirkan semua ini, lebih baik aku menuruti kata ayah dulu'. Batin Wu Chen yang kebingungan banyak pikiran, memang setelah dia pergi di kehidupan sebelumnya dia tak pernah kembali dan tak akan pernah mencari informasi tentang Desa Petani lagi.


~


**Sampai sini dulu yah, ini adalah novel Author yang pertama. Seperti di sinopsis, novel ini terinspirasi dari karya kak Ron yang berjudul JTI dan LPN.


Selamat membaca yah, semoga seru dan menarik ceritanya. Jangan lupa Like setelah baca, Komen kirim kritik dan sarannya, Vote Koin atau Poin jika bisa, lalu klik bintang 5 untuk mendukung novel ini.


Author akan suka dan lebih bersemangat jika kalian melakukan itu, terima kasih telah berkunjung di novel pertama Author.


~


Follow IG Author yah:

__ADS_1


@bayuoryuukun**


__ADS_2