Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Menjadi Yang Pertama


__ADS_3

"Ini.. Bagaimana mungkin" Penatua Fan Guo menatap tidak percaya.


Teknik Tubuh Ilusi yang dipergunakan oleh Lei Tian adalah tingkat tertinggi atau tingkat sempurna, bahkan teknik seperti ini hanya bisa dikuasai oleh Fang Yuan yang notabenenya adalah Patriark Sekte Belati Merah. Meskipun Lei Tian baru bisa memunculkan tiga wujud, tetapi itu sudah sangat mengerikan untuk murid seusianya.


Melihat situasi seperti ini, para murid luar lainnya pun tercengang. Satu persatu dari mereka menampilkan wajah kengerian melihat ke arah Lei Tian yang tampil sangat mengesankan. Dalam pertandingan kali ini Lei Tian benar-benar menyapu seluruh murid peringkat teratas dengan mudah.


"Ini.. Kenapa bisa seperti ini?" gumam Wu Ching yang saat ini masih tergeletak di salah satu sudut bawah panggung.


Awalnya ia berharap Lei Tian akan hancur di bawah dua bersaudara kakak beradik, namun siapa sangka jika kekuatan Lei Tian ternyata berada di atas mereka semua. Membayangkan dirinya dan kawan-kawannya yang sudah dihajar habis-habisan, ia berencana akan mengadukan hal tersebut kepada saudara sepupunya yang berada di Paviliun murid dalam.


"Apakah aku sudah bisa dikatakan memenangkan pertandingan?" ucap Lei Tian sambil memandang ke arah Diaken.


"Ya ...Tentu saja" ucap Diaken tersebut yang terkejut.


"Pemenang pertandingan kali ini adalah Lei Tian..." ucap Diaken tersebut mengumumkan hasil pertandingan.


Segera setelah hasil pengumuman tersebut disampaikan, mayoritas murid luar yang menjadi penonton bersorak gembira. Pada hari ini mereka benar-benar tidak mengira akan ada perubahan besar di Paviliun murid luar.


Sepuluh orang murid teratas telah disingkirkan, segala bentuk kesombongan yang selama ini melekat kepada di diri mereka telah hancur bersama luka yang ditinggalkan oleh Lei Tian. Bahkan tidak ada yang menyangka jika dua nona cantik yang selama ini tidak pernah tersentuh, kini terkapar di tanah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Meskipun tidak meninggal, namun luka dalam yang mereka terima membuatnya butuh perawatan beberapa waktu.


Hanya Tao Ming yang tersenyum puas diantara sepuluh besar murid teratas, keputusan terakhirnya untuk tidak berurusan dengan Lei Tian adalah sudah tepat. Bahkan pada hari ini pendekar tingkat kaisar saja tidak berdaya di bawah kekuatan Lei Tian.


"Apakah kalian sudah mengerti tentang sikapku sebelumnya" tanya Tao Ming kepada beberapa orang yang masih bersedia mengikutinya.


"Ya, kami akhirnya paham. Kekuatan anak itu memang sangat luar biasa. Mengalah dari orang sepertinya sudah tepat" jawab pengikutnya sambil mengangguk.


Penatua Fan Guo hanya menahan senyum getir, murid baru yang ia sebut sebagai pembuat onar sebelumnya kini menjelma sosok monster jenius diantara murid jenius. Dalam hal ini, ia merasa usia yang ia lalui selama ini seperti tidak berguna, melewatkan seorang murid seperti Lei Tian seperti melepaskan segenggam berlian.

__ADS_1


Setelah dipastikan menjadi pemenang, Lei Tian kini menyandang gelar murid teratas peringkat pertama, Shui Niao dan Shui Qing berada pada urutan kedua dan ketiga. Sementara Wu Ching dan yang lainnya turun satu peringkat dari sebelumnya, bergesernya posisi dikarenakan masuknya nama Lei Tian.


Pada kesempatan kali ini, Lei Tian mendapatkan hadiah pertandingan berupa lima ratus Batu Roh dan juga kesempatan untuk memasuki perpustakaan lantai tiga yang selama ini hanya bisa dimasuki oleh murid peringkat kelas atas.


"Ayo kita kembali" ajak Lei Tian kepada dua orang sahabatnya.


"Baiklah" jawab keduanya dengan wajah senang.


"Aku tidak menyangka jika kekuatanmu ternyata sudah berada di ranah Pendekar Kaisar" ucap Shan Yuze dengan tatapan penuh kekaguman.


"Hanya sebuah keberuntungan saja, semuanya pasti bisa asal giat berlatih" ujar Lei Tian yang kini tidak menutupi lagi basis kultivasinya.


"Tapi kau sungguh luar biasa, bagaimanapun pencapaian seperti mu akan sangat sulit untuk kami ikuti" ujar Yun Zixin.


"Sudahlah tidak usah dipikirkan, sebaiknya kalian bersiap karena sebentar lagi kalian juga akan ikut bersamaku ke Paviliun murid dalam" kata Lei Tian dengan santai.


"Bagaimana mungkin?"


Tanya Yun Zixin dan Shan Yuze dengan langkah yang terhenti karena menahan keterkejutan.


"Tentu saja, salah satu alasanku untuk mau menerima tantangan ini juga karena kalian" ungkap Lei Tian sambil menolehkan badannya.


"Kenapa kau melakukan hal ini?" tanya Shan Yuze penasaran.


"Kita adalah sahabat, aku tidak mungkin berjalan sendiri di kehidupan yang luas ini. Di masa depan ada saatnya aku juga membutuhkan kalian sebagai sahabat" ucap Lei Tian dengan senyum ramah.


Shan Yuze dan Yun Zixin begitu terharu dengan penuturan yang baru saja disampaikan oleh Lei Tian, sahabat yang baru saja mereka kenal belum lama namun sudah memberikan kesempatan yang luar biasa.

__ADS_1


"Tetapi kalian jangan senang dulu, kalian mungkin hanya sebagai murid pembantu di sana karena hanya itu yang dijelaskan oleh kakek Song" sambung Lei Tian.


"Maksudmu Penatua Song?" tanya Yun Zixin dengan penasaran.


"Entahlah, aku hanya memanggilnya sebagai kakek Song" jawab Lei Tian jujur.


"Jika yang kau maksud adalah Penatua Song Gui, maka itu adalah suatu hal yang sangat luar biasa. Berapa banyak murid dalam yang ingin menjadi pengikutnya tetapi tidak pernah terkabul, Penatua Song sangat selektif dalam memilih murid" ucap Yun Zixin dengan antusias.


Sudah menjadi rahasia umum di Sekte Belati Merah jika status murid inti lebih tinggi daripada murid dalam. Murid inti akan berada langsung di bawah asuhan seorang Penatua atau guru, sehingga perolehan sumberdaya akan lebih mudah didapatkan.


"Kenapa seperti itu?" tanya Lei Tian.


"Ia adalah Penatua yang membidangi pengembangan bakat, jadi setiap orang yang ikut dengannya sudah pasti akan mendapatkan sumberdaya yang tak terbatas untuk mendukung kultivasinya" jawab Yun Zixin.


Lei Tian hanya mengangguk ringan, meski ia belum mengetahui identitas kakek Song yang sebenarnya ia yakin setelah pertandingan ini semuanya akan menjadi lebih jelas.


Tanpa sepengetahuan Lei Tian ternyata kabar Penatua Song Gui yang ingin menjadikan Lei Tian sebagai murid inti telah menyebar dengan cepat di Paviliun murid luar, banyak murid luar lainnya menyangka jika Lei Tian ternyata memiliki latar belakang yang kuat.


"Pantas saja ia tampil sangat memukau"


"Sungguh orang yang beruntung"


Obrolan demi obrolan mulai tersebar, mereka yang baru saja selesai menyaksikan pertandingan mendapatkan kabar tersebut dari seseorang yang berasal dari Aula misi, dimana sebelumnya Penatua Song Gui sendiri yang mendaftarkan Lei Tian sebagai peserta.


Sesampainya di tempat tinggalnya, Lei Tian segera masuk ke dalam kamarnya. Tidak bisa ia pungkiri jika pertandingan sebelumnya cukup menguras energinya, terutama penggunaan teknik tubuh ilusi yang membutuhkan tenaga dalam beberapa kali lipat.


Lima ratus Batu Roh yang baru ia dapatkan sebagai hadiah langsung ia gunakan untuk berkultivasi. Meskipun hari masih siang, Lei Tian sudah tenggelam dalam kultivasi Naga Petir di dalam kamarnya, ia mulai menyerap kembali batu roh sebagai sumber energi di dalam tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2