Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Shio Mei Yang Sebenarnya


__ADS_3

"Sial, sebaiknya kita mundur" ucap panglima perang Kekaisaran Wei kepada pasukan yang tersisa.


Dengan kekuatan yang dimilikinya kini ia tidak memiliki keberanian untuk menghadapi Lei Tian dan juga Jenderal Shio Mei, oleh karena itu ia akan menyusun rencana ulang di kemudian hari.


Dengan meniupkan tanda khusus, sisa-sisa kekuatan pasukan Kekaisaran Wei segera mundur secara teratur. Peperangan yang sudah tidak mungkin dilanjutkan tentunya hanya akan menimbulkan kerugian lebih besar di pihak Kekaisaran Wei.


"Kalian mau melarikan diri? Jangan harap..." ucap Lei Tian sambil mengejar tiga orang perwira dari pihak lawan.


Lei Tian segera bergerak dengan cepat mengejar musuh yang ingin melarikan diri tersebut. Dengan sisa-sisa kekuatannya, ia tidak mau kehilangan kesempatan begitu saja. Lei Tian sudah benar-benar larut dalam pertempuran yang sesungguhnya. Padahal dengan kontribusinya saat ini, ia sudah dianggap pahlawan besar Kekaisaran Qin. Poin ujian Akademi Kekaisaran pun sudah dengan gemilang ia lampaui, tidak ada siapapun yang mengingkari hal itu.


Tiga orang perwira tinggi tersebut melarikan diri hingga menjauh dari area pertempuran utama, mereka bergerak dengan sangat cepat diantara tebing yang memisahkan daerah kekuasaan dua Kekaisaran.


"Matilah kau" seru Lei Tian sambil mengeluarkan jurus tangan kosongnya.


"Baaamm"


Tubuh salah seorang perwira kekaisaran Wei tersebut terhempas beberapa meter sebelum ambruk ke tanah, dua orang lainnya yang tersisa menatap penuh kebencian ke arah Lei Tian.


"Sepertinya tadi adalah tenaga terakhir yang kau miliki" ucap salah satu dari mereka dengan tatapan bengis.


Lei Tian yang sudah kepayahan tersebut masih bisa berdiri dengan pedang spiritualnya sebagai tumpuan, peluhnya yang sudah mengkristal menjadi garam membuat matanya sedikit pedih.


Baru saat ini ia mulai merasakan kelelahan dan kehabisan energi secara signifikan, di dalam tubuhnya energi Naga Petir mulai meredup. Serangan terakhirnya telah menghabiskan banyak energi cadangannya, kini ia hanya berharap kepada kemampuan fisiknya menggunakan pedang.


Tiba-tiba Lei Tian merasakan kekuatan besar mendekatinya, namun setelah memastikan jika orang itu adalah Jenderal Shio Mei maka Lei Tian merasa terselamatkan dari kondisi terburuknya.


"Kalian hanya mencari kematian" ucap Jenderal Shio Mei dengan dingin.

__ADS_1


Melihat kedatangan seorang Jenderal wanita yang kejam, membuat kedua orang perwira dari pihak Kekaisaran Wei tersebut ketakutan. Hal ini tentu saja mereka tahu jika wanita kejam tersebut bukanlah lawan mereka berdua.


"Ampun.. Ampuni kami" ucap kedua orang tersebut bersamaan.


Namun Jenderal Shio Mei hanya mencibir, seolah menikmati lawannya yang sudah meminta ampun, Jenderal Shio Mei segera menebas kepala keduanya tanpa belas kasihan.


"Kalian tidak layak mendapatkan pengampunan ku" ucap Jenderal Shio Mei sambil menyarungkan pedangnya.


Pada saat ini Lei Tian bisa bernapas dengan lega, musuh terakhirnya sudah dibasmi oleh Shio Mei.


"Terimakasih Panglima" ucap Lei Tian dengan penuh rasa hormat.


"Sebaiknya kau pulihkan tenagamu terlebih dahulu" ucap Jenderal Shio Mei penuh perhatian.


"Baik Panglima" sahut Lei Tian yang sudah menurunkan kewaspadaannya.


Shio Mei memperhatikan sekitar, setelah dirasa situasinya tepat ia menatap Lei Tian dengan senyum jahat.


Meskipun Lei Tian sudah berjasa dalam pertempuran kali ini, namun Shio Mei tidak bisa terima dengan kecemerlangan Lei Tian, ia beranggapan jika di hutan tidak boleh ada dua singa yang berkuasa. Oleh karena itu, menyingkirkan Lei Tian sejak dini adalah pilihan yang tepat. Dengan bakat mengerikan yang dimiliki oleh Lei Tian, tentunya ia hanya akan menghambat cita-cita Shio Mei yang ingin menjadi penguasa Kekaisaran Qin.


Pada saat ini pikiran jahat melintas di pikiran Shio Mei, Jenderal wanita itu melihat kondisi Lei Tian yang kepayahan malah menjadikannya sebagai peluang bagus untuk menyingkirkannya. Hal ini adalah peluang terbaiknya untuk menyingkirkan talenta berbakat dari Klan Lei tersebut.


Sekuat apapun Lei Tian, ia pasti memiliki titik lemah, apalagi setelah menjalani pertarungan besar tentu saja ia telah kekurangan energi Qi dalam jumlah yang sangat besar.


"Sekarang waktunya.."


Dalam sekejap Shio Mei segera mengeluarkan kekuatan puncaknya yang terkumpul di telapak tangan kanannya.

__ADS_1


"Baaamm"


Sebuah pukulan yang mengandung kekuatan dahsyat segera mendarat di dada Lei Tian, detik berikutnya tubuh Lei Tian terpental dengan keras hingga tertanam ke tanah akibat kuatnya pukulan yang ia terima.


"Puufft"


Darah segar menyembur dengan deras dari mulutnya, dalam seketika energi Qi nya langsung meredup secara drastis. Lei Tian yang tidak siap dengan serangan dadakan tersebut merasa dirinya telah melewatkan satu hal.


Secara perlahan Lei Tian mendongakkan kepalanya, ia ingin tahu siapa yang telah menyerangnya diam-diam. Luka yang baru saja ia terima sangat parah, bahkan berhadapan dengan puluhan Pendekar Dewa tidak membuatnya terluka.


"Ini.. Tidak mungkin"


Ucapan Lei Tian hanya terdengar sebatas di telinganya saja, ia melihat Jenderal Shio Mei yang baru saja melakukan serangan tersembunyi terhadap dirinya.


Pada saat ini pandangan Lei Tian mulai kabur, ia tidak menduga jika tindakan heroiknya dibalas rencana pembunuhan yang kini tengah mengancamnya.


"Kenapa.. Kau tega.. Ber ..buat seperti ini?" tanya Lei Tian dengan terbata-bata.


Tatapan mata Jenderal Shio Mei begitu dingin, aura kejamnya telah menyingkirkan hawa feminimnya.


"Bakatmu sangat luar biasa, namun sayangnya kau terlalu ceroboh dan muncul di tanganku" ucap Shio Mei dengan tatapan dingin.


Iblis hati yang sudah menyerupai keserakahan di dalam diri Shio Mei telah menyesatkan akal pikirannya. Ia sudah tidak lagi berpikir sehat, ambisinya yang menggebu-gebu telah membuatnya benar-benar terobsesi akan kekuatan dan kekuasaan.


Shio Mei sebelumnya sudah berencana untuk menggulingkan kekaisaran Qin, bahkan rencana pertempuran ini adalah untuk membuat dirinya terkenal. Namun kehadiran Lei Tian telah mengubah persepsi orang-orang terhadap hasil peperangan. Bahkan tanpa sepengetahuan orang banyak, Shio Mei menjalin hubungan khusus terhadap Fei Hung yang memiliki peran penting dalam kekacauan Sekte Pedang Emas dan juga Sekte Serigala Hitam di Kota Chengdu.


Dari kedua peristiwa ini, Shio Mei merasa dirugikan atas kehadiran Lei Tian. Oleh sebab itu ia tidak ingin keberadaan pemuda tersebut di masa depan akan menghambat rencana dan cita-citanya. Apalagi ia sudah merencanakan hal ini selama belasan tahun, waktu dan energinya sudah terbuang banyak.

__ADS_1


__ADS_2