
"Sama-sama Kakek" balas Lei Tian dengan penuh hormat.
Tidak hanya mendapatkan posisi Patriark, kini ia juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kekuatan. Benar-benar keberuntungan yang sungguh luar biasa, kiranya hal itulah yang kini dirasakan oleh Zu Sanfeng yang tengah berbahagia tersebut.
Lei Tian cukup senang dengan keberhasilannya dalam membuat ramuan, hingga sebelum berangkat ke Ibukota ia baru bisa melihat efek langsung dari ramuan buatannya tersebut.
"Tuan Mu, ini bagianmu"ujar Lei Tian dengan santai.
"Terimakasih Tuan Muda" balas Mu Xianji dengan wajah yang kegirangan.
Meski ia juga belum pernah mencoba hal seperti ini, namun ia memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap Lei Tian. Apalagi ia sangat paham dengan bahan-bahan herbal yang merupakan koleksi terbaik Paviliun Ungu, bahan-bahan tersebut rencananya akan ia lelang. Namun karena permintaan Lei Tian maka ia tentu saja lebih mengutamakan kemauan tuan mudanya tersebut, apalagi kini ramuan itu juga dapat ia rasakan secara langsung.
Dalam sudut pandang Lei Tian, sebagai pengikutnya maka Mu Xianji juga harus menjadi kuat. Salah satu tujuan Mu Xianji dipanggil ke tempat ini adalah untuk memberikan Tetua Mu Xianji ramuan Peningkat Tenaga Dalam. Secara khusus, Lei Tian telah membuat dua botol ramuan khusus untuk peningkatan kekuatan pendekar dewa. Ramuan tersebut tentu tidak lain adalah untuk Zu Sanfeng dan juga Mu Xianji.
Setelah selesai mengurusi mereka semua serta memastikan mereka sudah berkultivasi, maka Lei Tian segera menuju kediaman Qin Qian. Di dalam sakunya masih ada satu botol ramuan yang secara khusus akan ia berikan kepada Li Yifei. Meskipun ia baru mengenal wanita tersebut, tetapi Lei Tian bisa merasakan ketulusan wanita tersebut dalam bersahabat.
Setibanya di kediaman kekasihnya, Lei Tian segera mencari Li Yifei. Namun kondisi ini membuat Qin Qian sedikit cemburu dengan niat baik Lei Tian.
"Gege, apakah kau sudah mulai tertarik dengan wanita lain?" ucap Qin Qian yang berterus terang.
"Apa?" tanya Lei Tian dengan ekspresi kebingungan.
"Bukannya mencariku, tapi kau malah mencari nona Li Yifei setelah hampir seharian meninggalkanku" ucap Qin Qian dengan sedikit manja.
"Hahaha.. Kamu terlihat semakin cantik saat sedang marah" goda Lei Tian.
"Ah Gege...." ujar Qin Qian sambil menghentakkan kakinya.
Sikap manjanya yang terkadang muncul ini membuat Lei Tian tersenyum, sebagai wanita yang memiliki latar belakang Putri Kaisar tentu Qin Qian sudah terbiasa hidup dengan dimanja dan dengan segudang fasilitas.
"Jika kamu tidak keberatan, tolong berikan ramuan ini kepada nona Li Yifei. Semoga ramuan ini akan berguna untuk menyembuhkan luka dalamnya" ucap Lei Tian sambil mengeluarkan botol yang berisi ramuan yang dimaksud.
__ADS_1
"Oh, ini tentang obat untuk Nona Li. Baiklah tidak masalah jika seperti itu" ucap Qin Qian sambil tersenyum cerah.
"Ngomong-ngomong bagaimana tentang rencana Gege ke depannya?" tanya Qin Qian.
"Sebelum ke Ibukota sepertinya aku harus ke Sekte Teratai Ungu, memusnahkan mereka adalah hal yang tidak kalah pentingnya. Meskipun akan memancing kemunculan Pendekar Keabadian, sepertinya hal itu tidak bisa dihindarkan" jawab Lei Tian, ia tidak menutupi tentang rencananya yang akan menghabisi Sekte Teratai Ungu.
"Jika seperti itu, sebaiknya kau ajak saja Nona Li Yifei. Walau bagaimanapun ia berasal dari sana dan keberadaannya tentu sangat berguna bagi Gege.
"Apakah kau tidak akan cemburu?" tanya Lei Tian, sebelumnya ia sudah merasakan kecemburuan dari kekasihnya tersebut.
"Untuk mengekang pendekar luar biasa seperti Gege tentu akan sulit, hanya saja aku minta jangan dekati murid dari Shio Mei" ucap Qin Qian memberikan persyaratan, sambil mengatakan hal itu tubuhnya sudah bergerak memasuki ruangan dimana Li Yifei berada.
Lei Tian tidak terlalu menyikapi ucapan serius Qin Qian barusan, ia juga memang ingin memiliki beberapa keturunan untuk meneruskan Klan Lei yang merupakan warisan leluhurnya. Lei Tian lalu menarik napas pelan, dengan perlahan tubuhnya tampak memudar meninggalkan bayangan dan angin tak kasat mata.
Sementara itu, di Ibukota Kekaisaran kabar pernikahan Zhao Yusi dengan Jenderal Yang Sheng mulai berhembus. Kedekatan keduanya, membuat hubungan mereka akan berlanjut ke pernikahan dalam waktu tiga hari. Setelah menjebak putrinya sendiri ke dalam pelukan Jenderal Yang Sheng, kini kesempatan Shio Mei untuk mendesak pernikahan mereka berdua.
Dengan dirinya yang sudah pernah sebadan dengan Yang Sheng, maka Zhao Yusi mau tidak mau memantapkan dirinya untuk hidup bersama pria yang menjadi pilihan ibunya tersebut. Bahkan rencana pernikahan yang mendadak ini membuat dirinya tidak berkutik, dalam tiga hari ia akan menjadi istri seorang Jenderal besar Kekaisaran Yang.
Zhao Yusi sedang termenung, ia juga tidak bisa memundurkan waktu. Mengingat kebodohannya tadi malam telah membuat perubahan besar dalam hidupnya.
"Ayah, maafkan aku" gumam Zhao Yusi yang seketika teringat Zhao Feng, ayahnya.
Selama mengikuti ibunya ia sudah harus melupakan sejarah masa lalunya dengan ayahnya yang sudah membesarkan dirinya. Identitas luar biasa ibunya juga sudah membuat ayahnya terlibat kesepakatan yang tidak bisa ia pahami. Apalagi kabar terakhir yang ia tahu jika ayahnya sudah menikah lagi dan memulai kehidupan baru tidak lama ketika mereka berpisah.
Shio Mei tentu saja merasakan kebahagiaan, seluruh rencananya sudah berjalan lancar. Hanya saja ia tidak mengetahui jika Shi Ziyu yang sudah ia kirim untuk membunuh Li Yifei telah gagal menjalankan tugasnya, sama seperti Putri Qin Qian yang diprediksi meninggal karena jarum perak beracun tetapi masih segar bugar hidup bersama Lei Tian.
Sementara itu di tempat tertutup di dalam Akademi Kekaisaran, tampak dua orang lelaki sepuh yang sedang berbincang, mereka adalah Zu Kai dan juga Qin Zang.
"Sepertinya akan terjadi kekacauan lagi, bahkan kali ini akan lebih besar" ucap Zu Kai, ia membayangkan kedatangan Lei Tian yang sudah berjanji kepada dirinya.
"Apa yang kau ketahui?" tanya Qin Zang penasaran, wajahnya terlihat semakin tua akibat Kekaisaran Qin yang sudah digulingkan beberapa waktu lalu.
__ADS_1
Sebagai sesepuh ia sudah tidak lagi berhak ikut campur secara langsung, beda halnya dengan Yang Mi. Ia memiliki ambisi dan menemukan bakat yang ia kembangkan, yakni Shio Mei yang ternyata memiliki persinggungan garis keturunan dengan dirinya. Sesuai perjanjian antara dirinya dengan Yang Mi, perselisihan diantara mereka hanya bisa diakhiri oleh generasi berikutnya yang sudah mereka tentukan. Namun sial bagi Qin Zang, ia tidak menemukan bakat penentang langit di Sekte Pedang Emas. Shio Mei yang semula berasal dari Sekte tersebut justru beralih kepada Yang Mi dan menjadi bagian dari Sekte Teratai Ungu.
"Si tua Akong ternyata sudah memiliki pewaris, bahkan kekacauan hujan badai beberapa hari yang lalu disebabkan oleh bocah itu" Zu Kai berkata dengan tenang, sambil mengingat perjumpaannya dengan Lei Tian beberapa hari yang lalu.
"Apa kamu bilang? Berarti yang mengacau di tempatmu juga orang itu?" tanya Qin Zang penasaran.
"Ya, bocah itu sangat menakutkan. Dalam usianya yang terbilang masih sangat muda ia sudah berada di tingkat yang sama denganku. Parahnya lagi, aku merasa tidak akan menang melawannya jika terjadi pertukaran pukulan" ucap Zu Kai dengan serius.
"Apa kau bilang?" Mana mungkin ada pemuda yang bisa menembus ranah keabadian" ucap Qin Zang dengan ekspresi serius.
"Seharusnya kau bersyukur, bocah itu sepertinya memiliki hubungan dengan keturunan mu" ucap Zu Kai dengan enteng.
"Hah?" lagi-lagi Qin Zang tercengang, jika ini benar maka dominasinya dalam merencanakan daerah kekuasaan seperti di masa lalu akan kembali datang.
"Tunggu lah, tidak lama lagi kita akan disuguhkan oleh pemandangan luar biasa. Jika Hu Yitian dan juga Yang Mi bisa berpikir bijak maka jumlah kita tidak akan berkurang" ucap Zu Kai dengan serius.
Mendengar perkataan rekannya, perasaan Qin Zang menjadi campur aduk. Mulanya Qin Zang berpikir jika sebelumnya Akong lah yang sudah menembus Puncak Keabadian, namun ternyata muncul bakat muda yang mewarisi kemampuan Akong. Jika itu benar maka akan sangat luar biasa, apalagi dengan kemampuan Akong dalam meramu obat. Awalnya dengan didirikannya Akademi Kekaisaran maka akan tercipta Pendekar Keabadian yang lainnya, dengan kemampuan Akong dalam membuat ramuan khusus maka menciptakan pendekar keabadian tidaklah sulit. Namun sayangnya Akong lebih memilih mengasingkan diri, ia tidak tertarik dengan urusan kekuasaan.
Pada saat ini, matahari bergerak dengan malas menyapa senja. Sementara bayangan sinarnya membentuk sesosok bayangan seperti hantu yang bergerak sangat cepat. Di atas udara Kota Jianxu tubuh seorang pemuda tampak melayang, auranya penuh dengan intimidasi dan niat membunuh yang pekat. Dengan sekali pandang ia dapat merasakan sebuah titik lokasi yang kini sedang ia targetkan, itu adalah Sekte Teratai Ungu.
Lei Tian sudah beberapa kali mendengar kejahatan dari Sekte yang sebelumnya ia kira termasuk Sekte beraliran putih. Namun dengan kejadian beruntun yang dihadapi oleh orang-orang terdekatnya, memupuskan nama Sekte tersebut dari jajaran Sekte yang seharusnya Lei Tian hormati.
Dengan bobot ringan seperti kapas, tubuh muda Lei Tian mendarat tepat di atas permukaan alun-alun yang menjadi tempat berlatih Sekte Teratai Ungu. Setelah menyelesaikan urusannya dalam membuat ramuan obat-obatan untuk orang-orang terdekatnya kini ia sudah bergerak tanpa sepengetahuan Qin Qian yang tengah menemani Li Yifei.
Dengan pedang spiritual di tangannya, wajah bengis Lei Tian terlihat seperti Dewa Kematian yang baru saja dibangkitkan dari neraka. Dengan aura penuh kebencian Lei Tian berkata.
"Aku Lei Tian memberikan waktu hanya dalam tiga tarikan napas, bagi kalian yang masih ingin hidup segeralah keluar dan mulailah dengan kehidupan baru yang lebih baik. Jika kalian masih bertahan di sini, maka tidak akan ada yang menghalangi kalian untuk pergi ke neraka" Lei Tian berkata dengan tegas, setiap kata yang keluar dari dalam mulutnya seperti doa-doa pengantar kematian.
Aura Pendekar Keabadian mengandung kekuatan yang besar, dari gelombang suaranya saja kekuatan tak kasat mata mampu membuat getaran di seluruh Sekte Teratai Ungu.
Matriark dan Tetua Sekte yang berada di sekitar Lei Tian terpaku merasakan gelombang energi yang baru saja diucapkan oleh seseorang yang mengaku sebagai Lei Tian. Nama yang tidak asing, tiba-tiba muncul kembali seperti hantu di tengah ketenangan Sekte. Namun bagi para murid yang tidak asing dengan nama Lei Tian perlahan mundur teratur. Meski tidak banyak, namun murid-murid yang kebanyakan adalah wanita tersebut langsung mundur dan membuat barisan terpisah untuk bersiap pergi, walau bagaimanapun menurut pengetahuan mereka jika nama Lei Tian tidak akan sanggup diatasi oleh Sekte Teratai Ungu.
__ADS_1