Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Keberangkatan Zhao Yusi Ke Ibukota


__ADS_3

Di dekat pintu keluar, seperti biasanya Tao Ming dan pengikutnya sedang bersiap untuk menarik jatah Batu Roh dari murid yang baru saja selesai mengantri di dalam Aula Perbendaharaan.


Tao Ming sudah berjanji akan menebus kegagalannya pada kesempatan yang lalu, oleh karena itu ia yakin kalo ini tidak akan ada masalah. Ia berkeyakinan jika Lei Tian sudah berakhir, jika tidak tewas maka basis kultivasinya akan hancur karena pengaruh hukuman yang berlipat ganda yang diberikan oleh Aula Disiplin.


Yun Zixin dan Shan Yuze yang melihatnya tidak bisa untuk menahan kekesalan.


"Aku pikir ia akan berubah, namun sepertinya ia masih belum jera juga" ujar Shan Yuze pelan.


"Andai saat ini ada Lei Tian, mungkin keadaannya berbeda" ucap Yun Zixin menanggapi perkataan Shan Yuze.


"Apakah kalian ingin menyerahkan sendiri atau aku yang harus mengambilnya dengan paksa" ucap Tao Ming yang sedari tadi melihat Yun Zixin dan Shan Yuze.


Tubuh Yun Zixin gemetar menahan kekesalan, pada saat ini ia dan rekannya tidak mungkin bisa melawan Tao Ming yang merupakan murid berperingkat.


Pada saat yang bersamaan sekelebat bayangan muncul diantara Yun Zixin dan Shan Yuze.


"Kenapa kalian tidak menungguku?" terdengar suara Lei Tian menyapa kedua sahabatnya.


"Akhirnya kamu datang juga, hampir saja kami ditindas kembali" ucap Yun Zixin dengan semangat sambil menunjuk ke arah Tao Ming.


Tao Ming yang melihat kemunculan Lei Tian yang baik-baik saja segera tercengang.


"Bagaimana bisa kau selamat dari tempat itu?" tanya Tao Ming dengan raut wajah ketakutan.


Sementara beberapa orang rekannya segera berlari melaporkan hal ini kepada seseorang yang berasal di Aula Perbendaharaan.


"Aku baik-baik saja sebelumnya, namun entah mengapa perasaanku saat ini berubah begitu cepat" ucap Lei Tian dengan dingin.


Lei Tian tentu saja sangat marah ketika melihat Tao Ming yang masih melakukan perbuatan lamanya menindas para murid luar untuk diambil sumber dayanya.


"Tahan, sebaiknya kau menahan diri" ucap seseorang yang dengan cepat bergerak ke arah Lei Tian mengingatkan.

__ADS_1


"Kau sudah didaftarkan sebagai peserta pertandingan antar murid luar. Pergunakanlah kesempatan itu untuk membuktikan kualitas dirimu" ucap orang tersebut yang merupakan seorang Diaken.


Yun Zixin, Shan Yuze dan Lei Tian terdiam, mereka baru tahu jika Lei Tian terdaftar sebagai peserta pertandingan antar murid luar.


"Hmmph" suara Lei Tian menarik napas pendek.


"Baiklah untuk sementara aku akan menunggu hingga ada kejelasan" ucap Lei Tian sambil memandang dingin ke arah Tao Ming.


Dipandang seperti itu tubuh Tao Ming bergidik ngeri, secara tak sadar tubuhnya langsung jatuh melorot ke tanah.


Sementara itu di Desa Gunung Batu, sama seperti Lei Tian yang terus berkembang, kemampuan Zhao Yusi pun tidak kalah mencengangkan. Bermula dari gadis biasa kini ia sudah bisa berkultivasi hanya dalam waktu singkat, pengaruh ginseng spiritual serta bakat terpendam yang ia miliki tidak bisa disembunyikan terlalu dalam.


"Ayah akan segera membawamu pergi dari sini" ucap Zhao Feng kepada putrinya.


"Apakah sudah waktunya?" tanya Zhao Yusi penasaran.


"Menurut pelatih yang mengajarimu, kekuatan mu meningkat dengan pesat. Hanya saja tidak didukung oleh sumber daya yang cukup, oleh karena itu ayah akan membawamu ke Ibukota Sichuan" ucap Zhao Feng dengan serius.


"Tidak.. Sekte tersebut tidak akan cukup untuk menampung dirimu, sebelumnya aku sudah membahasnya dengan pelatih mu" jawab Zhao Feng.


"Hmmph... Apakah itu aku tidak akan bertemu lagi dengan Lei Tian?" tanya Zhao Yusi dengan wajah sedih.


Walau bagaimanapun juga salah satu faktor yang membuat dirinya bersemangat menjadi seorang kultivator adalah karena Lei Tian salah satunya. Sejak pemuda itu memasuki hati Zhao Yusi, entah mengapa bayangan dirinya tidak pernah lepas dari ingatannya.


Sementara Lei Tian sendiri tidak pernah menyadari akan besarnya benih cinta yang ia tinggalkan di dalam hati Zhao Yusi semenjak aksi heroik nya di Desa Gunung Batu.


"Urusan jodoh itu perkara yang unik, hari ini kau mencintai anak itu bisa saja setelah kau menjadi kuat dan hidup di lingkungan baru malah menemukan seseorang yang memiliki latar belakang yang lebih baik" ujar Zhao Feng mengingatkan putrinya tersebut.


"Tidak.. Aku tidak akan berpaling dari perasaan ku padanya" ucap Zhao Yusi dengan tegas.


"Baiklah ayah percaya padamu. Namun yang terbaik saat ini adalah segera meninggalkan Desa ini untuk mengejar cita-cita mu" ujar Zhao Feng yang tidak bisa berdebat dengan tekad putrinya tersebut.

__ADS_1


"Baiklah ayah, aku akan berangkat ke Ibukota. Cepat atau lambat hal ini juga pasti terjadi, di tempat ini aku juga merasakan kekurangan sumber daya" ucap Zhao Yusi.


"Besok pagi-pagi kita akan berangkat, hari ini usai latihan kamu beristirahat lah dan bersiap-siap" ucap Zhao Feng sambil menyerahkan sebuah benda.


"Apa ini ayah?" tanya Zhao Yusi.


"Benda ini dinamakan cincin penyimpanan, benda ini juga merupakan peninggalan dari ibumu" ucap Zhao Feng.


"Bagaimana cara menggunakannya?" tanya Zhao Yusi kemudian.


"Kau cukup mengalirkan tenaga Qi mu ke dalam cincin ini" ucap Zhao Feng yang sedikit tahu kegunaan benda tersebut.


Selama bersama dengan ibunya Zhao Yusi iya banyak mendengar cerita tentang dunia kultivator, jadi untuk hal-hal tertentu ia masih mengingatnya dengan baik.


Setelah mendengar penjelasan dari ayahnya, Zhao Yusi segera menggunakan cincin penyimpanan di salah satu jarinya. Zhao Yusi sangat kaget ketika melihat isi dari cincin penyimpanannya, selain emas dan perak terdapat juga tumpukan Batu Roh yang selama ini ia hanya dengar dari pelatihnya.


"Ayah, tampaknya ibu memang bukan orang yang sederhana" ucap Zhao Yusi setelah memeriksa cincin penyimpanannya.


"Begitulah, maka dari itu ayah membawamu ke tempat yang terpencil seperti di Desa ini" jawab Zhao Yusi.


"Apakah ayah memiliki keluarga di Ibukota?" tanya Zhao Yusi yang kini juga penasaran dengan identitas ayahnya.


"Tentu saja, cuma keluarga ayah bukanlah keluarga besar. Oleh karena itu hubungan ayah dan ibumu tidak boleh diketahui oleh orang lain" jawab Zhao Feng yang juga merindukan keluarganya.


"Baiklah ayah, aku akan bersiap sekaligus beristirahat untuk keberangkatan esok pagi" ucap Zhao Yusi sembari pamit meninggalkan ayahnya.


"Sepertinya sudah waktunya aku untuk kembali pulang" gumam Zhao Feng sambil berpikir sejenak.


Ia sudah tidak bisa mempertahankan putrinya untuk tetap bersama dirinya, apalagi bakat bela diri ibunya mengalir di dalam diri Zhao Yusi. Pilihan mengembalikan Zhao Yusi untuk dilatih bersama ibunya adalah yang terbaik, walau bagaimanapun hampir enam belas tahun Zhao Feng membesarkan putrinya dengan kasih sayang.


Sudah cukup baginya untuk menjadi seorang ayah sekaligus seorang ibu. Zhao Feng juga sebagai lelaki normal dan lelaki biasa membutuhkan seorang pendamping di masa depannya, ia juga tidak bisa selamanya hidup menyendiri hingga ajal menjemputnya. Adapun kisah cintanya dengan ibu Zhao Yusi akan ia pendam sebagaimana sumpahnya di masa lalu.

__ADS_1


Pada keesokan paginya, Zhao Yusi dan ayahnya pergi meninggalkan Desa Gunung Batu mengikuti jejak Lei Tian. Setelah memantapkan jalan hidupnya untuk menjadi seorang kultivator, ia akhirnya bersedia menuju Ibukota kekaisaran Qin untuk menemui ibunya di Akademi Kekaisaran. Identitas Zhao Yusi yang tidak sederhana juga telah membuat perubahan di dalam perjalanan hidup Zhao Yusi sendiri.


__ADS_2