
Di Kota Chengdu, tampak Liu Shuwan yang masih terpukul dengan kematian Lei Tian masih memegang teguh janji dari ucapan yang pernah disampaikan oleh Lei Tian. Meski hanya sebatas sahabat, tetapi Liu Shuwan menganggap jika janji Lei Tian sebelumnya adalah janji hati yang tidak akan dipungkiri.
Kebetulan pada saat ini adalah musim liburan Sekte Pedang Emas, Liu Shuai yang merupakan murid dari Sekte tersebut tentu tidak melewatkan kesempatan yang diberikan oleh Sektenya untuk berlibur dan berkumpul bersama keluarganya.
"Shuwan, kenapa kau masih menggunakan pita hitam di tanganmu? tanya Liu Shuai dengan heran.
"Aku masih menunggu dirinya untuk kembali, karena aku percaya kepada dirinya" ucap Liu Shuwan penuh keyakinan.
"Sudahlah kau tidak perlu berharap sesuatu yang tidak mungkin terjadi, bahkan Akademi Kekaisaran saja tidak dapat berbuat apa-apa" ujar Liu Shuai mengingatkan.
"Terimakasih atas perhatianmu, namun aku akan tetap bertahan seperti ini" jawab Liu Shuwan yang bersikeras.
__ADS_1
"Jika kau begitu keras kepala seperti ini, maka tidak akan ada pria yang akan mendekati mu" ucap Liu Shuai dengan ekspresi serius.
Sudah lumrah dan menjadi tradisi masyarakat, jika seorang istri yang menunggu kepulangan suaminya berperang maka ia akan mengikatkan pita hitam di tangan kirinya. Jika itu terjadi, maka wanita yang menjalankan tradisi tersebut akan dijaga kehormatannya dan ia sendiri akan dianggap sebagai wanita yang memegang teguh prinsip kesetiaan.
Hanya saja hubungan Liu Shuwan dan Lei Tian cuma sebatas teman, namun ia benar-benar mengagumi pria tersebut hingga ke tulangnya. Sama seperti Shui Niao, pita hitam di lengan kirinya tidak pernah ia lepaskan sejak ia mendengar berita duka yang menyelimuti Lei Tian.
Bahkan setiap harinya Liu Shuwan selalu berdoa, jika pria yang dikaguminya tersebut akan kembali datang dan menemaninya keliling Kota bersama. Meski terkesan sederhana, tetapi memiliki pengharapan yang sangat tinggi.
"Aku tidak mempedulikan apa yang terjadi, bagiku dengan keyakinanku maka itu sudah cukup membuatku yakin dengan apa yang akan aku lakukan" kata Liu Shuwan dengan serius.
"Dunia ini begitu luas, jangan hanya karena baru mengenal satu pria duniamu sudah runtuh dalam satu hari. Pada akhirnya, aku beruntung tidak menjadi janda sebelum waktunya, sekalipun ia hebat tetap saja ia tidak memiliki nilai jika sudah meninggal" ucap Liu Shuai.
__ADS_1
"Kau keterlaluan, bagaimana mungkin kau bisa berkata seperti itu dengan orang yang telah berjasa pada Sekte mu?" ucap Liu Shuwan dengan jengkel.
"Sudahlah, suasana hatiku sedang gembira. Aku tidak mau membahas masalah yang tidak perlu, sebaiknya kita jalan-jalan saja" bujuk Liu Shuai.
"Kau berangkat saja sendiri, suasana hatiku sedang tidak enak" tolak Liu Shuwan.
"Ya sudah jika begitu, aku berangkat duluan" ucap Liu Shuai sambil berlalu pergi.
'Hmm.. Dasar wanita bodoh, kenapa juga harus memikirkan sesuatu yang sudah tidak penting" gumam Liu Shuai dalam hati.
Di Klan Lei, setelah perombakan besar-besaran yang dilakukan oleh Lei Tian sebelumnya, kini Lei Jun memimpin untuk sementara Klan yang ditinggalkan oleh Lei Tian. Bersama Gong Dun ia menjalankan rencana yang sudah disiapkan oleh Lei Tian sebelum dirinya berangkat ke Akademi Kekaisaran.
__ADS_1
Dengan dukungan Sekte Pedang Emas dan juga Paviliun Ungu keberadaan Klan Lei kini berkembang sangat pesat, apalagi nama Lei Tian yang sangat fenomenal di awal kemunculannya, membuat orang-orang tetap ingin bekerjasama dengan Klan Lei.