Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Ditemani Khu Ching


__ADS_3

"Pergilah ke Paviliun Ungu di Kota Chengdu dan temui pamanku" ucap Mu Jiao sambil memberikan sebuah token kepada Li Yifei.


"Maaf, sudah merepotkan senior" ucap Li Yifei dengan tulus.


Pada saat ini Li Yifei benar-benar merasakan arti sebuah pertolongan, selama ini selalu bersikap diam dan lebih suka menutup diri demi mengejar peningkatan kultivasinya. Namun apa yang ia pertahankan selama ini justru telah membuat dirinya berada pada titik paling rendah di sepanjang hidupnya.


"Tidak perlu sungkan, seharusnya di Paviliun Ungu kau juga bisa menemukan penyebab kemunduran kultivasimu" Mu Jiao berkata dengan serius, ia juga sangat prihatin dengan nasib yang menerpa Li Yifei.


Mendengar kata Paviliun Ungu membuat Li Yifei kembali berharap, nama Paviliun yang familiar itu pernah ia dengar. Hanya saja pada saat ia sedang dalam kondisi puncaknya, nama Paviliun Ungu tidak cukup menarik minatnya untuk berburu barang-barang untuk mendukung kultivasinya.


Sebagai murid jenius ia sudah mendapatkan sumberdaya terbaik dari Sekte Teratai Ungu, apalagi saat ia sudah di Akademi Kekaisaran dirinya juga termasuk murid yang diprioritaskan dalam hal pendapatan sumberdaya. Namun kini mendengar nama Paviliun Ungu seperti mendapatkan oase di tengah gurun, kegagalan dan kemerosotan kultivasinya memang perlu diselidiki lebih dalam.


Li Yifei akhirnya pergi meninggalkan Akademi Kekaisaran, di bawah arahan Mu Jiao ia diantar hingga ke tempat pangkalan kereta kuda. Li Yifei tidak membuang waktu dan segera menuju Kota Chengdu, namun hal yang mengejutkannya adalah keberadaan Khu Ching di dalam kereta kuda yang akan dinaiki oleh Li Yifei.


"Ssstt.. Nona Li naiklah dan jangan membuat orang lain curiga, senior Mu Jiao yang mengatur ini semua" Khu Ching berkata dengan pelan, berdasarkan rencana ia ditugaskan menjaga Li Yifei hingga ke Kota Chengdu.


Mulanya Li Yifei ragu-ragu, namun ketika Khu Ching menyebutkan nama senior Mu Jiao maka ia yakin jika dirinya saat ini masih dalam perlindungan murid senior yang berbeda Sekte dengannya tersebut.

__ADS_1


Li Yifei kemudian duduk di dalam kereta kuda seolah tidak ada siapa-siapa, ia juga berpikiran jika keberadaan Khu Ching memang secara sembunyi-sembunyi untuk melindungi dirinya.


Atas pengaturan dari Mu Jiao sebenarnya Khu Ching diminta untuk menjaga Li Yifei hingga tiba di Paviliun Ungu, kondisinya yang tidak baik-baik saja dikhawatirkan akan terjadi sesuatu selama di perjalanan. Apalagi Li Yifei baru saja berselisih paham dengan Zhao Yusi, hal ini membuat kekhawatiran atas wanita yang akan dikirim ke Paviliun Ungu tersebut.


Kepergian Li Yifei segera disampaikan oleh seseorang yang bernama Shi Ziyu kepada Shio Mei, bahkan peristiwa yang terjadi di aula latihan juga tidak luput dari laporan yang disampaikan.


"Kurang ajar, seharusnya ia sudah ku bunuh dari jauh-jauh hari" gumam Shio Mei di dalam hatinya.


Meski Shi Ziyu tidak menyebutkan penyebab perselisihan antara Zhao Yusi dengan Li Yifei namun Shio Mei bisa menebak jika Li Yifei akan berbicara tentang peristiwa kematian Lei Tian.


"Segera kirim orang untuk membunuh wanita itu, lakukan setelah ia meninggalkan Akademi Kekaisaran agar tidak ada yang mencurigainya" ucap Shio Mei menurunkan perintahnya.


Orang tersebut merupakan orang yang sama dengan orang yang selama ini telah meracuni Li Yifei, sebagai orang yang berasal dari Sekte Teratai Ungu keberadaannya tidak pernah dicurigai oleh Li Yifei karena masih dalam kelompok yang sama.


Jarak Kota Miayang dengan Kota Chengdu tidak terlalu jauh, perjalanan tersebut seharusnya bisa ditempuh dalam waktu yang tidak terlalu lama. Hanya saja dengan luka yang dirasakan oleh Li Yifei membuat perjalanan tersebut sangat lama, di sepanjang jalan Li Yifei hanya bisa menahan sakit akibat luka dalam yang ditimbulkan oleh Zhao Yusi sebelumnya. Bahkan segala bentuk kekecewaan serta kekesalan juga membaur menjadi satu, keputusasaan yang semula ia rasakan perlahan mulai terobati dengan pertolongan yang baru saja diberikan oleh Mu Jiao.


Selama dalam perjalanan, Li Yifei ditemani oleh Khu Ching tanpa banyak bicara. Selain merasakan sakit, Li Yifei hanya bisa duduk dengan tenang sambil menyembuhkan lukanya. Ketika kereta kuda sudah berjalan menjauh barulah Khu Ching mulai bercerita, tentang beberapa hal untuk menyenangkan perasaan Li Yifei.

__ADS_1


Secara khusus Mu Jiao telah meminta bantuan dari orang yang masih satu angkatan dengan Li Yifei tersebut, di kelompok Mu Jiao hanya Khu Ching yang terlihat tidak terlalu mencolok keberadaannya, sehingga dalam pengaturannya tidak akan ada yang mencurigai keberadaan Khu Ching.


"Saudara Khu Ching, kuharap kau berhati-hati" ucap Li Yifei ketika mereka di dalam perjalanan.


"Ada apa memangnya?" tanya Khu Ching kepada Li Yifei.


"Seharusnya mereka tidak akan membiarkanku pergi begitu saja" jawab Li Yifei dengan penuh pertimbangan.


Baru saja Khu Ching hendak bertanya lagi, kereta kuda yang mereka tumpangi berhenti dengan tiba-tiba. Atas kejadian ini Khu Ching segera melompat ke luar dengan penuh waspada, ia memicingkan kedua matanya saat melihat beberapa orang bertopeng yang menghadang perjalanan mereka.


Jarak Kota Chengdu juga sudah tidak jauh lagi, membuat kehadiran kelompok bertopeng menimbulkan berbagai spekulasi. Biasanya tidak ada penjahat atau kelompok kriminal yang beraksi di tengah jalan utama Provinsi, jika demikian adanya maka pemikiran Li Yifei sebelumnya sangat tepat dan hal ini berhubungan dengan keselamatan dirinya.


Perjalanan mereka yang sebelumnya lancar-lancar saja tidak disangka telah ditargetkan oleh sekelompok orang bertopeng, hal ini menandakan jika mereka merupakan kelompok profesional yang sudah terbiasa menjalankan aksinya. Selama dalam perjalanan, Khu Ching tidak dapat merasakan aura keberadaan orang-orang yang muncul dengan tiba-tiba tersebut.


"Siapa kalian?" tanya Khu Ching sambil mengeluarkan belati panjangnya.


Khu Ching terlihat tenang, meskipun di dalam otaknya terus berputar mencari cara bagaimana mengalahkan lima orang bertopeng yang kini sedang memburunya.

__ADS_1


Khu Ching tahu ini bukan perkara yang mudah, meski ia masih memiliki keyakinan untuk bisa mengalahkan mereka namun keberadaan Li Yifei yang tengah terluka menjadi beban pikiran yang tidak bisa ia acuhkan begitu saja.


Namun tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, lima orang kelompok bertopeng itu bergeming dalam menyikapi ucapan Khu Ching. Salah seorang diantara mereka justru bergerak mendahului yang lainnya dan menerjang ke arah Khu Ching dengan ganas.


__ADS_2