
Perkembangan Ibukota Kekaisaran terkesan damai, para penduduk tidak terlalu mempermasalahkan pemberontakan Jenderal Shio Mei yang memang sudah terkenal luas. Bahkan sebagian besar setuju, walau bagaimanapun Kekaisaran harus dipimpin oleh orang yang kuat.
Selama beberapa hari berlalu sejak peristiwa pemberontakan, kini Shio Mei yang sudah menjadi penguasa Kekaisaran dan membuat beberapa pengaturan untuk mengamankan posisinya. Sementara Zhao Yusi yang masih ditutupi identitasnya hanya bisa mengikuti peraturan yang dibuat oleh ibunya dengan patuh. Sebagai seorang anak yang menurut, ia terus dicekoki oleh pengaruh negatif dari ibunya tanpa ia sadari.
Di dalam hati Zhao Yusi saat ini hanyalah kekaguman terhadap ibunya, pencapaian kekuatan serta kekuasaannya telah membuat tekad Zhao Yusi untuk menjadi kultivator wanita semakin kuat. Hal lainnya terkait kebencian Zhao Yusi yang disebabkan karena ketidakpedulian Kaisar Qin Lau yang tidak menyerang Kaisar Fei Hung. Dendamnya atas kematian Lei Tian telah membawa kebencian yang tak terkira, semua orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut akan ia musuhi hingga ke tulang.
Keadaan ini telah membutakan hati Zhao Yusi, seharusnya ia paham jika ibunya adalah panglima perang sekaligus Jenderal utama yang memiliki wewenang. Ibunya pula yang seharusnya mencetuskan ide pembalasan, namun tanpa Zhao Yusi ketahui adalah bahwa ibunya sendiri yang selama ini mengubur permasalahan dengan Kekaisaran tetangga tersebut. Hal ini tentu berkaitan dengan kesepakatan di masa lalu antara Shio Mei dan juga Fei Hung dalam menguasai wilayah masing-masing. Andai saja ia tahu jika ibunya sendiri yang telah mencelakakan Lei Tian, maka tidak dapat dibayangkan betapa hancurnya perasaan Zhao Yusi.
Untuk memupus perasaan putrinya, Ratu Shio Mei berusaha mencarikan calon pendamping untuknya. Secara resmi, ia membuka peluang kepada para pemuda terbaik Sekte untuk melamar dan menikahi Zhao Yusi. Namun secara eksplisit Shio Mei juga telah menentukan Jenderal Yang Sheng sebagai calon menantunya, selain untuk mendapatkan keturunan murni keluarga Yang, ia juga ingin Kekaisaran Yang bisa berjaya dan berumur panjang.
__ADS_1
Sebenarnya sosok Yang Sheng telah lama menjadi incaran Shio Mei, selain prestasinya yang gemilang kehadirannya juga sangat tepat untuk mengisi memori Zhao Yusi yang sangat mencintai Lei Tian. Seperti meneteskan air di atas batu, seperti itu pula teknik yang dilakukan oleh Shio Mei terhadap putrinya. Sehingga apa yang terjadi saat ini adalah akumulasi dari rencananya di masa lalu.
"Ibu, apakah hal ini tidak terburu-buru. Aku masih belum siap untuk memiliki suami" Zhao Yusi berusaha menyampaikan keluhannya, berharap ibunya mau mengurungkan rencananya.
Perasaannya kepada Lei Tian masih belum hilang, dalam keadaan seperti ini ia merasakan sesuatu yang sangat sulit.
"Kau tidak usah bersikap seperti itu, apa yang sudah ibu capai hingga saat ini adalah untukmu. Jika kau sudah menikah, maka selain memiliki seorang suami calon Kaisar, seluruh keturunan kita juga akan menjadi penguasa" Shio Mei berkata dengan tegas, ia tidak mau putrinya lemah hanya karena memikirkan masa lalu.
Zhao Yusi masih terdiam, ia menyadari apa yang dikatakan oleh ibunya adalah suatu kebenaran yang tidak bisa ia pungkiri. Dengan posisi ibunya saat ini jelas membuat Zhao Yusi merasa serba salah, meskipun calon suami yang ditawarkan oleh ibunya adalah orang yang baik namun ia juga benar-benar tidak mengerti dengan drama kehidupan yang berjalan di luar skenarionya.
__ADS_1
Zhao Yusi yang kini diberitakan sebagai murid sekaligus anak angkat Shio Mei memiliki status yang tinggi. Ia juga kini tinggal di Istana Kekaisaran yang sebelumnya menjadi tempat tinggal Putri Qin Qian. Sosoknya yang begitu cantik juga menjadi idaman seluruh pria, kemolekan tubuhnya tidak bisa diabaikan begitu saja.
Dalam setiap kesempatan, kedekatan Jenderal Yang Sheng dengan Zhao Yusi difasilitasi secara langsung oleh Shio Mei. Hanya beberapa kali pertemuan, Jenderal termuda yang berusia tiga puluh lima tahun tersebut berhasil membuat Zhao Yusi tertarik. Meski tidak sehebat Lei Tian, namun Jenderal Yang Sheng adalah talenta berbakat yang tidak bisa diacuhkan begitu saja. Dengan dukungan Sekte Teratai Ungu, ia begitu dominan diantara para Jenderal lainnya.
Sementara itu keadaan yang berbeda justru dialami oleh Li Yifei, dirinya yang merupakan saksi mata atas pembunuhan Lei Tian yang dilakukan oleh Shio Mei terlihat sangat tertekan. Setelah kejadian tersebut kultivasinya tidak mengalami perkembangan, sebagai jenius Sekte Teratai Ungu yang sudah membangkitkan karekteristik energi es di usia lima belas tahun, kini prestasinya jalan di tempat. Bahkan ia juga merasa energi di tubuhnya melemah dan pada saat tertentu tidak bisa ia gunakan, hanya kekuatan fisiknya saja yang bisa ia latih selama beberapa waktu terakhir.
Secara pribadi, rasa bersalahnya karena menutupi kejadian pembunuhan Lei Tian benar-benar telah menghambat jalan pikirannya, hal ini ternyata berpengaruh besar terhadap peningkatan kultivasinya. Bahkan di Akademi Kekaisaran, kini Li Yifei mendapat perhatian khusus. Hampir dua tahun ia menghabiskan sumberdaya Akademi namun tidak memperoleh kemajuan, hal ini menjadi perbincangan di kalangan internal Akademi Kekaisaran.
Cibiran demi cibiran mulai ia terima, dirinya yang semestinya bersinar kini ditutupi kecemerlangan Zhao Yusi yang merupakan murid Shio Mei. Penurunan Li Yifei berbanding terbalik dengan perkembangan Zhao Yusi yang kini mulai dikenal sebagai bakat tersembunyi dari Shio Mei, bahkan dalam kurun waktu dua tahun terakhir Zhao Yusi sudah berada di ranah Pendekar Langit.
__ADS_1
Menghadapi kondisi seperti ini jelas membuat Li Yifei frustasi, kemacetan jalan kultivasinya membuat dirinya tidak berdaya sama sekali. Teknik pernapasan yang ia jalankan seringkali merusak jalur meridian di tubuhnya, energi yang terkunci membuat serangan balik di dalam aliran darah. Keadaan ini secara tidak langsung telah merusak Meridian Li Yifei, tanpa ia sadari telah terjadi keretakan di pusat energinya tersebut.
Sebenarnya selama Li Yifei berada di Akademi Kekaisaran, ia sudah menjadi target Jenderal Shio Mei. Sejak kejadian di masa lalu, Jenderal Shio Mei telah menaruh kecurigaan terhadap Li Yifei. Oleh karena itu secara tersembunyi ia juga meminta bantuan kepada seseorang untuk meracuni Li Yifei melalui sumberdaya yang ia terima dari Akademi Kekaisaran, bisa dikatakan Akademi Kekaisaran adalah kuburan bagi dirinya.