Legenda Pendekar Abadi

Legenda Pendekar Abadi
Rencana Jahil Kakek Akong


__ADS_3

Tidak lama kemudian tubuh Qin Qian segera bereaksi, meskipun kesadarannya belum pulih betul namun ia sudah bisa memuntahkan darah hitam.


Dengan telaten Xue Meilin membersihkan bekas darah tersebut, ia juga dapat merasakan denyut kehidupan yang lebih kuat dari sebelumnya.


"Biarkan dia beristirahat dulu" ucap Akong.


Lei Tian yang sejak tadi memperhatikan jelas merasakan adanya kontraksi obat dengan energi vitalitas milik Qin Qian.


"Kakek, apa yang terjadi dengan tubuh nona tersebut?" tanya Lei Tian yang sedikit kebingungan, meskipun ia kuat namun wawasannya dalam ilmu pengobatan jelas sangat minim.


"Ia memiliki tubuh khusus, harusnya ia memiliki tulang Phoenix Api yang unik, hanya saja ada yang tidak senang dengan bakat anak ini sejak ia kecil" Akong menggelengkan kepalanya, kemunculan dua tubuh istimewa di tempatnya telah menimbulkan suatu keberkahan langit yang tidak terkira.


Lei Tian terdiam, ia juga sedikit mengerti dengan maksud tubuh istimewa yang dikatakan oleh kakek Akong. Pantas saja ia tidak bisa mengalirkan tenaga dalam dengan mudah, perlakuan tubuh khusus ternyata berbeda dengan tubuh biasa pada umumnya.


Setelah beristirahat selama seharian, putri Qin Qian masih belum juga sadar. Hal ini membuat Xue Meilin kembali panik, apalagi pada saat ini terdengar suara rintihan dari mulut Qin Qian.


Dengan rasa panik, Xue Meilin segera bertanya kepada kakek Akong.


"Kakek, kenapa ia masih belum sadar? tanya Xue Meilin.


Akong sedikit terkejut, seharusnya dengan meminum herbal buatannya dan juga bantuan batu ajaib peremajaan takkan sulit membuat Qin Qian pulih. Tetapi dalam hatinya ia sedang merencanakan sesuatu, hal ini berkaitan dengan kesembuhan Qin Qian secara permanen.


"Kondisi tubuh khususnya tidak bisa merespon dengan baik, aku khawatir hal ini bisa membahayakan nyawanya"


Mendengar ucapan dari Kakek Akong, wajah Xue Meilin tampak jelek. Ia tidak menduga jika tubuh khusus yang dimiliki oleh putri Qin Qian akan berdampak sebesar ini.

__ADS_1


"Lalu apakah ada cara untuk menyelamatkannya?" tanya Xue Meilin lagi.


"Kebetulan pemuda yang di sampingmu memiliki tubuh khusus juga, dengan membiarkan mereka berkultivasi ganda maka energi yang selama ini mengikat jaringan meridian gadis itu akan sepenuhnya terbuka" ucap Akong sambil tersenyum nakal ke arah Lei Tian.


"Kakek jangan berkata yang tidak-tidak" sergah Lei Tian dengan ekspresi pucat.


Makna kultivasi ganda baginya sangat tabu, memiliki pasangan saja ia belum apalagi berhubungan badan dengan seorang wanita.


"Dasar bocah sialan, keberuntungan mu membuatku iri saja" Akong merasa jiwa mudanya meronta, gadis yang kini di depannya memang sangat cantik.


Lei Tian tidak bisa berkata apa-apa, jangankan untuk menyentuh wanita bahkan mengucapkan kata-kata manis saja ia tidak bisa. Namun melihat kondisi wanita yang sedang kepayahan tersebut membuat dirinya berada dalam kekacauan yang tidak terkira.


"Tuan muda, jika itu adalah yang terbaik maka lakukan saja cara tersebut. Aku tidak mau ia meninggal begitu saja, ia juga harus membalas kematian orang tuanya" ucap Xue Meilin, ia juga bisa menilai jika Lei Tian adalah sosok pria yang pantas untuk Putri Qin Qian.


"Kakek, apakah tidak ada cara lain? Bukankah waktu itu kakek bilang jika aku harus menjaga keperjakaan mu?" tawar Lei Tian mencoba menolak dengan halus.


"Lalu bagaimana dengan diriku" ucap Lei Tian kebingungan.


"Apalagi yang kau khawatirkan, kau sudah berada di ranah Pendekar Keabadian sehingga hal tersebut tidak perlu kau jaga lagi. Malahan dengan kondisi tubuh khusus kalian, seharusnya penyatuan kalian juga akan berimbas pada kekuatan mu" Akong berkata dengan serius, dengan begitu ia berharap bisa mempengaruhi Lei Tian.


Pada saat ini Lei Tian kembali mendengar rintihan kesakitan dari mulut Putri Qin Qian, hal ini membuatnya serba salah.


"Tuan muda...." terdengar suara Xue Meilin memohon.


"Baiklah, jika begitu tinggalkan kami berdua" ucap Lei Tian dengan sedikit ragu.

__ADS_1


"Ingatlah, ia sangat membutuhkan pertolongan darimu" ucap Akong dengan senyum jahil.


Padahal apa yang dipikirkan oleh Lei Tian tidak seburuk keadaan yang terlihat, apa yang terjadi pada Qin Qian adalah proses penyembuhan yang lumrah terjadi. Namun karena minimnya pengetahuan Lei Tian di bidang ilmu pengobatan membuat dirinya mudah dikibuli oleh Akong yang sudah hidup malang melintang tersebut.


Tidak lama kemudian Akong dan Xue Meilin keluar dari dalam Gua, mereka membiarkan Lei Tian yang akan melakukan kultivasi ganda dengan Putri Qin Qian.


Di dalam Gua, tampak Lei Tian yang kebingungan. Bersama dengan Putri Qin Qian membuatnya bersalah, membayangkan dirinya yang akan menyentuh Putri tersebut membuatnya berpikir yang tidak-tidak.


"Apakah harus dengan seperti ini" gumam Lei Tian dalam hati.


"Aarrgghh" suara Qin Qian kembali terdengar, membuat Lei Tian semakin kalut.


"Maafkan aku Nona, semoga di kemudian hari kau tidak membenciku" ucap Lei Tian sambil mendekati Qin Qian.


Detik berikutnya Lei Tian memandangi tubuh Qin Qian, selama beberapa saat ia juga tidak bisa menahan naluri kelelakiannya. Ia merasakan jika gelora mudanya tiba-tiba memacu jantungnya menjadi lebih cepat.


Setelah memandangi wanita di depannya dengan lekat, Lei Tian mendaratkan ciuman pertamanya dengan lembut di kening Qin Qian, ada rasa bersalah yang bercampur dengan perasaan suka di hatinya. Selanjutnya Lei Tian mengandalkan instingnya untuk melakukan proses kultivasi ganda bersama Qin Qian.


Selama beberapa waktu, Lei Tian akhirnya berhasil melakukan kultivasi ganda bersama Qin Qian. Dalam tempo waktu tersebut Lei Tian juga bisa merasakan aura kehidupan Qin Qian bertambah kuat, Ia juga bisa merasakan bahwa kesadaran Qin Qian perlahan muncul.


"Apa yang kau lakukan padaku?" tanya Qin Qian yang sudah tersadar, posisinya masih belum bergeser dari tubuh Lei Tian.


"Nona, maaf.. Semua tidak seperti yang kau pikirkan, aku hanya sedang menjalankan proses pengobatan terhadap dirimu" jawab Lei Tian yang kini segera menyudahi gerakannya.


Ada rasa malu yang tidak bisa disembunyikan oleh Lei Tian, pada saat ini ia merasa bersalah yang tidak terkira. Ada perasaan takut jika ia dianggap sudah melecehkan wanita yang belum ia ketahui namanya tersebut.

__ADS_1


Sementara Qin Qian yang merasakan sakit di bagian intinya, masih merenung dengan apa yang sudah terjadi. Ingatan terakhirnya terpaut saat ia berada dalam penyelamatan Xue Meilin, setelah itu ia merasakan kesakitan yang tidak bisa ia ucapkan hingga baru sekarang ia tersadar kembali.


__ADS_2