
Tanpa siapapun yang mengetahui, Lei Tian yang dikira sudah meninggal kini masih terbaring lemah tanpa daya. Tanda di dadanya mulai bergetar secara halus seiring berjalannya waktu, untaian energi vitalitas mulai terbentuk kembali berdenyut memberikan tanda-tanda kehidupan.
Hingga menjelang gelap, denyut jantung Lei Tian mulai berdegup kembali. Meski sangat lemah, namun vitalitas kehidupannya kembali pulih dan terus memperbaiki sel-sel tubuhnya yang telah rusak.
"Hmmm... Menarik.. Sangat menarik"
Lelaki sepuh yang semula cuek, kini segera bangkit mendekati Lei Tian. Memperhatikan dari dekat, seorang pemuda dengan pakaian yang bersimbah darah dan bau amis yang pekat.
"Owh.. Tulang Naga, pantas saja anak ini bisa bertahan hidup setelah terhempas ke tempat ini" ucap lelaki sepuh tersebut penuh keterkejutan.
Detik berikutnya tubuh Lei Tian terangkat dan melayang ke udara, dengan kekuatan tenaga dalam lelaki sepuh tersebut tubuh Lei Tian diletakkan pada sebuah batu rata berbentuk segi empat seukuran dua orang dewasa. Batu tersebut biasa digunakan oleh dirinya untuk berkultivasi, selain mengandung energi alam yang murni batu tersebut juga mengandung esensi Qi yang membuat seseorang bisa mempertahankan keremajaannya.
Di dalam Gua tersembunyi tempat lelaki sepuh itu menghabiskan waktu, kini tubuh Lei Tian terbaring lemah. Tubuh Lei Tian menjadi pusat perhatian lelaki sepuh tersebut, tatapannya penuh ketidakpercayaan saat melihat kondisi Lei Tian yang dapat bertahan hidup hingga saat ini. Untuk memastikan kondisi terkini, ia memeriksa tubuh Lei Tian dan menemukan bekas pukulan tenaga dalam.
"Tapak Sutra"
__ADS_1
Gumam lelaki sepuh tersebut yang mengetahui jurus yang diterima oleh Lei Tian. Ada ekspresi serius yang terlukis di wajah tuanya, sebagai kultivator ulung dia jelas mengetahui segala jenis beladiri yang berada di alam ini.
Berdasarkan pengetahuannya jurus tersebut masuk ke dalam jajaran jurus tingkat tinggi, hanya Yang Mi pemilik jurus ini. Yang Mi adalah pendiri Sekte Teratai Ungu, ia adalah wanita yang kejam dan merupakan salah satu guru besar di Akademi Kekaisaran Qin. Bersama dengan Qin Zang, Zu Kai serta Hu Yitian mereka merupakan empat pilar pelindung Kekaisaran Qin, mereka berempat mendirikan Akademi Kekaisaran yang menciptakan bakat kultivator terkuat sebagai penerus mereka.
"Tulang Naga.. Memang luar biasa, bocah ini sungguh dikaruniai langit" ucapnya pelan sambil menganggukkan kepalanya.
"Ha ha ha.. Ternyata langit begitu baik, tidak perlu berambisi mengejar duniawi namun bakat terbaik justru dikirim sendiri ke depanku" lanjut Lelaki sepuh tersebut sambil tertawa bahagia.
Pada saat ini ia jelas teringat dengan keempat sahabatnya yang kini menjadi pelindung utama Kekaisaran Qin, dibawah pengaruh Qin Zang yang merupakan pendiri Sekte Pedang Emas mereka berempat masih belum bisa lepas seutuhnya dari pengaruh duniawi. Bahkan dengan luka yang diterima oleh pemuda yang kini berada di hadapannya, membuat dirinya yakin jika masalah ini berhubungan dengan campur tangan orang-orang yang berada satu generasi dengan dirinya.
Setelah memastikan kondisi Lei Tian, ia segera melanjutkan kultivasinya kembali dan membiarkan tubuh Lei Tian beristirahat. Dengan bantuan batu peremajaan ia yakin energi vitalitas di dalam tubuh Lei Tian tetap terjaga dan bertambah kuat seiring berjalannya waktu.
Pada keesokan paginya, lelaki sepuh tersebut bergegas keluar Gua untuk mencari aneka tanaman herbal untuk membuat obat-obatan. Mengetahui jika pemuda yang berada di dalam Guanya tengah terluka parah, ia berinisiatif mencari penawar sekaligus pemulih stamina setelah terkena efek Tapak Sutra.
Jurus tersebut dapat merusak jaringan meridian tubuh dan mengunci energi Qi seseorang agar tidak dapat menggunakan tenaga dalamnya. Pada setiap pertempuran, jurus tersebut sangat efektif untuk melumpuhkan lawan. Hingga waktu yang lama tubuh lawan tidak akan mampu mengeluarkan Qi, sehingga hanya mengandalkan kekuatan fisik untuk bertahan.
__ADS_1
Jika hanya mengandalkan kekuatan fisik belaka, maka sudah dipastikan pihak lawan akan tewas dengan mengenaskan. Namun kasus berbeda kini dihadapi oleh Lei Tian, dengan kekuatan tulang Naga tentu ia akan sanggup bertahan dari serangan pendekar dewa, hanya saja ia dicurangi sehingga lengah dan berakhir dengan menyedihkan.
Satu hari setelah peristiwa peperangan di perbatasan Kekaisaran Qin dan Kekaisaran Wei tersebut, kabar kemenangan pasukan Qin bergelora di seluruh Provinsi Jianxu. Hingga akhirnya berita tersebut sampai ke Provinsi Sichuan dimana Istana Kekaisaran berada.
Berita kemenangan tersebut tentu saja disambut gegap gempita oleh seluruh rakyat Kekaisaran Qin, terlepas berita duka meninggalnya Lei Tian tidak banyak orang yang mempedulikannya.
Namun wajah-wajah murung terlihat dengan jelas yang ditunjukkan oleh Lin Bao dan yang lainnya. Orang-orang Sekte Belati Merah adalah yang paling menderita kerugian, di bawah arahan Mu Jiao kini mereka sedang melakukan pertemuan khusus di kemah pasukan elit.
"Aku dan beberapa senior lainnya akan menuju Sekte Belati Merah untuk mengabarkan kejadian ini kepada Sekte, sementara kalian harus mengabarkan berita ini kepada keluarga Lei Tian" ucap Mu Jiao dengan serius.
"Baik senior" jawab Lin Bao dan kedua rekannya.
Dari kejauhan tampak Li Yifei menatap penuh rasa bersalah, ingin rasanya ia memberitahukan kejadian sebenarnya namun ia tidak berani. Selain Jenderal Shio Mei adalah orang yang berkuasa, ia juga terkenal memiliki dukungan guru spiritual yang merupakan pendiri Sekte Teratai Ungu. Jadi dalam hal ini posisi Li Yifei sangat lemah, ia tidak bisa berkata apa-apa untuk menyingkap kebenaran yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
Sementara di Kekaisaran Wei, berita kekalahan dari pertempuran melawan pasukan Kekaisaran Qin telah membuat mental rakyatnya jatuh. Keadaan ini jelas sangat merugikan Kaisar Wei Sheng yang sebelumnya berambisi merebut Provinsi Jianxu untuk masuk ke dalam wilayahnya.
__ADS_1
Hanya saja keadaan ini menjadi angin segar bagi Fei Hung yang sudah berencana melakukan pemberontakan bersama pasukan aliansi yang sudah ia bentuk sebelumnya. Sebagai mata-mata yang handal, Fei Hung memanfaatkan koneksinya untuk membangun pasukan bawah tanahnya yang merupakan aliansi dari beberapa orang yang tidak sehaluan dengan Kaisar Wei Sheng.
Dengan kehilangan ratusan ribu pasukan, serta tewasnya para perwira tinggi jelas kerugian yang tidak bisa ditanggung oleh Kaisar Wei, belum lagi ia juga harus kehilangan Jenderal utama, sementara beberapa Jenderal yang sehabis melakukan pertempuran juga tidak dalam kondisi terbaik. Mereka mengalami luka-luka yang serius dan membutuhkan perawatan untuk memulihkan diri mereka.